MEMANFAATKAN WAKTU

Di dunia ini seeprtinya tidak ada sesuatu yang dapat diraih hanya dengan menunggu bola datang, karena  sesungguhnya segala sesuatu itu harus diusahakan sehingga  akan dapat diraih.  Jika seseorang ingin mendapatkankeuntungan dalam berniaga, maka  dia harus menjalankan perniagaan tersebut dengan cara yang benar, sebab kalaupun  dia menjalankan  perniagaan tersebut dengan cara curang, meskipun mendapatkan keuntungan, tetapi keuntungan tersbeut tidak akan memberikan kebrkahan.

Makna berkah tersebut memang snagat  luas, dapat berarti emmebrikan manfaat sehingga  keuntungan tersebut akan mencukupi keutuhannya, ataupun dapat berarti bahwa keuntungan tersebut tidak akan  berpindah dengan cepat karena terjadinya beberapa kejadian yang tidak dikehendaki, seprti kehilangan, kebakaran, tertipu atau karena  terjadi sakit yang mebutuhkan biaya sangat banyak sehingga keuntungannya tersebut tidak akan cukup untuk menutupnya.

Karena itu selama masih ada jalan untuk mendapatkan sesuatu dengan jalan menjalankan sebuah usaha, maka itulah yang seharusnya dilakukan, meskipun sudah ada pihak yang menanggungnya, semisal orang tua ataupun bahkan anak dan lainnya.  Artinya  kita diberikan anugerah anggota tubuh oleh Tuhan yang masih lengkap dan dapat difungsikan, maka itulah yang harus dilakukan  yakni memanfaatkannya untuk tujuan yang baik, khususnya dalam  memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.

Hanya orang orang pemalas sajalah yang idak mau memanfaatkan  keutuhan anggota tubuhnya untuk mendapatkan karunia Tuhan, melalui usaha yang dapat dijalankannya.  Lalu untuk apa Tyuhan emnciptakan kaki, kalau tidak digunakan untuk berjalan atau untuk menyepak sesuatu yang seharusnya disepak dan lainnya.  Untuk apa juga Tuhan menciptakan  dan emmberikan tangan, kalau tidak digunakan untuk melakukan sesuatu yaang berguna, seperti untuk makan, berusaha, memberi, melakukan sesuatu.

Tangan dapat dipergunakan untuk banyak hal, untuk mengangkat, memegang, melempar atau membarang barang dan untuk lainnya.  Menulis, membuat laporan, menggambar,  mengetik, dan juga kegiatan lainnya yang memerlukan  tangan adalah  aktifitas yang dapat dilakukan  dengan menggunakan dan memanfaatkan tangan tersebut.  Nah, jika kita  malas untuk memanfaatkannya, maka kita akan mendapatkan keurangan dalam hidup dan bahkan mungkin akan mengalami kerugian dan bahkan  kekecewaan.

Pendeknya seluruh anggota tubuh yang diberikan oleh Tuhan seharusnya  dimanfaatkan untuk kepetningan memenuhi kebutuhan hidup kita, apapun yang dilakukannya. Hnya saja  selama  masih dapat menghindari melakukan penyeleweangan, maka itulah yang harus dilakukan agar hidupnya menjadi berkah dan bermanfaat baik bagi dirinya sendiri, maupun bagi pihak lain dan juga lingkungannya.

Selanjutnya  kita juga berharap bahwa  kita mampu memanfaatkan setiap weaktu yang luang untuk melakukan kabajikan dan bermanfaat.  Jangan ada waktu yang kosong atau senggang, karena biasanya kalau kita tidak melakukan aktuifitas apapun, akan sangta mudah untuk tergoda oleh hal hal yang menjauhkan diri kita dari kebaikan.  Membayangkan sesuatu yang indah itu juga merupakan awal dari sebuah kemalasan yang akan emmbahayakan  kehidupan.

Melamun atau hanya sekedar memimpikan sesuatu itu  merupakan bentuk bisikan setan yang hanya akan emnghambat diri kita untuk berkarya.  Bagaimana mungkin kita akan dapat mewujudkan mimpi  dalam khayalan tersebut kjika kita terus bengong dan idak segera memanfaatkan wakitu yang ada untuk melakukan  berbagai hal yang memungkinkan  meraih keinginan tersebut.  Aktifias yang dijalankan dapat berupa apapun, asalkan dijalankan dengan penuh kesungguhan dan  tulus.

