MENUMPANG

Jika kita sedang akan bepergian dan menunggu kendaraan umum yang akan kita naiki, lalu terlalu lama kita menunggunya, maka ketika ada kawan yang sedang lewat dengan menggunakan kendaraan pribadinya dan menawari kita untuk menunmpang, tentu kita akan  sangat senang.  Bukan karena  akan mendapatkan tumpangan secara gratis, melainkan karena  tujuan kita akan segera terwujud dengan adanya tumpangan tersebut.  Bahkan juga sekaligus tumpangan tersebut terasa nyaman karena tyidak harus berdesakan dengan banyak orang.

Namun  pengertian tumpangan bukan saja terkait dengan  hal tersebut, sebab semuakendaraan, baik laut, udara maupun darat yang dapat mengantarkan kita dari satu tempat ke tempat lainnya, itu sudah cukup untuk dikatakan sebagai tumpangan. Jadi pengertiannya bukan saja yang bersifat free atau gratis, melainkan juga  yang sengaja dijadikan sebagai sewaan bagi siapapun yang membutuhkan  alat tersebut.

Bahkan dalam skala yang lebih luas lagi pengertian tumpangan bukan saja terkait dengan kendaraan yang akan mengangkut kita, melainkan juga tempat tinggal untuk sekedar melewatkan malam untuk tidur dengan cara menumpang di sebauh rumah.  Namun kalau terkait dengan hal tersebut biasanya tumpangan tempat tinggal itu  dikaitkan dengan  kondisi free atau gratis dan sama sekali tidak ada ongkosnya, karena jika ada ongkosnya biasanya bukan lagi tumpangan, melainkan justru  penginapan dan lainnya.

Jadi memang istilah itu sangat banyak dan sesuai dengan kebiasaan masyarakat dalam mengenali istilah tersebut.  Kalau ada seseorang yang mendapatkan tawaran untuk naiik ke dalam kendaraan seseorang yang kebetulan tujuan dan arahnya  sama, maka itu  diosebut tumpangan  yang pasti gratis.  Demikian juga kalau ada orang  yang kebingunan mencari saudaranya lalu kemalamamn dan dia tidak mempunyai cukup uang untuk menginap di penginapan,  dan kemudian  mendapat tawaran untuk sekedar menginap di rumah, maka itu juga tumpangan untuk menginap dan sifatnya juga gratis.

Jika ada seorang kaan yang  karena kelelahan setelah melakukan aktifitas cukup padat, lalu dalam beritirahat di sebuah kampong dan  menginginkan untuk sekedar mandi, dan warga yang mempunyai kamar mandi  tersebut mempersilahkannya untuk sekedar mandi, maka itu juga disebut sebagai tumpangan mandi dan gratis.  Dan begitu seterusnya sehingga istilah tumpangan itu biasanya dikonotasikan dengan sesuatu yang sifatnya gratis.

Namun sesungguhnya tidak demikian kondisi riilnya, karena ternyata banyak istilah tumpangan tersebut yang ternyata tidak gratis, seperti tumpangan yang dikonotasikan dengan kendaraan untuk  ditumpangi  dengan cara membayar atau menyewa.  Dengan dmeikian segala jenis kendaraan yang  sengaja untuk disewakan  kepada semua orang itu juga sebagi tumpangan.  Seprti ketika  seseorang akan menyebarang sunagi besar dan disitu disediakan perahu untuk penyeberangan, maka itu juga disebut sebagai tumpangan, tetapi dengan membayar ongkos tertentu.

Demikian juga ketika seseorang akan p[ulang kerja dan menunggu ojek sepeda motor taupun kendaraan angkot, maka kendaraan tersebut juga dinamakan dengan  tumpangan  tetapi dengan membayar ongkos tertentu.  Nah, dengan melihat kondisi tersebut, sesungguhnya tumpangan itu bersifat lebih umum, yakni semua yang memberikan kemudahan  kepada pihak lain untuk sekedar  meringankan beban mereka, baik  didapatkan secara gratis maupun dengan membayar ongkos tertentu.

Namun bagaimanapun memberikan tumpangan kepada pihak lain, termasuk ketika harus membayar ongkosnya, itu merupakan perbuatan baik yang harus terus didorong untuk memberikan pelayanan yang terbaik, apalagi  kalau tumpangan tersebut menarik ongkos dari mereka yang menggunakannya.  Dengan usaha tersebut diharapkan  akan terjadi interaksi yang sangat baik antara penyedia  fasilitas tumpangan dengan mereka yang menggunakannya untuk keperluannya.

