MEMBANGUN INSTITUSI PENDIDIKAN YANG SEHAT

Membicarakan  persoalan pendidikan, tidak dapat dihindarkan dari membicarakan persoalan institusinya, apakah itu sekolah, kampus, pondok pesantren, madrasah dan sejenisnya.  Kita sangat paham bahwa pendidikan yang baik, tentu tidak akan lahir begitu saja dan dari sembarang tempat, namun pendidikan yang baik, akan keluar dari tempat yang memang dipersiapkan secara matang untuk pendidikan tersebut, seperti tempat yang  dipenuhi dengan fasilitas penunjang pendidikan, dikelola dengan bagus dan didukung oleh SDM yang bagus pula.

Saya termasuk orang yang  mempercayai bahwa jikalau sebuah institusi pendidikan, apapun bentuknya, dan dikelola dengan professional, akan mampu menghasilkan  produk yang bagus, dan sebaliknya jika sebuah institusi pendidikan hanya dikelola sambilan dan tidak professional, maka sangat sulit menghasilkan  produk yang bagus.  Kalaupun misalnya ada  alumni dari sebuah institusi yang tidak dikelola dengan baik, ternyata  berhasil, maka itu bukan disebabkan oleh  factor institusinya, melainkan memang factor lainnya, seperti yang bersangkutan memang  sangat genius,  atau menambah dengan les di luar atau memang takdir Tuhan.

Pondok pesantren yang biasanya dikelola  dengan seadanya pun tidak akan mampu melahirkan santri yang bagus dan pandai. Hanya saja  cara yang digunakan  oleh pesantren memang sangat berbeda dengan sekolah formal, karena memang karakternya yang berbeda.  Namun sekali lagi pesantren pun dapat dikelola dengan professional, sehingga akan  menghasilkan santri yang  sangat kuta karakternya  dan mampu bersaing dengan pihak lain dalam hal ilmu dan ketrampilan.

Profesional bukanlah  merupakan sebuah system yang mengharuskan menggunakan alat bantu canggih dan  harus selalu dikaitkan dengan aturan yang rigit, tetapi professional itu dapat ditemukan dalam sebuah kedisiplinan dalam berbagai jhal yang menjadi kewajiban, ketaatan terhadap peraturan yang ada, tanpa  paksaan yang terus menerus, serta  keinginan untuk  maju dari semua komponen yang ada.  Dan pesantren dapat melakukan hal tersebut dengan dikomandoi oleh seorang kiai atau ulama tertentu.

Demikian juga dengan  madrasah dan juga sekolah serta kampus.  Artinya  lembaga lembaga pendidikan tersebut dapat memerankan dirinya sebagai lembaga yang  melakukan kegiatan dengan aturan yang jelas dan ditaati oleh semua warganya, konsisten dalam arah yang ingin dituju, serta pembiasaan terhadap hal hal yang positif dan bermanfaat, dan pastinya menjunjung tuinggi kedisiplinan dalam semua aspek.

Sudah barang pasti kondisi tersebut akan sangat terbantu, jika dilengkapi dengan berbagai fasiltas penunjang  yang dibutuhkan.  Namun demikian  fasilitas dan sarana tersebut bukanlah satu satunya factor penentu, melainkan hanya sebagai penunjang saja, sehingga kalaupun fasilitas l;engkap, tetapi mental untuk disiplin tidak ada, semuanya akan berantakan.  Demikian juga sebaliknya, jika  fasilitas minim, tetapi semangat dan disiplin tinggi,  semua  kekurangan aakan dapat diatasi.

Memang tidak mudah untuk menjadikan institusi tersebut benar benar baik, karena pasti ada  persoalan yang muncul di tengah jalan, yang dapat mengganggu  ketentuan yang sudah disepakati dan diberlakukan.  Untuk itu memang harus  ada  bebragai hal yang dibutuhkan untuk  dapat dilakukan usaha menjadikan institusi yang ada menjadi bagus dan sehat. Beberapa  persyaratan tersebut antara lain:

1.     Pimpinan yang mempunyai ghirah beras untuk mewujudkan sebuah institusi yang sehat, dan bagus, sehingga seluruh perhatian, waktu dan pemikirannya dicurahkan untuk memikirkan dan memajukan institusi.  Bagaimanapun factor pimpinan atau menejer itu sangat menentukan perjalanan sebuah institusi, bahkan warna institusi akan sangat dipengaruhi oleh sosok seorang pimpinannya.  Artinya kalau seorang pimpinan mempunyai tekat yang kuat untuk memajukan institusinya, maka dia akan sanggup untuk berkorban untuk keberhasilan dan kemajuan institusinya tersebut.  Bahkan kalaupun secara matrei dia harus merugi, tidak  menjadi masalah.  Namun  biasanya seorang pimpinan yang demikian pastilah  banyak jalan yang dilalui sehingga semuanya akan menjadi bagus, dan tidak sampai harus mengorbankan diri maupun pihak lain.

