BERSAMA DENGAN POLISI

Mengawali perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2014-2015, IAIN Walisongo Semarang menyelenggarakan dzikir bersama, dan seluruh mahasiswa baru dan lama diharapkan dapat menghadiri dan melakukan dzikir bersama di gedung serba guna kampus 3 pada pagi ini.  Kegiatan tersebut insyaallah akan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan akan didatangi oleh jamaah al-Hikmah.  Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk membiasakan kepada mahasiswa  dan dosen agar senantiasa  mengingat Allah dalam setiap keadaan apapun, karena kita yakin bahwa  semua keputusan dan  yang terjadi adalah atas kehendak Tuhan.

Kegiatan serupa  memang sudah menjadi tekad IAIN Walisongo untuk melestarikannya, setiap mengaw3ali perkuliahan, meskipun bentuknya  bisa secara besar dan bisa secara sederahana, karena yang terpenting ialah bagaimana mengingatkan kepada seluruh keluarga besar IAIN Walisongo untuk tetapberkomitmen  ingat kepada Tuhan.   Kalau tidak dilaksanakan dzikir bersama tersebut, bukan berarti keluarga besar IAIN Walisongo  kemudian melalaikan Tuhan, melainkan semata mata  hanya untuk mengingatkan betapa pentingnya selalu mengembalikan segala persoalan kepada Tuhan.

Dengan budaya dzikir tersebut juga sekaligus dapat secara tidak langsung membentengi seluruh warga besar IAIN Walisongo dari pengaruh negtif dari luar yang selalu mengancam, seperti pengaruh  paham radikal dalam agama dan lainnya.  Tentu bukan hanya sekedar berdzikir semata, melainkan juga harus  tetap berkomitmen untuk menjaga mutu dan kualitas. Artinya sebagai perguruan tinggi Islam, IAIN  Walisong memang harus terus mengupayaka peningkaan kualitas dalam berbagai bidang, terutama bidang tri dharma perguruan tinggi dan juga layanan  dalam proses pembelajaran.

Nah, dalam  pelaksanaan dzikir bersama tersebut sekaligus akan dilakukan penendatanganan  MoU dengan kepolisian daerah Jawa Tengah sebagai wujud kita ingin melakukan kerjasama  dengan semua pihak, untuk melakukan berbagai kegiatan yang menunjang pelaksnaan tri dharma tersebut.  Instansi polri memang  merupakan salah satu instansi yang seharusnya  sudah lama bekerjasama dengan IIN Walisongo Semarang, hanya saja  belum secara formal dilakukan semacam perjanjian kerjasama, sehingga wujud kerjasama  selama ini hanya terkait dengan pelaksanaan di lapangan.

Polisi sebagai pengayom dan penjaga keamanan terhadap masyarakat, tentu akan sangat harmonis bilamana  melakukan kerjasma dalam bidang bidang yang terkait dengan fungsi dan peranannya dengan perguruan tinggi.  Perguruan tinggi juga bukan sekedar lembaga pendidikan yang sama sekali tidak peduli terhadap kondisi masyarakat, melainkan justru sudah seharusnya perguruan tinggi selalu  menjadi  salah satu unsur yang akan senantiasa berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai peran yang dapat dilakukannya.

Idealisme kampus yang selalu didengungkan juga merupakan sala satu faktor utama untuk dilakukannya  usaha usahan nyata di masyarakat oleh berbagai pihak, yang muaranya ialah bagaimana mencerdaskan masyarakat dan sekaligus menjadikan mereka lebih maju dan sejahtera.  Nah, kalau ternyata  di sana  ada sedikit persoalan, tentu harus segera dilakukan usaha meredamnya  sedemikian rupa sehingga persoalan tersebut akan secepatnya dapat diselesaikan dengan baik.

Kita tidak memungkiri bahwa  ada banyak hal yang  dapat dilakukan kerjasama dengan pihak polri, seperti dalam melatih para  satpam agar  mempunyai pengalaman dan pengetahuan mengenai tugas dan fungsinya sebagai satuan pengamanan sesuai dengan  kondisi tertentu, dan juga  dalam upaya mengatasi berbagai masalah yang tidak mungkin hanya ditangani oleh tenaga satpam saja, sehingga  bekerjasma dengan polri memang mutlak dilakukan.  Namun bukan untuk  hal hal yang tidak semstinya.

