NIAT IBADAH INSYAALLAH BERKAH

Terkadang orang suka lupa bahwa semua yang kita lakukan, dapat bernilai ibadah dan mendapatkan pahala.  Mungkin di dunia ini, pahala belum terlalu terasa kebutuhannya, namun kelau kita  suka mengingat akhirat, maka  investasi  pahala tersebut menjadi sebuah keniscayaan yang  tidak dapat kita elakkan.  Terkadang ada juga yang menyadari betapa pentingnya pahala untuk persiapan kita di akhirat, namun hanya  dapat  mengambilnya dari aktifitas ibadah mahdlah semata, seperti shalat, atau  berpuasa dan lainnya.

Sesungguhnya kita  tahu bahwa  semua aktifitas kita  akan bernilai iabadah dan mendapatkan pahala, jika kita serai dengan niat baik.  Tentu bukan aktiitas kemaksiatan, melainkan aktifitas mubah yang biasanya hanya berlalu begitu saja.  Berbagai aktifitas, seperti bekerja, rekreasi, berolah raga, reffressing, rileks untuk memulihkan  stamina yang terkuras untuk bekerja, dan lainnya, sesungguhnya dapat bernilai iabadah dan menghasilkan  pahala, jika kita  maknai sebagai sebuah ibadah.

Hanya mereka yang tidak tahu saja yang nantinya menjadi miskin di akhirat, karena persiapanya hanya semata mata ibadah mahdlah yang dalam sehari mungkin hanya beberapa menit saja.  Sedangkan mereka yang tahu memaknai setiap alktifitas sebagai sebuah ibadah, tentu akan  menjadi sangat kaya di  akhirat, karena sepanjang harinya senantiasa bermakna ibadah, bahkan termasuk pada saat istirahat tidur sekalipun.

Barangkali itulah maksud dari sebuah riwayat yang menyatakan bahwa “seorang alim satu saja  akan lebi berat bagi setan untuk menggodanya ketimbang  seribu orang ahli ibadah dan tidak berilmu”. Pantas saja ketika orang pandai sulit untuk digoda oleh setan, karena setiap  saatnya selalu beribadah dan mengingat kepada Allah swt, walaupun aktifitas yang sedang dilakukannya nampak sebagaimana aktifitas orang lain yang hanya bernilai apa adanya.

Bercermin atas hal tersebut, kiranya akan sangat bermakna jika kita semua para orang beriman mampu menerapkan dan merealisasikan hal tersebut, yakni memberikan arti ibadah dalam semua aktifitas yang kita jalani setiap harinya.  Mungkin pada awalnya akan sangat sulit, bahkan terkadang terlupakan, namun jika kita memang berkinginan  besar untuk menjalankannya, maka  Allah pasti akan memberikan pertolongannya, melalui  ingatan yang terus menerus sehingga tidak akan lupa.

Sungguh beruntung bagi kita yang mampu mengamalkan hal tersebut, karena  disamping kita  akan mendapatkan hasil atas aktifitas yang kita  lakukan, sekaligus juga akan mendapatkan pahalanya untuk investasi akhirat.  Lebih dari itu dengan  memberikan label niat ibada dalam kegiatan yang kita laksanakan,  sekaligus juga akan menjaga dan menjauhkan diri kita  dari perbuatan maksiat, seperti curang dalam aktifitas tersebut, atau bahkan  melakukan perbuatan yang merugikan, baik kepada pihak lain, maupun kepada negara, seperti korupsi dan sejenisnya.

Bilamana kita selalu memberikan niat dalam semua kegiatan kita,  pastilah kita senantiasa akan mengingat kepada Allah swt.  Lantas bagaimana mungkin orang yang selalu ingat kepada Allah swt  akan mampu melakukan kemaksiatan?.  Pastila semua itu akan  sekaligus memberikan  tameng atau benteng bagi kita untuk tidak berbuat sesuatu yang menyimpag dari apa yang seharusnya sesuai dengan aturan main yang berlaku.

Alangkah hebatnya jika semua  orang beriman mampu mempraktekkan hal tersebut, dan kita dapat membayangkan betapa dunia akan menjadi sangat indah, dan kesejahteraan yang selama ini selalu diteriakkan  oleh berbagai pihak, akan semakin dekat terealisasi.  Barangkali kita harus  memulainya, kaena yang terbaik bagi kita ialah bagaimana kita  dapat menjadikan diri kita sebagai teladan bagi pihak lain dalam hal kebajikan.

Karena itu saya mengajak kepada seluruh orang mukmin untuk  memulai menyertakan niat ibadah dalam semua aktifitas kita, sejak saat ini juga.  Jangan suka menunda kebajikan, karena sekali kita  menunda kebajikan tersebut, maka biasanyaka akan terlena untuk waktu yang lama, sehingga  tidak akan penah dilaksanakan.  Ingat bahwa setan itu pasti tidak akan rela dengan apa yang kita lakukan tersebut, karena pastilah  setan akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk mencegah kita melakukan hal tersebut.

