KUNJUNGAN RAJA SAUDI

Sejak beberapa waktu yang lalu sebelum raja Saudi datang ke Indonesia, masyarakat sudah banyak yang memperbincangkannya, terutama tentang rencana akan membawa serta rombongan yang besar dan  uang yang trilyunan rupiah.  Sudah barang pati dibumbui juga dengan sderet nyanyian tentang hal hal yang berbau sanjungan dan juga ejekan kepada pihak pihak tertentu.  Kita tentu juga sangat menyayangkan beredarnya kabar yang simpang siur  di media sosial tersebut yang boleh jadi justru akan kontra produktif.

Antusias masyarakat Indonesia tersebut disebabkan adanya pemberitaan  yang mendahuli rencana kunjungan raja Saudi tersebut, yakni  maraknya tenaga kerja asing, terutama dari China yang mengancam bangsa sendiri.  Lebih jauh juga dibumbui dengan berita tentang investasi China di Indonesia yang  dianggap merugikan, tetapi masih juga diambil oleh pemerintah kita.  Tentu smeua itu hanyalah sebuah opini  liar yang sama sekali tidak didasarkan kepada fakta yang ada.

Mungkin  sedikit ada benarnya, terutama terkait dengan keberadaan tenaga kerja kasar China yang mengalir ke Indonesia, namun tidak persisi sebagaimana yang diinfokan oleh media sosial.  Nah, “keresahan” sebagiana masyarakat kita tersebut belum selesai dan belum ada penjelasan  yang memadahi, tiba tiba  ada rencana kunjungan raja saudi dengan membaa erta rombongan dan juga uang yang sangat banyak dan katanya  tanpa bunga.

Infomrasi tersebut memang benar benar dapat mempengaruhi  masyarakat, padahal kebenarannya masih dipertanyakan, terutama mengenai kedatangan raja  dengan membawa uang yang banyak untuk dipinjamkan ke Indonesia.  Secara nalar hal tersebut  sangat sulit dipercaya, karena saat ini Saudi sendiri sedang mengalami kebingunan untuk menempatkan investasinya, karena di barat, terutama di Amerika  sedang tidak  menguntungkan.  Lalu diliriklah negara Asia, termasuk di Indonesia.

Jadi kedatangan beliau beserta rombongan kalaupun membawa uang itu bukan untuk dipinjamkan dengan tanpa bunga sebagaimana informasi yang berseliweran, melainkan justru untuk menjajagi kemungkinan  berinvestasi di negera kita, sehingga sudah pasti  mereka akan memikirkan tentang keuntungannya juga, bukan semata mata  meminjamkan uangnya.

Lebih dari itu kunjungan kenegaraan  tersebut juga banyak ditafsirkan dengan yang bukan bukan, seperti untuk  membela umat Islam di Indonesia dengan segala embel embel yang  sangat tidak masuk akal. Kunjungan  kenegaraan tersebut seharusnya memang diartikan  biasa biasa saja, karena sebelumnya presiden Jokowi memang telah berkunjung ke Saudi dan sekaligus juga mengundang raja untuk  berkunjung ke Indonesia.  Nah, saat ini kunjungannya tersebut merupakan kunjungan balasan yang itu merupakan hal yang biasa saja.

Sudah barang tentu kunjungan kenegaraan seprti itu pasti akan membawa misi dan tujuan  yang dapat menguntungkannya, dan kita pun tentu akan berpikir untuk mendapatkan keuntungan dari kunjungan tersebut.  Jika nanti mereka jadi berinvestasi di negara kita tentu itu  sama sama menguntungkan sebagaimana negara lain melakukannya.  Karena itu  seharusnya kunjungan tersebut disikapi biasa saja dan tidak perlu ditambah tambahi yang justru akan menyesatkan informasi kepada masyarakat.

Memang  kita tidak dapat menolak anggarapan dan  antusiasme masyarakat dalam menyambut rombongan raja, dan hal tersebut sudah dibuktikan saat rombongan raja menuju istana Bogor.  Meskipun hujan turun dengan derasnya, tetapi masyarakat tetap keluar di tepi jalan untuk sekedar melambaikan tangan menyambut raja Saudi tersebut.  Hal tersebut emmang  menjadi sangat wajar, karena  umat Islam yang mayoritas di Indonesia akan selalu berkunjung ke Saudi, baik untuk menjalankan ibadah haji maupun umrah.

