BKS PTN DAN KOPERTIS JATENG DIY

Hari ini rapat kerja Badan Kerja sama Perguruan Tinggi Negeri dan kopertis se Jawa Tengah dan DIY akan digelar di hotel Semesta Semarang.  Sebagai tuan rumahnya ialah IAIN Walisongo sedangkan ketua BKS sampai saat ini masih dipegang oleh rektor undip, Prof. Sudarto HP.  Banyak hal yang dibicarakan dalam setiap rapat BKS tersebut, karena persoalaan seputar pendidikan tingi terus berkembang dan menuntut penyelesaian yang bijak.  Meskipun untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang terkait dengan kebijakan  pendidikan nasional, bukan wilayah BKS, namun BKS biasanya  dapat memberikan rekomendasi kepada kementerian dan pihaklainnya yang diharapkan akan mampu  melakukan sesuatu untuk kebaikan pendidikan secara umum.

Ada yang berbeda dalam pertemuan BKS kalai ini, karena  tuan rumah, dengan ijin ketua, juga mengundang  semua perguruan tinggi agama Islam negeri atau saat ini lebih tepat disebut sebagai perguruan tinggi keagamaan negeri di Jateng.  Tujuannya ialah agar  mereka juga mengetahui perkembangan dunia pendidikan secara lebih luas.  Bahkan barangkali pada saatnya nanti mereka juga tertarik untuk terus mengikuti dan menjadi anggota BKS tersebut secara resmi.  Untuk itu undangan kepada mereka saat ini sifatnya hanya sebagai peninjau, meskipun demikian dalam pertemuan tersebut mereka juga berhak untuk menyampaikan  persoalan apapun yang terkait dengan penddikan tinggi dan seluruh kebijakannya.

Rapat BKS kali ini juga akan  berwarna beda, yakni akan didahului oleh semacam penjelasan  Panglima Kodam 4 Diponegoro mengenai berbagai hal, termasuk kemungkinan kerjasama antara BKS dengan kodam  dalam upaya mensinergikan  program program yang dimiliki oleh kedua belah pihak, utamanya  program yang terkait dengan tri dharma perguruan tinggi.  Tentu tujuannya sangat bagus yakni agar program yang dijalankan oleh masing masing pihak nantinya dapat dilaksanakan dengan saling membantu dalam hal fasilitas dan lainnya, sehingga program tersebut akan dapat lebih tepat dan memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat.

Apa yang  disampaikan oleh  kepala staf Angkatan Darat beberapa waktu yang lalu di markas AD saat mengundang para rektor perguruan tingi negeri beberapa waktu yang lalu, sunguh memberikan harapan besar bagi  dunia pendidikan dalam arti luas.  Selama ini pandangan masyarakat, termasuk masyarakat ampus terhadap keberadaan TNI memeang masih diwarnai atau setidaknya masih dibayang bayangi oleh  kenyataan masa lalu yang tidak enak untuk dikenang.  Namun  sesungguhnya saat ini TNI sudah sangat berbeda, baik dalam kebijakan yang diambil oleh pimpinannya maupun dalam hal realisasi di lapangan.

Secara umum Kasad telah menyampaikan   dan sekaligus membuka diri untuk bekerjasama dengan perguruan tinggi, karena disadari bahwa peran perguruan tinggi dalam pembangunan bangsa ini tidak dapat dianggap remeh.  Memang  saat ini masih banyak pekerjaan rumah yang tetap harus dilakukan oleh perguruan tinggi, misalnya tentang penyadaran kepada mahasiswa  tentang pentingnya bekerjasama dengan semua elemen masyarakat untuk membangun bangsa menjadi lebi baik di masa depan.  Masih adanya sebagian mahasiswa yang justru tidak sesuai dengan keberadaan dan nama mereka, juga menjadi keprihatinan bersama.

Artinya  persoalan anarkisme  mahasiswa dalam berdemo dan saling menyerang serta merusak fasilitas umum yang masoih saja terjadi dan dilakukan oleh mahasiswa juga  sekaligus akan merusak citra mahasiswa itu sendiri di mata masyarakat.  Namun kita  sangat yakin bahwa myoritas mahasiswa masih menyadari perannya  sebagai agen  perubahan menuju  kebaikan masyarakat.  Idealisme mereka yang  sangat orisinal juga masih dapat diharapkan selalu muncul untuk melakukan perubahan dalam semua aspek kehidupan, termasuk  berbangsa dan bernegara.

