BERLARUTNYA PERMASALAHAN

Ada kalanya permasalahan yang menimpa seseorang atau phak tertentu dapat segera hilang dan selesai dengan sesungguhnya, atau setidaknya selesai secara formal.  Namun ada kalanya pula permasalahan tersebut cukup lama tidak kunjung mendapatkan solusi penyelesaian dan tetap berlarut, meskipun sudah berjalan berbulan dan bahkan bertahun.  Lantas apa  yang menyebabkan permasalahan tersebut dapat bertahan lama dan tidak dapat diselesaikan? Atau sebaliknya persoalan itu dapat sesegera mungkin dapat diatasi.  Tentu itu semua  harus dicermati secara seksama dan dianalisa  njmet.

Mungkin ada yang berpendapat bahwa sebuah masalah dapat cepat selesai, karena kadar masalahnya cukup kecil dan tidak menyangkut  banyak pihak, sehingga akan cukup mudah mengatasinya, sedangkan yang biasanya sulit diselesaikan itu disebabkan masalah tersebut sangat las dan melibatkan banyak pihak.  Akan tetapi anggapan seperti itu tidak seluruhnya benar, karena pada kenyataannya banyak masalah kecil kemudian malah melebar dan menjadi sangat sulit dipecahkan, tetapi sebaliknya  ada pula masalah yang cukup besar, tetapi sangat  cepat diselesaikan.

Dengan begitu jawaban sebagaimana disampaikan sebagian pihak tersebut tidak menjamin secara keseluruhan.  Mungkin memang ada masalah kecil dan mudah diselesaikan dengan cepat, tetapi hal tersebut bukan  semata mata diukur dari besar kecilnya sebuah masalah, melainkan lebih disebabkan oleh keinginan yang terkait dengan masalah tersebut untuk segera menuntaskan, sehingga tidak terbebani oleh masalah tersebut.  Caranya ialah dengan  mencari akar masalahnya dan kemudian menyelesaikannya, dan bukan  mengatasi akibat dari masalah tersebut, yang tentu tidak akan menyelesaikan masalah.

Sebagai satu contoh yang sangat mudah mengenai masalah tersebut ialah, kalau  seseorang pada waktu hujan rumahnya bocor, sehingga air ada dimana mana dan terus mengganggu.  Nah, kalau masalah tersebut hanya diatasi dengan  menadahkan  semacam ember di tempat bocornya tersebut, maka hal tersebut tidak menjadi  solusi yang dapat mengatasi bocor tersebut.  Memang untuk sementara dapat mengatasi air tidak menyebar ke seluruh rumah dan membasahi seluruh isi rumah, namun yangn jelas  hal tersebut tidak menyelesakan masalah.  Justru cara mengatasinya ialah cukup mengganti genteng yang bocor tersebut, karena itulah sumber masalahnya.

Demikian juga  pada contoh lainnya, seperti kalau di sebuah kampung terjadi masalah untuk  hampir seluruh kampung, semisal kampung tidak aman, disebabkan banyaknya orang usil atau pencurian, maka kalau diatasi oleh  perorangan semisal dengan  menjaga  rumah dan barang masing masing,  maka akan tidak menyelesaikan masalah, karena sudah barang tentu tidak semua orang akan mampu melakukannya.  Sangat mungkin kalau seandainya seluruh warga  berjaga dengan baik, maka persoalan tersebut  justru akan  beralih ke tempat lan, dan begitu seterusnya dan pada saatnya nanti juga aka kembali lagi.

Nah, bagaimana cara mengatasi persoalan tersebut, tentu harus dicari akar persoalannya.  Kalau sudah diketahui  akar persoalannya,. Barulah dilakukan penyelesaiannya.  Misalnya ternyata persoalannya ialah ada salah seorang warga yang memang  menjadi biangnya, maka  akan sangat mudah mengatasinya, atau kelau diketahui bahwa  pangkalnya ialah terbukanya kampung tersebut dengan akses luar yang tidak terkontrol, maka car mengatasinya ialah bagaimana akses kampung tersebut dapat dibatasi, sehingga akan mudah mengatasi masalahnya.

Kalau dimisalkan peemasalahan tersebut ialah sangat luas seperti masalah lumpur Lapindo di Jatim, dimana cara mengatasinya tidak dicari pada pangkalnya, maka malahan  semakin  bertambahnya masalah tersebut dan bukan menjadi terselesaikan.  Memang sudah diupayakan untuk menahan semburan lumpur di tempat munculnya, namun ternyata  bukan itu masalahnya.  Kalau kemudian  Lapndo dianggap sebagai bencana nasional yang tidak dapat diatasi, maka  cara mengatasinya ialah  dengan memindahkan penduduk  di sekitar yang diperkirakan akan terkena lumpur ke tempat yang lebih aman.

