MESRA DALAM DOA

Mungkin  tidak tepat ungkapan mesra di sini, namun maksudnya ialah bagaimana kita mampu berdoa dengan menghadirkan seluruh jiwa kita dengan rasa senang dan penuh harapan kepada Tuhan, sehingga Tuhan akan  mendapatkan permohonan yang kita panjatkan itu tidak terasa hambar atau main main, melainkan sungguh sungguh.  Memang mesra itu biasanya digunakan untuk  hubungan diantara seama manusia, bahkan seringkali  dihubungkan dengan laan jenis.

Namun kenapa kita tidak mampu menghadirkan  kemwesraan bersama Tuhan, kalau kita memang mencintai Tuhan dan melakukan mseua perintah Nya serta menjauhi larangan Nya.  Hubungan  kita dengan Tuhan tentu bukan seperti layaknya  hubungan kita dengan sesame umat manusia, melainkan hubungan  kita dengan Sang Pencipta.  Dengan demikian kemesraan hubungan tersebut  dapat dilihat dari sringnya kita berhubungan dan melakukan komunikasi dengan Nya.

Jika kita diwajibkan menghadap kepada Tuhan, minimal 5 kali dalam sehari semalam, maka itu artinya kita tidak boleh berhubungan dengan Tuhan kurang dari minimal tersebut, terkecuali jika memang kita sedang sangat disibukkan dengan sebuah persoalan dan kita sedang berada di tempat yang sangat jauh dari tempat tinggal kita.  Dalam keadaan tersbeut kita bahkan dapat melakukan  shalat dan menghadap Tuhan hanya  dalam tiga kali saja.

Tetapi sekali lagi itu batas minimalnya,  dan tentu akan jauh lebih bagus jika kita melakukannya  lebih banyak lagi yang secara rutin kita jalankan.  Untuk itu disamping menjalankan kewajiban shalat lima waktu tersebut, kita juga  seharusnya membiasakan diri dengan menjalankan ibadah  Sunnah, seperti shalat tahajjud, shalat dluha, dan shalat Sunnah rawatib.  Tidak cukup dengan  menjalankan shalat tersebut, kita juga sebaiknya selalu berdzikir dan membaca kalam ilahi setiap saat agar kita selalu  nyambung dengan Tuhan.

Hubungan kita dengan Tuhan yang selalu kita jalin setiap saat, tentu akan lebih  tampak mesra dibandingkan jika kita  berhubungan dengan Nya  secara formal dan terbatas semata.  Tuhan  lah yang menentukan seluruh  urusan, termasuk nasib kita, baik di dunia maupun di akhirat.  Karena itu sudah selayaknya kita selalu memohon kepada Nya  agar diberikan sesuatu yang terbaik dan  sekaligus juga menyenangkan bagi diri, dan orang lain.

Memang secara umum Tuhan sendiri tidak memberikan petunjuk  bagaimana cara berdoa yang terbaik.  Nabi juga  secara rinci tidak memberikan persyaratan.  Hanya saja kemudian para ulama  memberikan batasan dan kelayakan berdoa dan memohon kepada Tuhan, agar kiranya Tuhan nantinya akan memberikan dan  mengabulkan apa yang kita minta.  Tata cara tersebut  tentu bukan mutlak, melainkan sebagai ikhtiyar agar kita lebih diperhatikan dalam berdoa tersebut.

Imam Ghozali mislanya telah memberikanpersyaratan berdoa, tentu dengan syarat yang sangat masuk diakal kita.  Beliau mengatakan jika kita berdoa kepada Tuhan dan ingin bahwa doa kita dikabulkan oleh Nya, maka  kita harus melakukan dan emmenuhi beberapa tata cara tertentu.  Teta cara tersebut ialah harusn membersihkan diri kita dari barang yang haram.  Artinya  untuk mendapatkan apa yang diinginkan dari doa, kita mesti berusaha untuk menghindarkan diri dari keharaman dan banyak menjalankan kebajikan.

Dengan demikian seluruh  apapun yang masuh ke dalam perut kita, baik makanan maupun minuman haruslah  dari yang halal, baik substansinya maupun proses mendapatkannya.  Artinya  halal secara substansi ialah kalau apa yang kita makan maupun yang kita minum itu memang  halal, seperti nasi, jagung, umbi umbian dan sejenisnya. Lalu juga air putioh, the, kopi jahe dan sejenisnya.  Sedangkan  halal secara prosesnya ialah jika cara mendapatkannya itu  melalui transaksi yang benar, seperti membeli, diberi, memanen  dari ladangnya sendiri dan lainnya, dan bukan dari mencuri, menipu dan lainnya.

