TANTANGAN BERAT BAGI PEMERINTAH BARU

Semua orang tahu bahwa saat ini cadangan subsidi BBM sangat menipis dan diperkirakan tidak akan sampai akhir tahun, kalau tidak ditambah lagi dari APBN.  Logikanya harga BBM terutama premium harus dinaikkan dan tidak dapat ditunda tunda lagi.  Atas dasar kenyataan itulah banyak pengamat dan juga para ahli yang meminta kepada pemrintahan SBY untuk menaikkan harga BBM bersubsidi  sebelum mengakhiri jabatannya, sehingga pemerintahan Jokowi JK nantinya tidak terlalu berat dalam menaikkan harga BBM.  Setidaknya  separohnya  harus dinaikkan pada pemerintahan SBY dan separohnya lagi dinaikkan pada awal pemerintahan Jokowi JK.

Namun rupanya pemerintahan SBY tdak akan mau mengambil resiko, sehingga pada akhir pemerinthanannya tidak akan menaikkan  harga BBM bersubsidi. Satu sisi  ketidak mauan  pemerintahan SBY menaikkan harga BBM bersubsidi tentu menjadi bagus di mata masyarakat awam, tetapi  bagi masyarakat yang  dapat berpkir cerdas dan para ahli tentu menjadi tidak bagus, karena dinilai tidak mau tahu dan meninggalkan bebena yang terlalu berat bagi penggantinya.  Untungnya memang masyarakat Indonesia secara umum tidak mau berpikir lebih jauh, dan hanya berpikir praktis dan apa adanya.

Beratnya pemerintahan Jokowi JK tersebut memang sangat  tergambar dari kenyataan bahwa subsidi BBM diperkirakan hanya cukup sampai Oktober, sehingga  mau tidak mau Jokowi JK harus  berani untuk tidak polpuler dalam masa  awal memerintah, dan sangat mungkin Jokowi JK akan  dihujat banyak orang, ditambah lagi  para pihak yang selama ini bertentangan dengan Jokowi JK tentu akan mengambil manfaat dari kondisi tersebut untuk menarik simpati masyarakat.  Belum lagi kalau sistemnya masih sama dengan  saat ini, tentu untuk menaikkan harga BM harus mendapatkan persetujuan parlemen, sehingga ada kemungkinan dipersulit oleh parlemen tersebut.

Gambaran tersebut sudah sangat terlihat di depan mata, namun sesungguhnya kita tahu bahwa kekuatan Jokowi Jk ada pada masyarakat itu sendiri.  Artinya apakah nanti kalau niat untuk menaikkan harga BBM bersubdisi direalisasikan, masyarakat akan dapat menerimanya dengan lapang dada?. Tentu  tergantung dengan pendekatan yang  digunakan.  Manurut saya, bisa  saja  niat menaikkan harga BM bersubsidi tersebut akan didukung oleh masyarakat secara luas dan DPR pun tidak akan  berani mempersulitnya, tetapi bisa jadi sebaliknya bahwa masyarakat tidak setuj dan demo akan marak di mana mana dan DPR juga akan tidak menyetujui.

Kalau kenyataannya  sebagaimana predksi nomor satu tersebut, maka segalanya akan menjadi indah di awal pemerintahan baru tersebut, tetapi kalau yang terjadi adalah prediksi nomor dua, maka  akan terjadi sebuah kesulitan luar biasa.  Artinya kalau BBM bersubsidi tidak dinaikkan, maka akan  kesulitan mendapatkan BBM dan hal tersebut juga akan dapat meresahkan masyarakat.  Stok BBM yang sangat terbatas, karena memang keuangan untuk subsidi BBM sudah habis misalnya, maka secara otomatis hal tersebut  akan membuat pemerintah kesulitan mengatasi kondisi tersebut.

Kalau toh pada akhirnya harus ada tambahan subsidi lagi tentu perkembangan ekonomi kita semakin terpuruk dan  sektor lainnya  di luar migas akan terabaikan atau kurang maksimal.  Dalam situasi tersebut tentunya pemerintah Jokowi JK harus dapat meyakinkan masyarakat bahwa kenaikan BBM bersubsidi  itu harus dilakukan, atau dengan bahasa lain bahwa  subsidi BBM yang membengkah harus dikurangi untuk tetap menghidupkan sektor perekonomian nasional kita.  Penjelasan pemerintah tersebut tentu akan mendapatkan tangapan positif dari masyarakat, bilamana Jokowi Jk dapat meyakinkan kepeda masyarakat bahwa kenaikan tersebut bukan untuk kepentingan pribadi dan  untuk dikorup, melainkan  semata mata untuk menyelamatkan perekonomian negara.  Jaminan bahwa  pemerintah itu bersih, menjadi kuncinya.

