SELAMAT DATANG 2017

Seperti biasanya, menjelang pergantian tahun, masyarakat seperti tidak mau ketinggaan dalam merayakannya.  Mereka mendatangi tempoat tempat keramaian dengan berbagai atribut, utamanya dengan  terompet di tangan, mereka sudah cukup puas untuk menantikan detik detik pergantian tahun tersebut.  Bahkan kalaupun mereka hanya  sekedar berbekal uang seadanya untuk sekedar membeli minuman air mineral, namun mereka tetap setia dan ceria.

Sungguh merupakan momentum yang sangat lura biasa bagi mereka dan kita semua, karena  pada saat yang demikian  seolah semuanya menjadi sangat menyenangkan.  Namun kita berharap kejadian yang tidak harapkan tidak akan terjadi di lingkungan dan diseluruh wilayah negeri kita.  Kita tentu ingat dengan beberapa kejadian yang sangat memilukan dimana pada saat  seharusnya masyarakat bahagia, tetapi ada segelintir anak muda yang membuat gaduh sehingga semuanya harus berakhir dengan  kecewa.

Sebagaimana kita tahu bahwa pergantian tahun ini ke tahun depan terjadi pada  hari Sabtu malam Minggu, sehigga keceriaan akan bertambah meriah.  Bagi mereka yang akan merayakannya dengan berbagai kegiatan, seperti konser musik, tetap harus waspada terhadap potensi munculnya kerusuhan.  Karena itu sebaiknya direncanakan dengan sangat matang dan jika diperlukan dapat meminta bantuan aparat kepolisian untuk mengamankannya.

Perayaan pergantian  tahun baru memang menjadi milik semua, tanpa terkecuali, meskipun sebagiannya ada yang lebih mengutamakan tahun baru Islam.  Itu sebagai konsekwensi kita hidup bersama dengan berbagai elemen yang berbeda.  Bagi kita umat muslim, memang akan sangat bagus jika kita memperingati pergantian tahun baru Islam, dan juga sekaligus memperingati pergantian tahun baru Masehi, karena ada alasan yang cukup rasional yang dapat menjadikan kita lebih baik.

Sebagaimana kita tahu bahwa setiap kali kita merayakan perganatian tahun, tentunya  harus ada ghirah besar dalam diri kita untuk menjadikannya sebagai momentum evaluasi diri dan menyusun  rencana masa depan yang lebih baik, serta meneguhkan komitmen  untuk meninggalkan segala yang jelek dan melakukan segala hal yang lebih baik.  Evaluasi diri, merencanakan sesuatu  di masa depan serta komitmen untuk berubah menjadi lebih baik tersebut, tentu akan mampu mengantarkan kita  menjadi lebih baik dalam semua aspek.

Jika selama tahun ini kita sudah melakukan sesuatu yang baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, maka itu sudah baik dan  idealnya harus ada tambahan kebaikan  yang menyertainya atau lebih meningkatkan kualitasnya.  Sementara jika kita  terlanjur melakukan  berbagai kegaian yang cenderung merugikan diri dan masyarakat, tentu kita harus  berusaha untuk mengubahnya dan menggantikan dengan  hal yang lebih baik dan memberika manaat bagi banyak orang.

Dengan  alasan tersebut, maka sesungguhnya semakin banyak momentum untuk  melakukan evaluasi diri, tentunya akan semakin baik.  Nah, bagi umat muslim dalam kenyataannya  memang mempunyai dua pergantian tahun yang sudah terbiasa diperingati, yakni tahun baru Islam atau Hijriyyah, dan tahun baru Miladiyah.  Tidak seharusnya kita kemudian mengaitkan tahun baru Miladiyyah dengan  agama tertentu, melainkan cukuplah kita jadikan sebagai wahana untuk evaluasi diri dan menentukan langkah berikutanya yang lebih baik.

Dalam kenyataannya memang bangsa  kita sudah terbiasa dengan peringatan pergantian tahun tersebut, karena itu jangan lakukan sesuatu yang kontra yang hanya akan mengakbatkan keresahan saja.  Bolehlah jika pendapat tersebut disimpan dalam hati dan hanya diperuntukkan bagi diri sendiri, namun jika pendapat tentang pengaitan  dengan agama tertentu sebagaimana tersebut erus dikembangkan dan disampaikan kepada masyarakat, sudah barang pasti akan menjadi kontra produktif.

