AGAMA ISLAM ITU MUDAH

Sesungguhnya masyarakat muslim pada zaman dahulu telah mempraktekkan  Islam yang sangat mudah, apalagi pada zaman nabi Muhammad saw, karena tidak ada paksaan dan  setiap perintah yang diberikan untuk dikerjakan, juga boleh dan bahkan cukup dilaksanakan  sesuai denga kemampan masing masingorang.  Dengan demikian  ketika ada  pelaksanaan ibadah yang berbeda dari uamt muslim,  tetap dianggap sebagai sebuah hal yang lumprah dan tidak perlu diperdebatkan.

Sebagai misal, ketika  ada perintah menunaikan shalat bagi setiap muslim, maka mereka akan mengerjakannya sebagaimana mereka mampu.  Artinya ketika mereka sudah pandai membaca kitab suci alquran dan bacaan lainnya, maka mereka akan melaksanakan shalat dengan bacaan bacaan tersebut, namun jika  ada orang yang belum mampu membaca kitab suci dan hanya  mampu membaca bismillah semata, maka shalat tersebut dapat dijalankan dengan hanya membaca bismillah yang dikuasainya tersebut.

Hanya saja  harus ada  keinginan dan ghirah besar untuk dapat menyempurnakan  shalatnya tersebut dengan belajar.  Demikianjuga ketika  ada orang yang sudah terbiasa dengan minuman keras, lalu setelah berada di Islam, minuman tersebut dilarang, tentu masih ada orang yang keberatan dan belum mampu meninggakannya, maka  bolelah baginya untuk mengurangi minuman tersebut, daa terus berusaha utnuk emninggalannya, meskipun harus memerlukan waktu yang cukup panjang.

Tentu masih banyak lagi kondisi yang mirip dengan itu, yang intinya bahwa  untuk menjadi seorang muslim itu tidak berat dan tidak pula sulit, karena  pelaksanaan  perintah dan menjauhi larangan dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan, bukan memaksakan keendak harus persis sebagaimana  mestinya.  Namun  dengan catatan  harus ada  usaha untuk melakukan yang sempurna, termasuk kalau harus  mengalami proses yang  memerlukan waktu.

Secara normal seluruh manusia akan mampu menjalankan kewajiban, jika masuk  dalam agama ini, karena  semua nya menjadi mudah, walaupun tidak boleh diremehkan. Lalu pertanyaannya kenapa  tampilan Islam yang dipergakan oleh sebagian umat muslim justru tampak menakutkan dan  seolah ada paksaan dalam menjalankan agama tersebut?  Inilah yang perlu  dijelaskan dan dicari akar masalahnya, sehingga tampilan agama ini dala praktek keseharian juga  sebegaimana mestinya, yakni  mudah dan menyenangkan.

Para wali yang jumlahnya sembilan yang mendakwahkan Islam di tanah Jawa juga sudah memberikan contoh kongkrit dalam menjalankan  perintah agama.  Mereka sama sekali tidak terkesan sulit dan menyulitkan, karena apapun yang sudah terbiasa dijalani oleh masyarakat juga tidak harus ditinggalkan, melainkan masih tetap dijalankan, meskipun mereka sudah masuk ke dalam agama Islam tersebut.  Bahkan alaupun misalnya merka belum mampu menjalani  perintah agama, tetaplah mereka diperlakukan sebagaimana seorang muslim.

Dengan sabar mereka membimbing masyarakat yang belum mampu sedeikit demi sedikit dan akhirnya  masyarakat sangat  terbiasa dengan  hal tersebut. Bahkan ketika masyarakat di sebuah daerah sangat  menghormati agama  sebelumnya, semisal sangat menghormati  hewan lembu, seperti yang ada di daerah Kudus, maka Islam, dalam hal ini yang dipraktekkan oleh  Sunan Kudus, juga menghimbau kepada sleuruh muslim di sana untuk tidak menyembelih lembu tersebut.

Kebiasaan yang sudah mengakar di masyarakat dalam mengenang dan memperingati orang yang sudah meninggal dunia, pada saat saat tertentu, semacam tujuh hari, empat puluh hari, seratus dan seterusnya, juga tetap dilestarikan sebagai sarana, tetapi kemudian diisi dengan membaca alquran, membaca kalimat kalimat yang baik, membaca shalawat dan lainnya.  Dengan demikian Islam itu  benar benar mudah dan tidak memaksakan diri kepada pemeluknya untuk melakukan sesuatu sebagiaamna mestinya yakni yang ideal.

