EVALUASI DIRI

Sangat tepat memanfaatkan  masa akhir tahun ini untuk  introspeksi diri atau evaluasi diri yang secara umum bisanya didefiniskan dengan membaca ulang rekaman  perjalanan kita selama satu tahun berlalu dan kemudian berkomitmen untuk memperbaiki yang masih kurang baik, dan tentu  mempertahankan  sesuatu yang sudah baik.  Jika hal terseebut dikaitkan dengan pengabdian kita kepada Tuhan, maka kita akan dapat mengaca diri sejauh mana ibadah kita selama satu tahun ini dan apa saja yang belum kita lakukan atau belum  konsisten dalam menjalankannya.

Evaluasi akhir tahun tersebut akan sangat berguna untuk menata dan menatap masa depan yang lebih baik.  Jika  satu tahu berjalan ini kita belum banyak melakukan ibadah sunnah, apaka itu shalat sunnah, puasa sunnah atau lainnya, maka tahun depan kita dapat merencanakannya menambah amalan sunnah tersebut meskipun hanya satu saja.  Jika kita selama  tahun berjalan ini belum banyak berbagai dengan fakir miskin, maka rencanakanlah pada tahun depan untuk berbagi dengan mereka.

Kebaikan yang terus kita tingkatkan setiap tahunnya, tentu akan menjadi pemicu kita untuk lebih dekat kepada Tuhan.  Bukankah manusia yang baik ialah yang selalu menambah kebaikannya, bukan statis dalam  amalan atau bahkan  malah lebih menyusut.  Kalaupun kita hanya dapat meningkatkan satu amalan saja  di tahun depan, asalkan kemudian kita laksanakan secara konsisten dan istiqamah, tentu hal tersebut akan jauh lebih bagus ketimbang  hanya sekali saja melakukannya, walaupun lebih banyak.

Keajekan atau istiqamah merupakan  kata kunci yang harus kita pegang, karena dengan keistiqamahan tersebut kita akan mampu merasakan betapa apa yang kita lakukan sebagai bentuk pengabdian kita kepada Tuhan, ternyata sangat nikmat.  Bahkan secara tidak kita sadari banyak hikmah yang kita dapatkan, sepetri keamanan  harta kita, kesehatan  badan kita dan ketenteraman jiwa kita dan lainnya.

Nah, evaluasi diri sebagaimana yang kita maksudkan tersebut ialah bagaimana kita  membaca ulang seluruh perjalanan hidup kita, utamanya yang terkait dengan  keburukan dan kemaksiatan yang kita lakukan.  Kita  sangat yakin bahwa meskipun kita sudah berusaha untuk menjaga diri agar tidak tercebur dalam kemaksiatan, namun sebagai manusia biasa tentu kita tanpa sadar sudah melakukan kemaksiatan, sehingga hal tersbeut juga akan dapat mengganggu diri kita dalam usaha mendekatkan diri kepada  Tuhan Sang Pencipta alam semesta.

Bahkan kalau mungkin kita akan jauh lebih bagus billamana kita tidak usah mengingat berbagai kebaikan yang pernah kita lakukan, karena kalau kita mengingatnya, apalagi menjadi kebanggan, pastilah kita akan merasa puas dengannya dan ekmudian kita akan kendor  dalam usaha lebih baik.  Bahkan ada sebuah riwayat  yang menyatakan bahwa  salah satu tanda  seseorang akan  mendapatkan  kerugian atau kehancuran ialah  jika dia selalu mengingat kebajikannya dan bahkan melupakan dosa dan kemaksiatannya.

Jika kemudian riwayat tersebut kita analisa, memang  cukup  rasional, yakni jika kita terlalu membanggakan amal yang telah kita jalankan, kita  akan terbuai dengan amalan tersebut, padahal amal kita tersebut hanya sedikit sekali.  Kebanggan  tersebut akan  mengalahkan  upaya  dalam diri kita untuk lebih banyak memohon ampunan dan  kemudian melaukan kabajikan demi kebajikan.

Sebaliknya jika seseorang selalu mengingat dosa dan kemaksiatannya, maka dia akan selalu merasa belum beramal dan justru malah banyak melakukan kemaksiatan.  Nah, dengan selalu mengingat dosa tersebut, dia  akan tersadarkan diri untuk memperbaiki dan menyiapkan diri  untuk hidup di akhirat nanti. Kesadaran tersebutlah yang kemudian  menuntunnya untuk  secara serius memohon ampunan dari Tuhan dan sekaligus memperbaki diri melalui amalan kebajikan yang terus dia lakukan.

