MERENCANAKAN MASA DEPAN KELUARGA

Pada zaman dahulu, khususnya pada zaman orba persoalan  kependudukan sangat diperhatikan, karena akan perkiraan pertumbuhan pendukuk tidak akan terkendalikan jika tidak ditangani dengan serius.  Dengan pemikiran tersebut kemudian muncullah pemikiran untuk membatasi jumlah pertumbuhanpenduduk, dan itu hanya dapat dilakukan dengan  membuka lembaga atau instansi yang khusus untuk menangani persoalan tersebut.

Pada awalnya lembaga tersebut sangat kuwalahan dalam mendekati masyarakat, apalagi kalau kemudian harus memberikan penyuluhan atau himbauan agar mereka tidak memproduksi anak alias agar mereka  membatasi kelahiran pada setiap keluarga.  Pada umumnya mereka akan gagal sebelum menyentuh hal yang substansial, karena masyarakat mempunyai kepercayaan bahwa membatasi kelahiran etsrebut merupakan sebuah  perbuatan dosa.

Jika orang ditakdirkan oleh Tuhan akan mempunyai anak sepuluh misalnya, mengapa  manusia harus membatasinya dan itu melawan takdir Tuhan.  Pemahaman masyarakat yang demikian tentu  akan snagat sulit untuk dimentahkan, terkecuali oleh kalangan ulama sendiri yang memberikan  penjelasan.  Karena itu kemudian  pemerintah kemudian menggandeng para ulama untuk  menjelaskan persoalan keluara berencana tersebut, dan benar bahwa dengan ulama  terjun menjelaskan kepada masyarakat, pada akhirnya program keluarga berencana tersebut sukses besar.

Kalau kemudian masih ada keluarga yang mempunyai anak lebih dari dua itu, dapat dihitung dengan jari, dan kebanyakan masyarakat dengan kesadaran dirinya kemudian mau  membatasi anak, sehingga masa depan mereka akan dapat direncanakan dengan baik.  Itulah yang kemudian terjadi di hampir seluruh daerah di wilayah nusantara.  Akan tetapi lambat laun rupanya  perencanaan yang demikian emnjadi semakin pudar, dan kita tidak tahu apa penyebab utamanya, karena praktis setelah era reformasi, semua sepertinya menjadi tanpa aturan.

Saat ini perencanaan  keluaraga sejahtera dari am,syarakat sudah luntur dan  mereka seolah sama sekali tidak memikirkan hal tersebut.  Karena itu kita patut mengingatkan masyarakat secara luas agar mereka  dapat memikirkan berbagai hal, khususnya terkait dengan keluarga yang ingin dibangunnya.  Artinya jika kita akan membangun keluarga, harus direncanakan dengan sangat baik terkait dengan segala kemungkinan.

Artinya jika kita berkeluarga dengan penghasilan yang dapat kita ketahui, tentu kita akan dapat mempreiksi bahwa  kemungkinan anak yang akan menjadi tanggungannya, baik mengenai  pendidikan, kesehatan dan lainnya tentu harus dipikirkan dengan cermat.  Dengan demikian kita akan mampu merencanakannya sndiri, kira kira seberapa anak yang kita inginkan agar mereka tetap dapat hidup sejahtera bersama dengan kasih sayang dari kita.

Tanpa merencanakannya  secara cermat,  bisa saja kita akan menelentarkan mereka dan itu menjadi sangat tidak layak dilakukan oleh orang beriman dan berpendidikan.  Anak  adalah titipan dan amanah Tuhan yang harus kita rawat dan didik dengan penuh tanggung jawab, karena itu semua  hal yang terkait dengan perawatan dan pendidikan akan haruslah diperkirakan  jaug sebeluimnya sehingga memreka memang akan dapat menikmatinya  dengan sangat baik dan mereka akan dapat tumbuh dengan wajar bersama dengan anak anak lainnya.

Prtogram keluarga berencana sesungguhnya telah memberikan banyak harapan kepada  setiap keluarag Indonesia untuk dapat meraih kesejahteraan tersebut.  Perencanaan keluarga sejahterra dengan mempertimbangkan banyak aspek tersebut kiranya  sangat baik jika saat ini kita hidupkan kembali di tengah tengan masayarakat.  Kita sangat  khawatir dengan kondisi masyarakat saat ini dimana banyak keluarga yang  anaknya banyak, sementara penghasilannya sangat  sedikit.

Akibatnya anak anak tidak akan mampu menikmati  pendidikan sebagaimana diharapkan.  Kita  memang mengenal adanya wajib belajar, dimana seluruh anak usia  sekolah harus  sekolah, namun dalam kenyataannya karena himpirtan ekonomi, banyak anak di usia sekolah ternyata malah tidak sekolah.  Banyak diantara mereka yang berada di jalanan, karena tidak diurus oleh orang tua mereka.  Bahkan ekmudian mereka harus hidup dalam kekerasan, mengamen, lalu  bergaul dengan anak anak jalanan yang  nakal dan lainnya.

