MASIHKAH KITA DAPAT MEMPERCAYAI LEMBAGA PENEGAK HUKUM DI NEGERI INI?

Terlalu banyak persoalan  di masyarakat yang  pada akhirnya  hilang begitu saja, termasuk persoalan hukum yang sebelumnya  ramai dibicarakan, kemudian  menghilang tanpa bekas.  Namun kita juga mengakui ada sebagiannya yang terus berproses hingga keputusan  pengadilan yang memunyai kekuatan hukum tetap.  Namun terkadang kita juga menjadi sangat tidak mengerti kenapa ada kasus ecek ecek yang justru  terus berjalan dan harus menelan korban mereka yang sangat tidak berdaya.

Kita juga  sering mendengar bahwa hukum  di negeri kita itu tajam ke bawah dan tumpul ke atas, sperti pisau yang  sangat tajam ke bawah dan  dipunggungnya  tumpul.  Iabarat tersebut memang tidak salah, karena dalam kenyataannya memang sering kita temui hal yang sangat janggal tersebut.  Seolah  hukum di negeri kita ini tidak mempan mengena mereka yang mempunyai  uang dan kedudukan, dan sangbat mudah menyentuh mereka yang tidak mempunyai apa apa.

Tentu kondisi tersebut memang tidak semuanya.  Artinya masih ada beberapa orang kuat di negeri ini yang bernasib apes, karena  berhadapan dengan KPK, salah satu lembaga penegaka hukum yang tidak mengenal kompromi, sehingga  pejabat aktif sekalipun, dapat terkena getahnya, bahkan seorang menteri sekalipun dapat dijerat dan diseret ke pengadilan.  Demikian pula  banyak pejabat hakim, bupati, jaksa, gubernur dan  lainnya dapat digelandang  ke penjara.

Hanya saja  tangan KPK memang tidak banyak, sehingga masih banyak kasus pidana  dan bahkan korupsi yang selamat dan tidak tersentuh oleh KPK, bahkan  mereka malah  melenggang dengan tenangnya menikmati hasil kejahatannya. Kalaupun kemudian  ketahuan oleh aparat yang lain, ternyata mereka sangat mudah untuk berkompromi, sehingga kasusnya menjadi menghilang dan semuanya menjadi aman.

Kita memang tidak menggebyah uyah seluruh aparat  hukum non KPK brengsek, melainkan  masih ada dan jumlahnya cukup banyak para aparat yang memang mempunyai mental memble tersebut.  Kita sangat percaya masih ada aparat kepolisian, kejaksaan dan juga hakim yang sangat  berkomitmen untuk menegakkan hukum dan memberantas kejahatan, mereka berintegritas  tinggi dan selalu  menjalankan  pekerjaannya dengan  sunggu sungguh serta tidak  mau diajak kompromi.

Nah, para pelaku kejahatan yang kebetulan bertemu dengan aparat yang demikian, tentu mereka akan dinamakan sedang apes dan mereka pasti akan emndapatkan hukuman sesuai dengan kejahatannya.  Sementara  ada pihak lain yang kebetulan bertemu dengan aparat yang tidak  jujur dan tidak mempunyai integritas yang baik, kemudian lolos dan  aman.  Nah, dengan menhyaksikan kondisi seperti itu di negeri ini, tentu kita masih  dapat mengatakan bahwa  huku di Indonesia memang belum  dapat dirasakan keadilannya.

Kalau kemudian ada sebagian pihak yang menhyimpulkan bahwa  hukum masih tebang pilih, memang tidak salah, karena memang dalam kenyataannya seperti itu.  Artinya ada sebagiannya yang  dengan mudah lolos dari jeratan hukum, tetapi ada sebagainnya yang  harus berhadapan dengan hukum dan merasakan kehidupan di penjara.  Itulah kenyataan yang  sampai saat ini masih ditemukan dan dirasakan oleh  bangsa ini.

Idealnya memang seluruh aparat dapat profesional dan  berintegritas, sehingga  hukum akan dapat berjalan dengan  baik sesuai dengan standar yang ada.  Sesungguhnya kalau para pimpinan masing masing  unit dan lembaga sangat peduli dengan persoalan ini,  akan  dengan mudah dilakukan pembersihan mereka yang tidak  baik dan  kemudian menggantinya dengan tenaga baru  dengan sistem rekrutmen yang jelas dan ketat, sehingga dapata dihasilkan calon aparat yang baik dan akan menjaga marwah hukum di negri ini.

Persoalannya  seperti lingkaran setan yang sangat susah untuk dilakukan pembersihan, karena  ternyata masih banyak diantra  aparat kita yang  memerlukan tambahan penghasilan, karena  tuntutan kehidupan yang sangat luar biasa besar.  Itu semua disebabkan  kebiasaan masa lalu yang sangat tidak  baik, seprti  boros dan  hidup secara hedonis yang sudah melanda kehidupan masyarakat kita.

