HIDUPKAN KOPERASI

Bulan Maret ini merupakan akhir dari semua koperasi untuk mengadakan rapat anggota tahunan atau RAT, untuk mengetahui perkembangannya, dan sekaligus mungkin juga untuk  mereformasi kepengurusannya.  Akan tetapi yang terpenting dari RAT tersebut ialah bagaimana kita mengevaluasi kegiatan koperasi selama satu tahun berjalan.  Aapakah ada kemajuan, apakah masih sama saja ataukah ada terobosan tertentu yang menjadikan koperasi emnjadi semakin kiat dan baik atau sebaliknya.  Nah,  dalam kesempatan RAT itulah smeua anggota dapat emmberikan masukan dan  koreksi, sehingga pada akhirnya koperasi akan dapat berkembang lebih baik.

Semboyan koperasi yang dari, oleh dan untuk kita sebagai anggotanya memang harus terus digelorakan atau terus ditancapkan, karena sampai saat ini masih banyak diantara anggota koperasi seolah tidak tahu menahu dan juga tidak peduli terhadap perkembangan koperasi tersebut.  Kondisi tersebut tentu akan  mempengaruhi koperasi itu sendiri, karena hidup dan matinya koperasi sesungguhnya tergantung kepada para anggotanya sendiri.

Untuk keperluan tersebut sebaiknya memang seluruh angota menyadarinya terlebih dahulu, lalu usul untuk perbaikan pelayanan ataukah penyediaan barang dan lainnya dapat disampaikan.  Jika  hal tersebut kemduian dilakukan dengan konsisten dan seluruh anggota   mengharuskan dirinya untuk berbelanja di koperqasinya, maka koperasi akan menjadi hidup dan berkembang dengan wajar danbahkan mungkin lebih bagus.  Dengan perkembangan kiperasi yang semakin baik tersebut, diharapkan keuntungan dan SHU akan semakin meningkat dan itu artinya kesejahteraan koperasi akan dapat dirasakan.

Sayangnya memang selama ini belum ada kesamaan persepsi dan  kesadaran dari para anggota bahwa  melalui koperasilah kita akan mendapatkan kesejahteraan.  Lalu pertanyaannnya ialah bagaimana kalau koperasi hanya didiamkan saja., bahkan para anggotanya tidak mau tahu, dan setiap kali dilaksanakan RAT juga jarang berangkat, maka angota yang demikian pastinya sama sekali tidak   akan mengandalkan koperasi sebagai basis  yang akan memberikan keuntungan kepada dirinya.

Koperasi itu ibaratnya ialah usaha yang  pembeli dan penjualnya diri sendiri.  Artinya kalau sebagai anggota kemudian menyadari bahwa keuntungan koperasi itu akan diperoleh jika para anggotanya banyak berhubungan dalam hal jual beli keseharian dan kebutuhannya sehari hari dipenuhi oleh koperasi.  Nah, dalam keadaan speerti itu sudah barang pasti koperasi akan menjadi ramai dan keuntungannya pun juga akan besar.  Semuanya itu akan kembali lagi kepada para anggota sendiri.

Melalui konsep seperti itulah kenapa dahulu Bung Hatta menga6takan bahwa koperasi itu merupakan soko guru bagui perekonomian kita.  Namun amat disayangkan kalau hingga saat ini koperasi belum banyak memberikan harapan kepada para anggotanya.  Tentu ada beberapa factor yang menyebabkan koperasi belum mampu menjadi soko guru perekonomian kita.  Beberapa kendala yang  sampai saat ini belum dapat dihilangkan ialah tentang kesadaran para angota itu sendiri.  Nah, beberapa factor yang dimaksudkan tersebut antara lain:

  1. Pengelolaan koperasi yang masih secara tradisional dan belum dikelola dengan  bagus, sehingga kalau mislanya koperasi tersebut hanya bergerak dalam usaha took, maka  hanya menunggu bola  dan tidak melakukan usaha  yang lebih keras untuk meningkatkan  isi dan bagaimana cara mengundang para langganan, sehingga took tersebut menjadi tujuan utama para anggota dan masyarakat luas.  Aspek pengelolaan ini menempati posisi yang sangat  strategis karena bagaimana mungkin jika  sebuah koperasi tidak dikelola dengan bagus, akan menghasilkan sesuatu yang menjanjikan? Banyak usaha dalam bidang apapun yang akhirnya harus gulung tikar karena tidak dikelola dengan professional, sehingga usaha tersebut bukanlah lagi seperti usaha , melainkan hanya sekedar  mkenunggu datangnya mukjizat.

