TANTANGAN UNTUK PEMIMPIN BARU KOTA SEMARANG

Sebagaimana kita tahu bahwa  wali kota dan wakil wali kota Semarang  pada tangal 17 Pebruari yang lalu telah dilantik bersama dengan  kepalad daerah lainnya di seleuruh Indonesia, hasil daripilkada serentak  tahap pertama, dan sebagaimana kita tahu bahwa  Hendar Prihadi atau Hendi yang merupakan incumben  telah berhasil memenangkan pilkda kota Semarang.  Karena itu sesungguhnya masyarakat Semarang telah mengetahui sepak terjangnya selama ini.

Namun karena  pada saat ini  beliau  baru saja dilantik bersama dengan wakilnya, maka masyarakat tentu  mempunyai harapan baru, yakni secara umum kota Semarang akan menjadi lebih baik dan persoalan persoalan  krusial akan dapat tertangani dengan baik pula.  Harapan tersebut btentu tidak  berlebihan, mengingat memang itulah tugas  wali kota, yakni untuk  membenahi kota dan  berupaya mensejahterakan masyarakat melalui  berbagai program yang dijalankan.

Pembenahan  pada berbagai aspek yang selama ini menjadi masalah di kota Semarang tentu akan  menjadi perioritas utama, seperti penuntasan atas  rob, dan banjir di beberapa titik rawan, perbaikan jalan dan infra struktur lainnya.  Sebab kalau kita  sedikit membandingkannya dengan kota lain di beberapa daerah, terkadang kita menjadi semacam “iri”, kenapa kota  kebanggan kita, Semarang tidak  dapat berbuat banyaksebagaimana  kota lainnya?.

Mungkin kita  memang tidak perlu membandingkan Semarang  dengan kota lainnya, tetapi apa yang saya  bandingkan tersebut  hanya semata mata ingin memberikan gambaran bahwa  kalau kota lain dapat ditata dengan bagus, mengapa Semarang tidak?.  Toh kita dapat  melakukan studi banding untuk mendapatkan pengalaman kota lain dalam  hal  penataan dan pengatasan atas sejumlah masalah yang relatif sama, dan kemudian hasil studi banding tersebut diterapkan dalam menata kota tercinta kita tersebut.

Banyak kota yang terletak di pinggiran pantai, namun dapat ditata dengan bagus dan  tiak membahayakan kepada  warga.  Belum lagi kalau kita mengkaca kepada  cara yang digunakan oleh pemerintah diluar negeri, semisal di Belanda, dimana kita menyaksikan  ada kota yang seolah berada di bawah laut, tetapi toh  tidak terjadi rob dan banjir sebagaimana yang selalu kita saksikan di kota kita setiap  musim tertentu.

Tentu  hal tersebut memerlukan kekompakan diantara seluruh  masyarakat dan pemerintah.  Artinya  konsistensi semua piha terhadap lingkungan harus terjaga dengan baik, sehingga program yang  dirancang dan tela dijalankan akan tetap terpelihara dengan baik.  Selama  sikap masyarakat yang selama ini tampak tidak ramah terhadap lingkungan masih bertahan, maka selama itu pulalah usaha kita untuk mengatsi masalah tersebut tidak akan terwujud.

Tentu kita  mengharapkan semua itu dapat ditangani oleh wali kota yang baru bersama dengan seluruh masyarakat.  Artinya semua persoalan yang selama ini menjadi ganjalan bagi warga Semarang secara umum nantinya akan dapat dibuat skala prioritasnya dan kemudian baru direncanakan untuk mengatasinya, sebab kita sangat yakin, jika semua masalah akan ditangani sleuruhnya, sepertinya sangat tidak memungkinkan.

Masalah rob yang selama ini  selalu dikaitkan dengan  masalah alam, kita harus dapat mencarikan solusinya, meskipun ungkin  belum dapat mengatasinya secara tuntas, namun setidaknya sudah ada kerangka dan fondasinya, agar pada saanya nanti persoalan tersebut dapat dituntaskan.  Demikian juga dengan persoalan semrawutnya jalanan yang selama ini juga  sudah mulai dirasakan oleh warga, nantinya dapat dicarikan solusi terbaiknya, terutama dengan  memperbanyak  transportasi umum yang lebih nyaman dan  menjangkau banyak tujuan masyarakat.