Mungkin  untuk peringatan hari keagamaan agama lain, kita cukup dapat mengerti untuk tidak ikut ikutan, karena  alasannya  masih kuat dan dapat dipahami, namun jika untuk pergantia tahun baru yang sudah menjadi tradisi bagi bangsa ini, tentunya harus dipikirkan ulang.  Artinya kita harus mampu untuk  mendudukkan persoalan sebagaimana mestinya, dan tidak selalu mengaitkan  dengan  sebuah keyakinan agama.

Mayoritas bangsa ini, termasuk umat muslim sama sekali tidak berpikiran  tentang kaitan antara pergantian tahun baru dengan agama tertentu, melainkan  pergantian tahun semata, sehigga  sama sekali tidak akan membahayakan dan mempengaruhi  akidah dan lainnya.  Justru ketika hal tersebut terus diangkat dan persoalkan,  malah akan menjadi sebuah  tragedi yang sqangat mahal harganya, dan kita tentu tidak akan mengijinkannya.

Hal terpenting dalam merayakan pergantian tahun tersebut ialah bagaimana kita dapat bertindak secara wajar dan tidak melakukan hal hal yang membahayakan banyak orang.  Apappun aktifitas yang akan kita lakukan, tentu harus diperhitungkan tentang kemungkinan kemungkinannya, sehingga kita  akan tetap waspada secara menyeluruh agar  peringatan terswebut berjalan mulus dan tidak menyisakan  ekses yang sangat merugikan.

Bolehlah kita menghiasi lingkungan kita dengan pernak pernik pergantian tahun, seperti memasang umbl umbul, membersihkan lingkungan, mengadakan perlombaan tertentu, khususnya bagi anak anak, pesta kembang api, memasang lampu hias, bernyanyi ria dan  kegiatan lain yang pada pokoknya dalam memeriahkan pergantian tahun tersebut.  Hanya saja yang perlu diingatkan ialah agar  semuanya dipersiapkan dengan matang, karena biasanya  anak muda suka lupa terhadap persiapan sehigga pada saatnya  justru akan mendapatkan kesulitan.

Bagi para orang tua juga jangan lupa mengingatkan anak anaknya agar tetap berhati hati agar  tidak terlibat dan melakukan al hal  buruk yang justru akan merugikan, seprti minum minuman keras atau mabuk mabukan, dan sejenisnya.  Bahkan akan jauh lebih bagus jika   para anak muda tersebut diajak melakukan kebjikan seperti menyantuni anak anak jalanan, lalu melakukan shalat bersama  dan dilanjutkan dengan renungan untuk membangkitkan semangat berkorban dan menjalankan  pengabdian dan lainnya.

Kita menganggap penting  bahwa dalam momentum kegembiraan seperti itu, akan sangat baik jika selalu diingakan dengan tausiyah atau renungan melalui refleksi perjuangan para pahlawan dan tokoh agar  mereka dijadikan  panutan dalam membangun umat secara umum. Pembentukan jiwa sosial bagi anak anak muda memang harusnterus diupayakan dan jalankan secra nyata, dan momengtum pergantian tahun kali ini dapat juga dijadikan wahana untukmewujudkan hal tersebut.

Caranya ialah dengan  mengarahkan para pemuda untuk menggalang donasi dari masyarakat yang mampu, lalu disalurkan kepada masyarakat yang sangat membutuhkannya.  Kita yakin masih sangat banyak masyarakat kita yang  masih berada dalam garis kemiskinan dan sangat membutuhkan uluran tangan.  Karena itu sekali lagi dalam memperingati pergantian tahun, sebaiknya para pemuda diarahkan untuk melakukan hal hal positif tersebut, yang sekaligus memberikan pembelajaran kepada mereka tentang pentingnya saling menolong.

Dengan begitu kita akan  dapat tersenyum lebar dalam menjalani pergantian tahun dan mereka yang miskin pun juga  merasakan kehangatan perganian tahun dengan senyum.  Sudah saatnya kita melakukan pengabdian secara nyata kepada masyarakat lingkungan kita, dan bukan lagi berhura hura menghabiskan banyak biaya, tetapi sama sekali tidak meyentuh kaum dluafa.  Semoga peringata pergantian tahun baru 2017 kali ini akan dapat memberikan manfaat yang sangat besar bagi kita dan sleuruh masyarakat. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.