Karena itu jika para pengurus tidak mampu untuk mengelola  koperasi dengan bagu, boleh saja kemudian menyewa orang  yang memang mampu mengelolanya dengan professional dan juga digaji dengan gaji yang pantas.  Berikan kepercayaan kepada mereka dan  pengurus hanya sebatas mengawasinya saja sehingga perjalanan koperasi akan dapat dilihat dalam beberapa waktu kemudian.  Bahkan akan sangat bagus jika  mereka itu diberikan target tertentu yang realistis, sehingga mereka akan benar benar tertantang untuk melakukan berbagai aktifitas menuju  target yang telah ditetapkan tersebut.

  1. Variasi usaha yang dilakukan oleh koperasi. Artinya aspek ini seringkali emnjadi persoalan  utama dalam mengembangkan koperasi itu sendiri. Lagi lagi ini juga terkait dengan kemampuan  mengelola koperasi, karena kalau dilihat bahwa prospek usaha yang telah dilakukan memang sedang lesu, maka harus berani untuk melakukan usaha lainnya yang dianggap lebih menjanjikan.  Ini tentu harus dibarengi dengan kemampuan menejerial  yang cukup, sehingga prediksi yang dilakukan akan dapat dipertanggung jawabkan dan bukan hanya sekedar spekulasi.  Koperasi dapat mengembangkan bidang usahanya  sesuai dengan  pasar yang dilihat dapat membantu perkwmnangan koperasi tersebut.

Memang terkadang  ada kendala dengan  batas yang diberikan oleh aturan dalam koperasi itu sendiri, namun jika kita mampu untuk melakukan  pendekatan yang lebih baik, maka kendala tersebut akan dengan mudah diatasi, karena  masih banyak jalan untuk melakukan  teribisan yang tidak  bertantangan dengan regulasi yang ada.  Kita tentu tidak akan mandek dengan keadaan yang sama sekali tidak menguntungkan, karena  usaha koperasi etrsebut  merupakan usaha yang  diharapkan  mampu mensejahteraakn seluruh anggotanya, sehingga mau tidak mau  perluasan usaha memang menjadi mutlak dilakukan.

  1. Kesadaran dan pertisipasi aktif dari anggotanya. Kita tahu bahwa koperasi yang didirikan di sebuah instansi biasanya hanya mengandalkan satu bentuk kegiatan usaha,  karena memang pengurus yang mengelolanya tidak mungkin akan melakukan pengelolaan koperasi secara total, mengingat  kedudukannya yang sebagai pew=gawai di instansi tersebut.  Tentu hal tersebut dengan mengecualikan pengurus koperasi yang kemudian berani untuk menyewa pengelola dan memberikan  kepercayaan penuh kepada pengelolanya tersebut, sehingga koperasi itu  akan dapat berkembang lebih baik.

Kita sangat paham bahwa  para anggota, apalagi kalau itu karyawan sebuah instansi, dapat dipastikan kurang atau bahkan sama sekali tidak peduli dengan koperasi tersebut, karena yang terpenting bagi mereka ialah  merka sudah merasa iuran dan  selebihnya itu urusan pengurus dan para saat RAT nanti tinggal menunggu SHU.  Nah,  kondisi seperti itu  pasti akan  mergikan kiperasi itu sendiri, karena partisipasi anggotanya menjadi sanat sedikit.  Seharusnya jika para anggota koperasi tersebut menyadari dengan penuh tentang perkembangan koperasi tersebut serta tujuan dibentuknya koperasi tersebut, maka koperasi tersebut akan dapat dengan cepat melesat dan  kesejahteraan para anggotanya lebih meningkat pula.

Kita hanya membayangkan saja jika  koperasi tersebut membuka toko dan  usaha warung makan, lalu semua anggotanya  ketika makan siang selalu di koperasi etrsebut dan untuk kebutuhan  keseharian di rumah selalu mengambil dari toko koperasi etrsebut, maka  perkembangan koperasi pasti akan bertambah.  Namun jika kondisinya berbeda, yakni  para anggota akan lebih nyaman berbelanja di mall atau disupermarket lainnya, maka  koperasi akan tetap kecil dan tidak mendapatkan keuntungan  sebagaimana diharapkan.

Itulah beberapa kenyataan koperasi di kebanyakan instansi, dan sangat sedikit sekali yang kemudian dapat berkembang dengan bagus.  Meskipun kita juga menyadari bahwa untuk menyewa  seorang menejer koperasi itu bukan urusan mudah, karena kalau tidak hati hati justru malah akan menjadi bumerang tersendiri.  Oleh karena itu memang persoalan ini harus dilakuikan denganpenuh perhitungan, sehingga  tujuan semua didirikannya koperasi etrsebut akan benar benar tercapai.

Kita berdoa semoga   koperasi di kita  akan semakin membaik seiring dengan kesadaran para anggotanya untuk berkoperasi.  Kalau pada saatnya nanti koperasi dapat diandalkan dalam hal kesejahteraannya, maka kita yakin  kedepannya akan semakin banyak orang yang menyadarinya. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.