APA KABAR PROJEK IDB?

Barang kali ada sebagian pihak atau universitas yang  sudah menikmati betapa nyamannya mendapatkan pinjaman dari Islamic Development Bank, tentu dengan segala romantikanya.  Namun sebagaiannya justru sebaliknya, panas dingain menunggu realisasi prjek tersebut.  Jangan jangan kandas di tengah jalan atau diundur lagi dan  seterusnya, sebagaimana yang dialami oleh beberapa universitas yang hingga saat ini belum kunjung klir.

Kita tidak tahu yang sesungguhnya terjadi, karena  adanya factor yang menghambat atau setidaknya tidak memperlancar proses projek ini.  Sebagai contohnya ialah  UIN Walisongo, yang  sejak masih menjadi IAIN Walisongo sudah mendapatkan kepurtusan akan menrima pinjaman IsDB, namun hingga saat ini belum juga realisasi.  Bahkan sejak tahun 2009, sesungguhnya sudah masuk dalam Blue book bappenas.

Hanya saja saat itu ada kebijakan dari kementerian bahwa  IAIN manapun tidak boleh berubah dan bertransformasi ke UIN, sehingga projek inipun akhirnya harus “digagalkan”, karena proposalnya waktu itu dikaitkan dengan perubahan IAIN menuju UIN.  Stelah pergantian cabinet dan  di kementyerian tidak ada laranga perubahan tersebut, walaupun belum support 100 persen, namun  permohonan pinjaman tersebut diproses kembali.

Pada  akhirnya  tahun 2013 IAIN Walisongo masuk lagi dan  kemudian dibarengkan dengan perguruan tinggi lainnya, yakni IAIN Sumatera Utara, IAIMN Raden Patah Palembang, dan IAIN Mataram, dan kemudian digabung menjadi  four ini one projek.  Hanya saja  kemudian bukannya mulus perjalannnya, melainkan juga penuh dengan liku liku yang bahkan hamper saja gagal, karena adanya beberapa aspek teknis yang tidak meyakinkan.

Namun kita tidak menyerah, dan setelah dilalukan koordinasi dengan pihak Jeddah dan juga Kuala Lumpur pada saat itu, alhamdu lillah akhirnya  dapat diproses kembali.  Setelah adanya kantor p[erwakilan IsDB di Jakarta rupanya menjadi  lebih mudah dan mempercepat prosesnya, dan saat ini sudah dan sedang dilakukan proses lelang konsultan untuk beberapa keperluan, termasuk konsultan konstruksi dan juga peralatan dan lainnya.

Menurut perkiraan  dan kalau tidak ada kendala berararti, insyaallah akan dapat dibangun kiontruksinya  pada awal tahun depan dan seluruhnya diharapkan akan   dapat selesai pada aklhir tahun 2018.  Namu demikian kita memang tidak boleh lengah sedikitp[un, karena  ebgitu kita lengah dan tidak fokuds peda projek ini, bisa saja akan menguap kembali.

Secara umum khusus untuk UIN Walisongo barangkali memang rugi, karena waktu dan nilai uang juga pasti turun dibandingkan misalnya kalau  jadi reakliasi sekitar tahun 2009-2010. Bahkan saat ini pun  jumlah pinjaman untuk UIn Waluisongo masih yang terkecil karena  masih berpatokan kepada  blue book  tahun 2009, yakni sekitar 28 juta USD, padahal untuk  perguruan tinggi lainnya sudah mencapai 35 juta USD, dan bahkan yang terakhir ini sudah mencapai lebih dari 40 juta USD.

Namun  kita tetap harus bersyukur bahwa  dengan  pinjman tersebut, kita masioh dapat membangun  beberap fasilitas yang selama ini kita cita citakan dalam upaye memenuhi kelengkapan fasilitas sebagai perguruan tinggi yang  ingin maju dan menjadikannya berkualitas.  Seberapapun pinjaman yang kita dapatkan memang harus disyukuri, karena dengan kesyukuran tersebut insyaallah ke depannya, kita akan semakin bertambah maju dan berkualitas.

Hal terpenting saat ini yang harus dilakukan ialah bagaimana kita  meningkatkan pengabdian kita untuk lembaga melalui kapasitas kita masing masing.  Kita sangat yakin bahwa batuna Tuhan itu pasti akan datang jika kita tetap yakin dan bersemangat untuk selalu mengabdikan diri kepada Nya, dan sekaligus tulus dalam  memberikan kontribusi nyata kepada institusi.  Sudah barang pasti kita tidak akan membiarkan ada kendala yang akan menghalangi tujuan mulia kita.

