MEMPERBAIKI SHALAT

Bagi umat muslim, menjalankan shalat, khususnya shalat wajib yang lima waktu, merupakan hal biasa  dan tidak ada yang luar biasa, karena setiap hari mereka sudah menjalankannya  sebanyak lima kali, bahkan sejak masih kecil. Hal yang membedakan bagi orang orang tertentu ialah  caranya melaksanakan shalat btersebut, apakah hanya sekedar memenuhi kewajiban saja ataukah  diresapi dengan seluruh jiwa, sehingga  setiap kata yang diucapkan, akan menjadi bermakna dan memberikan dampak bagi dirinya  dalam kehidupan di luar shalat.

Artinya bukan cara dalam arti  secara lahir bagaimana  shalat harus dijalankan?, karena kalau caranya itu, kiranya semua umat muslim sudah menjalankannya.  Bukankah Rasul Muhammad saw telah  menyatakan bahwa  cara  menjalankan shalat ialah dengan meniru beliau, yakni dengan menajlankan apa yang dapat disaksikan dari beliau, mengenai gerakan rukuk, sujud dan lainnya.  Kata beliau “shallu kama roaitumuni ushalli”, shalatkan kalian semua sebagaimana kalian melihat aku menjalankannya”.

Namun yang dimaksud dengan cara  di sini ialah bagaimana  shalat tersebut  dijalankan sehingga akan mampu memberikan dampak positif bagi diri yang menjalankannya tersebut.  Ini  didasarkan kepada firman  Allah swt juga yang  menyatakan “innash shalata tanha ‘anil fakhsya’i wal mungkar”, sesungguhnya shalat iutu akan mampu mencegah  melakukan perbuatan keji dan mungkar.  Nah, pertanyaannya ialah apakah shalat yang selama ini kita jalankan setiap hari, sudah memberikan dampak seperti itu atau belum?.

Jawabannya tentu  kembali kepada masing masing umat, namun secara lahir, sesungguhnya kita dapat melihat bahwa kebanyakan umat masih belum mampu menghasilkan dampak yang dimaksud oleh Tuhan tersebut.  Itu didasarkan atas kenyataan bahwa masih banyak orang yang menjalankan shalat dengan rutin, tetapi perbuatan maksiatnya juga masih tetap jalan.  Kita uga melihat bahwa mereka yang  tertangkap dan ketahuan melakukan perbuatan jahat, seperti korupsi, selingkuh dan lainnya, ternyata juga mereka yang  secara lahir tampak rajin menjalankan  shalat.

Karena itu saat ini  kita  dapat  menyimpulkan bahwa sesungguhnya cara dalam menjalani shalat itu masih perlu diperbaiki secara terus menerus.  Kita sangat paham bahwa setan sebagai musuh abadi umat manusia tentu tidak akan  menerima jika manusia terus dibiarkan begitu saja sehingga seluruh umat manusia akan selamat serta nantinya akan masuk surga.  Setan tentu menginginkan bahwa banyak anak manusia yang akan menemaninya di neraka, yakni dengan menggoda  manusia  dengan jalan apapun, termasuk kalau harus menjalani sesuatu yang sangat berat baginya.

Kesadaran kita  bahwa ada setan yang selalau menggoda kita, merupakan satu langkah maju bagi kita untuk mengantisipasi godaan mereka.  Godaan bukan saja berupa ajakan untuk berbuat maksiat secara  langsung, karena biasanya pertahanan  muslim akan sangatnkuat bilamana dihadapkan kepada sesuatu yang  secara udah dipahami sebagai sebuah larangan.  Nah, karena itu setan akan selalu mengupdate cara bagaimana dapat menggoda anak manusia agar  dengan mudah diantarkan kepada kondisi yang benar benar tidak terasa  mereka itu telah berada dalam wilayah keharaman.

Salah satu cara yang digunakan oleh setan untuk menggoda anak amnusia ialah dengan  mengalihkan  fokus manusia saat beribadah, khususnya shalat.  Bagimana  manusia tidak fokus dan  memikirkan kepada Tuhan, melainkan diingatkan kepada berbagai persoalan duniawi yang sedang dihadapi manusia itu sendiri.  Dengan begitu, manusia dalam shalatnya tidak akan ingat Allah swt, melainkan hanya ingat kepada sesuatu yang bukan Tuhan.

