RENCANA PENERIMAAN CALON MAHASISWA

Segala sesuatu jika direncanakan dengan baik dan matang, tentu hasilnya akan maksimal dan mendekati dengan apa yang kita inginkan, termasuk rencana penerimaan  calon mahasiswa baru, meskipun  waktunya masih cukup panjang.  Sayangnya memang kebanyakan diantara kita sukanya mendadak, jika  sesuatu sudah di depan mata, barulah ribut dan  jarang sekali yang mau merencanakan sesuatu jauh  hari sebelum waktunya.

Nah, untuk saat ini waktu penerimaan calon mahasiswa baru memang masih lebih dari setengah tahun, namun tidak ada jeleknya dan bahkan sangat bagus jika kita sudah merencanakannya sedemikian rupa, sambil  dalam perjalannnya kita akan  emperbaiki hal hal yang dirasakan kurang, termasuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang hal tersebut, bahkan juga kemungkinan  dengan bertambahnya program studi baru dan lainnya.

Lebih lebih jika  penerimaan  calon mahssiwa bartu tersebut terkait dengan penerimaan secara nasional, sehingga memang diperlukan kebersamaan dalam berbagai hal.  Sebagaimana kita tahu bahwa sistem penerimaan calon mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri, saat ini dikenal dengan 3  jalur, yakni jalur SNMPTN atau kalau  di kementerian agama dikenal dengan SPAN PTKIN, kemudian SBMPTN, yang kalau di kemenag dikenala dengan UMPTKIN dan juga jalur mandiri.

Kita juga sudaha memulai  pada tahun 2016 ini dengan  test yang berbasis komputer atau dikenal dengan CBT, meskipun  hanya di beberapa titik  saja, karena memang memerlukan proses yang tidak mudah, apalagi kalau kemudian seluruh PTN  menggunakan test model tersebut, maka harus dipikirkan tentang waktu pelaksnaaannya dan lain nya.  Semua itu memerlukan persiapan dan kelengkapan alatnya, sehingga  tidak mungkin akan diberlakukan secara bersama sama.

Pada saat ini kita juga menghadapi  banyak persoalan, sehingga kepala negara sudah mewanti wanti kepada seluruh kementerian dan lembaga untuk berhemat dan efisien dalam penggunaan anggaran  dan tentu pula  diharapkan semuanya dapat diefisienkan, termasuk  test masuk perguruan tinggi negeri, sehingga secara riil kemudian diusulkan oleh kementerian agar tes tulis yang bisaa disebut dengana  SBMPTN  dapat sekaligus digunakan sebagai test jalur mandiri.

Artinya  tidak ada lagi jalur mandiri yang menggunakan test, sehingga anggaran akan dapat di efisienkan, yakni tanpa harus ada seleksi  jalur mandiri, cukuplah  PTN menggunakan hasil test tulis SBMPTN yang sudah dapat diakses di panitia.  Namun persoalannya tidak semata hanya persoalan test tersebut, melainkan ada persoalan lainnya yang harus dipertimbangkan lagi, sehingga tidak  begitu mudah hanya mengambil hasil test SBM PTN semata.

Ada sebagaian masyarakat yang  sudah lulus SMU sejak beberapa tahun silam, dan kemudian  ada minat untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, padahal untuk dapat mengikuti tast SBM PTN  dibatasi usia ijzaahnya, sehingga mereka tidak dapat mengiktui test SBMPTN tersebut.  Nah, kalau kemudian tidak ada test mandiri lagi, maka secara otomatis mereka tertutup kemungkinannya untuk dapat  melanjutkan studinya di PTN, dan itu tentu akan menimbulkan prites dari amsyarakat.

Tentu jika  untuk jalur SBM PTN di perluas pesertanya, yakni termasuk emreka yang sudah lulus SMLTA kapanpun, maka itu juga  akan menimbulkan banyak persoalan, khususnya tentang jumlahnya yang mungkin akan meningkat secara signifikant dan itu juga memerlukan kesiapan panitia.  Nah, karena itulah sejak saat ini  kita harus mempersiapkan diri  mengenai rencana penerimaan  calon mahssiwa tahun 2017 nanti.

Sikap yang paling bijak ialah bagaimana kita mengkaji terlebih dahulu megenai kemungkinan kemungkinan perubahan tersebut, sehingga semuanya akan dapat berjalan dengan mulus dan tidak menimbulkan masalah yang sulit untuk diatasi.  Artinya  kemungkinan kemungkinan tersebut memang harus dibahas dan dikaji secara matang tentang kemungkinannya dan sekaligus juga dilakukan simulasinya sehingga kita akan daat memperkirakan segala kemungkinannya, baik  kemulusannya maup[un ketersendatannya.