Artinya jika memang ada sesuatu yang disengaja  untuk menghambat ataupun menghalangi  terwujudnya kondisi ideal yang kita  inginkan dan  kita mengetahuinya, maka kita wajib menyingkirkan penghalang tersebut sesuai dengan kemampuan kita.  Jika kita mampu melakukannya sendiri, maka  sebaiknya secara cepat dilakukan, namun jika kita merasa tidak mampu untuk melakukannya sendiri, maka sebaiknya dilakukan melalui prosedur yang memungkinkan.

Memang kita harus sedikit bersabar  untuk  menunggu  selesainya projek tersebut,  karean semua itu harus memerlukan perjuangan.  Kita masih beruntung karena kita masih dapat memakai fasilitas yang ada dan tidak sampai harus merobnohkan bangunan yang ada.  Kita dapat membayangkan  ebebrapa perguruan tinggi yang saat membangun harus meelakan diri melakukan aktifitas di beberapa rumah penduduk atau fasikitas lainnya yang bukan untuk keperluan kita.

Dengan bersabar dan menunggu serta selalu berdoa, insyaallah kita akan memperoleh kepuasan yang dalam, dan juga akan  dapat merasakan betapa perjuangan yang kita lalui sungguh merupakan sebuah pengalaman yang paling berharga.  Jadi pada akhirnya kita memang harus mengambil hikmah yang ada, bukan  menyesali apa yang sudah terjadi.  Semua  yang sudah kita lalui adalah sebuah  takdir yang memang mesti kita jalani dan kalau kita tulus, insyaallah semuanya akan menjadi amal  bagi kita.

Saat ini sekali lagi ada sebagioan perguruan tinggi yang sudah dapat menikmati pembanguan atas pinjaman IsDB tersebut dan tentu mereka sangat beruntung karena saat ini sudah mempunyai kampsu yang relative representative dan membanggakan kita semua. Bahkan ada juga yang mendapatkan tambahan p[injaman untuk memperluas  kampusnya sehingga semua itu akan menjadi sebuah kebanggan tersendiri.

Sudah barang tentu masih banyak perguruan tinggi yang menginginkan mendapatkan p[injaman dari is DB tersebut, karena secara lahir dengan bangunan yang dilakukan oleh beberapa kampus dengan pinjaman IsDB tersebut, sangat membantu upaya menjadikan kampus sebagai pusat kajian keilmuan yang memang diandalkan.  Karena itu kita semua memang harus tidak putus berdoa, agar semua perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dapat memperoleh pinjaman dari IsDB tersebut.

Tentu tidak hanya sekedar berdoa, melainkan juga berusaha dengan gigih untuk mengikuti prosedur dan juga tidak menyerah dengan ebrbagai rintangan yang sangat mungkin akan muncul di pertengan jalan.  Namun demikian mungkin kita sudah lebih menikmati keberadaan kantor perwakilan IsDB di Jakarta, sehingga berbagai kesulitan dalam proses realisasi dapat segera diurus  dengan mudah dan biaya murah.

Kita berdoa dan usaha agar perguruan tinggi yang saat ini sedang berprioses merealisasikan projek IsDb tersebut segera dapat mewujudkannya dan juga mereka yang baru merencanakan dan baru presentasi proposal, juga segera diproses dengan cepat sehingga semua kampus akan dapat bersaing dalam kebajikan dan saaling membantu dalam mewujudkan cita cita sebagaimana  tersusun dalam visi dan misi masing masing.

Khusus bagi  4 in 1 yang sudah dalam proses lelang, akan benar benar terwujud seluruh bangunannya pada tahun yang telah ditetapkan dalam perencanaan, sehingga semuanya akan berjalan dengan baik.  Tentu semua pihak, khususnya seluruh warga keempat perguruan tinggi tersebut harus mendukung dengan semua  yang dimiliki, termasuk doa, serta tidak  melakukan sesuatu yang kontra prosuktif.  Saya yakin semua kita akan dapat memahami hal tersebut dan  pastinya akan merasa bangga dengan hasil yang didapatkan nantinya.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.