TERNYATA KEJAHATAN ADA DIMANA MANA

Pada zaman akhir seperti saat ini, hidup harus terus waspada terhadap segala kemungkinan yang dapat mengancam jiwa dan harta kita, sebab dimanapun kkita berada, di situ ada kemungkinan terjadi kejahatan, termasuk pada saat berada di dalam rumah sekalipun.  Kehidupan seolah sudah sedemikian rusak dan  moralitas sudah tenggelam bersama dengan kepentingan sesaat yang terus dipelihara oleh sebagian  masyarakat.

Betapa hidup ini tidak miris, ketika  bayak penjahat dapat dengan leluasa bergentayangan di sekitar kita.  Banyak contoh yang  dapat dijadikan sebagai  peringatan  oleh kita, seprti  banyaknya  pencurian  sepeda motor yang diparkir di halaman rumah, bahkan banyaknya penjahat yang masuk ke rumah kita pada saat kita sedang bekerja, dengan mengelabuhi pembantu.  Mereka seolah ingin memperbaiki peralatan rumah, tetapi dalam kenyataannya kemudian ialah menjarah isi rumah.

Di dalam kendaraan umum pun tidak luput dari incaran penjahat. Mereka selalu mencari kesempatan untuk melakukan kejahatan, baik itu  menjambret, mencopet, maupun  menggarong,  semuanya disesuaikan dengan situasi dan kondisi.  Bahkan banyak juga  kejahatan  pada saat menyewa taksi, atau bahkan hanya sekedar gojek.  Seolah tidak ada tempat yang aman untuk kita sedikit bersantai.

Beberapa waktu yang lalu juga diinformasikan bahwa  bagasi peswaat terbang  digerayangi oleh para etugas maskapai,. Sehingga banyak barang berharga yang raib dan atau rusak.  Bahkan  sudah barang laporan yang menyatakan bahwa   bagasi kabin sekalipun juga diincar oleh penjahat, ketika kita tidak berhati hati.  Biasanya dalam penerbangan jarak jauh dan  si pemilik  barang tersebut sedang tertidur lelap, maka penjahat  beraksi untuk menjarah barang barang  yang didapatkan dalam bagasi kabin tersebut.

Selanjutnya saya juga harus menyampaikan sesuatu yang sangat pahit dan mungkin ada sebagian orang yang tiak sepakat dengan informasi tersebut, akan tetapi itu merupakan kenyataan, yakni bahw di tempat badah sekalipun, saat ini sudah terjadi kejahatan, seperti pencurian  yang dilakukan oleh orang yang memang  tidak beradab sekali.

Di tempat yang seharusnya aman dari kejahatan, yakni dimarkas aparat penegak hukum, seperti kepolisian, kejaksaan,  pengadilan, dan tempat lainnya, juga tidak luput dari serangan iblis, sehingga banyak terjadi kejahatan di sana.   Artinya  tempat tempat tersebut seharusnya merupakan zona aman dari segala macam bentuk kejahatan, tetaqpi malah justru ramai sekali kejahatan di dalamnya, dan kita tidak  dapat menutup mata, bahkan yang terakhir kalinya di Mahkamah Agung sendiri.

Sesungguhnya kita masih mempunyai harapan bahwa masih ada tempat yang aman dan  tidaqk tersentuh oleh kejahatan, yakni tempat pendidikan, sekolah dan kampus.  Namun kita  dibuat sangat kecewa, ketika  kampus  dan tempat pendidikan tersebut ternyata  juga dijadikan sarang kejahatanoleh sebagian manusia yang sama sekali tidak bermoral.  Memang tidak semua tempat  yang  disebutkan tadi menjadi sangat sarat dengan kejahatan, namun  yang jelas tidak aman dari kejahatan.

Artinya tempat tempat seperti  masjid, sekolah, kampus, kantor  aparat  penegak hukum dan  seenisnya  sebagaimana tersebut memang tidak seratus persen aman dari kejahatan, dan nyatanya memang ada dan terjadi, akan tetapi tentu itu hanyalah sebuah kasus yang tidak boleh kita  generalisasi, melainkan  semata mata hanya untuk menjadikankita waspada dan perhatian, bahwa  di manapun sesungguhnya potensi kejahatan  itu pasti ada dan sangat mungkin terjadi serta menimpa diri kita.

Jadi  dunia ini seolah sudah  edan dan sama sekali tidak ada ketenangan.  Namun kita masih beruntung bahwa kita masih sadar dan ingat kepada Allah swt, Tuhan yang Maha  Kuasa atas segala sesuatu.  Karena itu kita masih mempunyai harapan bahwa kita masih dapat hidup secara tenteram, asalkan kita selalu bergantung kepada Allah swt.  Kita pasrahkan semua hal  hanyakepada-Nya, tentu setelah kita berusaha secara lahir untuk melakukan save terhadap diri dan  semua yang kita miliki.

