SELAMAT IMLEK

Setiap tahun tahun baru China selalu diperingati oleh masyarakat Indonesia keturunan China, yang kita kenal sebagai tahun baru Imlek.  Biasanya  peringatan tersebut selalu identik dengan penampilan baringsai yang khas China, dan sudah barang tentu sebagai wujud kesyukuran  orang China, mereka terbisas memberikan hadiah yang biasa disebut sebagai Angpao dan diberikan kepada siapapun yang  membutuhkan.

Sebagai bagian dari anak bangsa Indonesia, kiranya kita juga patut untuk memberikan ucapan selamat kepada mereka yang memperingati dan merayakan tahu baru tersebut, dengan harapan bahwa  pada tahun baru tersebut ada sebuah  komitmen untuk  memperbarui  keinginan  mensejahterakan masyarakat secara umum.  Tentu mealui berbagai cara yang dapat dilekukan oleh  seluruh elemen bangsa, dan dalam hal ini  bangsa Indonesia keturunan China.

Sebagai bangsa, tentu kita tidak bolehmembeda bedakan warga negara yang memang mempunyai hak dan kewajiban yang sama, apakah itu  orang Indonesia asli, keturunan, Timur Tengah,  keturunan China dan lainnya.  Itu semua karena kita sudah mengakui Indonesia sebagai  negaranya yang harus sama sama dimajukan  dan sleuruh rakyatnya disejahterakan.  Keturunan China juga harus mau membaur dengan amsyarakat secara umum dan  membatasi diri dalam pergaulan ereka.

Kita tidak ingin ada dikotomi antara  pribumi asli dengan masyarakat Indonesia keturunan, karena  kalau kita masih membeda bedakan mereka,  maka tujuan  untuk  membangun masa depan Indoensia  yang  sejahtera, adil dan merata  bagi sleuruh  anak bangsa ini, tentu akan  menemui kesulitan tersendiri.  Mungkin melalui momentum  peringatan tahun Imlek  kali ini, kita sebagai bangsa harus bertekat untuk mengakhiri segala hal yang  berbau  dikotomi  asli dan keturunan.

Kepada  saudara kita anak bangsa yang kebetulan  keturunan China yang selama ini dianggap sebagai beda dan dalam pergaulannya pun juga mengalami kendala, harus mulai berani membuka tabir tersebut dan  kemudian  memulai  berbaur dan  bergaul dengan  sesama anak bangsa, tanpa harus membedakan faktor keturunan dan non keturunan.

S4elama ini kita merasa perihatin dengan  pembedaan tersebut, bahkan  ada saatnya pada waktu yang lalu, mereka yang warga keturunan seolah sangat sulit untuk mendapatkan  sekedar surat keterangan, atau kalaupun mereka akan mendapatkannya, maka mereka harus membayar ongkos yang begitu banyak, dan sulit.  Kita juga menyaksikan betapa  para warga keturunan sangat sulit untuk berbaur dengan warga lainnya dan sepertinya membatasi diri.

Atau jangan jangan ada anggapan bahwa mereka itu merupakan  warga kelas atas dan tidak sepatutnya bergaul dengan warga peribumi yang kelas bawah.  Kalau  stetmen ini benar, berart  mereka masih  terpengaruh politik  Belanda saat menjajah bangsa ini, yang menganggap bahwa warga  peribumi merupakan  warga kelas bawah yang selalu dianggap rendah.

Namun kita tidak meyakini hal tersebut, karena  kita sudah merdeka  cukup lama dan  seluruh warga  sudah berkomitmen untuk  mengangap sama seluruh  warna negara, terutama dalam hal hukum dan lainnya.  Hanya mungkin kenapa mereka sepertinya sulit bergaul dengan warga  asli disebabkan oleh adanya kesan yang kurang simpatik terhadap mereka, termasuk para aparat yang seharusnya memberikan layanan  yang sama kepada seluruh warga bangsa.

Kita sangat paham bahwa warga keturunan, khususnya  keturunan China, selalu megembangkan usaha mereka dalam bidang ekonomi, dan pada umumnya pula mereka memperkerjakan warga  asli, sehingga seolah kedudukan mereka berbeda, satunya sebagai majikan dan satunya lagi sebagai pembantu atau buruh.  Dan dalam kenyataannya kita tidak pernah melihat ada warga keturunan yang kemudian menjadi pebantu atau buruh bagi warga asli.

