SELAMAT UNTUK KORPRI

Barangkali kita harus melupakan masa lalu yang kurang sedap, yakni pandangan miring kepada keluarga besar korp pegawai republik Indonesia yang dinilai sebagai pegawai paling malas dan sama sekali tidak produktif.  Namun demikian juga  juga harus rela dan  menerima stempel apapun terhadap PNS tersebut yang mamamg dalam kenyataannya pada maa yang lalu sedemikian buruk dan kinerjanya yang tidak jelas pula.

Akan tetapi sebagai bagaian dari korpri tersebut saat ini kita memang harus menunjukkan  diri sebagai pegawai yang sama sekali berbeda dengan stigma jelek tersebut.  Memamg  cukup sulit bagi kita untuk membuktikannya, namun kiranya  tidak ada sesuatu yang tidak dapat diusahakan, termasuk memulihkan citra korpri tersebut.  Syaratnya ialah bahwa kita harus benar benar serius dalam mengembalikan citra tersebut dengan bekerja keras dan  menghindari apapun yang dapat  menjadeipenilain buruk masyarakat.

Jika bukan karena  mengembalikan nama baik, barangkali  cukup ringan, yakni jika kita  melakukan perbuatan dan kerja baik, kemungkinan orang akan memberikan penilaian yang positif, akan tetapi jika  sebelumnya sudah sedemikian dikenal sebagai kelompok pemalas dan  bahkan sebagai pegawai yang hanya  menghabiskan anggaran negara saja, maka  untuk membuktikan bahwa  saat ini korpri sudah berbeda, memang cukup sulit dana berat.

Kalaupun kita sudah berubah 180 derajat, namun masih ada beberapa  anggota korpri yang masih  mempraktekkan  kebiasaan lamanya, maka masyarakat akan  tetap sulit untuk mempercayai kita yang sudah berubah  menjaid baik.  Setidaknya kita harus dapat membuktikan  kinerjakita sebagai sebuah kenyataan baik di sebuah  instansi atau sebuah lembaga  negeri tertentu.  Dengan begitu lama kelamaan masyarakat akan dapat mengubah image nya terhadap korpri tersebut.

Kita memang tahu, setidaknya pernah mendengar bahwa pada masa yang lalu,  khususnya pada saat orde Baru, para pegawai negeri seolah menjadi pegawai yang sangat merugikan  negara dan masyarakat.  Bagaimana yidak, kalau mereka digaji dengan uang rakyat, tetapi kerjanya sama sekali tidak jelas.  Pada  saat mereka memulai pekerjaaan saja  tidak jelas  dai jam berapa,  dan kalaupun ada pedoman dan ketentuan disiplin bagi mereka, maka itu hanyalah sebuah formalitas semata.

Pada prakteknya mereka biasanya  memlai kerja sekitar jam 8 pagi atau  banyak juga yang datangnya  sekitar jam 9 pagi.  Sesampai di kantor mereka kemudian membuka koran sampai  sekitar satu jam, kemudian mereka kebanyakan pergi lagi untuk mengurusi keperluan pribadi mereka sendiri, seperti ke pasar untuk berbelanja, untuk melakukan transaksi tertentu, dan lainnya.  Hal seperti itu sudah menjadi sebuah kebiasaan dan lumprah sehingga mereka tenang saja, dan masyarakat pun juga melihatnya sebagai sebuah kenyataan yang tidak mungkin dihindari.

Bahkan mereka dengan sesenaknya saja tanpa malu melakukan  kegiatan  di luar tugasnya, seperti berbelanja di pasar dengan menggunakan seragam korpri.  Sebagaimana kita tahu bahwa pada masa yang lalu anggota korpri, khususnya di Jawa tengah sangat mudah dikenali, karena setiap hari senin, mereka dapat dipastikan memakai seragam kebanggaan korpri.  Demikian juga pada setiap tanggal 17, dan pada saat saat peringatan hari besar nasional.

Tentu kita sama sekali tidak heran jika pada hari senin, banyak orang berkiliaran di pasar dengan memakai seragam korpri tersebut, tanpa merasa risih atau merasa bersalah, karena  meninggallan tugas.  Namun sekali lagi saat ini pemandangan seperti itu  sudah tidak terlihat, karena  kedisiplinan mereka  sungguh sangat diperhatikan, bahkan ada sebagian instansi yang benar benar memberikan sanksi jika ketahuan mereka  pada jam kerja berada di luar kantor bukan untuk mengemban  amanah pekerjaan.

