SHALAWATAN

Sebagaimana kita tahu bahwa  membaca shalawat itu sangat bagus dan dianjurkan, karena Allah swt dan juga para malaikat selalu membacakan shalawat kepada nabi Muhammad saw.  bahkan nabi Muhammad saw sendiri pernaha mengatakan bahwa siapapun umat muslim yang mendengar  nama beliau disebut dan tidak membacakan shalawat, maka dia itu termasuk  orang yang paling bakhil.  Tentu  banyak sekali keuntungan dan hikmah yang ada di dalamnya.

Rupanya  saat ini  banyak masyarakat sudah mengetahui hal tersebut, sehingga seolah menjadi booming bershalawat.  Kampus kampus juga mengadakan shalawatan bersama dengan para habib, tidak ketinggalan masyarakat kampong juga menyenanginya.  Bahkan kalau pada masa yang lalu pelaksanaan shalawat bersama seperti itu hanya dilaksanakan pada bulan Maulid saja, namun saat ini rupanya sudah  dilaksanakan sepanjang waktu.

Anak anak mahasiswa setiap jurusan bahkan juga  mengadakan sndiri sendiri dengan berlomba  mendatangkan habib ternama untuk memimpin shalawatan bersama tersebut.  Sudah barang tentu sebagai seorang muslim kita sangat bangga dengan kondisi tersebut, karena disamping menjadisyiar tersendiri, juga akan mendekatkan  masyarakat kepada nabi sekaligus juga mengingatkan untuk lebih dekat kepada Tuhan.

Pada zaman akhir seperti saat ini  kita telah menyaksikan betapa banyak maksiat dilakukan oleh masyarakat kita  tanpa rasa malu, bahkan  kejahatan pun juga dilakukan oleh manusia dengan terang terangan tanpa merasa takut dan dosa, sehingga kita menjadi miris dibuatnya.  Namun dengan hadirnya kelompok kelompok masyarakat yang mengumandangkan shalawat   hamper setiap seminggu sekali, kita menjadi oprtimis bahwa ke depan kita akan semakin lebih baik dan bersemangat dalam mengarungi hidup di dunia.

Hanya saja kita memang perlu memberikan pencerahan kepada mereka, khususnya para anak muda agar mereka tidak hanya  tertumpu kepada gebryarnya semata, melainkan juga  harus diyakinkan bahwa dengan beshalawat tersebut diharapkan akan semakin mengenal diri Rasul Muhammad saw dan sekaligus berusaha untuk menirunya, khususnya dalam  sikap dan perbuatannya yang selalu konsisten dan selalu santun dalm tindakannya.

Kita tidak perlu mempermasalahkan bentuk dan jenis shalawat yang saat ini kita  mengenal banyak sekali  shalawat, karena memang  semua itu di desain dan disusun oleh ulama yang berbeda, namun tujuannya sama  yakni memberikan  rasa ta’dhim  dan mendoakan kepada nabi Muhammad saw, sebagai bentuk kecintaan kita kepada beliau.  Ungkapannya  bisa saja bebeda, sehingga banyak  shalawat dengan nama yang berbeda pula.  Sekali lagi kita tidak peruntuk meributkan apalagi memperdebatkan shalawat tersebut.

Demikian juga kita  tidak perlu membicarakan dan emndiskusikan tentang lagu yang mengiringi shalawat tersebut, karena yang terpenting ialah bagaimana shalawat tersebut dilantunkan dengan baik dan para pendengar akan dapat mendengarkannya dengan sangat nyaman.  Namun jika  shalawat etrsebut dibaca dengan tanpa lagu sekalipun juga tidak menjadi persoalan.  Bahkan saat ini kita juga  emolhat dan mendengar bahwa shalawat tersebut diiringi dengan music rebana atau lainnya.  Itu juga tidk perlu kita bicarakan, karena tidak ada larangan untuk itu.

Kita tidak tahu apa penyebabnya saat ini bershalawat tersebut menjadi ngetrend dan digemari oleh anak anak muda.. Mungkin  ada ghirah besar di kalangan anak  muda untuk membuktikan bahwa mereka itu juga sangat  mencintai Rasul saw.  Kita semua tahu bahwa nabi Muhammad saw pernah mengatakan bahwa siapapun yang mencintainya, maka  orang tersebut akan bersama beliau di surge.  Nah, salah satu bentuk kecintaan kepada beliau ialah dengan membacakan shalawat kepada beliau sebanyak banyaknya.