Untuk itu memang   dirasakan  penting untuk menjalin kerja sama dengan beberapa pihak, termasuk kodam dan seluruh jajarannya dalam upaya  bersama membangun bangsa.  Nah, BKS PTN dan Koperis se Jateng dan DIY memandang perlu  untuk tetap bekerjasama  dalam semua hal, terutama yang terkait dengan tugas dan funsi perguruan tinggi.  Bidang pengabdian masyarakat dan bidang lainnya, akan sangat tepat bilamana  pelaksanaannya juga ditunjang oleh unsur masyarakat, termasuk TNI dan kepolisian, dan tidak hanya semata mata dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen semata.

Persoalan yang akan dibahas dan dimunculkan pada rapat BKS kali ini tentu beragam dan utamnya terkait dengan beberapa rekomendasi tentang menjaga mutu pendidikan tinggi yang ditujukan kepada menteri baru dalam kabinet yang segera akan dibentuk.  BKS tentu menganggap penting mengenai posisi menteri yang mengurus masalah pendidikan, agar nantinya persoalan pendidikan di negeri ini akan semakin baik dan berkualitas, dan berbagai regulasi yang  ada dan akan dibuat, tentunya harus mengacu kepada pencapaian kualitas yang diinginkan tersebut.

Keinginan BKS ini untuk dapat menyerap semua aspirasi dari perguruan tinggi di jateng dan DIY memang menjadi sebuah harapan, yakni agar seluruh perguruan tinggi dapat berlomba dalam meningkatkan kualitasnya, sehingga masyarakat nantinya akan lebih mudah untuk mendapatkan akses pendidikan yang bermutu.  Untuk kepentingan itulah BKS tersebut juga mengikut sertakan kopertis yang membawahi  dan mengkoordinasikan seluruh perguruan tinggi swasta dan juga APTISI atau asosiasi perguruan tinggi swasta Indonesia.

Hanya saja selama ini perguruan tinggi negeri dan juga swasta  yang berada dalam naungan dan pembinaan kementerian agama belum  seluruhnya ikut dalam BKS tersebut.  Untuk itu undangan yang kali ini juga melibatkan  sekolah tinggi agama islam negeri di jateng tersebut dimaksudkan agar mereka juga dapat merasakan atmosfir BKS tersebut, terutama dalam hal silaturrahmi dan juga informasi seputar kemajuan dan perkembangan masing masing  perguruan tinggi.  Harapannya  ke depan mereka akan lebih tertarik dan sekaligus nantinya dapat bergabung bersama.

Demikian juga meskipun rector IAIN Walisongo Semarang  dan rector UIN sunan kalijaga Yogyakarta juga sekaligus sebagai kopertais, tetapi secara formal  atas nama kopertais, belum banyak terlibat.  Untuk itu dalam rapat BKS kali ini kopertais juga diundang untuk bergabung bersama, sehingga berbagai persoalan yang sempat muncul, diharapkan akan mendapatkan solusi pemecahannya dari banyak pihak.

Agenda yang dibahas dalam setiap rapat kerja BKS tersebut memang hamper  tidak berubah secara umum, namun sesungguhnya materinya selalu dinamis dan terus berubah sesuai dengan perubahan dan permasalahan yang muncul, baik dalam skala internal masing masing kampus maupun skala regional dan bahkan nasional.  Namun suasana silaturrahmi diantara para rector  dan para pembantunya beserta isteri atau suami mereka  sangatlah tampak dan keakraban tentu menjadi sebuah tujuan tersendiri.

Jadi meskipun rapat BKS tersebut serius dalam membahas persoalan persoalan yang terkait dengan pendidikan tinggi dan persoalan lainnya, namun fungsi silaturrahmi m,asih tetap menjadi hal yang diutamakan.  Atas dasar itulah maka pertemuan  BKS tersebut selalu tidak atas nama jabatan rector dan pembantu atau wakilnya  semata, melainkan juga sekaligus dengan pendampingnya atau isteri atau suami masing masing pejabat.  Ternyata  silaturrahmi  semacam itu sangat mengesankan dan  oleh karena itu menurut pendapat mayoritas anggota sangat perlu dilestarikan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.