ALLAH SWT MEMANG BUKAN MAKHLUK

Sebagai seorang muslim dan mukmin, tentu kita harus yakin bahwa Allah swt itu Tuhan yang Maha Segalanya dan yang mempunyai sifat berbeda dengan  makhluk, yakni Dialah Sang Khaliq, Yang Abadi, Adil dan sifat lainnya sebagaimana tergambar dalam asma’ al-Husna.  Tidak heran jika kemudian kita harus mengagungkan-Nya serta menyembah hanya kepada-Nya.  Namun siapa sangka  dalampelaksanaan  ibadah tersebut terkadang seseorang menjadi lupa bahwa dia sedang  menyemah Allah sebagai Tuhan yang Maha Segalanya tersebut.

Kalau makhluk tentu  sangat banyak keterbatasannya, keterbatasan usaia, tenaga, rasa dan lainnya.  Dengan demikian kalaupun  manusia sebagai makhluk mempunyai sifat yang disebut sama dengan sifat Tuhan tersebut semisal adil, bijak, sabar, dan lainnya, namun semua itu ada batasnya, dan pada  saat saatb tertentu dapat melampaui bats yang ada  tersebut.  Sebagai satu contoh, kalaupun ada manusia itu berifat adil tetapi keadilannya tidak sempurna, karena pasti ada pihak lain yang merasa tidak diperlakukan secara adil.

Begitu pula kalau seorang makhluk mempunyai sifat sabar, maka itu juga sangat terbatas dan pada saatnya kesabaran tersebut akan terlewati dan bahkan mungkin  hilang bersamaan dengan munculnya sufat manusia yang lain, seperti emosi dan lainnya.  Tidak seperti sifa yang dimilki oleh Allah swt,  karena sifat Nya tersebut mutlak.

Jika manusia  itu mempunyai sifat gemar memberi, maka itu juga sangat terbatas, dan pada saatnya akan habis juga sifat tersebut dan  berbalik atau berganti dengan sifat manusiawi lainnya yang berseberangan.  Tentu akan lain dengan sifat Tuhan yang tetap.  Artinya jika manusia sebagai hamba-Nya  selalu diminta untuk terus berharap dan memohon kepada Tuhan dan Tuhan tidak akan pernah bosan untuk dimintai apapun oleh manusia, maka manusia jika dimintai mungkin  akan memberi, tetapi kalau seseoraqng selalu memintanya, maka  manusia tersebut tentu akan timbul rasa bosan dan berbalik untuk tidak memberinya.

Jika Tuhan itu Maha Kuasa atas segala sesuatu, maka manusia itu kalaupun mempunyai kuasa, tetapi sangat terbatss, seperti dibatsi oleh wilayah, atau  dibatasi oleh sebuah ketentuan mengenai kekuasaan dan lainnya.  Artinya manusia itu terkadang ada yang mempunyai kekuasaan, seperti jika  dia dipilih menjadi seorang pimpinan dalam segala levelnya, namun itu tetap tidak mutlak, karena ada batas yang tidak boleh dilampaui, dan begitu seterusnya.

Lain halnya dengan kekuasaan Allah swt, pastinya tidak ada batas apapun yang menjadi penghalang stau menjadi sekat atas kekuasaan-Nya.  Karena apapun yang ada  di dunia ini seluruh  alam raya ini adalah milik-Nya dan Tuhan akan dapat melakukan apapun atas kehenda-Nya.  Jika Tuhan menghendaki sesuatu, maka tingalah mengucapka  “kun” maka sesuatu yang kehendakit tersebut akan  wujud.

Itulah kenapa di dunia ini terkadang ada kejadian yang menurut manusia sebagai sesuatu yang luar biasa dan keajaiban. Banyak contoh yang sudah disaksikan oleh umat manusia, seperti  terjadinya keajaiban pada saat terjadi sebuah banjir dahsyat, dimana  semua orang yang dterjang air banir tesebut pastinya hanyut dan mati, tetapi ternyata  ada seorang bayi yang justru selamat dari ganasnya banjir tersebut.

Demikian juga pada saat terjadi bencana kapal karam, yang diperkirakan seluruh penumpangnya  mati, ternyata ada  seseorang yang selamat dan menurut akal manusia tidak  akan sampai.  Semua yang ditunjukkan oleh Tuhan dalam berbagai kejadian tersebut tentu buian sekedar sebuah peristiwa kebetulan, melainkan memang disengaja oleh Tuhan  agar manusia  tetap ingat bahwa Tuhan itu Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Kita memang meyakini bahwa Tuhan sudah memutuskan  tentang  hukum alam, dimana segala sesuatu akan berjalan sebagaimana normal dan dapat diterima oleh akal manusia, sepryi kalau ada  sebuah benda padat kemudian dilemparkan ke udara, pastilah benda tersebut akan jatuh ke bawah, demikian juga kalau api itu dapat membakar apapun,  terutama  sesuatu yang muda terbakar seperti kayu dan lainnya.