Kemudian juga pakaian yang melekat didalam tubuhnya  serta apapun yang dipakainya juga  didapatkan dari yang halal, baik substansinya maupun prosesnya juga.  Jadi  menghindarkan diri dari hal hal yang haram itu secara keseluruhan, seihingga   pada saat kita berdoa seharusnya diri kita memang sudah benar benar suci lahir dan batin.  Apakah hanya itu persyaratan berdoa kepada Tuhan agar dapat dikabulkan? Ternyata tidak cukup, melainkan harus juga dilengkapi dengan syarat lainnya.

Sayarat lain yang dimaksudkan tersbeut ialah sayarat konsentrasi pemnuh pada saat berdoa.  Artinya  ketika kita doa sedangkan pikiran kita sedang tidak focus dan mungkin sedang memikirkan seuatu yang lain selain Tuhan, atau sama sekali ketika sedang kalut sejhingga tidak ammpu untuk berpikir dan focus, maka saat seperti itu tidak baik untuk berdoa, karena tentu kita tidak akan konsentrasi dnegan apa yang kita mau dan inginkan.

Memang ada juga cara lain untuk mengatasi pikiran dan hati yang sedang kalut dan tidak karuan dalam focus, semisal sedang banyak persoalan dan lainnya. Nah, cara alternating yang dapat ditempuh ialah dengan mengambil air wudlu, karena air wudlu tersebut akan mampu mendinginkan pikiran kita dan juga hati.  Untuk itu segeralah mengambil air wudlu dan kemudian jalankan shalat dengan mengupayakan serius dan focus.

Biasanya kefokusan itu  dpaat diocari dengan ebrbagai cara, salah satunya dengan mengambil air wudlu seprti tersebut. Namun ada  cara lain yang sesungguhnya  sangat mudah untuk dicari jika memang kita mau, yakni mencari waktu dimana tidak banyak orang memperhatikan kita.  Jika kita mampu bangun malam lalu ambil air wudlu  dan shalat tahajjud, insyaallah kita akan mampu mengusir banyak hambatan hubungan kita dengan Tuhan.

Nah, pada saat seperti itulah kita biasanya akan dengan mudah focus dan memohon kepada Tuhan  dengan sepenuh hati.  Nah, jika persyaratan sebegaimana yang disebutkan di atas, yakni membersihkan diri kita dari segala dosa dan keharaman, maka  berdoa pada saat kebanyakan manusia seang tidur lelap itu snagat nikmat dan sangat mesra berhubungan dengan Tuhan.  Bahkan terkadang tidak terasa kita akan melinangkan air mata disebabkan ingatan kita kepada  masa lalu yang penuh dengan dosa mislanya. manfaatkan kondisi seprti itu sebanyak banyaknya dan berdoalah sepuasnya, insyaallah  Tuhan  akan mengabulkan permohonan kita, meskipun tidak instan.

Kalau kita memang berkeinginan untuk  banyak  berhubungan secara mesra dengan Tuhan, tidak ad acara lain , terkecuali kita harus mendekatkan diri dengan Nya  melalui  shalat dan doa yang selalu kita panjatkan serta dzikir yang tidak henti dalam setiap saatnya.  Sesungguhnya bukan hanya para kekasih Tuhan saja yang dapat berhubungan mesra dengan Tuhan, melainkan siapapun akan mampu melakukannya asalkan dengan persyaratan sebagiamana disebutkan di atas.

Jika para kekasih Tuhan, atau para waliyullah  selalu mendapatkan karunia Tuhan, maka  kita pun yang dapat menjalin hubungan mesra dengan Tuhan, pastinya juga akan dapat karunia Nya  sebagimana mereka.  Untuk itu mari kita lakukan yang terbaik  sesuai dengan kemampuan kita masing masing, khususnya yang terkait dengan  menjalin hubungan terbaik dengan Tuhan.  Kita berharap bahwa dengan jalinan hubungan tersebut, kita akan semakin dekat dengan Nya dan seluruh doa kita akan dikabulkan Nya. Amin.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.