Namun kita juga harus ingat bahwa bukan shalawat saja yang  emnjadi bukti bahwa kita mencintai beliau, melainkan justru yang paling dapat dilihat secara kasat mata  ialah jika kita mampu meneladani beliau dalam beribadah damn juga dalam pergaulan dengan sesame umat.  Jika Nabi Muhammad saw suka m,enjalankan shalat Sunnah disamping shalat maktubah, maka dengan mengikuti jejak beliau, kita  berarti mencintai beliau.

Demikian juga ketika kita tahu bahwa beliau snagat memperhatikan shalat malam, shalat dluha dan menyantuni anak yatim dan lainnya, maka   sebagai wujud kecintaan kita kepada beliau maka kita harus menjalani kehidupan sebegaimana yang beliau lakukan.  Sebnaliknya jika kita berkali kali menyatakan bahwa kita mencintai beliau, namaun dalam praktekkanya tidak pernah menjalani apapun yang menjadi kesayaangan beliau, maka  pernyaaan cinta  tersebut hanya omong kosong dan bohong belaka.

Itulah kenapa kita membutuhkan membaca shalawat, tetapi bukan berarti kemudian kita mengingkari semua yang dilakukan oleh beliau.  Kita  akan benar benar dianggap mencintai beliau yang kemudian akan masuk surge bersama beliau, jika kita memang meu  melakukan  dan meneladani beliau dalam berbagai hal, seperti ibadah, pergaulan dengan sesame umat manusia, dan juga dalam kecintaan kita terhadap anak anak yatim.

Namun apapun yang saat ini terjadi, yakni maraknya  bershalawat, kita perlu bersyukur, karena itu merupakan salah satu tanda bahwa  syiar Islam masih ada dan bertahan untuk sebuah kebajikan yang diidamkan oleh umat muslim. Namun sekali lagi kita  juga harus tetap membimbing mereka agar tidak salah langkah dalam mengarungi hidup di dunia ini, yakni dengan terus menekankan bahwa  keselamatan kita akan sangat ditentukan oleh langkah kita sendiri.

Artinya jika kita mau meneladani Nabi dan juga para ulama, insyaallah  akan berada dalam  koridor kebenaran dan pada saatnya nanti  juga akan mendapatkan keselamatan.  BIasanya anak muda  sering lupa tentang masa deopannya,  lebih lebih tentang kehidupan akhirat, karena itu persoalan tersebut harus terus didengungkan kepada mereka serta  dilakukan pembinaan yang rutin, sehingga mereka tidak akan pernah lupa.

Kita juga harus terus mengingatkan kepada anak anak muda kita untuk disamping  selalu memperbanyak membaca shalawat juga  banyak membaca kitab suci al-Quran, karena kita  suci umat muslim tersebut fungsinya adalah sebagainpedoman hidup, sehingga kalau tidak dikaji dan dibaca, maka kita tidak mungkin akan mengetahui isi kandungannya.  Lantas bagaimana caranya kita menjadikannya sebagai pedoman dalam hidup ini? Tentu itu sangat  mustakhil terjadi.

Biarlah mereka saat ini  sedang gandrung membaca shalawat, karena itu jauh lebih bagus ketimbang melakukan aktifitas yang sama sekali tidak ada manfaatnya, sepertyi ngerumpi,  balapan motor dan bahkan minum minum dan sejenisnya.  Untuk  saat ini biarkan merka untuk menimati shalaweatan tersebut, dan nanti pada saatnya kita juga akan meminta mereka untuk melakukannya untuk kitab suci al-Quran, baik dengan lagu maupun tidak.

Kita berperasangkan baik saja bahwa mereka yang saat ini gandrung bershalawat sesungguhnya juga sudah gandrung terhadap membaca al-Quran, sehingga mereka memang menjadi generasi baik yang kita harapkan bersama, dan kita harapkan pula akan menerima edtafet kepemimpinan saat ini.  Ada kalanya memang kita harus yakin bahwa siklus kebajikan akan muncul di kemudian hari, sehingga kita dapat mendorongnya agar  mereka benar benar menjadi andalan kita dan umat islam.

Semoga harapan kita tersebut memang akan menjadi kenyataan dan  Islam akan kembali menjadi  idola bagi umat, sehinggakehidupan ini akan disetir oleh syartiat islam.  Denga  begitu kita akan dapat menyaksikan betapa indahnya hidup bermasyarakat dengan semua organnya sangat baik dan taat terhadap aturan main yang  ditetapkan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.