Beberapa titik banjir yang sering terjadi selam musim penghujan seperti saat ini juga harus mendapatkan pananganan serius, disamping mengajak seluruh warga untuk  menjaga lingkungan masing masing sehingga  banjir  dapat diatasi dengan baik.  Sementara itu persoalan  penyakit masyarakat yang menyangkut minuman keras yang masoih saja  marak di beberapa tempat dan  mempengaruhi anak anak muda kita, tentunya harus segera mendapatkan perhatian serius.

Tidak kalah pentingnya ialah persoalan narkoba yang  ternyata saat ini sudah merambah ke berbagai sektor, termasuk  sektor pendidikan.  Sudah barang pasti kita sanat meyesalkan terjadinya  persoalan narkoba di lingkungan  pendidikan, karena anak anak bangsa tersebut  akan menjadi penerus bagi  kita untuk masa depan yang lebih baik.  Nah, kalau kemudian mereka sudah tercekoki oleh narkoba, maka semua harapan  akan menjadi musnah.

Persoalan tersebut sangat serius, dan kita harus segera  mencegahnya agar tidak semakin menjalar ke beberapa lembaga pendidikan lainnya yang saat ini belum terjamah.  Kita tentu sangat spendapat dan mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam  memerangi persoalan narkoba tersebut, dan bahkan  eksekusi mati terhadap bandar dan gembong narkoba yang sudah divonis pengadilan harus tetap konsisten di jalankan sebagaimana   yang sudah pernah dilakukan.

Kita tidak usah takuit dan terpengaruh dengan berbagai “ancaman” dari banyak negara lain atau  anak bangsa sendiri yang   dengan berbagai dalil menentang eksekusi mati tersebut.  Mereka pada umumnya tidak mendalami persoalan secara mendetail, dan hanya berpijak kepada  HAM semata,  namun anehnya  masalah HAM tersebut tidak dipandang sebagai  hal yang menyeluruh, melainkan hanya dari satu sisi saja, sehingga kesimpulannya pasti akan tidak komperensif.

Ancaman narkoba yang sudah sedemikian emngkhawatirkan sesungguhnya memang tidak hanya menjadi  tanggung jawab pemerintah saja, melainkan juga  seluruh masyarakat.  Karena itu harus ada sinergitas anarapemerintah dan tokoh tokoh agama serta masyarakat.  Kalau dikoordinasikan oleh pemerintah kota dan kemudian didukung oleh seluruh masyarakat, tentu akan dengan mudah mengatasi persoalan narkoba tersebut, khususnya di kota Semarang.

Persoalan yang tidak kalah pentingnya ialah  masalah korupsi yang kita yakin pasti masih ada di  kota ini, walaupun kadarnya yang berbeda.  Untuk masalah ini kita  percaya kepada  wali kota untuk menjadi teladan dalam  menghindari korupsi tersebut. Namun kita  berharap lebih banyak, yakni bukan saja  menjadi contoh tidak berkorupsi, tetapi juga sekaligus  berusaha agar  di lingkungan pemrintah kota, tidak ada yang melakukan praktek korupsi tersebut.

Ketegasan dan pemberian sanksi terhadap siapapun yang diketahui melanggar aturan,  apapun bentuknya, akan menjadi salah satu cara mengatasi  masalah korupsi tersebut.  Artinya jika ada  salah seorang yang  ketahuan melakukan  usaha  penyelewengan dari aturan main yang ada, kemudian diberikan sanksi, tentu akan menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat untuk tidak main main dan berbuat di luar jalur kebenaran.

Dengan keteladanan dan sekaligus juga tegas era konsisten dalam memberikan sanksi terhadap siapapun yang melakukan pelanggaran, pastilah akan menjadi sebuah alat untuk menjauhkan seluruh jajaran pemerintah dai perlakun korup.  Kita  menganggap kalau hal tersebut dilakukan selama  lima tahun ke depan, masyarakat akan merasa puas dengan kepemimponan pak wali kota dan wakilnya.  Sudah barang tentu usaha untuk mensejahterakan  lewat banyak kegiatan ekonomi lainnya juga sangat ditunggu.

Kondisi  masyarakat dan pemerintah yang bersih, jujur dan menjalankan tugas serta fingsunya dengan benar, merupakan modal yang sangat besar untuk menuju kesejahteraan yang diidamkan.  Kita sangat yakin bahwa  dalam kondisi yang demikian  bagus, semua urusan akan mudah dilakukan dan insyaallah akan juga berhasil dengan sukses.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.