Kita juga harus ingat bahwa setan itu merupakan mush kita yang utama, dan  untuk itu   kita harus terus berushaa memeranginya sedemikian rupa, terutama  melalui kehendak kita untuk menjalankan sesuatu yang baik, tanpa harus menundanya untuk beberapa saat.  Kita harus yakin bahwa niat tulus untuk  ibadah dalam semua aspek tersebut pastilah akan membawa berkah tersendiri bagi kita dan juga bagi pihaklain, termasuk negara.

Bayangkan jika kita sebagai abdai negara, kemudian mampu menjalankan semua  kewajiban kerja kita dengan diniati ibadah karena Allah swt, pastilah akan menghasilkan  prestasi yang bagus.  Kinerja kita tentu juga akan memusaskan,  serta produk yang kita hasilkan akan menjadi maksimal.  Lantas kalau kondisiya demikian, pastuilah kita akan mendapatkan berkah dari niat ibadah tersebut, sekaligus negara sebagai pihak yang mengupah atau menggaji kita juga mendapatkan berkahnya pula.

Atas asar semua itu mari saya mengajak semua pihak, terutama  mereka yang beriman, untuk  memulai memberikan niat ibadah kepada seua  yang kita lakukan.  Mungkin masih ada pentanyaan, apakah  dapat sebuah kegiatan semisal berolah raga, rekreasi dan sejenisnya  bernilai ibadah?.  Barangkali kalau bekerja mencari nafkah masih bisalah diniati ibadah.  Pertanyaan seperti itulah yang  nampaknya masih menjadi ganjalanbagi sebagian orang sehingga agak ragu untuk  mempraktekkannya.

Tinggalkanlah keraguan dan ambil kemantapan hati dan pikiran, itulah kata yang tepat untuk memberikan arahan bagi yang masih  ragu dengan nilai ibdaa dalam aktifias  sebagaimana dicnthkan tersebut.  Insyaallah jika kita tyulus dalam memaknai  kegiatan tersebut untuk kepentingan ibadah, insyaallah  Tuhan akan menvatatnya sebagai amalan yang bernilai dan mendapatkan pahala.  Kita tahu bahwa semua aktifitas akan dapat dibelokkan kepada hal yang tidak benar dan merugikan, karena itu jika kita berniat ibadah dalam melakukannya, tentu kita akan menjaganya agar tidak berbelok.

Sebagai contonya ialah bagaimana kita berolah raga dengan niat iabadah karena Alah semata, kaena olah raga  dmaksudkan juga untuk menjaga kesehaan,  sementara itu yang memberikan sehat dan juga sebaliknya  yang memberikan sakit itu  adalah Allah swt, sehingga pada saat kita berniat ibadah dalam olah raga, tentu kita ingin Allah swt senantiasa menjaga kesehatan kita.  Demikian juga dengan  olah raga yang benar, tidak akan disalah gunakan untuk hal hal yang negatif, seperti menipu pihaklain dengan dopping dan lainnya.

Tentu banyak  hal yang dapat dijelaskan untuk semua aktifitas, termasuk berolah raga, rekreasi dan lainnya.  Namun yang jelas siapapun yang tidak mau dan tidaka mempercayai bahwa semua aktifitas  dapat benilai iabadah, akan mendapatkan kerugian yang besar, karena tidak akan menjalaninya, dan pasti akan tertinggal dalam investasi akhirat.  Sebaliknya kalau pun  apa yang kita yakini bahwa semua itu dapat bernilai ibadah, ternyata  tidak  dapat terealisasi, maka kita tidak terlalu rugi, karena masih akan mendapatkan keberkahan sebagaimana yang disebutkan di atas.

Kalau kita hanya  mengucapkan dan  mengkonsentrasikan diri kita untuk beribadah dalam  pekrjaan sehari hari, tentu bukan sesuatu yang berat, sehingga kalaupun  sebagaimana disebutkan tadi, hal tersebut tidak  benar, maka  dari aspek tersebut, kita tidak akan terlalu rugi, dan bahkan kita dapat memacu kita untuk mengerjakannya secara serius dan terjauhkan dari keinginan kita untuk menyeleweng, karena  sedang berstatus ibadah kepada Alah swt.

Namun demikian  kita  sesungguhnya tidak boleh ragu sedikitpun  dalam masalah tersebut, karena dsar dan argumentasinya sangat kuat dan mereka yang telah mempraktekkannya, akan senantiasa dala kondisi yang  bagus serta  jauh dari kemaksiatan.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.