GREGET TUJUH BELASAN

Meskipun kebanyakan orang sedang memantau persoalan sengketa pilpres di MK, tetapi masyarakat umum saat ini sudah fokus ke persoalan memperingati kemerdekaaan RI yang tinggal beberapa hari lagi, tepatnya 2 hari lagi.  Nah dalam suasana mempersiapkan peringatan tersebut banyak kegiatan dilakukan oleh masyarakat,  seperti memasang umbulumbul di sepanjang jalan, memasang pernik pernik bendera dan sejenisnya, mengadakan berbagai perlombaan, baik  untuk anak anak, maupun orang tua.  Bahkan  disebabkan waktu yang kurang memungkinkan dilaksanakan siang hari, perlombaan tersebut harus dilaksanakan pada malam hari.

Kita melihat antusiasme masyarakat begitu tinggi dalam  peringatan tersebut.  Hal tersebut ditandai dengan maraknya mereka dalam  kegiatan kegiatan yang diselenggarakan, bahkan  pelaksanaan  kegiatan yang hingga larut malam pun tetap mereka ikuti, demi berpartisipasi, meswkipun tidak ada yang menyuruh atau  memberikan sanksi bilamana tidak mengikutinya.  Ini sungguh merupakan sebuah kondisi yang sangat membanggakan untuk sebuah partisipasi masyarakat dalam sebuah  aktifitas yang diselengarakan.

Demikian pula dengan keinginan masyarakat banyak untuk menghias lingkungan mwereka, baik dengan  melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan, mengecat pagar dan gapura, maupun sekedar merapikan  lingkungan, sehingga tanpak asri dan  enak dipandang.  Momentum peringatan  kemerdekaan RI memang luar  biasa, karena  secara sadar masyarakat mempersiapkannya sedemikian rupa.  Hal tersebut tenu akan lain, jikalau dibandingkan dengan  waktu lainnya yang biasanya amat sulit untuk menghimbau masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan  dilingkungan warga.

Seandainya greget untuk berpartisipasi kegiatan membenahi lingkungan tersebut tidak terbatas pada  saat menghadapi tujuh belasan saja, melainkan sudah merupakan sebuah kesadaran bersama seluruh masyarakat, tentu merupakan  anugrah yang luar biasa, dan tentu dalam waktu yang tidak terlalulama akan dapat diraih apapun yang diinginkan.  Kita yakin bahwa kebersamaan seluruh warga, akan mampu mengalahkan segala macam rntangan yang menghadang.  Bahkan untuk itu mereka sanggup dengan senang hati dan tulus menyumbang apapun yang dimiliki demitercapainya tujuan bersama.

Namun sayangnya hal tersebut belum dapat terwujud, karena setelah peringata tujuh belasan, semuanya akan kembali kepada kondisi yang kurang menggembirakan, yakni sikap individualistik masing masing warga yang mendominasi, sementara kebersamaan  dan saling pengertian untuk memajukan lingkungannya menjadi berkurang.  Untuk sekedar kerja bakti saja, selalu ada alasan yang disampaikan untuk menghindar dari bersama sama memperbaiki lingkungan, bahkan kalau ada hal yang perlu diwujudkan dengan  biaya tertentu, sumbangan juga seret.

Momentum tujuh belasan memang masih cukup ampuh untuk menyatukan seluruh warga, karena untuk yang satu ini  seolah masyarakat tanpa dikomando, secara bersama sama  sudah melakukan  kerja bareng untuk mempersiapkannya.  Pertanyaan yang segera muncul ialah bagaimana kita mampu menciptakan kondisi seperti ini dapat berlangsung  juga dalam even even yang lain, sehingga banyak kesempatan bagi kita untuk selalu bersama dalam membangun dan memajukan lingkungan kita.

Namun kalaupun kita belum mampu menciptakan sesuatu yang  menyamai peringatan tujuh belasan, kita sudah cukup lega dan bangga, karena masyarakat ternyata tidak mudah terbelenggu oleh persoalan yang menyita  banyak perhatian masyarakat secara umum, yakni persoalan pilpres.  Biarlah para elit saja yang saat ini masih mempersoalkan pilpres, sedangkan masyarakat secara umum sudah kembali kepada aktifitas masing masing dan bahkan saat ini sedang mempersiapkan peringatan tujuh belasan.

