HARAPAN TERHADAP SEBUAH PERNIKAHAN

Seharusnya tidak diperlukan lagi untuk membahas terhadap tujuan pernikahan, karena semuanya sudah sangat jelas, akan tetapi dalam kenyataannya banyak pernikahan yang hanya seumur jagung.  Maksudnya ialah apa yang menjadi tujuan kebnanyakan orang dalam menikah tidak terwujud,  sehingga ada anggapan bahwa pernikahannya tersebut hanyalah main main atau hanya sekedar mencari pemuas nafsu semata.

Alquran sendiri sudah sangat jelas memberitahukan bahwa seharusnya  pernikahan tersebut dianggap sebagai sebuah perjanjian yang kuat dan suci, sehingga harus dihormati dan dirawat dengan baik.  Tujuan untuk mendapatkan ketenangan dan kasih sayang tersebut dapat disederhanakan kembali, yakni dengan pernyataan bahwa tujuan berumah tangga  itu ialah untuk membentuk rumah tangga yang bahagia, sejahtera, lahir dan batin, bahkan dunia hingga di akhirat.

Nah, kalau tujuan tersebut dipenuhi dan diusahakan dengan  sungguh sungguh, kiranya tidak ada  kendala apapun yang tidak dapat diatasi.  Kalau kita menghendaki sebuah kebajikan, maka Tuhan  akan  memenuhinya, asalkan  yang meminta tersebut terus berusaha untuk mendapatkannya.  Tentu ada banyak hal yang harus dilalui, seperti rintangan yang  akan selalu memudarkan ikatan pernikahan tersebut, baik yang muncul dari dalam diri maupun yang muncul dari luar diri.

Hanya saja jika  keinginan untuk membentuk rumah tangga yang  bahagia secara substansial tersebut terus diusahakan, pastinya akan banyak jalan.  Pengertian  dari masing masing pihak sudah barang pasti diperlukan agar tidak ada persoalan yang  sulit dipecahkan.  Barangkali dengan kata lain bahwa  salah satu diantaran  pasangan tersebut harus mampu memadamkan setiap ada benih percekcokan atau  adal kesalah pahaman dalam sesuatu hal  atau lainnya.

Pendeknya jika masing masing bertahan denganpendiriannya, maka itu pertanda pernikahan akan segera berakhir, dan itu juga menunjukkan bahwa  tidak ada keinginan kuat untuk membangun rumah tangga yang awet.  Ketaqwaan kepada Tuhan tentu harus terus dipupuk, sehingga akan mampu menjadikan  rumah tangga yang dicita citakan tersebut dapat bertahan, meskipun banyak muncul persoalan dalam  proses  menjalani hidup.

Memang  kemungkinan akan muncul banyak persoalan, namun jika  masing masing pasangan menyadarinya, maka  semua itu justru akan dijadikan sebagai ujian untuk menuju sebuah kesuksesan.  Jika sudah menyadari tentang munculnya halangan tersebut, mereka pasti akan mempersiapkannya sedemikian rupa hingga apapun yang akan  menghadang, pasti akan disingkirkan  dengan cepat dan cara yang sangat baik pula.

Persoalannnya ialah jika pasangan hidup tersebut tidak menyadari  akan munculnya problem dalam menjalani  rumah tangga, karena yang  diinginkan aialah sebuah kondisi yang damai dan enak semata, maka mereka akan  salah besar, karena dapat dipastikan  dalam mengarungi bahtera rumah tangga, pasti akan didapatkan banyak persoalan, baik ringan maupun berat.  Dan harus diingat bahwa tidak ada rumah tangga yang tanpa  rintangan, karena  ini masih di alam dunia.

Namun  mungkin masih banyak diantara pasangan  suami isteri yang mudah tergoyahkan saat muncul persoalan, apalagi kalau sudah ada benih benih kebosanan diantara mereka. Bahkan kalaupun sudah ada anak diantara mereka pun, mereka akan dengan mudahnya  berpisah dan tidak mengingat buah hati mereka yang pasti akan mengalami banyak masalah, sehingga perkembangannya pun akan terganggu dan akan menjadikannya sosok yang tertutup  dan itu sangat tidak bagus bagi dirinya.

Barangkali persiapan yang dilakukan oleh mereka  sebelum memasuki gerbang rumah tangga sangat minim atau bahkan mungkin sama sekali tidak mempersiapkannya dengan baik.  Boleh jadi keinginan untuk menikah tersebut bukan didasari oleh keinginan untuk memberntuk keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah sebagaimana  ditunjukkan oleh  al-Quran, melainkan  semata mata keinginan untuk menikah  saja.

