PELUNCURAN SPAN DAN UM PTKIN

Hari ini sekitar jam 10.00 WIB nanti rencananya,  menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin, akan meluncurkan SPAN dan UM PTKIN atau seleksi prestasi akademik nasional dan ujian masuk perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di kantor kementerian agama jl. MH. Thamrin, Jakarta.  Peluncuran tersebut sebagai tanda dimuilainya  seluruh proses penerimaan calon mahasiswa di perguruan tinggi Keagamaan Islam negeri.

Tentu yang  sangat penting setelah peluncuran ini ialah bagaimana kita dapat melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat, khususnya mereka yang  saat ini nerada di kelas akhir  sekolah menengah atas,  atau madrasal aliyah, dan juga  para lulusan tahun terdahui;lu yang masih ingin masuk di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.  Hanya saja  khusus untuk SPAN PTKIN, tidak dapat diminati oleh mereka yang  sudah lulus tahun yang lalu.  SPAN PTKIN hanya boleh diikuti oleh  mereka yang akan luluss pada tahun ini.

Hal tersebut bukan  sebagai bentuk diskriminasi, melainkan semata mata ingin mempertahankan nama prestasi akademik, sehingga mereka yang berprestasi bagus pada tahun ini sajalah yang  akan dapat  masuk perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, sedeangkan mereka yang sudah lulus pada tahun tahun sebelumnya juga masih ada kesempatan untuk  masuk di PTKIN merlalui ujian tulis yang dinamakan dengan UM PTKIN.

Ujian tulis tersebut sangat terbuka  bagi siapapun yang sudah lulus pada SLTA tahun sebelum ini, dan juga boleh diikuti oleh mereka yang lulus pada tahun ini.  Mereka yang sangat siap  dengan kemampuan yang dimiliki sajalah yang  tentu akan dapat  lulus dalam ujian seleksi masuk tersebut.  Artinya  ada proses seleksi yang berupa ujian tulis, sedangkan SPAN PTKIN, seleksinya melalui prstasi akademik yang  telah dicapai oleh siswa dalam  tahun berjalan, sehingga  mereka harus mengupload  data yang diperlukan, sepetri  data rapor sejak kelas  awal hingga saat mendaftar, prestasi yang pernbah diraihnya, baik dalam bidang akademik maupun non akademik  dan lainnya.

Sudah barang tentu secara  kasat mata  mereka yang pada saat proses belajar di sekolah  mendapatkan prestasi bagus, akan  sangat besar kemungkinanya untuk lolos.  Namun demikian pihak panitia tidak hanya semata mata melihat hasilrapprt siswa saja, karena  akhir akhir ini sejak seleksi dilakukan  secara itu, sudah ada beberapa sekoplah yang mencoba untuk mengakalinya, yakni dengan  membuat rapor yang sangat bagus, padahal pada saat dilihat, ternyata sekolah tersebut terakreditasi C saja.

Bahkan  ke depan jikalau ternyata diketahui ada  sekolah yang “memalsukan” isian raport, hanya semata mata untuk tujuan tersebut, maka sekolah tersebut akan dikenakan sanksi,  salah satunya ialah sekolah tersebut diblack list dari daftar calaon mahasiswa yang  akan diterima.  Kita  menginginkan semua proses dalam  pendidikan kita dilakukan secara jujur dan transparan, karena kita ingin mengajarkan kepada semua  masyarakat tentang arti pentingnya sebuah kejujuran.

Kalau pada saat awal akan memulai masuk di perguruan tinggi saja sudah dimulai dengan ketik jujuran, lantas apa yang dapat diharapkan dari proses pendidikan kita nanti.  Banyak  sudah pendidikan yang ternyata  menghasilkan manusia yang tidak jujur, sehingga bukannya  membantu pengembangan  masyarakat dan  kesejahteraan bangsa, melainkan justru merekalah yang menggerogoti bangsa ini melalui perbuatan tercela mereka.

Meskipun tidak seluruhnya  kita kemudian  menduga jangan jangan para koruptor yang saat ini bergentyangan dinnegri ini, dahulunya juga melakukan ketidak jujuran dalam proses pendidikan mereka.  Kalau secara formal, kita sangat yakin bahwa tidak ada  lembaga pendidikan di negri ini yang mengajarkan ketidak jujuran tersebut, akan tetapi dalam prakteknya, sangat mungkin terjadi ketidak jujuran yang lepas dari pengamatan lembaga endidikan tersebut.

