MASIH TENTANG KUNJUNGAN RAJA SAUDI

Barangkali kita perlu untuk sedikit mengetahui tentang kerajaan Saudi Arabia yang saat ini dipimpin oleh raja Salman yang saat ini sedang berada di Indonesia, untuk kunjungan kenegaraan, sebagai wujud balasan atas kunjungan presiden Jokowi beberapan waktu sebelumnya, dan sekaligus juga  untuk  berwisata menikmati keindahan pulau Dewata.  Kalaupun  dia itu raja dan biasanya berada di singgasana, namun dia  juga seorang manusia yang memerlukan istirahat dengan santai dan nyaman.

Karena itu tidak ada yang salah dengan kunjungan beliau ke pulau Bali untuk beristirahat sambil menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan.  Siapa bilang bahwa raja itu bukan manusia yang tidak lagi membutuhkan suasana santai dan  rileks,  setiap manusia itu pasti membutuhkannya, hanya saja terkadang terhalang ol;eh kondisi masing masing orang.  Bagi mereka yang miskin biasanya terhalang oleh kondisi ekonominya  sehingga tidak mampu untuk menikmati  alam  dengan santai, karena harus berjuang untuk emndapatkan harta  dalam upaya memenuhi kebutuhan primernya.

Sementara bagi mereka yang  menjabat sebagai pimpinan di berbagai level biasanya juga sulit untuk mendapatkan kesempatan santai dengan menikmati keindahan alam semesta, karena kesibukan yang hampir menyita  seluruh waktunya,  bahkan terkadang keluarganya pun harus direlakan untuk  ditinggalkan sementara demi karie tersebut.  Sedangkan bagi merka yang menjadi top pimpinan, seperti presiden, raja dan sejenisnya justru akan kesulitan untuk mendapatkan  kesempatan santai, karena  pengawalan yang demikian ketat.

Jadi dari aspek  tersebut kuncinya ialah pada  diris endiri, apakah kita akan menyediakan waktu tersebut ataukah tidak.  Jika kita  mencari alasan, dapat dipastikan banyak sekali alasan untuk tidak melakukan santai etrsebut, karena pasti  banyak kegiatan yang harus dilaksanakan.  Namun jika kita bertekad dan  menyediakan sendiri waktu tersebut, sesibuk apapun, pasti akan dapat diupayakan.  Jadi  semuanya kembali kepada keinginan masing masing orang.

Bahkan bagi orang yang  bebas sekalipun, kalau memang tidak menghendaki santai atau rileks dengan menikmati keindahan alam, pasti yidak akan mampu melakukannya.  Namun secara umum nalar manusia akan membaca dan menyimpulkan bahwa sesungguhnya  semua pekerjaan itu mempunyai resiko yang sama.  Artinya tidak ada pihak  manapun yang sama sekali tidak berbenturan dengan pesoalan, termasuk mereka yang mempunyai kekuasaan sekalipun.

Bahkan bagi  rakyat awam sesungguhnya akan lebih bebas dan emmpunyai kesempatan lebih banyak untuk bersantai dan rileks, ketimbang mereka yang mempunyai posisi hebat, seperti presiden dan raja.  Bagi orang awam, akan dengan santai dan nyaman untuk melakukan eprjalanan kemana pun yang dikehendaki tanpa harus ada pengganggu atau yang mengawal setiap langkahnya.  Sedangkan bagi presiden ataupun raja bahkan tidak akan bisa bebas untuk melakukan  apa yang diinginkan.

Tidak mungkin mereka itu akan berjalan sendiri di pasar atau  dipantai dan lainnya, karena pasti akan diikuti oleh para pengawalnya, sehingga  tidak mungkin akan bebas berbuat sebagaimana yang diinginkan.  Namun  dalam kenyataannya  saat ini tidaklah demikian, karena  bagi mereka yang mampu mengelola waktunya dengan baik, maka mereka apsti akan dapat melakukan apapun yang diinginkan.  Terbukti raja Salaman dari Saudi pun juga bebas liburan di Bali.

Terkait dengan raja saudi tersebut yang dikatakan sebagai kaya raya dengan berbagai permaisurinya, namum bukan berarti tanpa masalah.  Kita hanya yakin saja bahwa  setiap orang pasti  mempunyai masalahnya sendiri sendiri, sesuai dengan kapasitasnya.  Hanya mereka yang sudah berada di surga sajalah yang tidak bakalan mendapatkan masalah, karena yang ada ialah seluruhnya  merupakan  nikmat yang tidak terkirakan.

