KATAKAN ALHAMDU LILLAH

Mungkin tidak banyak orang menyadari bahwa dengan mengatakan kalimat alhamdu lillah orang akan  terkurangi bebannya, tetapi itu riil terjadi, karena dengan  memperbanyak ucapan tersebut sesungguhnya  orang secara tidak langsung mengakui dan bersyukur atas semua hal yang telah dicapainya.  Kita dapat  mengetahui bahwa siapapun yang suka bersyukur, tentu akan terlepaskan beban dan semuanya menjadi tarasa sangat ringan.

Jangankan ketika kita sudah menyadari dengan sesungguhnya bahwa kita  telah emndapatkan kemudahan dan karunia serta nikmat dari Tuhan, pada saat kita sedang mendapatkan musibah saja,  sdan kita mampu mengucapkan alhamdu lillah, insyaallah akan emnjadi lebih ringan  dalam mengatasinya.  Pernyataan alhamdu lillah tersebut mengandung makna bahwa kita masih  mensyukuri  nikmat Allah, dibandingkan dengan musibah yang diterima.

Hanya saja kebanyakan manusia seringkali justru malah lebih memikirkan musibahnya ketimbanga nikmat yang diterimanya, sehingga  bebenannya  terasa semakin berat.  Padahal senyatanya kalau kita piker dengan seksama,  antara nikmat dan musibah, pasti masih banyak nikmat, bahkan musibah atau sesuatu yang tidak kita sukai tersebut  hanya sekian persennya saja.  Nikmat atas keutuhan  raga  dan badan kita saja sudah tidak ternilai harganya.

Belum lagi nikmat kesehatan seluruh organ tubuh kita, nikmat nafas yang teratur kita hirup dan lainnya.  Sementara  musibah yang kita terima paling paling hanya  sedikit saja  sakit, atau  mungkin saja  kecelakaan yang  biasa saja.  Dengan dmeikian ketika kita mengalami musibah, apapun bentuknya, lalu kita cepat dapat mengendalikan pikiran sehat kita, lalu kita berucap alhamdu lillah, maka itu merupakan sikap yang sangat terpuji dan pantas untuk diberikan apresiasi.

Seluruh aktifitas yang kita jalankan sejak kita bangun hingga tidur  di malam hari, tentu banyak energy yang kita keluarkan dan terkadang kita sama sekali tidak menyadarti bahwa itu semua merupakan karunia Tuhan yang harus disyukuri, sehingga kita sama sekali tidak mengingat dan mengungkapkan kesyukuran kita kepada Tuhan.  Biasanya kita banru menyadari tentang nikmat tersebut, jika Tuhan sudah mencabut sebagaiannya dan kita  cukup merasakan penderitaannya.

Itupun kemudian kita juga tidak mampu merasakan sisa kenikmatan yang masih ada, dan seolah semuanya sudah  tinggal  sakitnya.  Tentu sikap kita yang demikian menjadi salah, karena  sesungguhnya nikmat Tuhan yang masih diberikan kepada kita  jauh lebih besar ketimbang sakit  sedikit yang diberikan kepada kita.  Itulah sikap egois kita dan sikap tidak  sadar kita untuk menuntut lebih banyak kepada Tuhan, semenetraa pengabdian kita sendiri sangat kecil.

Seharusnya kita menjadi malu, jika  mengetahui secara  jelas posisi kita yang demikian.  Betapa sayangnya Tuhan kepada kita dan betapa  bodohnya kita yang tidak mampu mengetahui kebaikan yang Tuhan  berikan kepada kita. Untuk itu sudah  waktunya bagi kita untuk selalu  membiasakan diri memperbanyak ungkapa alhamdu lillah untuk menyadarkan kepada kita bahwa  setiap saat kita selalu diberikan karunia yang sangat besar oleh Tuhan.

Setidaknya dengan ungkapan bacaan alhamdu lillah tersebut kita akan  teringatkan oleh kesadaran kita sendiri melalui ucapan bahwa  dalam kondisi apapun, kita ini masih lebih banyak menerima karunia dan nikmat Tuhan dibandingkan dengan  kesusahan yang mungkin kita terima.  Ucapan alhamdu lillah tersebut juga sekaligus sebagai  kebiasaan  orang bijak dan selalu mensyukuri nikmat Tuhan.  Jadi misalnya kita dengan mengucapkan kata tersebut tidak menyadarinya pun, akan tetapi menjadi baik karena kata tersebut merupakan kata  yang menghubungkan kita kepada Tuhan.