Dalam hal ini Jokowi JK memang diuntungkan dengan kondisi bahwa keduanya dinilai bersih dan harapan masyarakat kepda mereka berdua dalam memimpin negera ini akan benar benar berhasil, yakni mensejahterakan rakyat, dan memperbaiki infra sruktur dan fasilitas umum yang digunakan oleh masyarakat banyak.  Namun bukan berarti tidak ada hambatan, karena setiap  BBM naik, berarapun, sudah barang tentu akan muncul banyak keluhan, terutama  mereka yang berusaha dalam transportasi dan lainnya.

Kita tahu bahwa BBM merupakan hal vital yang harganya akan mempengaruhi  sektor lainnya.  Kebanyakan masyarakat yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk menaikkan harga kebutuhan sehar hari, disamping kenaikan ongkos transportasi, harus dapat dicermai sedemikian rupa, sehingga tidak akan semakin memberatan masyarakat.

Idealnya memang pemerintah saat ini mau berkorban demi untuk  menciptakan suasana yang tetap kondusif dan lebih memberikan sedikit keringanan kepada pemerintah mendatang.  Karena sudah dapat dilihat bahwa  subsidi BBM sudah pasti tidak terkendali, maka  satu satunya jalan ialah  mengurangi subsidi tersebut dengan cara menaikkan harga BM bersubsidi tersebut.  Kita sesungguhnya juga tahu bahwa komsumsi BBM tersebut yang terbanyak ialah digunakan oleh mereka yang berpenghasilan menengah ke atas, sedangkan mereka yang miskin,  tidak menikmatinya, dan kalaupun ada itu hanya sedikit sekali.

Dengan menaikkan harga BBM atau  mengurangi  subsidi BBM tersebut, sekaligus juga akan  memutus para penyelundup BBM yang dilakukan oleh para cukong sebagaimana  dapat kita saksikan selama ini.  Demikian juga  dengan naiknya harga BBM terutama jenis premium, juga sekaligus akan mengurangi konsumsi premium oleh masyarakat banyak.  Dengan  berkurangnya penggunaan BBM jenis premium tersebut, maka stok yang disediaka tentunya akan tetap mencukupi sampai akhir tahun.

Ketidak beranian  pemerintah saat ini untuk menaikkan harga  BBM bersubsidi ternyata saat ini sudah  mulai  mempengaruhi kondisi di masyarakat, yakni  langkanya BBM tersebut.  Hal tersebut disebabkan  kebijakan yang dilakukan, yakni dengan  mengurangi stok dan menghentikannya di beberapa SPBU.  Kebijakan tersebut  justru tidak menyelesaikan masalah, malahan akan menimbulkan masalah baru, yakni  keresahan sebagian masyarakat, disebabkan  kesulitan mendapatkan BBM tersebut.

Itulah gambaran umum kesulitan yang bakal dialami oleh pemerintah baru, tetapi saya sendiri yakin bahwa pemerintah Jokowi Jk akan mampu mengatasinya, meskipun harus menempuh jalan yang tidak populer pada awal pemerintahannya.  Kalaupun  pemerintah nantinya akan  diserang  oleh masyarakat dan pihak pihak yang memanfaatkan situasi tersebut, tetapi asalkan  pemerintah kokoh dan dapat memberikan alasan yang tepat kepada masyarakat, serta didukung oleh konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan rakyat dan tetap bersih maka ke depannya  akan  mendapatkan apresiasi dari masyarakat.

Masyarakat kita sesungguhnya  sangat mudah mengerti terhadap  setiap keputusan yang diambil oleh pemerintah, asalkan jelas alasannya dan rasional.  Dan hal terpenting dari semua itu ialah bagaimana pemerintah menampilkan dirinya  tidak berlebihan dan mengesankan elitis.  Nah, pemerintah Jokowi JK selama ini sudah dikesankan sebagai  pemerintah yang merakyat dan penampilannya juga sederhana, sehingga hal tersebut akan mampu memberikan  kepercayaan masyarakat terhadap keamanahan mereka dalam memimpin Indonesia.

Untuk itu tetap optimislah  dalam  rencana mengurangi subsidi BBM premium tersebut, termasuk kalau sampai  nanti  Jokowi JK sudah dilantik pada tanggal 20 Oktober, tetap tidak ada kenaikan harga BBM bersubsidi. Persoalan  gejolak di masyarakat tetap  ada, namun  kalau cara penanganan nya bijak, tentu gejolak tersebut tidak akan lama, apalagi kalau  kemudian ada kebijakan lain yang ditujukan kepada rakyat miskin untuk menaikkan pendapatan mereka, semacam subsidi langsung, tentu akan  menolong  peredaman gejolak tersebut.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.