Kemungkinan besar untuk jalur mandiri ada tahun 2017 masih akan tetap dijalankan, karena  masih ada banyak pertimbangan yang harus diperhatikan.  Memang secara lahir  anjuran untuk menggunakan data nilai SBM PTN  sebagai pertyimbangan  menerima calon mahasiswa baru jalur mandiri, tampak memudahkan, namun  kalau  dikaji lebih mendalam dan rinci kemungkinan akan timbul banyak persoalan, seeprti keinginan masyarakat untuk  memilih program studi yang  berubah setelah melakukan ujian tulis dan  juga tentang  adanya  calon yang tidak mengikuti SBMPTN dan lainnya.

Masalah yang mudah timbul dengan sistem seperti itu ialah jika sebuah PTN ternyata tidak  mendapatkan banyak peminat dalam SBM PTN, sehingga mereka tidak akan mempunyai alternatif untuk menerima calon maahasiswa baru tersebut.  Taruhlah kalau kemudian sistemnya disempurnakan, yakni  para calon mahasiswwa tersebut tetap harus mendaftar di PTN tanpa harus membayar dan kemudian panitia hanya  mendasarkan diri kepada  hsil test SBMPTN, maka itu juga masih akan menimbulkan persoalan lainnya.

Mungkin  kalau nanti ditemukan cara yang  handal untuk menjadikan hasil dari SBMPTN sebagai basis untuk menerima calon mahasiswa jalur mandiri, tentu smeuanya akan dilakukan denganlegowo dan apalagi kalau hal tersebut lebih efisien, maka itulah yang  akan ditempuh.  Namun selama masih menyiskana banyak persoalan, kita tentu tidak akan gegabah menjalankannya, karena resikonya terlalu banyak, dan kemungkinan juga akan diprotes oleh masyarakat kampus sendiri, karena  waktu untuk sosialisasi juga  terlalu sempit karena sampai saat inibelum ditemukan formulanya yang terbaik.

Tadi malam panitia  penerimaan  calon mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN telah berkumpul dan membicarakan tentang persiapan pelaksanaan penerimaaan calom mahasisqa tersebut.  Tentu banyak hal yang dibicaraan, termasuk proses yang harus dijalani oleh panitia , termasuk juga memp3rsiapkan materi test yang berkualitas serta mengevaluasi  pelaksanaan test pada tahun 2016 ini, sehingga  kemudian dapat disimpulkan tentang benyak hal yang harus diperbaiki dan  menhyiapkan pelaksanannya  tahun depan dengan labih bagus lagi.

Sudah barang tentu pertemuan tadi malam bukan merupakan pertemuan tunggal yang kemudiana  akan dilaksanakan hasilnya,  melainkan  masih harus dilakukan pertemuan lanjutan untuk mematangkan rencana dan segala sesuatu yang harus dipersiapkan agar panitia dapat melakukan kerja dengan sangat baik, dan hasilnya pu8n juga dapat dibanggakan.  Kerja kerja pokja juga akan diintensifkan kembali untuk mempersiapkan benyak hal, utamanya tentang soal test dan juga pedoman operasional baku pelaksnaannya.

Dengan demikian sesunggunya pertemuan  tadi malam merupakan pertemuan awal  dalam merencanakan secara keseluruhan  penerimaan calon mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri.  Harapannya  akan semakin membaik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.  Apalagi untuk tahun 2017 nanti kepanitiaan juga  berpindah, meskipun untuk pokjanya masih akan terjadi kombinasi yang dengan mempertahankan yang sudah ada dan ditambah dengan  beberapa lainnya, agar ada kesinambungan kerja dan  sebagai upaya kad4risasi juga.

Denbgan dimualinya kerja panitia penerimaan calon mahsiwa baru di tingkat nasional ini, kita juga  berharaop  bahwa calon panitia penerimaan  mahasiswa barui di eprguruan tinghgi juga harus  disiapkan agar mereka dapat bekerja dan sekaligus menyesuaikan diri dengan kondisi yang memang sudah berubah.  Persoalan sosialisasi, barangkali menjadi sangat krusial untuk diperhatikan, karena dengan sosialisasi yang baik, masyarakat akan lebih mengenal dan sekligus  akan banyak pilihan untuk bergabung dengan perguruan tinggi kita.

Hal yang sangat perlu diperhatikan lagi ialah bagaimana kita  erus berusaha untuk meningkatkan kualitas serta memberikan pelayanan terbaik bagi mereka, sehingga mereka akan menjadi semakin mantap untuk bergabung dengan kita dalam mengejar masa depan mereka. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.