Lihatlah  cerita  orang orang  shalih zaman dahulu yang senantiasa  berhusnudzdzan kepada Tuhan, karena pada kenyataannya Tuhan  itu selalu berbuat baik kepada hamba hamba Nya.  Hanya  para hamba Nya sajalah yang terkadang tidak menyadari telah memperoleh banyak nikmat. Sehingga mereka sering melupakan Tuhan.  Nah, dengan sering mengucapkan alhamdu lillah  kita akan diingatkan  kepada posisi kita yang selalu emgingat dan mensyukuri nikmat Tuhan.

Para hamba Tuhan yang shalaih tersebut  tidak pernah sekalipun  berburuk sangka  apalagi harus menghujat Tuhan karena  diberikan musibah.  Musibah apapun yang diterima, bahkan hingga kematian, mereka akan senantiasa mengucapkan alhamdu lillah, karena semua itu hakekatnya ialah merupakan nikmat dan karunia Tuhan kepada hamba Nya.   Mereka sangat meyakini bahwa kebaikan menurut mereka belum selaras  dengan kebaikan menurut Tuhan, sehingga mereka meyakni  kebaikan Tuhanlah yang harus disyukuri.

Artinya jika seseorang diantara mereka mendapatkan musibah kecelakaan mislanya, maka itu menurut mereka adalah yang terbaik, meskipun mungkin menurut  kita bukan yang baik.  Karena  menurut kebanyakan kita sebagai manusia biasa, pengukuran baik dan tidaknya, hanya didasarkan  semata meta dari  aspek lahir semata, sementara  bagi Tuhan ada hal  yang berada di balik semua keputusan yang ada.  Biasa saja dengan kecelakaan tersebut dia akan semakin menjaid baik sikap dan perilakuknya, namun ketika  dia tidka mengalami kecelakaan justru akan semakin banyak melakukan kemaksiatan dan lainnya.

Itulah mengapa  sebaik baik manusia ialah yang memasrahkan sepenuhnya tentang mati dan hidupnya  hanya kepada Tuhan.  Walaupun demikian bukan berarti orang yang baik itu yang menyerah sebelum berusaha,  tetapi mereka yang terbaik ialah mereka  yang terus berusaha untuk mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya menurut ukuran  manusia, tetapi jika kemudian diberikan oleh Tuhan sesuatu yang lain dari yang kita harapkan,  tetapsaja akan bersyukur dan menerimanya dengan sangat tulus, dengan anggapan  dan keyakinan itulah ayng terbaik menurut Tuhan.

Kembali kepada ucapan alhamdu lillah yang sebaiknya terus dibiasakan dalam kondisi apapun, kita memang tidak bias menyembunyikan rasa sakit atau rasa tidak senang, jika sedang mengalami dan mendapatkan musibah. Namun dengan membiasakan ucapan tersebut, kiranya kita akan sedikit terobati rasa sakit yang menjalar dalm diri kita.  Apalagi jika kemudian kita mampu sedikit demi sedikit meresapi kata kata tersebut, sehingga akan semakin hilang rasa sakit tersebut.

Memang harus diakui bahwa sebagai orang awam, akan sangat berat untuk dapat mengikuti irama  yang dimainkan oleh Tuhan, karena terkadang  bagi kita yang sedang  mempercayai dan taat menjalankan  semua perintah Nya, malah diuji dengan ujian yang begitu berat, sehingga seolah pengabdiannya selama ini sia sia belaka.  Padahal sesungguhnya Tuhan emnguji tersebut untuk meningkatkan psosisi orang tersebut, karena siapapun yang lulus dengan uji9an Tuhan, biasanya akan mendapatkan nikmat yang lebih.

Karena itulah jika kita mampu mengatsi semua ujian dan musibah yang menimopa kita, kita yakin pasti Tuhan akan memberikan sesuatu yang lebih baik.  Namun sekali lagi sesuatu yang lebih baik tersebut, terkadang pada awalnya sama sekali tidak kita sadari, bahkan terkadang terasa sangat buruk bagi kita, akan tetap[I pada akhirnyalah kita baru menyaksikan betapa  kebijakan Tuhan begitu hebat dan sangat memberikan nuansa keyakinan yang lebih kuat kepada kita.

Untuk itulah sekali lagi mari kita biasakan  untuk selalu emnguicapkan alhamdu lillah pada setia saatnya, termasuk bila kita sedang mendapatkan ujian atau musibah yang  menyedihkan secara lahir. Mudah mudahan kita akan mampu membiasakan bacaan alhamdu lillah tersebut dan sekaligus juga menyadarinya secara seksama bahwa semua yang diputuskan oleh Tuhan itu pasti baik bagi kita.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.