Ada ikatan emosional bangsa Indonesia  yang meyoritas muslim dengan Saudi Arabia, karena memang sama sama Islam, meskipun secara riil ada perbedaan  antara aliran  yang dianut di Indonesia dengan yang dianut  di Saudi.  Di negera kita  penganut Islam di Indonesia dikenal dengan mengikuti aliran ahlus sunnah wal jamaah, sedangkan di  saudi lebih dikenal dengan aliran wahabi.  Akan tetapi secara lebu umum keduanya sama sama islam, sehingga  dapat dipastikan ada hubungan  kesejarahan yang  masih  terus dipelihara.

Namun terkait dengan  kunjungan kenegaraan raja Saudi kali ini seharusnya tidak perlu dikait kaitkan dengan  sesuatun yang provokatif, karena mereka sendiri sejatinya tidak tahu persoalan yang seang dihadapi oleh kebanyakan masyarakat Indonesia.  Mungkin persoalan pemilu kada yang baru saja  digelar serentak dan masih menyisakan  putaran kedua bagi DKI, mereka sedikit mengetahui informasinya, akan tetapi kita yakin mereka yidak akan ikut campur.

Sedangkan tentang rencana  investasi, dan bukan  peminjaman uang dari Saudi, terealisasi, tentu itu merupakann hal yang positif bagi perkembangan dunia  usaha bagi  kita.  Hanya saja tentu bukan hanya kita yang beruntung, melainkan  juga mereka, karena invesatsi itu hakekatnya adalah untuk keuntungan bersama.  Kita masih akan melihat kenyataannya, namun  tentun kita tidak boleh terlalu banyak menggantungkannya kepada rencana tersebut.

Sebagaimana kita tahu bahwa  kunjungan raja saudi tersebut disamping melakukan kunjungan kenegaraan kepada presiden Jokowi, tetapi sekaligus juga berlibur di Bali, yang  keindahannya  sempat terdengar oleh raja, sehingga beliau berkenan untuk beristirahat di pulau Dewata tersebut.  Dalam hal ini sudah barang pasti sektor pariwisata akan  mendapatkan keuntungan dan  karena itu harus dapat dimanfaatkan untuk menarik  para wisatawan manca anegara , terutama dari Timur Tengah untuk mengunjungi Bali.

Saat ini kunjungan tersebut memang sudah terealisasi dan bahkan hari ini direncanakan akan bertemuy dengan ketua DPR RI, kemudian juga akan mengunjungi masjid kebanggaan kita, yakni Istiqlal.  Nah,  kalau kita mampu menunjukkan kehebatan  negara kita dan bangsa kita kepada para pimpinan negara lain, tentu  mereka akan tertarik untuk mengunjungi negraa kita, dan itu apsti menguntungkan.  Jika kita sedang membicarakan eprsoalan ekonomi dan investasi,  selayaknya kita tidak usah mengait ngaitkannya dengan eprsoalan agama.

Hal tersebut untuk menghindari konflik kepentingan yang justru akan merugikan kita sendiri.  Kedatangan  raja Saudi dan rombongan kemarin itu memang membawa  keuntungan bagi kita dari beberapa sktor, dan  jika kita salah dalam mengelola infoprmasi kepada publik, tentu akan dapat menghambat kita dalam pembangunan, karena harus terus menerius mengurusi persoalan tidak penting yang justru dimunculkan oleh kita sendiri.

Saudi Arabia memang merupakan negara yang mempunyai  cadangan sumber daya alam  sangat luar biasa, sehingga merka kemudian dapat dianggap sebagai negara kaya.  Namun  kekayaan tersebut belum mampu kita manfaatkan sebagai salah satu  pihak yang bekerja sama dengan kita untuk saling menguntungkan.  Saat inilah kesempatan yang sangat terbuka bagi kita untuk memamerkan  hal hal yang dapatn  menarik mereka  berinvesatsi di negara kita.

Kita sanagt ebrharap berbagai sektor ekonomi,  pariwisata dan lainnya dapat melakukan pendekatan untuk emndapatkan  kepercayaan dalam mengelola berbagai bidang yang akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.  Setidaknya setelah kunjungan kali ini, kita sudah mempunyai gambaran yang jelas tentang maa depan kerjasama  kedua belah pihak dalam  mengambangkan ebrbagai usaha yang memungkinkan.

Semoga  kunjungan raja saudi kali ini tidak akan menyisakan persoalan, karena  salah dalam emmandangnya, melainkan justru akan memberikan nilai tambag bagi kita dalam upaya memajukan seluruh  usaha yang suah kita mulai.  Kita tentu tidak ingin semua hilang begitu saja, tetapi justru akan mengikat tamu  tersebut untuk  datang lagi ke Indonesia  dengan membawa modal investasi yang saling menguntungkan.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.