DOA UNTUK ORANG TUA

Mungkin sebagian diantara kita belum yakin  bahwa kekuatan doa itu sungguh sangat dahsyat, bahkan akan mampu menembus tembok yang  sangat kokoh sekalipun, apalagi doa  orang tua kepada anak anaknya.  Memang semata mata doa itu tidak patut, karena manusia itu memang harus berusaha, akan tetapi sebaliknya berusaha saja tanpa doa juga tidak patut.  Untuk itu sudah seharusnya jika kita harus berusaha  sekuat tenaga, lalu kita juga berdoa dan tawakkal kepada Allah swt.

Ada kalanya memang  sesuatu itu tidak diusahakan secara langsung, namun cukup dengan memohonkan doa semata, karena  yang  seharusnya berusaha ialah pihak yang  didoakan.  Sebagai contoh kalau kita  mendoakan  agar orang yang kita  cintai selalu diberikan kesehatan, maka yang semestinya berusaha menjaga kesehatan ialah  pihak yang didoakan.  Sedangkan pihak yang mendoakan cukuiplah  meminta kepada Tuhan agar memberikan kesehatan kepada yang kita doakan tersebut.

Tentu akan lain halnya jika sesuatu yang kita pinta tersebut berkaitan dengan kita sendiri, semisal meminta dilancarkan rizki, meminta sehat dan lainnya, sudah barang tentu disamping berdoa, juga harus sekaligus berusaha, karena tanpa usaha yang  maksimal, maka doa tersebut tidak akan dikabulkan oleh Tuhan.  Kita tahu bahwa Tuhan tidak  akan memberikan  sesuatu kepada hamba Nya yang meminta, secara langsung, melainkan akan diberikan atau dikabulkan bersamaan dengan usaha yang dilakukannya.

Jika kita meminta   dilapangkan rizki, tentu kita juga harus membarengkannya dengan usaha yang keras untuk mendapatkan rizki tersebut.  Demikian juga jika kita  memohon kepada Tuha  agar diberikan kesehatan, tentu juga harus  mengusahakannya, seperti hidup teratur, makan  makanan yang sehat,  olah raga, dan istirahat yang cukup dan lainnya. Itulah hal yang seharusnya kita tempuh, agar kita dapat hidup secara selaras dan seimbang, antara usaha dan doa.

Terkadang kita memang menjumpai pihak yang terlalu menyandarkan segala sesuatu  dengan doa.  Bukannya tidka bagus, melainkan seharusnya kita juga rasional, sehingga doa yang kita panjatkan  akan bernilai dan memperkuat keyakinan kita.  Artinya jika  kita sudah berusaha dengan segala kemampuan, lalu kita  memohon kepada Tuhan agar apa yang sudah kita upayakan tersebut dapat menghasilakn  sesuatu yang baik, tentu itu merupakan sikap rasional dan akan memperkokoh hati dan keyakinan kita.

Bahkan kalaupun misalnya ternyata Tuhan tidak emngabulkan permohonan kita tersebut, kita masih akan mampu untuk menyikapinya dengan  bijak, seperti   mengambil hikmahnya, yakni  dengan usaha yang lebih lagi di waktu kemudian, atau dengan  meyakini bahwa apa yang telah diputuskan oleh Tuhan itulah yang terbaik bagi kita, sebab yang terbaik bagi kita tersebut terkadang justru tidak  sebagaimana yang kita mohon.

Nah, jika seseorang  menyandarkan kepada Tuhan mengenai hal yang sesungguhnya sudah  diputuskan oleh Tuhan dan sudah kita ketahui, lalu dia berdoa agar Tuhan  mengubah keputusan tersebut melalui  manusia lainnya, maka itu justru akan semakin membuat diri kita menderita, karena  tidak mampu menerima apapun yang sudah diputuskan oleh Tuhan.  Contohnya ialah jika  seseorang sedang mengikuti sebuah  kompetisi, lalu hasilnya sudah ada, yakni dirinya tidak lolos, meskipun belum diumumkan secara resmi, lalu kita berdoa agar kita  dimasukkan kedalam golongan yang lolos, tentu hal tersebut akan semakin membuat dia  tersiksa.

Seharusnya jika memang sudah diketahui keputusannya, kita segera mengalihkan perhatian kepada masalah yang lain,  dan masalah yang sudah terjadi biarlah terjadi dan kita dapat mengusahakan sesuatu yang lain  dan tetap berdoa kepada Tuhan.  Doa memang sangat diperlukan oleh kita, namun jika posisinya sudah sebegaimana tersebut, maka doa tersebut pasti tidak akan mungkin dikabulkan.  Seharusnya doanya diganti dengan yang lain,  seperti memohon agar usahanya  yang akan dilakukan  berikutnya, akan mendapatkan kemudahan dan kesuksesan.