Terkadang orang memang suka mengkhayalkan sesuatu yang enak enak, tetapi setelah sadar dari mimpi tersebut hanya  penyesalanlah yang akan tersisa.  Seandanya  waktu yang digunakan untuk berkhayal tersebut digunakan untuk melakukan usaha, tentu akan  dapat dihasilkan sebuah keuntungan yang  sangat memungkinkan mimpinya tersebut  dalam waktu tertentu akan dapat diraih.

Bagi setiap orang dimanapaun berada, waktu itu merupakan sesuatu yang sangat berharga dan idak boleh disia siakan, karena begitu menyia nyiakan waktu seseorang pasti akan kehilangan banyak hal, kesempatan,  mungkin juga sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya.  Karena itu tidak salah jika orang Barat mengatakan bahwa waktu itu adalah uang, karena  itu siapapun yang menyia nyiakan watu berarti dia telah kehilangan mendapatkan uang.

Orang Arab biasanya mengatakan abhwa waktu itu bagaikan pedang yang jika kita tidak memanfaatkannya maka akan dimanfaatkan oleh orang lain.  Artinya kalu kita memanfaatkan pedang, kita akan dapat melakukan apapun seeprti  memotong sesuatu, menebas barang ememnangkan pertaarungan dan lainnya, sehingga jika kita tidak memanfaatkannya  dan ekmudian dimanfaatkan oleh orang lain, kitalah yang akan rugi karena kita dapat ditebas oleh pedang tersebut yang berada di tangan pihak lain.

Jikakita masih muda  di saat kita seharusnya  belajar dan belajar di sekolah maupun di perguruan tinggi, namun kita  selalu bermalas malas dan tidak mau memanfaatkan waktu yang ada,pada saatnya apsti kita akan menyesali  semua itu, karena  orang lain yang memanfaatkan waktu menjadi pintar dan mendapatkan kemudahan demi kemudahan, tetapi kita justru sebaoliknya akan selalu mendapatkan kesulitan.

Waktu itu cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi, karena itu siapapun yang mengabaikannya pasti akan menyesali dan  mendapatkan kerugian yang besar.  Jika seseorang  pada saat ada kesempatan untuk mendapatkan sesuatu, lalu dia membiarkannya begitu saja, maka  kerugian yang didapatkannya pasti akan lebih besar dana penyesalannya akan lebih  besar pula.  Tu disebabkan bahwa penyia nyiaan atas waktu dan kesempatan tersbeut disengaja.

Banyak orang merasa sangat kecewa pada saat semuanya sudah berlalu dan terjadi, seprti  keika  saat sedang waktu belajar, namun  tidak banyak membaca dan belajar dengan serius, lalu setelah waktu ujian tiba, dia akan  ungung dan tidak bisa melakukan apapun, pada akhirnya dia gagal.   Atau kalaupun dia kemudian juga lulus, tetapi tidak  tahu banyak tentang ilmu yang dipelajarinya, sehingga dia pasti akan mendapatkan keslitan yang  luar biasa.

Penyesalan itu  waktunya pasti di belakang setelah segala sesuatunya sudah terjadi.  Itulah yang  selalu dirasakan oleh setiap orang.   Jika kita  mempunyai bayak fasilitas dan kita tidka mau memanfaatkan waktu yang ada, kungkinmita masih dapat melakukan sesuatu, meskipun tetap saja idak akan maksimal, karena tidak mampunyai kemahiran nyang dibutuhkan.  Lebih lebih jika kita hidup sudah miskin dan failitas terbats, lalu kita  sia siakan begitu saja, maka kerugiannya akan  sangat besar dan mungkin kita tidak akan dapat memaafkan diri kita sendiri, karena kelalaian kita tersebut.

Karena itu mumpung segalanya belum terjadi, mari kita manfaatkan pengalaman orang lain yang sudah pernah mengalaminya untuk kita jadikan sebagai pengalaman pribadi, sehingga kita akan dapat memilah mana yang baikd an mana pula yang buruk.  Dari pengalaman itulah kita berharap sikap kita akan  penuh perhitungan dan kemudian kita tidak akan mengalami kerugian sebagiamana yang pernah dialami oleh mereka.

Pada akhirnya  yang menentukan sesuatu itu ialah  kita sendiri karena apapun yang kita pituskan dan kita kerjakan tulah yang akan memberikan pengaruh kepada diri kita.  Jika kita  dapat memanfaatkan waktu yang tersedia untuk kebaikan dan aktfitas yang menghasilkan, maka  itu berati kita telah mengarahkan diri ta untuk  kebaikan, dan sebaliknya jika kita emmbiarkan watu berlalu begitu saja, maka itu juga telah mengantarkan kita kepada sebuah kegagalan dan penyesalan yang sangat panjang.  Mari pilih sendiri secara sadar dan bertanggung jawab.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.