Namun karena Tuhan itu Maha Kuasa, maka sesekali Tuhan juga tidak  masalah jika  melakukan dan memutuskan sesuatu yang diluar ketentuan hukum alam tersebut, sehingga ada  kejadian yang tidak  ketemu nalar manusia, dan hanya akan ditemukan dengan kepercayaan yang penuh kepada Allah swt.  Semua itu sebagaimana disebutkan di atas ialah agar manusia sadar dan terus ingat akan kemaha kuasaan Alah swt.

Hanya saja  sayangnya masih banyak juga umat manusia yang tidak menyadari hal tersebut, tetapi malah terus terbuai dalam  menjalani  kemaksiatan dan melupakan kekuasaan Alah swt.  Karena itu beruntunglah bagi kita yang dapat mengambil pelajaran dari semua kejadian aneh yang ada di dunia ini, dan mengembalikannya kepada Alah set yang Maha Kuasa.  Dengan begitu sesungguhnya tidak ada yang  aneh dan tidak masuk akal, karena  dengan keyakinan penuh kepada Allah,tidak ada sesuatu yang mustakhil bagi-Nya.

Kweajiban kita ialah  bagaimana kita dapat memohon kepada Tuhan agar  apa yang kita harapkan dapat dipenuhi olehNya, dan kalaupun kemudian  permintaan kita tersebut ternyata belum atau tidak dipenuhi, maka kita harus tetap berhusnudzdzan kepada Allah bahwa semua keputusan Allah tersebut ialah yang terbaik untuk kita.  Karena kita sangat yakin bukan pemberian yang akan membuat kita menjadi baiktetapi justru terkadang malah tidak diberikan sesuatu itulah yang terbaik untuk kita.

Terkadang ada orang yang memandang bahwa Tuhan itu tidak adil, naudzubillahi min dzalik, ialah  saat seseorang menyaksikan ada  orang lain yang diberikan sesuatu yang dianggap ajaib, sepertyi  mempunyai keluarga yang  sudah divonis oleh dokter bahwa penyakit yang diderita oleh keluarganya tersebut tidak akan  mampu ditahan lagi, dan dalam beberapa hari oarng tersebut secara ilmu kedokteran akan meninggal dunia, tetapi kemudian ternyata da keajaiban, bahwa orang tersebut  menjadi sembuh dan bugar kembali.

Tetapi pada saat keluarganya  menderita sebegaimana apa yang diderita oleh orang lain tersebut dan dia sudah memohon kepada Alah sedemikian rupa  kesungguhannya, menurut  dia, namun Tuhan ternyata berkehendal lain, yakni memanggil keluarganya tersebut untuk selama lamanya, maka dia kemudian  berburuk  sangka kepada Tuhan, maka jadilah dia semakin menjauh dari Tuhan dan  malah semakin akrab dengan kemalsiatan.

Itulah sesungguhnya ujian yang ditimpakan kepada manusia, apakah manusia tersebut mampumenjalani ujian tersebut ataukah tidak.   Kita tidak dapat  menilai seseorang hanya berdasarkan  apa yangtampak secara lahiriyah semata, karena terkadang apa yang tampak  dimata kita, sesungguhnya jauh dari yang sesungguhnya.  Mungkin  ada orang yang secara kasat mata selalu taat menjalni ibadah, termasuk  melakukan umarah ke tanah suci, tetapi kita tadak akan pernah tahu apa yang sesungguhnya terjadi.

Hanya saja kita memang tidak boleh bersuudzdzan kepada siapapun, dan karena itu sebaiknya kita memang tidak  udah menilai seseorang atas  apa yang dilakukannya.  Kita pasrahkan saja smeua urusan hanya kepada Allah karena  Allah lah sebagai Tuhan yang pasti berbeda denganmakhluk-Nya.  Apa yang dikehendaki oleh Tuhan belum pasti sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh makhluk-Nya.  Tetaplah berbaik sangka kepada Alah dan  tidak berputus asa dalam memohon kebajikan kepada-Nya.  Semoga kita akan tetap dipelihara dalam keimanan ingga akhir hayat kita. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.