Kita memang mengatahui bahwa Tuhan  menganjurkan dan meminta kepada makhluk Nya, agar kita memohon kepada Nya dan Tuhan juga berjanji  akan memenuhi  dan mengabulkannya.  Namun kita juga harus tahu bahwa  pengabulan doa tersebut itdak otomatis  dalam waktu yang cepat atau  berupa sesuatu sebagaimana ynag kita minta, melainkan akan disesuaikan dengan posisi kita.  Lalu apakah  janji Tuhan yang  akan mengabulkan permohonan kita tersebut bohong?  Sudah pasti tidak, dan janji Tuhan pasti ditepati.

Hanya saja  terkadang kita salah dalam memahami  firman Tuhan yang akan emngabulkan doa hambaNya tersebut.  Tidak mungkin Tuhan  kemudian akan mengabulkan semua permohonan hamba Nya, jika hal tersebut tidak cocok  untuk hamba tersebut.  Semisal ada orang yang sangat ingin menjadi presiden, lalu dia berdoa kepada Tuhan agar dijadikan presiden.  Tentu permohonan yang demikian pastinya tidak akan dikabulkan, karena jika dikabulkan pasti tidak mungkin, karena  kalau ada 10 orang hamba  saja yang meminta  menjadi presiden, padahal posisi presiden hanya  untuk 1 orang, pastinya tidaka akan sesuai.

Sebagaimana kita sebutkan  di atas bahwa  doa yang kita panjatkan harus  dibarengi dengan usaha yang maksimal, terkecuali doa yang dipohonkan untuk p[ihak lain, maka itu tidak harus diupayakan oleh yang berdoa.  Hanya saja doa yang demikian jika dipenuhi syarat syaratnya, insyaallah  akan dikabulkan oleh Tuhan, karena bagi Tuhan sesungguhnya tidak ada  sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan.

Ketika ada anak yang  shalih  dan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan melalui  berbagai kegiatan yang dilakukannya, seperti banyak beribadah mahdlah kepada Tuhan, suka menolong orang lain yang membutuhkan, berkepribadian dan berperilaku baik serta tidak mempunyai sifat sifat rendah yang biasa menghinggapi banyak orang, seprti dendam,sakit hati, tamak, dan lainnya, lalu anak tersebut mendoakan kepada orang tuanya agar mereka diberikan kesehatan dan  panjang usia dan juga seluruh kesalahan dan dosanya diampuni oleh Nya, tentu sangat mungkin Tuhan mengabulkannya.

Bukankah nabi Muhammad saw  juga pernah bersabda bahwa ketika  anak Adam meninggal maka seluruh amalnya akan terhenti atau terputus, terkecuali tiga hal, yakni shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan juga anak shalah yang mendoakan kepada orang tuanya.  Jadi jika  syarat terpenuhi, yakni  keshalihan anak,  maka doanya insyaallah akan dikabulkan.

Lalu bagaimana dengan mereka yang berdoa bukan untuk orang tuanya, melainkan untuk anak anak, dan juga orang lain? Apakah syaratnya juga harus shalih sebagaimana tersebut?.  Secara umum sudah pasti bahwa  keshalihan tersebut merupakan sayarat utamanya.  Pengertian shalih tersebut tentu akan meniscayakan pada  bberapa hal yang biasanya di persyaratkan orang  untuk  terkabulkannya doa, yakni menjaga diri dari makanan dan minuman yang tidak halal, menjaga diri untuk tidak memakai pakaian yang haram, dan juga  pada saat berdoa,  pikiran dan hatinya benar benar focus untuk meminta kepada Tuhan.

Dengan begitu kiranya  sebagai anak, kita  sudah seharusnya selalu mendoakan kepada orang tua kita, baik yang masih hidup meupun yang sudah wafat agar mereka selalu diberikan kasih sayang Tuhan, diampuni segala dosa dan salahnya, diberikan kemudahan dalam  berbagai hal dan diberikan panjang usai yang berkah jika mereeka masih hidup.

Walaupun hanya sekedar doa, namun pastinya akan  membuat segalanyamenjadi terang dan hati serta pikiran akan menjadi semakin mantap dan tenang.  Ketika kita selalu ingat perjuangan orang tua dan kemudian meminta secara tulus kepada Tuhan agar orang tua dibalas dengan  sesuatu yang terbaik, maka itu  akan menjadi kekuatan yang dahsyat untuk  terus berjuang dan mengabdi kepada Tuhan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.