BERMUHASABAH DI AWAL TAHUN

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله,  الحمد لله الذى خلق الانسان علمه البيان  أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله المبعوث رحمة للأنام اللهم صل  وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله وأصحا به الكرام, وسلم تسليما كثيرا, أما بعد: فيا عبادالله او صيكم وإياي بتقوى الله . اتقوا الله فى السر والعلا نية وبادروا بالأعمال الصالحات ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون . قال الله تعالى : يا أيها الذين امنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تمو تن إلا وانتم مسلمون.

Jamaah Jumat rahimakumullah

Dalam kesempatan yang sangat mulia ini, marilah kita senantiasa mengungkapkan rasa syukur kita kepada Allah SWT. atas segala limpahan karunia yang telah diberikan kepada kita dengan cara memperbaiki kinerja dan prilaku, serta pengabdian kita sehari-hari sebagai makhluk dan hamba-Nya.  Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW., para keluarga dan sahabatnya, serta seluruh umatnya hingga hari akhir nanti.  Amin.

Jamaah Jumat rahimakumullah

Dalam rangka kesyukuran itulah, ijinkanlah saya  mengajak kepada hadirin semua untuk berusaha meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. dalam arti yang sebenarnya, yaitu berusaha maksimal dengan mengerahkan seluruh kemampuan kita untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya, dan sekaligus menjauhkan diri dari larangan-larangan-Nya.  Dengan usaha nyata yang kita lakukan seperti itu, maka insya Allah kita akan senantinasa diberikan bimbingan, taufiq, hidayah dan inayah dari-Nya.  Amin.

Jamaah Jumat rahimakumullah

            Pada saat ini kita sedang berada di awal tahun 2017, tentu banyak harapan yang  akan dapat kita raih di tahun ini.  Namun sebelum memfokuskan diri kepada  cita cita raihan di tahun ini, ada baiknya jika kita mampu melakukan evaluasi diri dan muhasabah, yakni  dengan memutar kembali rekaman jejak kita selama tahun 2016 yang telah lalu.

          Refleksi diri dan muhasabah yang kita lakukan tentunya harus menyeluruh, meliputi semua aktifitas kita sehari-hari, baik di rumah maupun dalam pergaulan dengan masyarakat luas.  Ini berarti kita harus memutar kembali  memori kita selama satu tahun penuh.  Kita tidak usah khawatir memutar kembali aktifitas yang bernuansa maksiat misalnya, karena  niat kita memang untuk refleksi diri dan kemudian  semua itu akan kita  jadikan modal untuk menapaki hari-hari di tahun 2017 ini.  Karena itu justru akan lebih baik manakala kita juga memutar memori yang kurang baik dalam perilaku kita, sebab kalau yang kita putar justru yang baik-baik saja, maka upaya kita untuk refleksi diri dan bermuhasabah ini tidak akan berdampak positif.

          Biarlah semua yang pernah kita lakukan di tahun kemarin kita coba lihat dengan penuh kebijaksanaan; memang di sana ada  yang positif dan ada pula yang negatif.  Dalam mencermati aktifitas  kita yang kurang baik, kita perlu merenungkan, kenapa dulu kita melakukan hal-hal yang kurang baik tersebut.  Barangkali dengan perenungan seperti itu kita akan menemukan jawabannya, ada kemungkinan pada saat itu kita hilang kontrol atau terpengaruh oleh ajakan setan dan hawa nafsu, atau mungkin juga kemudian kita  menyadari bahwa waktu itu kita kurang memperhitungkan iman kita, kurang memperhitungkan kehidupan akhirat yang kekal, dan lain sebagainya.

