SANTRI HARUS YAKIN DENGAN KEMAMPUANNYA

Barangkali  tidak ada yang menjadi kebanggan kita sebagai seorang  muslim  yang berada di negara Indonesia ini, terkecuali  mereka yang menyandang gelar sebagai “santri”.  Memang untuk beberapa kasus di beberapa temat, justru sebaliknya, ada sebagian orang yang tidak  bangga dengan statusnya sebagai santri, bahkan sering merahasiakannya, pada saat memperkenalkan diri kepada khalayak.  Mungkin masih terpoikir lehnya bahwa santri itu identik dengan sikap jorok,  gudiken,d an terbelakang.

Seharusnya  untuk saat ini santri tidak perlu minder dengan statusnya sendiri, bahkan hars bangga, karena justru santrilah yang masih dapat mempertahanka integritas serta tidak larut dalam ersoalan yang merusak bangsa.  Santri saat ini tidak lagi identik dengan  keterbelakangan,  jorok dan gudiken, santri zaman sekarang justru sebaliknya, sangat akrab dengan dunia IT, penguasaan ilmu pengetahuan dan  prestasi yang menonjol.

Santri yang kemudian menjadi pejabat publik, juga mereka yang  selamat dari  persoalan moral, baik terkait dengan seks bebas, korupsi, suap, dan persoalan moral rendah lainnya.  Santri justru sangtat getol untuk memerangi semua penyakit mental tersebut.  Karena itu sebagai penyandang santri, seharusnya menjadi sangat bangga dan  terus berusaha untuk mendapatkan prestasi yang lebih ketimbang yang lain.

Demikian juga sudah tidak relevan, jika kita saat ini membicarakan persoalan satri yang kebanyakan berasal dari desa.  Jusru mereka yang dari desa itulah yang dapat mempertahankan tradisi baik dan tidak mudah terpengaruh oleh hal hal negatif, utamanya yang datang dari Barat.  Kita memang tidak  antipati dengan semua yang berasal dari barat, karena santri tentunya juga dapat  belajar dari Barat, terutama dalam hal kedisiplinan dan beberapa spek baik lainnya.

Namun untuk hal hal negatif yang berasal dari barat, sudah barang tentu santri akan menagkalnya dengan  akidah yang sudah meguasai dirinya.  Itulah mengapa  santri harus bangga dengan statusnya tersebut dan  sama sekali tidak boleh minder atau silau dengan apapun juga.  Prinsip yang harusnterus dipegang ialah bahwa semua manusia itu sama, baik  itu bangsa kulit putih, kulit hitam kulit kuning dan kulit sawo matang.  Sebab yang membedakan mereka ialah  iman dan taqwanya serta prestasinya.

Justru santri harus bangga dengan statusnya yang berasal dari desa, tetapi dapat  menunjukkan prestasinya sedemikian rupa, melebihi mereka yang  dipenuhi dengan berbagai fasilitas semenjak kecil.  Kalau diistilahkan biarpun asalnya dari desa, tetapi ilmunya harus ilmu kota.  Artinya walaupun sejak kecil jauh dari keramaian dan relatif kurang  frasilitas penunjang belajar, namun dalam kenyataannya  justru dapat bersaing dengan  mereka yang penuh dengan fasilitas.

Jangan sampai terjadi lagi ada santri yang malu mengakuinya sebagai santri, bahkan  malu mengakui berasal dari desa, hanya semata mata taku ditertawakan oleh sebagian orang yang tidak paham.  Santri harus  mampu menunjukkan  dirinya sebagai orang hebat dan tidak kalah dengan siapapun dalam hal ilmu pengetahuan, bukan dalam hal  materi.  Dengan bekal kemampuan tersebut, santri akan mampu tampil sebagai dirinya sendiri yang utuh, berkarakter kuat dan  optimis dalam menatap masa depan.

Dengan demikian semenjak awal, santri memang harus membekali dirinya dengan ilmu pengetahuan yang memadahi dalam bidang yang ditekuni.  Saat ini sudah saatnya santri menekuni berbagai bidang yang sebelumnya tidak pernah dijamah, seperti ilmu kedokteran, teknik, pertanian, kelautan, hukum dan lainnya. Sudah barang tentu disamping keilmuan tersebut, santri juga pasi  mempelajari ilmu agama, melalui kajian terhadap al-Quranserta tafsirnya dan juga hadis, serta  kiab kitab fiqh.

