JANGAN MEMUSUHI

Allah swt menciptakan manusia di bumi ini memang sengaja dibuat berbeda, baik jenis kelamin,  etnis, suku, dan lainnya, namun yang jelas bukan untuk saling mengejek, saling menyerang atau bermusuhan,melainkan agar semuanya dapat saling  mengenal dan menambah pengetahuan. Karena Tuhan hanya melihat perbedaan tersebut dari dari aspek ketaqwaan seseorang.Karena itu  boleh jadi  orang yang berbeda warna kulit, berbeda etnis, berbeda suku dan lainnya, tetapi dapat  sama jika ketaqaannya sama.

Demikian juga orang yang dari sisi lahirnya  sama, baik suku, bangsa, etnis, warna kulit dan lainnya, tetapi  akan dilihat oleh Tuhan sebagai hal yang berbeda jika taqwanya berbeda, apalagi kalau kemudian agama dan keyakinannya juga berbeda.  Itu jika dfilihat dari aspek  substansi  ruhaniah manusia, sehingga yang  palig dipentingkan oleh Tuhan ialah bagaimana seseorang tersebut dapat memelihara keyakinan dan selalu meningkatkan ketaqwaannya.

Namkun demikian kepentingan kita di dunia ini bukan sekedar persoalan iman, melainkan juga bagaimana kita mampu menciptakan harmoni dalam hidup di dunia,meskipun keimanannya berbeda. Itu karena dalam hidup di dunia ada kepentingan  selaras  dalamhidup di dalamnya, yani  menjaga kebersamaan untuk membangun lingkungan yang lebih asri, lebih nyaman, damai dan menyenangkan.

Untuk mengarah ke sana tentu tidak hanya aspek keyakinan semata yang dipertimbangkan, bahkan mungkin aspek tersebut untuk sementara dapat disingkirkan, karena yang terpenting ialah bagaimana  dapat bersama menyusun kekuatan untuk membangun lingkungan bersama.  Nah, karena itu aspek kebersamaan dan pengertian serta pemahaan yang sama lah yang dibutuhkan.  Artinya meskipun agama dan berbagai hal berbeda, tetapi dmei kepentingan bersama, maka hareus mampu untuk bekerja sama  untuk mencapai tujuan bersama.

Keberasaqmaan dalam keberagaman memang sanagt diperluikan, kaena itu akan menentukan  keberhasilan mencapai tujuan sebagaimana dikehendaki bersama.  Untuk itulah perbedaan yang ada harus dapat disingkirkan karena itu akan menghambat tercapainya tujuan besar yang dicanangkan bersama dalam mengarungi hidup di dunia.  Jika perbedaan tersebut dimunculkan, justru akan menjadi persoalan besar yang pasti akan menghambat mencapai tujuan bersama.

Kita  diciptakan oleh Tuhan memang  dalamkondisi berbeda sehingga kita memang harus mampu belaar untuk menerima perbedaan tersebut.  Kalaupun kita  meyakini bahwa hanya ada  satu agama yang benar dan akan menyelamatkan, maa kita juga harus mampu memahami dan menerima jika orang lain pun juga akan mengatakan hal yang sama. Lalu bagaimana kalau kita tidak bisa  menerima pernyataan pihak lain tersebut? Yang jelas akan terjadi perselisihan yang tidak akan berakhir.

Perbedaan dalam diri manusia itu bahkan hakiki sifatnya, artinya tidak ada manusia yang saa persis, meskipun anak kembar sekalipun.  Ini sesungguhnya menunjukkan bahwa  perbedaan itu merupakan sebuah hal yang alami dan harus diterima oleh smeua poihak.  Perbedaan yang mencolok ialah dalam hal jenis kelamin,lalu warna kulit, bahasa, suku dan lainnya.  Dari berbagai  perbedaan tersebut kita harus dapat memulai memahaminya dan kemudian juga menerimanya.

Dari perbedaan itulah kemudian kita akan mampu menyikapi perbedaan yang lebih besar dan prinsipil, seperti perbedaan agama dan keyakinan.  Secara riiol sesungguhnya kita sebagai bangsa telah mampu untuk menyikapi perbedaan tersebut dengan cukup bagus dan telah berjalan selama bertahun tahun.  Lalu kenapa akhir akhir ini terjadi banyak pertentangan yang mempermasalahkan perbedaan tersebut untuk tujuan duniawi? Bahkan kemudian  juga terangkat persoalan agama dan keyakinan.  Kita menjadi sangat sulit untuk mendapatkan penyebabnya, kenapa  orang sekarang justru  masalah mempertajan perbedaan  dan buaknnya menguranginya.