Mungkin kemudian muncul permasalahan baru, yakni banyaknya warga yang tidak mau pindah dengan alasan itulah asal  dan tempatnya sejak lahir.  Namun  kalau hanya it alasannya tentu akan sangat mudah diatasi, yakni  diberi informasi yang benar mengenai bahaya yang bakal menimpa mereka.  Nah, kalau kemudian  persoalan pokoknya ternyata bukan tidak mau pindah, melainkan  disebabkan oleh karena tidak adanya ongkos atau biaya untuk pindah tersebut.  Nah, kalau sudah begitu tentu masalahnya sudah ketemu dan sangat mudah untuk diatasi, yakni  bagaimana memindahkan mereka ke tempat lain yang lebih aman dan memberikan  modal  untuk memulai hidup di tempat yang baru.

Namun kalau hal tersebut tidak ditempuh, yakni  berlarutnya  proses pemindahan dan   tidak dilakukannya pebayaran sebagaimana lataknya, tentu masalahnya tidak akan selesai dan malah akan terus bertambah.  Apa yang saat ini dipersoalkan oleh  warga yang terkena lupur Lapindo ialah tagihan pembayaran yang hingga saat ini belum diselesaikan.  Mungkin  ini hanya secara teori saja untuk menyelesaikan permasalahan, tetapi yakinlah bahwa teori ini dapat dilaksanakan oleh siapapun dalam menghadapi masalah, karena teori ini didasarkan atas pengalaman nyata yang  terjadi.

Hanya saja  masih banyak warga masyarakat yang tidak melakukan  cara sebagaimana tersebut sehingga kalau mempunyai masalah tidak cepat selesai, etapi malah bertambah.  Bahkan masalah kecil saja  kalau selalu dipelihara, tentu akan semakin membesar dan  sulit diatasi.  Kalau ada orang yang  karena difitnah oleh orang lain misalnya, maka  tentu hal tersebut menjadi masalah baginya.  Nah, kalau finah tersebut tidak cepat diatasi dengan mencari tahu suiapa sumber fitnah tersebut, dan hanya mengadu ke sana kemari dan bahkan ketika sudah tahu sumbernya bukannya diselesaikan dengan baik, malahan  justru membalasnya dengan fitnahan juga, maka masalah tersebut tidak akan pernah selesai.

Tentu akan sangat berbeda kalau misalnya setelah diketahui akar masalanya kemudian diselesaikan, semisal didatangi orang yang memfitnah tersebut  dengan cara baik baik  yakni mengklarifikasinya sedemikian rupa, sangat mungkin akan segera padam.  Atau kalau misalnya yang bersangkuitan mengelak, maka kemudian diambil sikap menerima saja fitnahan tersebut dan membiarkannya sampai reda sendiri, dan dirinya tetap berlaku benar serta tidak  berlaku baik kepada siapapun, tentu masyaraat akan memberikan penilaian  lain dan tidak mempercayai fitnah tersebut. Kita harus yakin kalau kita  biarkan fitnah tersebut, Tuhan pasti pada saatnya akan membuka kebenaran yang  sesungguhnya.

Memang kalau permasalahnnya ialah  individual dan menyangkut  fitnah, akan sangat sulit bagi seseorang yang terkena fitnah membiarkannya, dan biasanya justru malahan cenderung ingin membalas fitnahan tersebut, sehingga  permasalahannya  tidak semakin selesai, melainkan justru malah bertambah.  Namun kalau kita mengembangka sikap memaafkan kepada siapapun yang berbuat jahat kepada kita, sudah barang pasti masalah tersebut akan tidak berpengaruh sedikitpun kepada kita.  Jalan keluar yang paling ampuh ialah rasa legowo dan membagi maaf kepada siapapun, khususnya kepada orang yang menyalahi dan bahkan memfitnah kita.

Itulah solusi manjur yang  dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad saw, dan seyogyanya  ditiru oleh seluruh umat beliau.  Pada kesimplannya, kalau kita mau mendapatkan solusi pada setiap permasalahan yang kita hadapi, maka satu hal yang harus kita lakukan ialah menyelehkan hati dan pikiran kita, sehingga kita akan dapat  menerima sesuatu yang bahkan sangat menyakitkan.  Insyaallah kalau kita sudah dapat berlaku seperti itu,  insyaallah akan terjauhkan dari masalah, setidaknya dari masalah yang sulit dipecahkan.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.