Itulah mengapa kemudian muncul kesan sebagaimana tersebut, dan juga ditambah dengan kondisi riil  dan sikap masyarakat yang memang mendukung terjadinya hal seperti itu.  Nah, ketika  kita saat ini menyadari bahwa haltersebut tidak baik dan seharusnya diakhiri, maka harus ada komitmen bersama, utamanya  warga keturunan, yang saat ini sedang memperingati  tahun baru Imlek agar berusaha meghilangkan sekat sekat yang masih ada.

Kita ingi kedepan akan muncul orang orang keturunan yang menjad polisi, menjadi hakim, jaksa, PNS dan bidang bidang lainnya.  Kalaupun saat ini ada warga keturunan yang  mulai  merambah dalam bidang politik, itu masih dapat dihitung dengan jari dan belum menjangkiti mayoritas mereka.  Kalaupun mereka kemudian memang tidak berminat dalam bidang bidang tersebut, setidaknya kesan berbeda tersebut harus segera dihilangkan, sehingga posisi sama sebagai warga bangsa memang benar benar dapat diwujudkan.

Sebagaimana  biasanya dalam memperingati tahun baru, tentu masyarakat yang merayakannya mempunyai harapan yang lebih baik dan  beruntung dalam memasuki tahun yang akan datang.  Pada saat kita memperingati p[ergantian tahun baru masehi maupun Hijriyah, kita juga mempunyai harapan yang besar agar dalam menjalni tahun berjalan dapat   memeroleh kebruntungan dan kesejahteraan, tidak saja bagi diri, dan keluarga, melainkan juga kepada seluruh bangsa Indonesia.

Tentu begitu pulan bagi warga angsa keturunan China yang saat ini merayakan  pergantian tahun baru Imlek, tentunya juga mempunyai harapan yang lebih baik, sambil mengevaluasi semua kegiatan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya.  Nah, niat baik tersebut jangan sampai kemudian hanya tertuju pada diri secara pribadi, melainkan juga dapat  merambah bagi seluruh anak bangsa yang memang sedang banyak berharap ada perubahan terhadap kesejahteraan mereka.

Angpao yang  selalu muncul dala peringatan Imlek tersebut seharusnya hanya merupakan lambang saja bahwa  seluruh kita harus saling memberikan sesuatu dan berbagai atas semua rezeki yang didapatkan.  Saling memberi dan membantu mereka yang kurang mampu dan membutuhkan adalah sifat baik yang arus terus dikembangkan, bukan saja pada saat memperingati tahun baru, melainkan untuk selurh  wajtu yang ada.

Kalau dalam momen momen tertebut kita menonjolkan pemberian tersebut, itu hanyalah sebagai simbul untuk mengingatkan kita semua bahwa seharusnyalah kita  saling memberi dan membantu sesama, agar mereka juga dapat menikmati karunia yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.  Sifat peduli tersebut memang dibutuhkan  oleh kita semua agar kehidupan berbangsa dan bernegara yang kita jalani dapat berjalan dengan abgus dan  terhindar dari  persoalan soaial yang biasanya selalu mengganggu kita.

Kita juga  harus dapat memahami keyakinan sebagian warga bangsa kita yang mempunyai  kepercayaan berbedaa dengan kita.  Kalau warga keturunan  meyakini bahwa setiap peringatan pergantian tahun baru China atau Imlek tersebut  akan datang hujan yang terus menerus, maka biarkan itu tetap berjalan, karena mereka  mengharaopkan dengan datangnya hujan tersebut menandakan   rizki mereka akan bertambah semakin banyak.

Namun jika kemudian pas Imlek ternyata  justru malah tidak turun hujan, maka kita juga harus menujukkan empati kepada mereka dan memberikan  penegasan bahwa mungkin hujan tetap akan turun meskipun tidak pas  pada saat peringatan pergantian tahun baru Imlek, melainkan sebelum atau sesudahnya dalamhitungan hari.

Kita memang harus saling memberikan dorongan agar kita dapat hidup secara damai dalam membangun negeri ini, dan bukan daling menjegal atau saling mengggat serta menyalahkan, yang akan berakibat terganggunya persaudaraan dan persatuan kita.  Untuk dapat membangun dan mengupayakan kesejahteraan bagi selurh rakyat Indonesia, memang diperlukan persatuan dan kondisi yang nyaman, sehingga semua progra akan berjalan sebagaimana  yang direncanakan dan diharapkan, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.