MENGENDALIKAN DIRI

Mungkin saja  niat awalnya bagus, namun kalau hal yang bagus tersebut dilakukan dalam  waktu yang tidak bagus, akan dapart berakibat tidak bagus.  Banyak sekali  kita saksikan bahwa  sebuah perbuatan baik, akan menjadi tidak baik, jika dilakukan pada saat atau di tempat yang tidak baik, bahkan terkadang dapat memicu kerusuhan dan ketegangan.  Karena itu segala sesuatu harus dipertimbangkan secara matang, termasuk dalam kaitannya dengan pihak lain.

Salah satu yang  mencuat saat ini ialah  diadakannya aksi damai yang dilaksanakan bersama oleh pihak pihak, seprti partai politik, aliansi kebangsaan dan perusahaan serta lainnya yang diselenggarakan pada 4 Desember 2016.  Kita dapat memaklumi bahwa kegiatan kebangsaan tersebut sangat bagus dilakukan oleh anak anak bangsa tanpa memandang suku, ras, agama, dan juga simbol politik tertentu.

Hanya saja  ketika hal tersebut digelar  tepat dua hari setelah umat muslim menggelar aksi super damai dengan tuntutan tersembunyi menginginkan  agar terduga penista agama ditangkap dan ditahan tersebut, maka  aksi kebangsaan tersebut menjadi tidak tepat dan berpotensi akan menambah persoalan.  Mungkin tidak secara langsung, karena kita tahu masyarakat akan lebih mencintai kedamaian ketimbang kerusuhan.

Namun banyak pihak yang menafasirkana bahwa kegiatan aksi kebangsaan dan damai tersebut ada tujuan dan agenda tertentu, sehingga seolah menyaingi dan menendingi aksi damai umat muslim pada jumat yang lalu.  Akibatnya kita  dapat memprediksi bahwa mereka akan  tergerak kembali untuk melakukan hal serupa, lebih lebih jika nanti proses hukum Ahok menjadis eret dan apalagi bebas, padahal proses peradilan tersebut harusnya dihormati.

Banyak pula pengamat yang  menganalisa bahwa  agenda di  minggu 4 desember 2016 tersebut sengaja dilaukan oleh berbagai  elemen masyarakat untuk memberikan counter terhadap  aksi damai yang dianggap tidak  ingin kebersamaan dan inginnya menang sendiri.  Nah, komentar yang demikian itulah juga yang turut mempengaruhi opini publik bahwa  kegiatan kebangsaan tersebut memang disengaja untuk menyaingi  aksi super damai tanggal 2 Desember tersebut.

Apalagi juga ada yang mengaitkan dengan partai tertentu yang mendanainya, padahal menurut perda DKI kegiatan car free day tidak boleh dibarengi dengan kegiatan politik apapun.  Nah, informais ini jika kemudian ditelan begitu saja oleh pihak pihak tertentu, sudah pasti akan melahirkan kecemburuan, karena polri diangap tidak netral.  Itu disebabkan bahwa ketika aksi damai yang akan digelar di bundaran HI kemarin dilarang, namun kegiatan yang jelas melanggar aturan, malah diijinkan.

Kita semua  sesungguhnya tidak menginginkan adanya keributan, apalagi yang melibatkan bayakpihak, karena hal tersebut pasti akan menimbulkan kekhawatiran  umat terhadap keamanan dan juga keselamatan umum.  Untuk itu kita  sangat berharap bahwa semua pihak, temasuk pihak kepolisian  lebih bijak dan selektif terhadap permintaan ijin untuk melakukan kegiatan yang sifatnya massal, karena akan dapat berpotensi menimbulkan kegaduhan, meskipun bukan secara langsung.

Banyaknya  komentar  di media sosial tentang kegiatan aksi kebangsaan yang digelar hari Minggu tersebut, akan semakin mengkhawatirkan kita semua, karena  dilaksanakan  hanya berselang dua hari setelah aksi super damai.  Bahkan informasi yang berseliweran di medeia sosial juga menyatakan bahwa kegiatan tersebut  mewajibkan seluruh karyawan  sebuah perusahan tertentu, juga beberapa kementerian, sehingga ini  seolah “menantang” dan sekaligus menyaingi aksi super damai tersebut.