Para orang tua sama sekali tidak mengurus mereka, apalagi kalau kemudian mereka sudah mampu mencari nafkah sendiri melalui ngamen atau usaha lainnya, padahal mereka itu seharus  dapat menikmati masa kanak kanak mereka dengan bermqin dan sekolah.  Bahkan perencanaan keluarga seharusnya tidak hanya sampai pada  selesainya anak anak  sekolah menengah, melainkan  mereka seharusnya hingga tamat perguruan tinggi.

Berdasarkan kenyataan tersebut, sudah waktunya saat ini untuk mensosialisasikan lagi keberadaan keluarga berencana tersebut, agar seluruh keluarga di Indonesia menjadi sejahtera.   Secara lebih umum lagi, yakni secara nasional, jika penduduk kita  dapat ditekan pertumbuhannya, maka kemungkinan besar pertumbuhan ekonomi akan dapat digerakkan dengan lebih  cepat dan berkembang lebih baik.  Dengan kondisi demikian kita akan mampu memperkirakan bahwa kesejahteraan bangsa ini ke depannya akan jauh lebih baik.

Kita tentu tidak ingin bahwa bangsa kita yang sangat besar dan diberikan kodal dasar kekayaan alam yang melimpah ini, lalu kondisi kita semakin memburuk dan kalah dengan bangsa lain yang tidak dianugerahi  kekayaan alam sebagaimana  kita.  Kita harus menyadari bahwa Tuhan begitu sayangnya kepada bangsa ini, lalu kenapa kita tidak menyadarinya dan  bahkan terlalu terlena dengan kepentingan diri sendiri.  Jika kita  menyadari semua hal yang terkait dengan bangsa ini tentu kita akan selalu bersyukur kepada Tuhan, karena semua yang dibutuhkan oleh kita tersedia di  nusantara ini.

Memang  kita tidak dapat menyalahkan siapapun jika   ada orang yang tidak mengikuti keinginan kita, yakni tidak mau menyadari dan kemudian merencanakan keluarganya dengan sangat cermat, karena  itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing masing.  Hanya saja kal;au kita  berpikirnya makro dan untuk kwepentingan yang lebih besar, tentunya kita memang harus memikirkan  keterkaitan antara satu keluarga dengankeluarga lainnya.  Kesejahteraan yang lebih besar seperti kesejahteraan rakyat secara menyeluruh tidak akan  dapat dilepaskan dari  masyarakat itu sendiri.

Karena itu  kita memang harus mengajak dan emnyadarkan smeua orang untuk dapat sepeerndapat dengan kita, yakni emmikirkan keluarga masing masing  agar  dapat sejahtrera.  Lalu bagaimana kesejahteraan tersebut dapat diukur, ialah dengan terpenuhinya bweberapa aspek dasar  mansuai, yakni pendidikan, kesehatan, papan dan makan.  Nah, perencanaan keluarga sejahtera tersebut tidak hanya menyangkut diri sendiri, melainkan juga menyangkut anak anaknya nanti.

Kemampuan orang untuk mengantarkan anak anaknya menjadi seujahtera juga merupakan kebutuhan mutlak yang harus direncanakan oelh setiap orang.  Nah, jika hal ini sudah emnjadi pemahaman dan komitmen bersama,  kita akan dapat meyakini bahwa masa depan kiota akan elbih baik, karena semuanya sudah direncanakan dan diperkirakan dengan sangat cermat.

Menurut saya keberadaan BKKBN yang seolah saat ini kurang menggigit  masih sangat dibutuhkan oleh amsyarakat.  Persoalannya ialah bagaimana kita  mengembalikan keberadaan BKKBN tersebut menjadi salah satu rujukan amsyarakat dalam merencanakan masa depan.  Memang bukan satu satunya, namun kalau kita sepakat untuk menjadikan lembaga tersebut sebagai pilihan utama dalam merencanakan masa depan, tentu akan lebih baik.

Kita juga berharap  Ke depannya nanti seluruh bangsa Indonesia dapat hidup sejahtera melalui perencanaan keluarga yang baik.  Kesuksesan setiap keluarga Indonesai sesungguhnya merupakan kesuksesan kita semua. Penduduk Indonesia ke depan akan dapat diprediksi dengan baik sehingga pembangunan nasional juga akan mudah untuk dirancang dengan baik pula.  Dengan begitu keinginan kita untuk dapat hidup sejahtera di negeri ini akan benar benar dapat diwujudkan.  Semoga.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.