ALIRAN KERAS DAN TEROR

Barangkali kita tidakpernah membayangkan bahwa di negeri kita yang sangat kita cintai ini, terdapat orang orang yang tega melakukan teror kepada sesama umat manusia, padahal sebelumnya tidak ada pihak yang mengusik kehidupan  mereka.  Artinya kita sama sekali tidak dapat mengerti kenapa ada pihak yang sepertinya  merasa dendam kepada pihaktertentu, lalu melakukan serangkaian teror yang kemungkinan besar tujuannya ialah untuk memberikan rasa takut kepada pihak pihak tertentu, namun dalam kenyataannya rasa takut tersebut akan  mengena kepada semua orang.

Mungkin pernah ada  pihak yang dikecewakan atau merasa dirugikan oleh pihak lain,  namun bukannya kepada pihak tertentu tersebut mereka kemudian melakukan pembalasan, melainkan kepada semua  orang.  Inilah yang  membuat kita menjadi sangat resah dan mengharuskan aparat  harus segera mengakhiri hal tersebut.  Kalaupun  ada rasa dendam kepada pihak yang dianggap bersalah atau mengesewakan pun sesungguhnya tidak patut, karena  memberikan maaf itu jauh lebih baik ketimbang membalas.

Namun kebanyakan  yang kita kenal saat ini, pelaku teror dan kekerasan ternyata hanya  sempitnya mereka memahami sesuatu yang menjadikeyakinannya.  Apa yangmenurut pemahamannya benar dan tidak mau mendiskusikannya dengan pihak lain, bahkan akan menganggap siapapun yang berbeda dalam memahami sesuatu tersebut dengan mereka, maka akan dianggap sebagai sebuah kekeliruan atau bahkan kesesatan.

Nah,  sikap dan pemahaman yang demikian tersebut, pada akhirnya akan membawa mereka kepada sebuah kondisi tidak nyaman, karena  semuanya tidak ada yang sepaham, dan karena itu mereka kemudian berusaha untuk memaksakan kehendaknya dengan tujuan semua orang akan mengikutinya.  Namun mereka tidak menyadari bahwa  pemahaman dan pemikiran orang itu berbeda beda, sehingga tidak akan mungkin dapat menyatukan pemahaman tersebut.

Itulah  mengapa kemudian mereka mengambil keputusan jangka pendek, yakni melakukan  teror dan juga  memerangi dan bahkan membunuh  mereka yang tidak mau  mengikuti pemahaman mereka.  Celakanya mereka itu sangat meyakni bahwa apa yang dilakukan tersebut adalah benar dan bahkan kelaupun mereka  mati, tetap akan mendapatkan penghormatan atau  nantinya akan mendapatkan surga.  Inilah pemahaman yang sungguh sangat berbahaya, terutama kalau  meracuni generasi muda kita.

Menyadari hal tersebut, sesungguhnya akar persoalan kekerasan dan teror tersebut sudah diketahui, meskipun mungkin masih ada akar lainnya yang mawsi dapat digali.  Namun dengan  kenyataan tersebut, kita  harus bersikap mencega secara dini menjalarnya  pemahaman yang  seperti itu, utamanya kepada anak anak kita yang masih sangat rawan terkena imbasnya, karena  memang merka belum matang dalam berpikir.

Karena itunharus ada gerakan yang masif untuk menangkal  pemahaman sebagaimana tersebut, khususnya melalui pendidikan, baik  di rumah maupun di sekolah.  Artinya perhatian orang tua sangat dibutuhkan untuk memberikan perhatian dan bimbingan serta kasih sayang kepada anak anak.  Demikian juga pihak sekolah harus melakukan  pembinaan yang intensif agar anak anak didiknya tidak terpengaruh dan terseret melakukan hal hal  yang dapat merugikan diri anak tersebut maupun masyarakat secara umum.

Sebagaimana kita tahu bahwa pendidikan itu akan sangat menentukan masa depan, karena melalui pendidikan tersebutlah seseorang akan dibentuk dan dibiasakan terhadap sesuatu.  Artinya jika pendidikan yang diterima anak anak,  sangat bagus, maka  sangat mungkin bahwa anak tersebut akan emnjadi bagus, namun sebaliknya jika pendidikan tersebut buruk dan bahkan cenderung mengarahkan kepada sesuatu yang menyimpang, maka hasilnya juga akan banyak  anak yang  melakukan penyimpangan.

Pendidikan bukan hanya sekedar ranfer pengetahuan, karena kalau hanya itu, maka  bukanlah disebut pendidikan, melainkan hanya sebuah pengajaran.  Pendidikan itu menyangkut berbagai aspek, seperti pengajaran,  sikap, akhlak yang harus terus menerus diteladankan, bimbingan serta perhatian  yang  penuh kepada seluruh anak, sehingga kalaupun  ada  sedikit  keganjilan, maka aka segera diketahui dan dilakukan pembinaan sehingga akan  dengan cepat kembali kepada  rel yang sesungunya.

