MENDEKAT KEPADA ALLAH SWT

Sesungguhnya ada banyak cara untuk dapat mendekatkan diri kepada Allah swt, semisal berkonsentrasi dalam melaksanakan ibadah shalat, sehingga   sampai merasakan  kehadiran Allah si hadapannya atau setidaknya merasa bahwa Allah berada di hadapannya untuk menyaksikannya  dalam pandangan kasih sayang.  Namun demikian  dapat juga  mendekat kepada Allah swt tersebut melalui sarana mendekat ke tempat suci, sepertri ziarah ke Majid Nabawi dan juga masjid al-Haram dan juga ka’bah.

Memang  ada beberapa pandangan yang disampaikan oleh para tokoh dan ulama seputar upaya mendekatkan diri kepada Tuhan tersebut.  Sebagiannya ada yang menganggap bahwa untuk dapat  benar benar dekat  dengan Tuhan ya harus berkunjung ke baitullah, agar dapat merasakan betapa kta memang berada di rumah Allah  dan dapat merasakan  betapa dekatnya kita kepada Allah.  Hanya saja pendapat ini terkadang  keblabasan, yakni seolah Tuhan itu  dapat dilihat melalui  bayangan  dannimajinasi yang dikembangkan.

Artinya orang orang dalam kepercayaan tersebut akan menganggap bahwa  mereka harus bertemu dengan Allah secara langsung, dan dalam pengkuan mereka mereka memang benar benar dapat bertemu dengan Tuhan tersebut.  Nah, yang seperti itu, saya tidak sepakat, karena kita yakin bahwa  manusia itu tidak akan mungkin mampu melihat Tuhan pada saat masih berada di dunia ini.  Hal tersebut sudah sangat jelas dalam teks suci yang kita yakni.

Bahkawa semua mata tidak akan mungkin meliat Tuhan, namun Tuhan pasti melihat, karena Tuhan itu Dzat yang Maha lembut dan selalu memonitor semua makhluk Nya.  Barangkali meeka yang mengaku dapat dan sudah bertemu dengan Tuhan, hanyalah khayalan mereka  saja  sehingga seolah mereka dapat bertemu dengan Tuhan, atau mungkin kebohongan yang disengaja untuk  menaqrik  manusia lainya  mengikuti cara dan jejak mereka, khususya dalam  kehidupan berorganisasi di dunia.

Hal tersebut dibuktikan dengan keberadaan  kelompok tersebut yang giat mendirikan jamaah atau organisasi tertentu yang kemudian mengajarkan  kepercayaan tersebut.  Persoalan mendirikan organisasi dan  lainnya itu memang menjadi hak masing masing orang dan keberadaannya dijamin oleh undang undang dasar kita, hanya saja kalau kemudian melakukan sesuatu yang diluar ajaran yang sangat jelas, tentu harus diwaspadai.

Namun demikian ada juga pendapat yang menyatakan bahwa  untuk mendekat kepada Allah swt tersebut tidak diperlukan harus pergi ke tempat suci seperti baitullah dan masjid Nabawi, melainkan cukuplah jika seseorang senantiasa memperhatikan  seluruh perintah Allah swt dan sekaligus menunaikannya dengan tulus dan penuh konsentrasi, serta menjauhkan diri dari semua larangan Nya dengan kesadaran yang tinggi.

Jika seseorang dapat  melakukan  ziarah ke baitullah, atau berumrah atau menjalankan ibadah hajji, maka itu  bagus, tetapi tidak menentukan kualitas kedekatannya dengan Tuhan.  Sebab bisa jadi orang yang selalu pergi umrah ke baitullah hatinya tidak terpateri di  sekitar baitullah, sementara ada orang yang sedang jauh dari baitullah, tetapi hatinya selalu  ada dan hadir di hadapan Allah swt.

Dengan pengertian tersebut sesungguhnya dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa  kedekatan  seorang hamba dengan Tuhannya, bukan diukur dari pandangan dunia, yakni orang tersebut berada di dekat baitullah, melainkan harus dilihat dari aspek ruhani bahwa hati dan pikiran hamba tersebut memang selalu tertuju kepada Allah swt, dalam kondisi apapun dan  berada di manapun.  Dekat tersebut diartikan  hubungan yang terjalin dantara hamba dengan Tuhannya, bukan diukur dari jarak lahir antara hamba dengan baitullah.