Memang kita  sadar dan paham bahwa setan dan iblis yang menysup dalam nafsu kita, senantiasa ingin  mengarahkan dan menggiring kita kepada kejahatan,  betapapun kecilnya.  Nah, kalau kita  kemudian menjadi terkalahkan oleh nafsu,  yang artinya kita kalah melawan iblis, maka segala kemungkinan akan dapat terjadi, termasuk kalau harus membunuh sahabat sendiri sekalipun.  Apa yang kita saksikan  pada saat Jessica membunuh mirna melalui racun kopi yang kemudian menjadi heboh tersebut menjadi bukti tentang hal terwsebut.

Kedua sahabat tersebut sesungguhnya sangat dekat, bahkan pada saat mereka berada di negeri Kanguru, mereka seolah  dua bersudara yang sangat akrab, namun ketika nafs sudah bergelora, akan dapat menutup akal sehat dan kemudian  dapat melakukan sesuatu yang diluar nalar  sehat.  Nah,  nafsu yang terus  menerobos dalam diri anak manusia tersebut, akhirnya  menjelma menjadi  sikap cemburu, iri, atau bahkan  dengki dan dendam.  Nah, kalau sudah begitu, maka apapun  dapat terjadi dan dilakukan, termasuk kalau harus menghabisi kawan sendiri.

Bahkan satu keluarga  saja juga dapat melakukan hal hal diluar nalar sehat, seperti  adanya seorang ayah  yang sanggup menghabisi anaknya sendiri, atau isterinya sendiri, dan lainnya.  Sudah terlalu banyak contoh yang dapat disuguhkan, bahkan mungkin terlalu banyak, sehingga  mungkin cukuplah diingatkan  dengan sebuah pembunuhan seorang ayah terhadap anaknya atau seorang ibu tiri  kepada anaknya beberapa waktu yang lalu.

Untuk itu yang perlu kita lakukan dalam kondisi seperti ini, ialah bagaimana kita  memperkokoh keimanan kita kepada Allah swt, serta berusaha secara  cermat untuk waspada dalam setiap kesempatan dan  tempat.  Dengan kewaspadaan tersebut, diharapkan kita akan mampu mendeteksi dan  secara preventif  dapat mengenali motif kejahatan yang mungkin dilakukan oleh para penjahat, di tempat tempat tertentu.

Ketika  di rumah, kita juga harus memberikan pengertian kepada smeua penghuni rumah agar tidak sembarangan  mempersilakan tamu masuk rumah, kalau memang  tamu tersebut tidak dikenal, meskipun  mengaku sebagai tukang servis atau mengaku sebagai teman atau famili.  Kalaupun tamu terus  mendesak  dan meyakinkan bahwa dia memang benar  benar berniat baik,  maka sebaiknya orang yang di rumah, termasuk  pembantu agar  menghubungi kita.

Demikian juga  dengan posisi kita yang berada di kantor atau di dunia pendidikan,  maka kita harus lebih waspada dengan niat jahat para penjahat yang akan melakukan aksinya, baik menculik anak, menual narkoba  di sekolah atau kampus, mencuri, dan juga  kejahatan moral yang mungkin dilakukan oleh oknum lain.  Nah, dengan waspada tersebut, diharapkan kita akan mampu menjaga diri dan lingkungan dari kemungkinan terjadinya kejahatan tersebut.

Pendeknya, karena kita berada di tempat yang tidak seratus persen aman dari kejahatan, maka usaha  untuk mengenali dini bentuk dan motif kejahatan yang  telah berlangsung, harus kita pahami dan sekaligus kita  waspadai.  Jangan sampai kita  menemui kejahatan tersebut, baik terhadap harta kita maupun  jiwa kita dan juga keluarga kita.  Hanya kepada Tuhan semata lah kita berharap dan memohon dijaga, tetapi bukan berarti kita pasrah  total tanpa usaha, melainkan sekali lagi kita harus tetap  waspada dan berusaha untuk menjaga diri serta  pasrah kepada Allah swt.

Hasbunallahi wa nimal wakil, nikmal maula wa nikmannashir, la haula  wala quwaata illa billahil ‘aliyyil adhim.  Semoga kita diberikan  kesalamatan dan dijaga  sdehingga kita  akan selamat dari segala macam bentuk kejahatan yang dilakukan oleh anak manusia atas rayuan nafsu dan iblis yang memang menjadi mush terbesar kita.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.