ISLAM YANG RAMAH

Kiranya saat ini  menjadi tugas berat kita untuk mengembalikan Islam sebagai  ajaran agama yang  ramah, suka damai, dan juga toleran.  Kenapa kita wajib mengembalikan semuanya itu, ya karena saat ini kebaradaan Islam yang rahmatan lil alamin tersebut sudah dirobek robek oleh kekuatan jahat yang juga mengatas namakan Islam.  Kekuatan jahat tersebut sesungguhnya juga mengaku sebagai pembela Islam bahkan yang terdepan, akan tetapi sepak terjangnyalah yang justru mengoyak ketenangan Islam itu sendiri.

Kita itu makjsudnya melipti seluruh umat, utamanya  para tokoh dan para pimpinan lembaga pendidikan tinggi Islam di tanah air.  Siapa lagi kalau bukan kita yang mengembalikan  Islam pada rel yang semestinya, karena  kalau kita mengandalkan orang lain, jangan jangan malahan lebih parah lagi, bukannya akan menjadi lebih baik, melainkan justru akan semakin parah.

Islam sebagaimana yang dipraktekkan oleh Rasulullah saw, ternyata sangat ebrbeda jauh dengan Islam yang saat ini dimunculkan oleh mereka yang mengaku sebagai tameng dan pembela nomor wahid terhadap Islam.  Zama Rasul masih ada, smeua orang merasa terlindungi, termasuk mereka yang berbeda keyakinan sekalipun. Nabi tetap menghormati kepercayaan yang diyakini oleh mereka dan tetap toleran terhadap apapun kegiatan rtual yang mereka jalankan.

Tidak ada seorangpun yang diperbolehkan mengganggu  ibadah mereka, tidak seorang pun dipebolehkan untuk mengina dan melecehkan keimanan kaum lainnya, meskipun  mereka sering mengganggu umat muslim.  Jusru dengan akhlak yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad saw yang tetap tersenyum meskipun dilecehkan dan disakiti oleh kaum kafir itulah yanag kemudian menjadikan mereka sangat kagum dan akhirnya mereka meyakini kerasulaan Muhammad saw.

Coba kalau seandainya nabi Muhammad saw kreras kepada mereka, lalu memperlakukan mereka  sebagai budak karena kalah perang dna lainnya, maka selamanya mereka akan tetap membenci dan tidak akan mau memeluk Islam sebagai pelabuhan agamanya yang terakhir.  Banyak kisah perilaku dan akhlak Nabi yang kemudian meluluhkan hati dan pikiran  kafir yang paling keras lalu  memaluk Islam.  Lalu kenapa  cara  dan perilaku Nabitersebut yang seharusnya kita jadikan sebagai teladan, namun tidak kita lakukan?

Kita harus yakin jika seluruh umat muslim mempunyai akhlak yang bagus, dan tidak  membals terhadap apapun yang dilakukan oleh orang kafir, alangkah indahnya lingkungan kita dan pasti akan banyakorang kafir pada nsaatnya akan  masuk Islam dengan sendirinya karena kagum dengan akhlak yang ditampilkan oleh pemeluknya.  Nah, apa yang kita saksikan saat ini ialah berbalik seratus delapan puluh derajat bertentangan dengan perlaku Nabi, sehingga jangankan mereka mau masuk Islam, hanya sekedar respek saja pun tidak akan pernah dilakukan.

Jika  kemudian ada  orang kafir yang sadar dan kemudian memeluk Islam, itu bukan  karena dakwah yang dilakukan oleh kaum muslim sendiri, melainkan  karena ketretarikan mereka setelah membaca kitab suci alquran, lalu meneliti dan hasilnya sungguh sangat menakjubkan mereka,  karena itu kemudian mereka meyakini bahwa  apa yang tertuang dalam kitab suci alquran itu tidak mungkin dibuat oleh seorang manusia biasa.

Kalau kita yakin bahwa alquran itu sangat menganjurkan kepada umat muslim agar bertindak dan beringkah laku baik, menghormati semua orang, dan juga  tidak mudah merusak, menyakiti pihak lain dan lainnya, kenapa  justru saat ini banyak umat yang  melakukan tindak yang bukan diajarkan oleh Islam atau alquran?  Ini tentu ada ang salah dengan apa yang dipehami dan dilaksanakan oleh umat muslim, khususnya di Indonesia.