Jamaah Jumat rahimakumullah

          Dalam kehidupan pribadi dan rumah tangga, misalnya, tentu akan dapat direkam berbagai kejadian yang kurang patut dilakukan, namun terpaksa dilakukan.  Misalnya pernah meninggalkan kewajiban shalat, atau puasa Ramadlan, atau bahkan sering tidak melakukan kewajiban zakat, dan jarang melakukan perbuatan anjuran, seperti  berinfaq, sadaqah, shalat-shalat sunnah, dan lainnya. Seringkali misalnya kita membiarkan anak-anak yatim tidak terurus dan membiarkan orang-orang fakir dan miskin di sekitar kita terus dalam kondisi sangat memprihatinkan, sementara kita  selalu hidup dalam kondisi berlebih.  Demikian juga pada saat yang begitu santai, tetapi kita malas melakukan shalat sunnah, dan bahkan kadang yang wajib pun juga terabaikan, atau pun kegiatan lain yang justru bertentangan dengan ketentuan syari`at dan akal sehat kita. Semua itu dapat kita putar kembali untuk direnungkan di saat seperti ini. Dengan perenungan yang cermat, semua itu dilihatnya sebagai sesuatu kerugian besar pada diri kita, dan pada saat yang sama  kemudian tumbuh suatu niat yang kuat untuk memperbaikinya di tahun baru ini.

          Niat yang baik tersebut kemudian diikuti oleh suatu komitmen dan keinginan  kuat untuk memanfaatkan seluruh kesempatan pada tahun ini dalam rangka memperoleh kebaikan dan ridla dari Tuhan Yang Maha Kuasa.  Kesadaran seperti inilah yang kiranya dapat menyelamatkan kita dan mengubah kondisi kita dari keadaan yang sekarang menjadi lebih baik dan lebih beruntung dalam meniti kehidupan, baik di dunia ini maupun nanti di akhirat kemudian hari.

Jamaah Jumat rahimakumullah

          Sementara itu dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan lingkungan kerja, kita juga dapat memutar kembali memori diri kita, khususnya yang kurang patut dan bahkan dilarang oleh agama. Suatu saat barangkali kita pernah melakukan perbuatan yang dapat merusak hubungan sebagai perkawanan atau persaudaraan, dengan melakukan kebohongan atau perbuatan yang dapat menimbulkan keretakan hubungan, seperti menggunjing dan bahkan memfitnah, dan lainnya.  Pada saat seperti inilah semua itu dapat kita renungkan kembali dan kita dapat menilainya sebagai sesuatu yang harus segera ditinggalkan dan buang jauh-jauh.

          Dalam renungan refleksi diri tersebut, memang sebaiknya hanya perbuatan-perbuatan yang kurang baik saja yang kita putar dari memori kita, bukan sebaliknya, hanya memori kebaikan saja yang kita ingat.  Sebab dengan mengingat kejelekan kita akan tergugah untuk memperbaikinya, karena kita merasa banyak dosa dan sangat kurang berinvestasi  pahala.  Akan tetapi kalau yang kita ingat justru yang baik-baik, ada kumungkinan kita malah lalai di tahun ini, disebabkan karena kebanggaan kita atas investasi yang telah kita tanamkan untuk akhirat. 

Jamaah Jumat rahimakumullah

Barangkali inilah hakekat dari sebuah riwayat yang menyatakan bahwa  tanda-tanda keberuntungan itu ialah apabila seseorang melupakan perbuatan baik yang pernah dilakukannya dan terus mengingat perbuatan jelek yang telah dilakukannya, dan lalu menyadarinya  untuk kemudian bertaubat dan melakukan perbaikan.  Sedangkan tanda orang yang celaka ialah sebaliknya, yaitu orang yang melupakan perbuatan jeleknya dan selalu mengingat akan kebaikan-kebaikannya, sehingga menyebabkan dia lupa melakukan perbaikan dan telah puas dengan apa yang dilakukannya.

          Dengan renungan yang demikian, tentunya kita mengharapkan akan ada kesadaran diri yang tinggi sejalan dengan pertambahan iman dalam diri kita dan kedewasaan berpikir dalam memutuskan segala sesuatu.  Dan dari sinilah kebijaksanaan seseorang itu akan muncul.  Kita semua berharap bahwa dengan berlalunya tahun 2016 dan saat ini kita telah memasuki tahun 2017 ini, akan ada perubahan besar dalam diri kita, setidaknya cita-cita dan harapan yang dapat kita tancapkan di awal tahun ini.  Tentu  cita-cita dan harapan tersebut merupakan harapan yang lebih baik dari kondisi kita pada tahun 2016 yang lalu dalam segala aspek.