Kita juga tahu bahwa  meskipun mash ada  sebagian  anggota polri yang masih memegang  kebiasaan lama yang suda sesuai dengan zaman, tetapi meyoritas polri saat ini sudah melakukan  peraikan, terutama dalam sikap dan perilaku.  Tentu hal tersebut diawali dengan sikap teladan para pimpinan yang  selalu menekankan betapa pentingnya  memerankan diri  polri sebagai pengayom dan  penjaga keamanan di masyarakat.  Usaha nyata tersebut  saat ini sudah  banyak hasil, seperti ditangkapnya beberapa oknum polri yang melakukan berbagai penyimpangan, seperti  korupsi, suap dan sejenisnya.

Di Semarang sendiri sudah banyak dilakukan penangkapan oknum polisi yang mencoba  melakukan suap terhadap  pengendara jalan raya.  Untuk itu kita harus percaya  upaya yang sudah dilakukan oleh polri untuk mereformasi  diri, sehingga memang polri benar benar menjadi mitra yang sangat bagus untuk perguruan tinggi dalam usaha melakukan fungsi dan perannya masing masing.

Kita juga sekaligus berharap bahwa  para  mahasiswa dan seluruh warga besar IAIN Walisngo Semarang dapat melakukan tugas dna fungsinya dengan bagus tanpa harus merasa khawatir dengan berbagai  masalah yang akan muncul.  Mahasiswa yang selama ini  seolah berseberangan dengan pihak keamanan, sudah saatnya bergandeng tangan dalam melakukan upaya pengabdian mereka kepada masyarakat.  Sebab sejatinya mahasiswa itu mempunyai tugas mencerahkan masyarakat melalui  perannya sebagai agen perubahan.  Demikian juga polri mempunyai tugas mengamankan dan mengayomi masyarakat, sehingga keduanya seharusnya dapat  besinergi dalam  memajukan masyarakat.

Mahasiswa  seharusnya  cerdas dalam mensikapi persoalan.  Artinya kalau ada persoalan yang kurang memihak kepada masyarakat, tentu dapat dilakukan usaha dialog denga pihak yang bermasalah tersebut, dan tidak selalu dilakukan  unjuk rasa yang justru biasanya akan menimbukan banyak persoalan lainnya.  Sementara itu pihak polri yang memang bertugas mengamankan keadaan terkadang harus berenturan dengan  pihak yang melakukan  unjuk rasa, karena bagaimanapun  daam sebuah kumpulan besar masyarakat, akan mudah tersulut oleh  provokasi dari pihak yang sengaja  ingin menciptakan kekeruhan di masyarakat.

Dengan bekerjasma  tersebut diharapkan nantinya akan terjadi pengertian masing masing, sehingga tidak akan menimbulkan  bentrok dan merugikan banyak pihak.  Pihak kampus juga  sering memanfaatkan tenaga polri untuk mengamankan   erbagai acara yang diselenggarakan seperti  pada saat kunjungan pejabat negara ke kampus dan juga saat kampus empnyai hajat besar, semacam dies natalis ataupun wisuda dan lainnya, sehingga dengan demikian memang kerja sama  tersebut sesungguhnya sudah terjaln, hanya belum  secara formal dilakukan MoU.

Dengan kerjasama tersebut juga sekaligus memberitahukan kepada seluruh mahasiswa bahwa  antara kampus dan polri sesungguhnya  merupakan mitra yang harus saling membantu sesuai dengan kapasitas masing masing.  Demikian juga  antara kampus dengan polri bukanlah dua instansi yang saling berhadapan, seolah sebagai “musuh”, melainkan justru sebagai kawan  yang melakukan tugas masing masing, serta dalam kondisi tertentu  dapa melakukan  sesuatu secara bersama sama.

Polisi adalah  kawan dan sahabat kampus, untuk itu tidak ada alasan bagi mahasiswa untuk memusuhi polisi dan demikian juga sebaliknya tidak ada alasan polisi memusuhi mahasiswa.  Kalaupun ada benturan yang terpaksa harus dilakukan dan melibatkan unsur mahasiswa, maka  dengan adaya kerjasama ini, akan memungkinkan dilakukan pembicaraan atas kesalah pahaman yang sudah terjadi.

Kita berharap bahwa seluruh mahasiswa akan senantiasa  berada dalam koridor hukum dan ketentuan yang berlaku, baik di dalam kampus maupun dalam lingkup negara kesatuan RI yang kita cintai bersama.  Denngan begitu tentunya tidak akan timbul persoalan, karena semua menyadari pentingnya  suasana damai dan aman, sehingga semua piha akan mampu melakukan aktifitas sesuai dengan fungsi masing masing.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.