Nah  tipe orang seperti itu, apalagi kalau kemudian  pergaulan salah satu atau dua dua pasangan tersebut sedemikian dipenuhi dengan hura hura dan kesenangan duniawi, seperti  artis pada umumnya, atau  mereka yang suka  berpesta ria atau mereka yang berhubungan sangat bebas diatara kawan kawannya, maka itu semua akan  mendukung terjadinya  konflik yang sulit untuk diselesaikan.  Jika masing masing pasangan tersebut kemudian  membenarkan diri sendiri dan menyalahkan pihaklainnya, pastinya konflik tersebut tyidak dapat diselesaikan.

Itulah yang banyak dialami oleh pasangan hidup yang kemudian disebut sebagai pernikahan seumur jagung tersebut.  Tentu semua  hal yang mengetahui hanya masing masing pihak  dalam pasangan terswbeut  dan Tuhan.  Pada awalnya  semua orang akan  mempercayai bahwa pernikahan yang dijalankan tersebut  bertujuan sangat baik, yakni ingin  melestarikan keturunan dan  memperbanyak umat nabi Muhammad  saw yang daat dibaggakan di akhirat nanti.

Nah, karena itu kepada mereka yang saat ini baru menjalani  pernikahan atau yang belum menjalannya, sebaiknya memang harus mempersiapkan dirinya  sedemikian rupa sehingga semuanya akan dapat dirawat dan dipertahankan dengan mudah.  Siapapun orangnya, jika  niatnya sudah bulat dan  menyadari tentang persoalan yang pasti akan dihadapi, maka sekali lagi semua rintangan pasti akan dapat dilalui dengan selamat.

Munculkanlah  cita cita ideal yang pernah diinginkan bersama agar ketika  mendaptkan persoalan dalam perjalanan mengarungi hidup, semuanya akan muda diingat dan lalu mereka akan lebih mengutamankan terwujudnya keingian ersebut ketimbang  mempermasalahkan  sesuatu yang sifatnya tidak terlalu penting.  Apalagi jika  semuanya itu dilandasi oleh sebuah  pengertian bahwa apa yang dijalaninya tersebut semata mata  untuk mendapatkan keradlaan dari Allah swt.

Apalagi jika  sebelum menjalani pernikahan, seseorang sudah membayangkan  sebuah rumah tangga yang penuh dengan keceriaan bersama dengan  anak anak, dan kemudian  dapat melakukan aktifitas ibadah secara bersama sama pula.  Alangkah indahnya hidup itu dan pasti semua itu akan selalu terbayang, karena semuanya akan selalu dikembalikan kepada keinginan untuk mendapakan ridlo Nya sebagimana disebutkan di atas.

Jadi kalau sudah ada pemahaman seperti itu, maka kepentingan diri dan ego pribadi pasti akan mudah untuk dikalahkan dengan keinginan baik untuk  bersama tersebut.  Itulah sebabnya  persiapan untuk menikah dan membentuk keluarga yang saknah, mawaddah dan rahmah tersebut sangat diperlukan agar perjalanan  menembus hidup di dunia akan  mulus dan kalaupun kemudian muncul badai yang sangat dahsyatpun pasti akan dapat dilauinya dengan selamat.

Namun kalau memang  dalam menikah tersebut  seseorang hanya semata mata  ingin  kesenangan dan bukan untuk tujuan mulai tersebut, maka itu  berarti dia hanya mempernmainkan sebuah kondisi yang sangat mulia.  Dan itu dapat digolongkan sebagai perbuatan dosa, kaena  pasti akan membuat  sakit dan  kecewa banyak pihak, apalagi kalau kemudian sudah menghasilan  anak sebagai amanah Tuhan untuk dididik dan rirawat dengan sangat baik.

Kita doakan kepada smeua  orang yang akan dan  sedang menikah agar mereka  dapat bertahan dalam iakatan suci tersebut hingga dapat menyingkirkan semua  kedala yang menghadang di depannya.  Kita juga berharap kepada  orangtua mereka  akan mampu memberikan arahan dan nasehat baiknya, sehingga pasangan hidup yang baru tersebut akan mampu menyadari semua hal yang mungkin muncul di dala perjalanan pernikahan mereka, sehingga mereka akan dapat mempersiapkannya, meskipun mereka sudah berada di dalamnya.  Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.