Itulah salah satu manfaat merenungkan diri atau evaluasi diri perjalanan hidup kita.  Momentu  akhir tahun merupakan  saat yang sangat bagus untuk merefleksi diri tersebut, karena  banyak hal yang  akan berakhir pula di akhir tahun ini dan kemudian akan dimulai lagi pada awal tahun.  Jika kita berada di  institusi negara, maka  awal tahun merupakan tahun anggaran baru yang sama sekali tidak terkait dengan sisa anggaran tahun sebelumnya.  Dengan begitu kita akan  dapat melihat gambaran yang sangat jelas mengenai sukses atau tidaknya kita  dalam mengarungi perjalanan  hidup tahun ini.

Kita yakin bahwa semua orang pasti mempunyai target tertentu dalam sebuah kurtun waktu tertentu, setidaknya mempunyai keinginan tertentu untuk diraihnya.  Nah,  ketika kita membatasi keinginan tersebut dapat dicapai pada tahun berjalan, tentu kita akan mengupayakannya secara  sungguh sungguh.  Namun jika masih belum tercapai juga,  berarti kita  telah tidak mencapai target, meskipun belum pasti gagal, karena masih  dapat dilanjutkan pada tahun berikutnya.

Jika kita menginginkan usaha kita sukses dan mendapatkan keuntungan yang  banyak, dan selama perjalanan tahun ini ternyata belum memenuhi target, tentu kita sudah mendapatkan banyak pengalaman selama mengelola usaha tersebut.  Suka dan  dukanya atau kendala yang biasa mengahdang serta emudahan yang pernah diraih, semuanya akan dapat kita baca ulang, sehingga akan dapat menghaislkan kesimpulan yang dapat kita jadikan sebagai modal awla pada tahun depan.

Jika kita sebagai abdi negara yang diberi tanggung jawab untuk mengelola institusi, maka kita juga tentu mempunyai target tertentu untuk mendapatkan sesuatu, apakah itu penilaian baik dari penilai internal dan eksternal, ataukah target untuk dapat meraih sesuatu yang dapat dibanggakan atau menigkatkan kualitas  sampai dengan jenjang tertentu dan lainnya.  Mungkin sebagiannya suda tercapai dan sebagian lainnya belum.

Nah, dengan evaluasi diri tersebut kita akan dapat mencatat hal hal penting yang perlu dijadikan sebagai  fokus kita dalam menapaki tahun depan,  dengan  harapan keinginan demi keinginan tersebut akan dapat diwujudkan.  Demikian juga ketika nanti di akhir tahun depan keinginan tersebut masih belum tercapai juga, kita harus lebih memfokuskan diri kepada sesuatu yang  dituju.  Insyaallah jika kita fokus, Tuhan akan membantu kita.

Siapapun pasti akan dapat menerima evaluasi tersebut, jika memang  dia masih berpikir rasional, karena  dengan evaluasi tersebut semuanya akan dapat menyadari kekurangan dan mungkin juga kelebihan masing masing.  Akan jauh lebih bagus jika kemudian muncul keinginan untuk berbuat yang lebih baik di kemudian hari. Manfaat terbesar dengan melakukan evaluasi diri ialah adanya kesadaran untuk mengakui kekurangan diri dan  kemudian ada ghirah besar untuk memperbaiki serta melakukan  yang lebih baik.

Melihat pentingnya  evaluasi diri tersebut, kiranya akan sangat teruji, jika  di akhir tahun seperti ini, semua orang  melakukannya, dan bukan hanya sekedar melakukan kegiatan yang tidak berdampak sama sekali.  Kita pastinya akan mampu merenung dan sekaligus juga menginsyafi semua kekurangan yang pasti ada pada diri kita masing masing.  Justrru karena  adanya kekurangan tersebutlah, kita harus  saling membantu  bahu membahu untuk  mencapai tujuan dan memenuhi terget yang telah dicanangkan.

Kita  berdoa  semoga kita akan selalu diberikan kekuatan, pertolongan dan  kesadaran untuk  mengakui kekurangan dan kemudian  berusaha untuk meningkatkannya.  Insayaallha jika kita serius dalam menjalaninya, pasti akan muncul jalan keluar yang ditunjukkan oleh Allah swt.  Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.