Memang kondisi ini belum cukup untuk meyakinkan masyarakat bahwa anggota korpri tersebut, saat ini sudah berubah total menjadi sangat baik.  Namun  kita tidak perlu khawatir bahwa  penilaian masyarakat akan tetap begitu, karena bagaimana pun secara  hakiki  mereka saat ini sudah menjadi  sangat disiplin dan kinerjanya pun juga sudah dapat diukur dengan jelas.  Bahkan pemandangan mereka berkeliaran di berbagai tempat pada saat jam kerja pun juga sudah tidak terlihat lagi.

Memang ketika kita sebagai anggota korpri bekerja, bukan untuk sekedar dinilai oleh masyarakat, meainkan memang benar benar ingin  dinilai oleh Tuhan sebagai pekerja yang benar dan ketika memperoleh gaji akan benar enar halal.  Persaoalan penilaian masyarakat,  ita yakin dan pasrah saja kepada yang di Atas, karena yang terpenting bagi kita  ialah bagaimana kita menjalankan kewajiban dan tanggung jawab tersebut dengan  baik.

Pada saat ini korpri tentu akan terus berbenah dan memperbaiki citra dan kinerjanya, apalagi ketika saat ini memperingati hari ulang tahunnya, tentu harus ada ghirah dan semangat yang menyala untuk terus meningkatkan pekerjaannya dengan sangat bagus, bahkan harus ada target  kerja yang  dicapai sesuai dengan rencana yang disusun sebelumnya.

Munculnya tunjangan kinerja bagi mereka, tentu ahrus diartikan sebagai penghargaan atas prstasi  kerja, bukan karena mereka sebagai PNS, karena itu  seharusnya bukan seluruh PNS yang diberikan tunjangan kinerja, melainkan mereka yang benar enar  mempunyai prestasi kerja saja yang akan diberikan tunjangannya.  Dengan demikian, kita nanti dapat menyaksikan  mereka akan berlomba dalam menjalankan tugasnya dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik darisebelumnya.

Seara umum kita  sudah melihat peningkatan kinerja mereka, dan kita juga dapat menyaksikan betapa mereka sangat disiplin dalam  masuk kerja, khususnya  ketika mengawali dan mengakhiri kerjanya, meskipun di sebagian instansi masih ada juga yang kemudian  pada saat jam kerja tidak berada di tempat.  Hanya saja jumlahnya dapat dihitung dengan jari, dan selebihnya  sudah berkerja sesuai dengan rentangan waktu yang telah ditetapkan.

Lebih khuusus lagi mereka yang bekerja dan  berada di lembaga pendidikan tinggi,  kita dapat melihatnya  cukup bagus dan disiplin, bahkan mereka yang melanggar ketentuan dari didplin PNS, mereka akan dikenakan sanksi secara bertahap sebagaimana ketentaun dalam PP 53 yang sangat dikenal oleh seluruh anggota korpri.  Barangkali memang masih ada sebagian diantara mereka yang merasa terpaksa dalam menjalani pekerjaannya, namun  itu hanyalah sementara, karena  pada saanya nanti mereka akan menjadi terbiasa juga.

Peraan dari para pmpinan  di instansi dan atau lembaga memang sangat  strategis, karena jika pimpinan  tegas dalam menerapkan aturan main, dan sekaligus juga emmberikan teladan dalam hal tersebut, maka  para anggota tentunya akan  dengan senang hati menjalaninya, dan tentu  akan menjadi sebaliknya jika para pimpinanya justru melakukan sesuatu yang  sama sekali berbeda dengan atuarn yang diterapkan, maka  mereka akan sulit untuk menerima dan menjalankannya.

Bagiamanapun saat ini kita sudah  cukup bangga dengan kinerja PNS dimanapun berada, karena dibandingkan dengan  sebelumnya, sudah sedemikian berbeda  dan semakibn  bagus.  Hanya saja memang kita tidka boleh beruas diri, melainkan  setiap saat harus terus mawas diri dan berusaha untuk meningkatkan kualitas dan kinerja.  Insyaallah pada saatnya semuanya akan menjadi semakin baik dan rizki yang kita dapatkan pun juyga akan berkah.

Sekali lagi selamat untuk korpri semua ke depan akan semakin membaik dan  masyarakat akan semakin percaya dan merindukan kinerjanya  memberikan manfaat yang tampak dan dapat dirasakan oleh masyarakat dengan mudah.  Kita harus mebuktikan diri bahwa kita memang merupakan sosok yang dapat dipercaya dan dirindukan oleh masyarakat dalam menjalankan kerja, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.