Kalau pada kunjungannya di negara kita kali ini diberitakan bahwa beliau emmbawa rombongan besar dan  membawa uang sangat banyak, maka jika itu memang benar, maka sesungguhnya itu bukan uang  nagnggur yang akan dipinjamkan kepada pemerintah Indoensia secara gratis, melainkan pasti ada keinginan untuk emndapatkan keuntungan, dan itu sangat wajar dan justru kalau uang tersebut hanya ingin dipinjamkan tanpa bunga, pasti itu tidak masuk akal kita.

Kita sangat paham bahwa saudi merupakan  negara  dengan  sumber alamnya yang demikian hebat, yakni minyaknya, sehingga dengan  kekayaan minyak tersebut, mereka  dapat melakukan apapun demi  kemajuan negaranya.  Nah, mereka tentu menyadari bahwa sumber minyak tersebut tidak akan selamanya  terus mengalir, melainkan pada saatnya akan habis juga.  Oleh karena itu mereka harus berpikir untuk melakukan usaha lainnya yang dapat menopang  kelanjutan ekonominya, jika nanti cadangan minyak menjadi menipis atau bahkan habis.

Melakukan investasi harta yang saat ini dimiliki, menjadi pilihan rasional dan  harapan yang dapat diandalkan oleh mereka.  Nah,  pada waktu yang lalu merka lebih melirik ke negera Eropa dan Amerika dan sama sekali tidak memandang negara negara di Asia.  Namun dengan kemajuan bidang ekonomi negara negara di kawasan Asia dan  bermasalahnya perekonomian Eropa dan Amerika, maka mau tidak mau Saudi akan mengalihkan perhatiannya kepada negara di akwasan Asia.

Saat inilah merka gencar untuk menjajagi kemungkinan bekerjasama dan menanamkan investasi besar besaran dio beebrapa negara di Asia, tentu termasuk Indonesai yang menjadi incarannya.  Tentu  abgi kita hal tersebut  berdampak positif, karena kita memang sedang berharap banyak pihak yang datang dan berinvestasi di negara kita, karean dengan dmeikian perkonomian kita akan dapat tumbuh secara lebih baik.  Dengan demikian investasi etrsebut sesungguhnya saling menguntungkan kepada smeua pihak, yakni penginves dan juga negara tujuan.

Namun demikian kita juga sangat menghargai kunjungan tersebut bukan sekedar persoalan ekolnomi, melainkan juga untuk menjalin hubungan yang lebih harmonis. Kita sudah menyaksikan  sendiri pada saat kemarin mengunjungi gedung DPR untuk bertemu dengan anggota dan pimpinan DPR, sang raja begitu antusias untuk  menyalami mereka, meskipun tidak bisa keseluruhan karena persoalan waktu dan  protokoler.  Namun kita sudah dapat menangkap maksud baik raja  dan tentu saja rombongannya, bhakan raja menganggap bangsa Indonesia adalah saudaranya sendiri.

Terlepas ini persoalan basa basi bertamu atau tidak, kiranya hal tersebut perlu diapresiasi sehingga ada kesan positif dalam hubungan diantara kedua belah  pihak negara.  Hal terpenting  dalam asus ini ialah bagaimana kita  mampu mengambil manfaat  dari  peristiwa ini  untuk kepentingan yang lebih besar, yakni untuk kebaikan bangsa ini ke depan.  Kita yakin bahwa dengan kesan yang begitu mendalam saat berkunjung ke  negara kita kali ini, mereka akan mantap untuk menanamkan investasinya ke kita.

Bagaiamanapun kita akan selalu berhubungan dengan pemerintah Saudi, karena  setiap tahunnya rakyat kita  jutaan manusia berkunjung ke negera tersebut untuk  beribadah, baik haji maupun umrah.  Oleh karena itu memang  kita ada kepentingan dalam arti yang lebih luas, yakni  hubungan antara kedua negara akan terus dapat dipelihara, sehingga  kita tidak akana mendapatkan kesulitan dalam melayani  rakyat yang akan melaksanakan ibadah ke tanah suci.

Itulah mengapa  kunjungan  raja Salman ini mempunyai makna  strategis bagi bangsa  dan pemerintah Indonesia.  Semoga dengan kunjungan ini, tidak ada lagi berita berita yang dipelintir terkait dengan pemerintah Saudi dan Indonesia, sebagai  ekses pilkada yang baru saja berlangsung.  Kita yakin bahwa nbangsa kita sudah cukup desawa untuk persoalan ini.  Dan kalaupun ada yang tetap miring dalam pandangan,  itu hanyalah segelintir saja dan tidak akan mempengaruhi opini masyarakat secara luas.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.