Namun kemudian kita mendapatkan jawabannya, setelah  menganalisa secara cermat.  Awal mula munculnya persoalan ini secara menajam ialah saat mendekati pemilihan kepala daerah.  Nah dengan kondisi tersebut, maka persoalan yang memicu munculnya perbedaan tersebut ialah persoalan politik. Kita juga paham bahwa persoalan politik itu sungguh sangat memungkinkan untuk memunculkan berbagai perwsoalan, bahkan hingga permusihan sejati.

Kepentingan politik memang sudah  menjadi kebiasaan, karena katanya   akan mampu menembus berbagai tembok besar, bahkan hingga persoalan agama saja dapat ditembusnya.  Karena itu jika tidak ada  persoalan kepentingan politik yang snagat besar, kemudnkinan besar eprsoalan perbedaan tersebut tidak muncul.  Bahkan saatn ini kita juga menyaksikan bahwa dengan kepentingan politik tersebut  para pendukung sudah saling serang dan saling melaporkan berbagi hal dengan tujuan untuk menjatuhkan lawan.

Rupanya mereka belum sadar juga bahwa dengan memainkanpolitik hitam speerti itu justru buakannya akan menaikkan citra  yang didukung, melainkan jusru akan  menjatuhkan sendiri.  Sdah terlalu banyak fakta yang berbicara  terkait persoalan ini, amun memanag biasanya politik itu prkatis dan tanpa pertibangan matang, sehingga orang mudah saja menyerang seseorang hanya  keinginan sesaat bahwa dengan serangan tersebut justru akan berbalik  merugikan sendiri.

Ketika kita berbicara mengenai pilkada , khususnya di  DKI kita  sangat memahami tensinya sangat tinggi, sehingga selama ini tidak ada persoalan, kemudian dimunculkan persoalan yang terkait dengan agama dan kepercayaan, jadilah persoalan tersebut menguat dengan memanfaatkan keluguan dan  ketulusan masyarakat tertentu.  Gerakan dengan nama aksi damai ityu sesungguhnya meruipakan  persoalan politik yang ekmudian dikemas  dengan masalah agama.  Lalu kenapa harus  ditunjukkan dengan mengerahkan banyak umat?

Itulah pertanyaan mendasar yang  kemanusiaan di jawab untuk memastikan bahwa orang yang diduga menistakan agama itu harus dihukum dan bahkan harus segera ditahan.  Rupanya  kemudian persoala tersebut menjadi semakin mengeras, dengan berbagai isu yang dimunculkan, seolah olah ada ketidak adilan di sana. Itulah yang kemudian menggerakkan masyarakat untuk ikut bersama dalam aksi tersebut.  Untunglah kemudian persoalan  menjadi  reda dan proses hukum terhadap tersangka tetap jalan erus, serta pilkada juga tetap berjalan terus.

Hanya saja kita tidak dapat memastikan bahwa persoala tersebut akan slesai dengan putusan pengadilan. Karena ada indikasi bahwa jika keputusan pengadlan tidak sesuai dengan tuntutan  mereka, ada kemungkinan gegera tersebut akan muncul kembali.  Padahal semua sudah sepakat awa kita emnghormati proses perradilan yang sedang berjalan, dan jika nantinya  tersangkan terbukti melakukan penistaan agama, tentu akan diberikan hukuman yang setimpal, dan jika kemudian ternyata tidak terbukti, maka harus dibebaskan.

Kembali lagi kepada  faktor perbedaan yang ada  dalam ekhidupan umat manusia, kita sesunggunya sudah sangat tahu bahwa  kepentingan politik seharusnya tidak  dapat mengalahkan kepentingan  yang lebih besar, yakni kepentingan bangsa dan negara.  Karena itu para pimpinan negara ini yang sekaligus juga politisi, dan para  wakil rakyat di Senayan dan di ebrbagai daerah di seluruh Indonesia,  diharapkan  untuk mampu memberikan pencerahan kepada  warga bangsa tentang pentingnya memahami dan  kmenerima perbedaan yang ada, dan sekaligus untuk berpolitik yang santun.

Khusus terkait dengan persoalan agama, seharusnya  para poloitisi juga dapat menjelaskan kepada masyarakat untuk tidak dicampur adukkan dengan plitik,  bukannya malah mengopori mereka untuk mendukung gerakan mereka yang menggunakan bama sebagai kendaraannya.  Kita memang paham bahwa msyarakat kita sangat agamis dan  mudah untuk diprovolasi dengan  persoalan agama, sehingga  itulah yang harus diwaspadai oleh  semua pihak khususnya para politisi sendiri.  Semoga  para politisi  sadar dengan hal ini dan kemudian tidak lagi menggunakan agama sebagai pijakannya dalam berpolitik.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.