Godaan semacam ini, sama sekali tidak dirasakan  oleh kebanyakan umat manusia sebagai sebuah godaan, dan karena itu mereka   tidaka bereaksi dan  terus dalam kungkungan godaan tersebut.  Nah, ketika  kondisi tersebut sudah merasuk dan menguasai manusia, setan akan dengan mudah memalingkan manusia tersebut kepada hal hal yang maksiat.  Artinya shalat yang dilani oleh anak manusia tersebut sama sekali tidak memberikan pengaruh positif dalam diri orang yang menjalankan shalat, sehingga meskipun seribu kali menjalani shalat, tetap saja dia akan  mudah untuk melakukan kemaksiatan.

Begitu pentingnya  peran shalat bagi umat muslim sehingga  Nabi  berpesan kepada kita agar kita benar benar menjaganya dengan baik, dan jagan sampai kita melalaikannya, karena akibatnya akan sangat parah dan merusak  diri kita, terutama  amaliah kita selanjutnya.   Hanya saja  kebanyakan dari umat muslim tidak menyadarinya dengan penuh, sehingga  mereka mengangap bahwa shalat tersebut hanyalah kewajiban rutin dan biasa biasa saja.  Akibatnya merrka sama sekali tidak tergugah untuk terus memelihara dan memperbaikinya sedemikian rupa  sehiga menjadi benar benar baik.

Terkadang kita  menjadi sedih  saat kita menyaksikan adanya sebagian umat muslim yang menjalankan shalat  hanya sekedarnya, bahkan  seolah sama sekali tidak menghayati apa yang diucapkannya.  Hal tersebut dapat dilihat dari cara mereka menjalankannya, yakni dengan cepat dan  kemudian segera berlalu setelah salam diucapkan.  Bukankah kita diajari oleh Nabi agar kita  duduk sejenak setelah selesai menjalankan shalat untuk sekedar memohon ampunan kepada  Allah swt, dan berdoa memohon  kebajikan untuk diri dan keluarga?.

Sungguh malang nasib mereka yang menjalankan shalat, tetapi hati dan pikirannyalupa kepada Allah swt, sehingga mereka hanya menjalankan sesuatu yang sama sekali tidak memberikan  dampak bagi dirinya untuk menjadi lebih baik dan terhindar dari kemungkinan melakukan kemaksiatan kepada Allah swt.  Memang mereka  masih sebagai umat yang  diakui dan mungkin sja  masih mendapatkan pahala menjalankan shalat,halat tersebut dijalankan dengan melupakan Tuhan, pastinya  tidak akan mendapatkan kebaikan dari shalat tersebut.

Dalam sebuah riwayuat, Nabi Muhammad saw  telah pernah berpesan kepada kita  untuk mengingatkan bahwa Pada saat di akhirat nanti, sesuatu yang ditanyakan pertama kali dari kita ialah tentang shalat.  Ketika shalat kita beres dan bagus sebagaimana dikehendaki oleh Tuhan, pastilah seluruh amal kita akan menjadi bagus, karena  shalat pastinya akan membimbing kita untuk terus berada dalam kebaikan dan membentengi kita dari perbuatan maksiat.  Dan sebaliknya jika shalat kita jelek, maka seluruh amal kita kita juga aan jelek.

Nah, dari peringatan  tersebut seharusnya kita dapat menangkap  makna yang terkandung di dalamnya, yakni agar kita terus memperbaiki shalat kita, dan bukan dengan sekedar  menjalankannya.   Karena itu sungguh beruntung  mereka yang selalu mengingat Alah melalui shalat dan  selalu pula berusaha untuk memperbaiki shalatnya, yakni dengan semakin  memfokuskan diri, terutama pada saat shalat untuk tidak mengingat  sesuatu selalin Allah swt.

Sungguh berat memang, tetapi kalau kita terus berusaha melakukannya, meskipun pada awalnya tetap ada gangguan, yakni terkadang  masih diingatkan oleh sesuatu  yang ebrsifat duniawi, namun pada saatnya ketika kita terus menerus berusaha, pastilah kita akan mampu mendapatkan  yang kita inginkan.  Mungkin memanag kita  tidak akan  dapat melakukannya dengan sempurna, namun setidaknya prosentasi megingat Allah aka lebih besar ketimbang prosentasi melupakannya.

Untuk itu mari  kita  berkomitmen diri untuk ters memperbaiki shalat kita dengan niat agar kita   mendapatkan dampak positifnya dan terhindarkan dari  segala macam kemaksiatan.  Usahakan juga untuk sejenak duduk setelah menjalankan shalat dengan memohon ampunan kepada Allah swt, serta memohon segala yang terbaik bagi diri, keluarga dan lingkungan serta umat muslim secara umum.  Insyaallah kita akan  terus mendapatkan  pencerahan  dan berada dalam jalur kebenaran. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.