Terkait dengan evaluasi diri tersebut, sahabat Umar bin al-Khattab pernah mengatakan:

حاسبوا أنفسكم قبل ان تحاسبوا

Evaluasilah dirimua sebelum engkau di evaluasi oleh Allah swt di akhirta nanti.

Sudah barang tentu kita semua menginginkan menjadi orang yang beruntung, bukan orang yang celaka.  Karena itu kita harus mengevaluasi diri tentang kamaksiatan yang pernah kita lakukan, kemudian berkomitmen untuk meninggalkannya dan menggantikan dengan amalan yang baik.

Kita juga  tahu bahwa ada sebuah riwayat yang menyatakan bahwa  orang yang beruntung ialah orang yang  masa depannya lebih baik ketimbang masa lalunya, bahkan akan lebih baik ketimbang  saat ini.

Karena itu di samping merefleksi diri dan bermuhasabah sebaiamana tersebut, kita juga harus  senantiasa  mengingat firman Allah swt tentang siapapakah orang yang akan beruntung tersebut.  Mari kita  kembali baca dan renungkan surat al-Mukminun ayat 1-11:

قد أفلح المؤ منون # الذين هم فى صلاتهم خاشعون# والذين هم عن اللغو معرضون# والذين هم للزكاة فاعلون# والذين هم لفروجهم حا فظون# إلا على أزواجهم او ما ملكت أيمانهم فإنهم غير ملو مين# فمن ابتغى وراء ذلك فأولئك هم العادون# والذين هم لأماناتهم وعهدهم راعون# والذ ين هم على صلواتهم يحافظون# اولئك هم الوارثون# الذين يرثون الفردوس هم فيها خالدون

Sungguh beruntunglah orang orang yang beriman, yaitu orang orang yang khusyu’ dalam shalatnya,  menghindari hal hal yang tidak ada gunanya,  juga orang yang menunaikan zakat serta memelihara  kemaluannya, terkecuali untuk isteri dan budaknya, maka mereka itu tidak tercela.  Dan barang siapa yang mencari selain itu, merekalah yang melampaui batas.  Demikian juga akan beruntung mereka yang memelihara amanah dan janjinya, dan menjaga shalatnya.  Merekalah yang akan mewarisi surga Firdaus dan mereka akan kekal di dalamnya.

Dengan demikian mari kita laksanakan shalat dengan khusyu’ dan langgeng, menunaikan zakat, menjaga kehormatan dan kemaluan, memelihara janji  dan amanah serta tidak melakukan hal hal yang ada manfaatnya.  Insayaallah kita akan mendapatkan keberuntungan yang kita impikan tersebut.

Jamaah Jumat rahimakumullah

            Pada akhirnya kita berharap bahwa pada tahun 2017 kali ini kita akan mampu meningkatkan  shalat kita menjadi lebih khusyu’ dan terpelihara dengan menjalaninya  secara berjamaah,  kita dapat meninggalkan  amalan yang tidak berguna, dapat lebih memperhatikan dan membayar zakat, memelihara kemaluan dan kehormatan, dan juga memenuhi amanah yang menjadi tanggung jawab kita, menepati janji yang telah kita ikrarkan, serta  mampu mengamalkan seluruh kebajikan yang diajarkan oleh syariat Islam.

          Mari kita senantiasa memohon kepada Allah swt agar kita selalu diberikan taufiq, hidayah, kekuatan dan pertolongan untuk menjalankan kebajikan dan menjauhkan diri dari kemaksiatan, diberikan kesehatan untuk terus mengamalkan ajaran syariat Islam, dan diberikan rizki yang halal untuk menunaikan kewajiban.

          Kita juga memohon kepada Allah swt agar di tahun 2017 ini kita selalu diberikan kemudahan dan dijauhkan dari kesulitan, serta diberikan kesempatan untuk dapat berbagi dengan sesame dan diberikan  kesuksesan dalam segala urusan.  Amin ya Rabbal Alamin.

 

بارك الله لي ولكم فى القران العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الأيات والذكر الحكيم  وتقبل مني ومنكم تلا وته إنه هو الغفور الرحيم. وقل رب اغفر وارحم وأنت خير الرا حمين

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.