Karena  itupendidikan yang baik ialah   pendidikan yang bukan saja memberikan  pengajaran kepada pada  anak didkk, melankan juga  mendidik mereka dengan penuh perhatian dan tanggung jawab.  Artinya  sebuah pendidikan akan  menjadi bagus, jika  berada dalam sebuah lingkungan yang  diberikan  praktik terhadap  masalah  akhlak,  sikap dan kebiasaan positif dalam pergaulan serta  keiatan  ritual yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari proses pendidikan itu sendiri.

Jadi akan lebih bagus jika pendidikan tersebut terasramakan, sehingga kontrl secara penuh akan dapat dilakukan oleh para guru atau pendidik. Kalaupun tidak terasramakan, pendidikan yang bagus ialah pendidikan penuh hari, yakni dari pagi hingga sore hari, dimana di dalamnya  ada  berbagai aktifitas yang diharapkan akan dapat dijalankan oleh anak didik serta membiasakan  perbuatan yang baik.  Interaaksi selama  satu hari openuh yang tidak saja  di dalam kelas, melainkan juga diluar kelas, tentu akan  memberikan kesan mendalam kepada anak didik dalam hal hubungan, baik dengan guru maupun sesama  anak didik.

Kembali  kepada persoalan teror dan  kekerasan, bahwa  sifat dsar  manusia itu sesungguhnya  baik dan akan  merasa kasihan jika melihat pihak lain  sengsara, namun kebiasaan  yang dialamioleh manusia, akan membentuk sebuah sikap yang berbeda.  Artinya jika pendidikan seseorang baik, baik sifat baik dan toleran yang ada semakin berkembang dan akan sangat mempengaruhi kehidupannya.  Namun  jika  pendidikan seseroang tersebut sangat jelek, maka pengaruh jelek tersebut akan tuimbuh dan berkembang dalam dirinya dan pada akhirnya dia akan menjadi pendendam dan  dapat melakukan apa saja yang dikehendakinya.

Untuk memberikan penyadaran kepada  mereka yang sudah “jadi”, tentu akan sama sulitnya dengan mengembalikan nasi yang sudah menjadi bubur.  Karena itu penanganan kepada mereka memang menjadi kewajiban aparat keamanan,  dan kita  hanya dapat berusaha  membantunya, dan juga  membantu dengan doa, siapa tahu mereka dapat menyadari sikapnya dan kemudian kembali kepada kebenaran dan kenormalan.

Barangkali yang dapat kita lakukan ialah  memberikan  pencerahan kepada mereka melalui  berbagai  cara yang memungkinkan,  semisal ketika mereka  sudah menjadi tahanan, karena melakukan serangkaian teror dan kejahatan.  Artinya walaupun kita sangat paham bahwa   memberikan penyadarana kepada mereka  sangat  sulit atau bahkan dapat dikatakan “mustakhil”, tetapi kita tidak boleh menyerah untuk hal yang baik tersebut, karena kita percaya  bahwa jika Tuhan menghendaki dan memberikan hidayah, pastinya sangat mudah bagi Allah untuk  memberikan keinsyafan kepada mereka.

Itulah kenapa kita masih hartus terus mempunyai harapan, dan  kalau kita juga  patah semangat dalam  usaha menyadarkan mereka, maka itu sama dengan kita tidak lagi perduli dengan  mereka.  Namun yang lebih penting dari semua itu ialah membentengi agar anak anak kita tidak terseret kepada paham yang salah tersebut melalui berbagai cara sebagimana disebutkan di atas, terutama melalui pendidikan yang baik.

Kita  tentu akan sangat merindukan sebuah kondisi aman, damai serta  tidak ada gangguan sama sekali, namun kita juga menyadari bahwa  kejahatan dan gangguan, termasuk kekerasan dan aksi teror pastilah akan muncul dengan berbagai jenisnya, karena itu yang dapat kita lakukan ialah memulai dari diri dan keluarga kita, karena bagaimana pun bahwa  masyarakat itu terdiri atas indivisual dan keluarga.  Jika  keluarga  bagus, insyaallah  masyarakat juga akn bagus, tetapi jika ada  satu saja keluarga yang tidak bagus, maka akan dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Semoga kita dapat mewaspadai semua gerakan yang menarah kepada kekerasan, dan kita dapat mengambil sikap dengan bijak dan pada akhirnya kita akan  selamat dalam mengarungi kehidupan di dunia ini bersama  keluara dan mereka yang  menginginkan kehidupan damai.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.