Suatu saat kita harus  berani menampilkan diri  di dunia nyata  dan  sekaligus menyaksikan  semua bidang telah dikuasai oleh para santri.  Betapa senangnya kita ketika menyaksikan bahwa orang yang mengobati kita pada saat sakit, ternyata adalah seorang santri, betapa  puasnya kita jika kita menyaksikan bahwa yang memutuskan perkara di pengadilan, jaksa yang menuntut serta  penasehat hukum yang  mendampingi tersangka, semuanya ialah para santri yang bermoral  serta berintegritas.

Alangkah indahnya dunia ini, jika para pengusaha yang  menguasai perekonomian di negeri ini ternyata ialah para santri yang tidak pernah lupa membayar kewajiban  pajak dan zakat mereka.  Kita pasti akan bangga jika menyaksikan para insinyur dan ahli IT di berbagai kementerain dan lembaga, termasuk lembaga swasta yang ada ternyata dipenuhi dengan para santri.  Dan mimpi kita tersebut tentu akan dapat diwujudkan, jika para santri saat ini sudah mulai menyadari betapa  masa depan itu  milik mereka yang harus dikuasai dan jalani dengan baik.

Demikian juga disamping mempersiapkan diri  dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk  masa depan tersebut, para santri juga seharusnya mempraktekkan ilmu agamanya  dalam bentuk  nyata, seperti tetap rajin menjalankan ibadah, menyayangi sesama, jujur, santun tabah serta terus optimis dalam  menghadapi masa depannya yang sangat panjang.  Itulah modal dasar yang memang harus dipersiapkan santri agar masa depan  dapat diraihnya dengan penguasaan yang penuh.

Kita sangat yakin dengan kemampuan para santri, karena disamping merka melakukan usaha keras untuk mempelajari berbagai bidang ilmu sebagaimana yang menjadi fokusnya, mereka juga sekaligus tidak pernah melupakan Allah swt.  Setiap harinya, atau lebih tepatnya setiap malamnya, mereka selalu terjaga untuk menjalankan  shalat tahajjud, bermunajat dan memohon kepada Allah swt, sehingga  usaha yang dibarengi dengan doa tersebut hasilnya tentu akan lebih nyata dan meyakinkan.

Kalaupun masih ada sebagian santri yang belum menyadari sepenunya posisi santri yang deikian strategis, kitalah yang perlu mengingatkannya dan memberikan motivasi serta inspirasi.  Memang terkadang  mereka menjadi lupa dengan hiduk pikuknya dunia dan godaan yang terus menerus dari berbagai pihak, namun kalau kita bersungguh sungguh dalam mengawal para santri tersebut, insyaallah mereka akan tetap kembali kepada jalan yang benar.

Santri memang bukan terbatas bagi merka yang saat ini berada di dalam pondok pesantren, melainkan semua orang yang mempunyai perilaku sebegaimana tersebut  di atas, bahkan termasuk mereka yang sudah berusia lanjut.  Rtidak ada   istilah mantan santri, sebab sekali sebagai santri, maka selamanya harus tetap menyandang status sebagai santri.  Dengan demikian perilaku menuntut ilmu dan menjalankan ibadah secara konsisten tersebut harus tetap dipelihara.

Namun memang status santri tersebut memang lebih banyak ditujukan kepada mereka yang masih mudah dan berpengharapan panjang dalam mengarungi hidup di dunia ini.  Karena itu para santri  yang saat ini masih  muda itulah yang seharusnya  mempersiapkan diri dengan  baik, terutama dalam hal bekal pengetahuan, agar ke depannya semua  cita cita dapat diraih.  Apa yang  diharapkan  di atas, yakni penguasaaan segala bidang oleh kekuatan santri adalah sebua misi yang  mulia dan insyaallah dapat diwujudkan oleh para santri yang saat ini masih usia muda dan sedang  berada dibangku sekolah atau kuliah.

Satu hal yang sangat penting ialah bagaimana  para santri muda kita tersebut dapat yakin sepenuhnya bahwa mereka itu mampu dan  dapat menguasai  peran di semua bidang kehidupan, dengan niat semata mata mengabdikan diri kepada Allah swt.  Semoga semua mimpi tersebut dapat  diwyujudkan dalam dekade mendatang, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.