Kita kemudian jadi teringat kepada sebuah kaum yang menakana dirnya sebagai kaum khawarij, yakni  kaum yang dahulunya  membela Ali bin Abi Thalaib saat memerintah menjadi khalifah, namun kemudian setelah terjadi perang  dengan kaumnya Muawiyah dan  pada sat itu hampi menang, lalu dengan siasat jitu  kelompok Muawiyah melemparkan kain putih pertanda perang harus diahiri dan diselesaikan dengan cara musyawarah.

Sebagian  kaum Ali menerima tawaran tersebut dan sebagiannya lagi menolak dengan  alasan bahwa  itu semua hanyalah tipu muslihat pihak Muawiyah.  Nah di sinilah kemudian kaum Ali menjadi pecah dan salah satunya yang menolak berunding atau tahkim ialah mereka yang kemudian keluar dari kelompok Ali dan memisahkan diri dengan mana  kaum khawarij.  Kaum tersebut mendeklarasikan bahwa tidak ada hukum kecuali hukum Allah dan dia menganggap kafir dan murtad bagi siapapun yang tidak me,laksanakan hukum Allah, termasuk Ali dan  Muawiyah.

Kaum khawarij tersebut sangat keras pendiriannya dan snagat yakin atas pendapat dan kepercayaannya tersebut, sehingga mereka kemudian merencanakan pebunuhan atas diri Ali dan jga Muawiyah yang dianggap sebagai biang dari kerusuhan  yang terjaid diantara umat muslim.  Namun dalam sejarah kemudian terbukti bahwa mereka berhasil mebunuh Ali bin Abi Thalib dan gaal membunuh Muawiyah.  Tetapi mereka akan selalu menjadi duri dalam pemerintahan Islam, sehingga  semua pemerintah Islam tidak akan dapat  aman dan damai dalam menjalankan pemrintahannya.

Sejarah oltiki islam tersebut  membekas hingga saat ini, namun kita seharusnya mampu memisahkan diri dari aspek politik dalam menjalankan sayariat Islam.  Selama  masih dikaitkan dengan politik, akak Islam pasti akan  menjadi bulan bulanan dan dimanfaatkan kelmpok tertentu untuk kepentingan mereka dan bahkan melupkana substansi Islam itu sendiri.  Kita ingin bahwa Islam itu murni dilihat sebagai  agama yang  ajarannya sangat baik dan ccok untuk diteraplan oleh siapapun juga, demi mendapatgkan keuntungan yang hakiki, bahkan sampaiakhirat nanti.

Karena itu sudah saatnya para tokoh Islam yang peduli terhadap Islam yang substantif untuk mengembalikannya segera, agar tidak berlarut dalam kemasan yang sama sekali tidak sesuai dengan label Islam itu sendiri.  Islam itu bermakna damai, lalu kenapa  selama ini kita justru tidak menyaksikan kedamaia dalam kehidupan Islam?.  Bahkan  negara negara yang diklaim sebagai negara Islam justru malah  perang sendiri hingga negaranya porak poranda dan umat muslim juga banyak yang mati sia sia.

Lalu bagaimana kita memulainya? Apakah kita hanya sekedar menyarakannya dengan mulut atau tulisan semata? Tidak !.  Mungkin suara masih dibutuhkan, tulisan juga sangat dibutuhkan, namun yang lebih penting lagi ialah bagaimana kita mempraktekkannya dalam keseharian kita sebagai teladan untuk umat. Tujuannya agar mereka menyaksikan bahwa tampilan Islam yang kita  tunjukkkan ialah wajah Islam yang damai, santun, toleran dan selalu membela yang  lemah.

Mari tunjukkan kepada dunia bahwa Islam yang sesungguhnya sebagaimana diteladankan oleh baginda Rasul Muhammad saw,  kemudian juga diwarisi oleh para ulama dan para wali.  Kita memang harus berani berbeda dengan kebanyakan tampilan umum yang  karena sudah terlalu lama menyimpang dari teladan Nabi, sepertinya  hal tersebut menjadi biasa.  Kita harus berani  melanjutkan  perjuangan ulama salaf yang baik, meskipun mungkin kita untuk sementara akan disingkirkan dari  komunitas  mereka.

Tetapi yakinlah bahwa jika kita konsisten dan kuat dalam menerima cobaan pengucilan tersebut, pasti akan muncul sebuah kesadaran umum, baik dari uamt msulim sendiri maupun umat lainnya untuk memberikan apresiasi dan sekaligus emngakui tentang ajaran Islam yang substantif tersebut.  Semoga kita tidak lekas bosan dengan  peran kita sebagai uswah yang baik, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.