Para pejabat publik dan juga para wakil rakyat yang seharusnya memberkan contoh kepada masyarakat, tentang bagaimana hidup sederhana, tetapi malah sebaliknya, mereka malah memberikan praktek kehidupan yang  sangat mewah,  seolah mereka tidak peduli  masyarakat yang mayoritas masih miskin dan membutuhkan uluran tangan  para pimpinan dan pejabat yang mempunyai  kebijakan untuk masyarakat.

Jadi amat sangat sulit untuk mengembalikan kondisi ideal sebagaimana yang kita harapkan. Namun bukan berarti tidak bisa, tetapi hanya sangat sulit.  Untuk itu kita memang harus  mempunyai niat untuk memperbaikinya, dan dimulai  dari diri sendiri, khususnya para pimpinan di negri ini, baik di tingkat pusat, maupun  sampai kepada impinan dalam level yang terendah di perdesaan.

Barangkali  kita memang harus terus menerus menghimbau kepada para pimpinan dalam segala levelnya, agar mereka  menyadari posisinya tersebut bukan untuk  sebuah keinikamtan  sendiri, melainkan posisinyan tersebut sesungguhnya merupakan sebuah amanah untuk diabdikan  sepenuhnya kepada masyarakat.  Dengan demikian para pimpinan aseharusnya  akan melakukan pekerjaannya melebohi masyarakat pada umumnya, dan bukan malah sebaliknya, mereka  justru ingin dilayani dan melakukan pekerjaan yang  sangat sedikit.

Saat ini KPK lah yang masi dipercaya seratus persen oleh masyarakat, yang mampu  melakukan penegakan hukum tanpa kompromi, namun posisinya  juga terancam akan dikurangi kewenangannya, sehingga  predikat sebagai l;embaga penegakan hukum yang mempunyai  keistimewaan, akan  sejajar  dengan yang lain, sehingga  dikhawatirkan  KPK juga pada akhirnya  akan menjadi tumpul.

Persoalan penyadapan yang selama ini menjadi senjata yang sangat  ampuh  dalam upaya  mendeteksi kejahatan,  akan diatur  lebih lanjut, seperti harus ada ijin dan persetujuan sebelumnya dari  pihak lain.  Sudah barang pasti hal tersebut akan  berpotensi kebocoran sebelum KPK dapat mendapatkan ikannya.  Menurut  banyak pihak, haraan terakhir untuk mencegah pelemahan KPK tersebut ialah presiden, karena  pihak Dewan Perwakilan Rakyat sudah tidak mewakili rakyat, melainkan mereka justru  mewakili golongan dan partainya.

Banyaknya persoalan  di negeri ini yang terkait dengan penegakan hukum sebagaimana digambakan di atas,  memang  sangat mengkhawatirkan kita, karena boleh jadi kalau kondisi seperyi ini terus menerus berlangsung, maka masyarakat akan  berkesimpulan bahwa aparat penegak hukum sudah tidak lagi dapat dipercaya, dapat menghadirkan  keadilan di masyarakat.  Kalau kesimpulan tersebut kemudian menjalar kepada seluruh masyarakat, maka mereka akan menjadi apatuis dan mudah saja melakukan kejahatan, dan mereka hanya  mengadu keberuntungan.

Sesungguhnya masi ada jalan untuk menyelamatkan kesimpulan masyarakat tersbeut, yakni agar kasus kasus yang selama ini sudah menjadi konsmsi publik, dapat terus dilanjut dan tidak pernah hilang.  Kasus yang   akhir khir ini disorot oleh masyarakat  antara lain ialah kasus papa minta saham yang melibatkan mantan ketua DPR yang saat ini masih ditangai oleh kejaksaan Agung.  Kasus ini suda diprediksi oleh banyak pihak akan berakhir dengan  aman dan alasannya sepetri biasa, yakni tidak cukup bukti untuk dilanjut ke penyidikan.

Pertunjukan sandiwara beberapa waktu yang lalu di sidang majlis kehormatan Dewan, dimana  ada upaya yang sangat  mudah ditebak dari beberapa pihak untuk menyelamatkan mereka yang sudah jelas jelas diketahui kesalahannya.  Pihak yang tampak vokal, dalam waktu  sangat singkat kemudian dicopot dan digantikan dengan yang lain.  Dan  dengan siasat mengundurkan diri, kemudian  mantan ketua DPR dapat diselamatkan, lalu apakah proses di kejaksaan juga akan  sama, yakni berakhir dengan keselamatan yang berangkutan?.  Wallau a’lam.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.