Lalu kenapa  saat ini ada  sebagian masyarakat muslim justru yang mempersulit diri, seolah Tuhan tidak akan  menerima  pelaksanaan ibadah orang  bilamana tidak sebagaimana yang mereka lakukan?.  Bahkan yang lebih parah ialah tuduhan mereka bahwa masyarakat yang melakukan sesuatu kegiatan tertentu, kemudian dicap sebagai seorang yang kafir atau bahkan murtad  dan sesat?  Lihatlah mereka yang menyalahkan nibadah umat muslim, menganggap sesat orang yang melakukan sebuah kegiatan tertentu, atau menganggap haram sebuah kegiatan dan lainnya.

Kemudahan yang diajarkan oleh Islam seolah luntur dengan perbuatan mereka yang mengaku paling hebat dalam Islam.  Jika kita perhatikan dengan seksama dengan mengacu kepada Rasulullah saw sebagai pelaksana syariat Islam, bahwa Islam itu sungguh sangat ideal, pemeluknya seharusnya meniru kepada Rasul, yakni suka memaafkan kesalahan pihak lain, bahkan yang merendahkan sekalipun, karena dengan perilaku seperti itulah Islam justru akan menemukan kehebatannya.

Rasulullah saw  mampu mengubah sebuah kondisi yang begitu jahiliyyah  menjadi sebuah masyarakat madani yang luar biasa, dan gaungnya pun juga  mudah  dan cepat merembes ke berbagai pelosok dunia.  Salah satu sebabnya ialah karena akhlak beliau yang luar biasa, mau  memaafkan sesama dan tidak menuntut terlalu banyak terhadap umatnya untuk memaksakana diri melakukan sesuatu yang berat.

Beliau sendiri  terus menerus menjadi teladan terbaik bagi umatnya sehingga siapapun akan segan ketika  menyaksikan dan berhadapan dengan beliau.  Dengan begitu akhirnya orang akan berpikir dana merenung yang akhirnya akan mengakui kehebatan  akhlak beliau dan tentu mereka yang menggunakan akal sehatnya akan mengikuti apa yang didakawahkannya.  Coba kalau beliau keras kepada  siapapun dan mengajaknya untuk mengikutinya dengan cara kasar dan memaksa, pastilah Islam tidak mungkin akan tersebar sebagaimana saat ini.

Kita juga tidak mengerti umat akhir akhir ini menjadi begitu ganas dan cenderung  membinasakan siapapun yang tidak  sebegainmana mereka.  Di mana  letaknya keteladanan Nabi yang suka memaafkan,  sangat tolerans, begitu menyayangi dengan tulus kepada siapapun,  dan menjadikan dirinya sebagai contoh teladan yang baik bagi siapapun.  Tidak pernah Nabi menyuruh  tentang sesuatu sebelum Nabi sendiri melakukannya, dan begitu seterusnya.

Sekali lagi pertaqnyaannya ialah  atas dasar pertimbangan apa kemudian umat berlaku keras dan bahkan hingga saling membunuh dengan  meneriakkan kaliomat Allahu Akbar dan sejenisnya.  Kalaimat btersebut  sejatinya  ialah untuk mengingat dan dzikir kepada Allah swt, tentu kemudian  harus kita posisikan diri kita sebagai hamba Nya.  Dengan begitu kita akan terus mengingat Nya dan selalu menjalankan  kebajikan.

Kalimat Allahu Akbar memang diperuntukkan  bagi siapapun yang ingin  megingat Tuhan sebagai Penguasa dan Maha  Menentukan  dan Maha lainnya, tetapi sekali lagi bukan kalimat untuk mengantarkan  berbuat  maksiat dan kekejian, seperti membunuh, merusak dan lainnya.  Mari instrospeksi diri, apakah  perbuatan kita selama ini sudah sesuai dengan petunjuk Rasul ataukah justru menyimpang jauh dari keteladanan yang sudah diberikan oleh Rasul? Insayaallah kalau kita mau  merenungkan yang demikian, kita akan  cepat menyadarinya dan kemudian akan berbalik mengikuti cara yang  dicontohkan oleh Rasul tersebut.

Jadi sesungguhnya Islam itu mudah sehingga siapapun  dapat bergabung dengannya dan menjalankan ritusalnya. Mari kita kembangkan sifat  mudah memaafkan, mudah  dan mau memahami pemahaman pihak lain dan kembangkan sikap toleraansi kepada sesama  pemeluk agama, meskipun berbeda keyakinan.  Insyaallah kita akan merasa nyaman dan damai, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.