Kita berharap semoga  tidak ada yang tersinggung dengan kegiatan hari minggu tersebut, dan  kegiaan tersebut dianggap sebuah kegiatan biasa yang merapatkan barisan untuk memperkokoh kebinekaan serta  kebersaman seluruh elemen masyarakat.  Mungkin harapan tersebut juga akan  menjadi harapan seluruh bangsa, karena itu sekali lagi kita berharap semua pihak dapat mengendalikan diri dari berpikir dan bertindak yang  dapat menimbulkan  ketakutan dan kekhawatiran masyarakat.

Itu merupakan salah satu contoh bahwa  melakukan kebaikan  yang dilaksanakan pada waktu dan tempat yang tidak tepat, justru terkadan akan dapat menjadi tidak bagus.  Tentu masih banyak contoh lainnya yang dapat disampaikan, misalnya  ada sekelompok masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan peringatan tertentu yang kemudiana juga  mengelar pertunjukan untuk rakyat, namun kemudian  pada saat yang sama ada  keluarga yang tempat tinggalnya  berdekatan dengan tempat kegiaan tersebut sedang mendapatkan musibah kematian  misalnya, maka  melakukan pertunjukan di saat tersebut tentu tidak elok.

Lantas kalau hal tersebut benar benar terjadi  bagaimana jalan keluarnya?.  Tentu masyarakat yang bijak akan  dapat mencari jalan keluar sehingga keluarga yang sedang mendapatkan musibah tersebut tidak tersinggung dan semakin  bertambah sedih.  Alternatifnya dapat dilakukan perpindahan tempat penyelenggaraan, atau juga dapat ditunda  sehari setelah pemakaman atau dengan  cara lain yang memungkinkan.

Demkian juga pada saat masyarakat secara umum ingin menyelenggarakan  kegiatan doa bersama untuk keselamatan  lingkungan dan juga bangsanya, maka itu merupakan sebuah kegiatan yang sangat baik dan terpuji, namun jika hal tersebut diselengarakan bertepatan dengan waktu shalat jumat bagi umat muslim, tentu tidak bijak dan tidak bagus, apalagi di lingkungan mayoritas muslim, sehingga akan megganggu kekhusyukan shalat.

Tentu Masih banyak lagi hal hal yang secara substansial bagus, tetapi akan berubah menjadi tidak bagus jika tidak tepat dilaksanakan baik tempat maupun waktunya.  Intinya ialah bagaimana kita dapat menciptakan harmoni dantara seluruh elemen bangsa, yakni dengan bersuaha mengerti perasaan masing masing pihak dan menjaga agar lian pihak tidak tersinggung dengan apapun yang kita lakukan.

Itulah semua  merupakan hal hal yang terkait dengan persoalan umum dan masyarakat, namun kita juga berharap bahwa masing masing kita  sekaligus juga dapat mengendalikan diri secara individual, seperti  ketika kita akan berbuat sesuatu, sebaiknya  memperhatikan lingkungan sekitar dan juga pihak lain, sehingga diharapkan  tindakan kita tersebut tidak akan menyingung peraqsaan pihak lain tersebut.

Termasuk di dalamnya ialah jika kita mendapati sebuah kejadian yang  meyinggung diri kita, sebaiknya tidak langsung bereaksi, melainkan harus tabayun terlebih dahulu dan menasehati piahk lain yang melakukannya.  Sebab boleh jadi sesuatu yang tampanya menyinggung kita tersebut, dalam kenyataannya hanya  salah persepsi dan salah paham  saja, sehingga kalau terlanjur ereaksi keras, justru akan  menimbulkan pertentangan dan bahkan permusuhan diantara  sesama warga.

Itulah sebabnya segala sesuatu  harus diketahui secara jelas terlebih dahulu, baru bereaksi.  Tabyyun itulah kata kunci yang harus selalu dpegang agar kita tidak salah persepsi dan sekaligus juga  akan mampu menjaga keutuhan bersama.  Sekali kita  bersentuhan dengan prsoalan pribadi, apalagi dengan tetangga dan kawan misalnya, maka  selamanya akan sangat sulit untuk diperbaiki.  Kalaupun  nantinya dapat diperbaiki, biasanya hanya di luar saja, sedangkan di dalamnya masih tetap tersimpan sesuatu yang tidak diharapkan.

Intinya ialah  kita tidak melakukan tindkan apapun, baik secara individual maupun secara massal, yang  dapat berpotensi menimbulkan salah sangka dan sekaligus juga  akan dapat melahirkan reaksi yang  justru akan merugikan banyak piha.  Semoga  kita semua dan bangsa Indonesia  dapat lebi bijak  untuk tidak melakukan sesuatu yang berpotensi menimbulkan konflik tersebut. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.