2.    Staff yang loyal kepada pimpinan dan terhadap aturan yang berlaku.  Kita memang tidak dapat membayangkan betapa sulitnya mengatur dan mengelola sebuah institusi, jika  ada staff yang mbalelo dan selalu saja tidak menurut aturan yang ada.  Bahkan terkesan menjegal kepada apapun keputusan yang telah dibuat.  Memang seorang staff yang  pinta rs erta rajin saja tidak cukup, melainkan juga harus  loyal dan bertanggung jawab atas  apapun yang diamanahkan kepadanya. Demikian juga sebaliknya  staff yang hanya loyaltetapi tidak mempunyai  kecerdasan serta kreatifitas juga akan sulit untuk diajak maju, namun akan lebih baik ketimbang staff yang  berusaha untuk  mbalelo tersebut.

Termasuk  dalam kategori staff tersebut ialah  para guru dan dosen dalam dunia pendidikan.  Mereka  menjadi  tulang punggung sebuah institusi, karena itu jika mereka tidak sejalan dengan pimpnan dalam menjalankan tugas dalam upaya mewujudkan visi, tentu akan menjadi  kesulita tersendiri, bahkan mungkin  menjadi ganjalan untuk  kesuksesan.  Sikap tidak loyal; tersebut dapat saja terjadi jika ada tujuan lain yang  terpelihara dalam diri staff tersebut, semisal  tidak ingin pimpinannya sukses mengembang amanah, karena  menjadi pesaingnya, dalam  pencalonan pemimpin  atau karena keinginan untuk memberikan kesan jelak kepada pemimpinnya dan lainnya.

3.    Sarana yang relative bagus, sehingga memungkinkan untuk dijadikan sebagai sarana  mencapai sebuah cita cita.  Artinya  factor sumber daya manusia, baik pimpinan maupun staff memang  menduduki posisi yang sangat strategis, namun kalau tidak didukung oleh fasilitas yang relative cukup, tentu  akan  menjadi sebuah  ganjalan untuk maju.  Sarana dan fasilitas tersebut dibutuhkan sebagai  pelangkap dalam upaya mewujudkan  keunggulan yang  dicita citakan.  Fasilitas tempat belajar yang nyaman,  sarana perpustakaan yang relative lengkap,  sarana  akses internet yang memadahi, laboratorium yang representative, dan  peralatan penunjang pembelajaran yang cukup, semuanya itu  merupakan pra syarat untuk dapat dikelolanya institusi menuju kesuksesan, baik dalam penyelenggaraan proses pembelajaran maupun dalam menghasilkan produk unggul yang dicita citakan.

Sesungguhnya  masih banyak hal lain yang dibutuhkan untuk mempermudah  dan mempercepat capaian keinginan ideal sebuah institusi pendidikan, namun dengan  hal hal sebagaimana tersebut, kiranya seorang pimpinan bersama dengan para staff yang ada akan mampu menjadikan institusi tersebut sebagai sebuah institusi yang handal dan menghasilkan  lulusan yang dapat dibanggakan.

Tentu  hal hal tersebut hanyalah  pra syarat semata, yang masih sangat tergantung bagaimana  mengelola institusi tersebut.  Bisa  saja  dengan fasilitas cukup lengkap, namun hasil yang ditelorkan  justru tidak memberikan kepuasan, karena proses dalam pembelajaran tidak  memberikan jaminan bahwa para lulusannya akan  berkualifikasi tertentu, semisal berdisiplin tinggi, mempunyai ketrampilan tertentu, mempunyai kepedulian terhadap sesame, dan  ada ghirah besar untuk berusaha dalam  menghadapi tantangan hidup.

Insitusi yang  bagus, tentu akan menghasilkan lulusan yang bagus dan semua itu pasti akan dapat dilihat secara kasat mata, seperti para lulusannya mendapatkan  kepercayaan tinggi di masyarakat, baik  diterima di jenjang pendidikan  yang lebih tinggi, maupun  menempati posisi penting di  pemerintahan, masyarakat dan perusahaan.  Atau dengan kata lain hamper seluruh  lulusannya tidak ada yang menjadi pengangguran., melainkan  justru  para lulusannyalah yangn kemudian  membantu para penggangguran  menjadi mau berusaha.

Tentu semuanya harus  dilakukan dengan  mengelola institusi dengan baik, transparan, akuntabel, serta  semua  pimpinan  dan staffnya terjauhkan dari praktek tercela, sep[erti korupsui dan sejenisnya.  Justru mereka harus menjadi pelopor dalam  mempraktekkan hidup bersih serta menjadi teladan dalam seluruh prilaku kebajikan. Itulah yang m,enjadi focus kita dan  prkatekkan, untuk itu semua pihak harus mendukungnya dan  berniat untuk mensukseskannya.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.