Apapun  pendapat  para tokoh sebagaimana tersebut, namun ang pasti kita memang harus  berusaha mendekatkan diri kepada Nya, karena hanya  dengan demikian, kita akan mendapatkan keuntungan banyak.  Beberapa keuntungan tersebut diantaranya ialah:

1.     Kita akan terus dibimbing Nya untuk menjalankan semua kewajian secara benar dan  menjauh dari  segala hal yang mengarah kepada penyeleweangan dan kejahatan.  Hal tersebut dapat dicapai karena kita akan senantiasa merasakan kehadiran Tuhan di hati  kita dan bahkan dalam seluruh setiap detak nafas kita, sehingga tidak ada sedikitpun kesempatan bagi setan untuk mendekat dan mengganggu kepada kita, dan kita akan  merasa  malu jika melakukan sesuatu yang tidak pada tempatnya.

2.    Jiwa dan pikiran kita akan menjadi sangat tenang dan tenteram, karena  kita merasa tideak ada sesuatu apapun yang dapat menggangu diri kita dalam menggapai keinginan dan kita merasa bahwa atuhan pasti akan senantiasa menjaga kita dari kemungkinan  kedengkian orang yang akan merusak dan mengganggu diri kita.  Dengan ketenangan jiwa dan pikiran kita tersebut, sudah barang  pasti kita akan mampu berpikir secara jernih dan memutuskan sesuatu yang terbaik  dan bermanfaat serta maslahah untuk   orang banyak.

3.    Semua aktifitas yang kita lakukan pastinya tidak akan memberikan dampak negatif bagi pihak lain, namun  seiring dengan beanyaknya kemudahan yang  didapatkan, kita juga sekaligus tidak akan melupakan hak hak phak lain, termasuk keluarga, dan juga  kolega  yang pasti akan selalu mengharapkan yang terbaik dari kita.  Nah, dengan kedekatan kita dan bimbingan langsung dari Tuhan, pastilah semua akan berjalan dengan mulus.

Itulah beberapa keuntungan yang dapat dihasilkan ketika kita dekat dengan Allah swt.  Tentu masih bayaklagi keuntungan yang bisa didapatkan, namun kiranya cukup dengan menghadirkan tiga keuntungan tersebut, karena menurut saya ketiganya sudah cukup mewakili keseluruhan  yang kita butuhkan dalam mengarungi kehidupan dunia.

Sesungguhnya  kalau dipikirkan dengan mengambil beberapa  petunjuk kirab suci kita, bahwa  kedekatan  seperti itu  lebih  kepada perasaan dan bukan  kedekatan yang bersifat fisik.  Dengan demikian saya justru lebih cenderung  kepada pendaoat yang menyatakan bahwa untuk dapat  mendekat kepada Tuhan  sesungguhnya cukuiplah menata hati dan pikirannya untuk selalu fokus dan  berusaha menghadirkan Tuhan dalam seluruh kehidupannya.

Perasaan dekat tersebut dapat dilakukan oleh siapapun dan  di manapun.  Bahkan dalam  peribahasa kita, ada ditemukan ungkapan yang menyatakan “jauh di mata namun dekat di hati”.  Itu artinya meskipun  dianta dua orang yang berjauhan tempat, semacam berada di lain negera yang dibatasi oleh  lautan luas misalnya, tetapi hati mereka akan saling dekat jika emmang mereka saling  merasa dekat,  sebaliknya meskipun keduanya berada di dalam satu kota aau bahkan berada di satu rumah misalnya, tetapi kalau mereka tidak mereka dekat,  maka tidak akan terjalin komuniasi yang menyejukkan.

Jadi boleh jadi kita berada di negara yang jauh dari baitullah, tetapi kalau hati dan pikiran kita selalu tertaut dengan Tuhan, maka kita  sudah  dekat dengan Tuhan dan insyaallah Tuhan juga akan selalu hadir  dalam kehidupan kita.  Salah satu tanda bahwa kita dekat dengan Tuhan  ialah kalau seluruh perbuatan dan sikap kita akan terjaga dan selalu berada dalam  ranah  yang benar sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan, baik oleh Tuhan sendiri, maupun oleh manusia dalam upaya mengatur  tertibnya bermasyarakat.

Semoga kita dapat mewujudkan kedekatan kita kepada Tuhan, sehingga kita akan dapat menjalankan  aktifitas dengan sangat bagus dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan memberikan kemaslahatan secara umum. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.