Banyak hal dapat dicontohkan, semisal mereka  menyontek pada saat ujian diadakan, pada saat ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, buaknnya dilakukannya sendiri sebagai salah satu  upaya untuk melatih siswa  atau mahasiswa melakukan aktifitas akademik, melainkan justru dimintakan atau  disewakan pihakmlain untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut, dan  bentuk ketidak jujuran lainnya.

Nah, PTKIN sebagai perguruan  tinggi keagamaan Islam,  tentu menginginkan ternjadinya sebuah proses yang transparan dan jujur dalam semua  aktifitas   mahasiswa sejak mereka  akan masuk hingga mereka menyelesaikan studinya.  Karena itu proses penyeleksian calon mahasiswa  harus dilakukan sedeikian rupa, shingga merekayang terjaring memang benar benar dapat diandalkan dalam bidang moral mereka dan sekaligus juga dalam prestasi akademik mereka.

Untuk semua p[ihak, terutama para pimpinan di PTKIN agar jeli dalam persoalan ini dan berusaha  secara maksimal agar proses pendidikan dalam lembaga kita  dapat berjalan sebagaimana  yang kita harapkan.  Tentu dimulai dari penjaringan untuk penerimaan calon mahasiswa baru.  Proses yang selama ini kita lakukan dalam SPAN dan UM PTKN sudah cukup bagus dan  tahun ini harus kita tingkatkan lagi utamanya  mengenai sosialisasi, sehingga  diharapkan seluruh masyarakat kita mengetahuinya.

Tertmasuk juga mereka mengenal bahwa PTKIN  juga ada program studi sain dan teknologi yang tidak kalah dibandingkan dengan lainnya.  Mungkin masyarakat juga perlu diberitahu tentang posisi PTKIN kita dan beberapa prestasi yang telah diraih, baik  dalam rangking maupun preatasi lainnya, yang selama ini belum terpublikasikan  secara besar kepada masyarakat.

Artinya  meskipun secara pendanaan, kita berada dibawah perguruan tinggi lainnya, tetapi untuk prestasi kita tidak kalah.  Hanya saja kita memang harus terus menerus berusaha agar penganggaran di kementerian kita  menjadi lebih baik dan berpihak kepada pendidian tinggi.  Selama ini anggaran pendidikan kita  hanya sekitar 8 % dari anggaran kementerian agama, meskipun pendidikan tinggi menjadi salah satu andalan kementerian ini.

Seharusnya anggarana pendidian tinggi kita ditingkatkan menjadi setidaknya  20% dari total anggaran kementerian agama, karena pendidikan membutuhkan anggaran untuk riset, dan pengebangan, baik  menjalin  kerjasama dengan berbagai pihak, maupun dalam upaya  mendorong perguruan tinggi menjadi sumber ilmu pengetahuan yang terus berkembang dan baru.  antas bagaimana mungkin ita akan dapat mewujudkan  sebuah  capaian yang  tinggi, jika tidak didukung oleh penganggaran yang cukup.

Kalau boleh dibilang, seama ini PTKIN  berpuasa, terutama yang pimpinanya  mempunyai visi kedepan yang cemerlang.  Namun mungkin sjaa  ada  sebagian yang menganggapnya bahwa  anggaran yang sudah dianggap cukup, karena memang tiak mempunyai visin ke depan bagaiamna mengembangkan dan memajukan perguruan tinggi.  Jika kita  selalu berhubungan dengan pihak lain, termasuk perguruan tinggi di luar negeri, tentu kita akan menjadi semakin merasa  bahwa ternyata kita  belum  apa apa, rtermasuk belum dapat menghasilkan  riset yang dapat diandalkan dan memberikan manfaat kepada mat manusia dan lingkungan.

Sarana dan prasarana kita sesungguhnya juga masih jauh dari harapan, karena  faktor anggaran yang  masih terlalu kecil dan belum berpihak.  Jadi kalau kita memang ingin menjadikan PTYKIN kiita sebagai perguruan tinggi andalan, terutama bagi kementerian agama, maka  tidak ada jalan lain kecuali anggaran ditingkatkan  hingga menjadi standar.

Bagi kita para pmpinan perguruan tinggi, juga harus emngimbanginya dengan bekerja dengan baik dan  mempunyai ekinginan  besar untuk meningkatkan kualitas serta  menjadikan pergurua tinggi kita sejajar dengan perguruan tinggi lainnya yang sudah terlebih dahulu maju.  Semoga keinginan ini  dapat dirasakan leh seluruh pimpnan, sehingga mereka secara bersama sama dapat memberkan dorongan kepada kementerian untuk memenuhi tuntutan kita, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.