Kita tentu sangat paham bahwa hidup di dunia ini  orang harus berusaha untuk mendapatkan penghasilan, yang tujuannya adalah untuk menyambung hidup agar dapat memenuhi kewajibannya, baik dalam bidang kesehatan, pemndidikan dan lainnya.  Karena itu usaha memberikan pelayanan   dengan menyediaakn kendaraan angkitan untuk  p[ihak lain dengan ongkos tertentu, sudah pasti merupakan usaha baik dan bahkan sangat didorong untuk tetus ditingkatkan.

Kebutuhan amsyarakat terhadap[  kendaraan amngkitan tersebut setiap satnya akan selalu emningkat, lebih lebih pada saat ada event tertentu yang sifatnya besar, maka kebutuhannya semakin meningkat dua atau bahkan tiga kali lipat, seperti ketika musim  lebaran, diamana banyak orang mudik ke kampong halaman dan bertandang ke tempat sanak saudara dan teman temannya.  Dengan demikian  semuanya akan serba meningkat.

Namun demikian rasionya seharusnya  para penyedia tumpangan tersebut akan emndaopatkan keuntungan  berlebih, namun dalam kenyatannnya merka justru merasa seolah menjadi berkurang, dan akhirnya mereka harus menaikkan ongkos yang harus ditanggung oleh para pengguna jasa mereka.  Itu juga tidak dapat disalahkan begitu saja karena biasanya juga dipiocu oleh kenaikan barang barang baku, termasuk bahan bakar yang menjadi andalan tumpangan tersebut.

Pada akhirnya masyarakat lagi yang harus menanggung beban kenaikan harga tersebut, meskipun sesunguhnya  dengan meningkatnya penumpang, akan didapatkan keuntungan yang lebijh besar.  Itulah eknyataan watak manusia yang sealalu saja ingin  memanfaatkan situasi untuk keuntungan merka sendiri.  Masyarakat mau tidak mau  dipaksa untuk mau, sebab kalau tidak mau mereka justru yang akan merasakan rugi sendiri.  Akan tetapi jika  ada kekompakan dari masyarakat untuk menola kenaikan tersebut  kita yakin pasti akan berhasil.

Sekali lagi sayangnya memang tidak banyak masyarakat yang peduli dengan hal hal demikian, karena yang terpenting bagi mereka ialah emndapatkan kemudahan, meskipun harus membayar lebih mahal.  Itulah yang kemudian banyak orang memanfaatkan situasi demikian dan masyarakat pada umumnya hanya dapat mengeluh saja tanpa ada solusi untuk mendapatkan pembelaan atas keluhan mereka.  Terkait denga persoalan tumpangan tersebut sesungguhnya akan l;ebih baik jika ada yang  memberikan perhatian khusus, teruitama dalam situasi yang tiodak menguntungkan masyarakat.

Artinya kenapa tidak ada orang kaya yang berusaha dibidang pemberian layanan tumpangan tersebut yang  memberikan kegratisan kepada para penumpangnya sebagai sebuah wujud sedekahnya.  Mungkin dpaat dijadualkan pada setuiap sebulan sekali atau  mungkin dua bulan sekali.  Tentu kalau itu ada dan emnjadi gerakan yang massif bagi semua orang kaya yang berusaha dalam bidang itu, tentu akan menjadi trend yang sangat bagus.

Kita sudah mendengar dan menyaksikan sendiri betapa mulainya hati seorang penjual pecel, ketika setiap jumat  dia selalu menggratiskan siapapun yang dating  ke warung pecelnya, karena dia sudah merasa bahwa selam  dalam satu minggu sejak Sabtu hingga kamis sudah cukup mendapatkan keuntungan bagi diri dan keluarganya.  Lalu kenapa dia tidak berbagai dengan yang lain.  Oleh karena apa yang dapat dia bagikan hanyalah pecel, maka dia kemudian menggratiskan pecelnya etrsebut, dan ternyata keuntungannya bukannya berkurang, malahan selalu bertambah.

Kenapa tidak banyak orang melihat dari sisi kehebatannya tersebut, sehingga akan emnjadikannya sebagai contoh untuk emndapatkan keberkahan dalam usahanya, namun kebanyakan oarng justru melihat sisi lainnya, sehingga  sama sekali tidak menyentuh aspek hakikinya, dan merka kemudian tidak emndapatkan sesuatu sebagaimana yang diinginkannya.

Semoga dalam hal tumpangan tersebut, kita akan menyaksikan lebih nayak lagi oarng yang memberikan perhatiannya dan juga ada yang memulai dengan menggratiskan tumpangan tersebut, meskipun hanya sesakali saja, semisal satu bulan sekali.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.