Setidaknya kita dapat menjadi lega, karena masyarakat sudah tenang dan tidak terlibat dalam “peperangan” elit yang terus  mempersoalkan pilpres yang dianggap curang dan banyak pelanggaran yang dilakukan oleh para penyelenggara pemilu.  Masyarakat sudah mengetahui bahwa pelaksanaan pilpres sudah berjalan dengan aman dan  damai, meskipun sebagian masyarakat masih belum dapat memaknainya  demikian.  Biarlah itu semua menjadi urusan masing masing, yang terpenting bagi masyarakat luas ialah ketenangan dan keamanan, sehingga aktifitas masyarakat dapat berjalan dengan normal.

Greget tujuh belasan memang luar biasa, yakni mampu membangkitkan semangat mereka yang sebelumnya tidak mempunyai kepedulian terhadap lingkungan, juga mampu membuat orang mendadak menjadi  dermawan atau setidaknya  bukan kikir,  dan juga  mempu  meninggalkan atau melupakan  persoalan lain yang juga cukup menyita perhatian.  Rupanya tidak ada even lain yang mampu  menyamai atau lebih lebih  mengungguli tujuh belasan tersebut.  Untuk itu sudah sepatutnya kita mensyukuri hal tersebut dan memanfaatkannya untuk kepentingan bersama  dan memajukan lingkungan kita masing masing.

Memang aktifitas yang dilakukan untuk menyongsong tujuh belasan tersebut dapat dikatakan  sama dengan aktifitas  sebelumnya.  Namun demikian kalau kita mampu mendesainnyaq dengan bagus, maka akan ada nilai tambahnya, dan bukan hanya sekedar hura hura saja.  Ambil contoh, ketika mengadakan perlombaan, mungkin  jenis lombanya masih sama dengan masa yang lalu, tetapi kalau kemudian kita memberikan nilai dalam perlombaan tersebut, sudah barang tentu akan ada sisi yang dapat membuat kita lebih bangga.

Artinya kreatifitas masyarakat dalam menyongsong dan memperingati kemerdekaaan negara kita ternyata sangat luar biasa, sehingga secara kasat mata  rasa nasionalisme  masyarakat masih dapat dibanggakan, meskipun tentu kita meyakini masih ada  sebagian masyarakat yang  tidak menyambut kemerdekaaan tersebut sedeikian rupa, sehingga seolah mereka tidak peduli dengan segala macam aktifitas yang menyertai tujuh belasan tersebut.  Messkipu demikian bukan berarti rasa nasionalisme tersebut hanya diukur dengan peringatan tujuh belasan saja, melankan hal tersebut hanya salah satu indikasi yang sangat mudah dilihat.

Hal tersebut sungguh merupakan modal yang sangat bagus bagi bangsa ini untuk membangun dan memperkuat solidaritas seluruh bangsa.  Saat ini sebagaimana yang kita tahu, ada semacam ancaman yang selalu mengintai, yakni disintegrasi yang masih selalu  disuarakan oleh sebagian orang.  Sangat mungkin suara tersebut karena  masih belum meratanya pembangunan atau masih adanya gap antara yang sejahtera dan yang menderita.  Nah, sesungguhnya menjadi tugas kita semua untuk selalu mengupayakan kesejahteraaan bagi seluruh rakyat, bukan saja  menjadi tugas pemerintah.

Memang pemerintah mempunyai fungsi dan tugas yang lebih, disebabkan  berbagai fasilitas yang dapat digunakan sebagai piranti untuk mensejahterakan masyarakat berada dan dipegang oleh pemrintah, namun masyarakat juga mempunyai peran yang sangat penting dalam upaya mensejahterakan seluruh masyarakat tersebut, semisal menjaga kondusifitas  dan keamanan  di lingkungan masing masing, dan mendukung serta menyambut baik program program pro rakyat yang dilaksanakan oleh pemerintah dan lainnya.

Demikian pula modal rasa nasionalisme teresbut dapat dijadkan  sebagai penangkal dari memungkinan munculnya berbagai paham yang bertentangan dengan idealisme kesatuan yang diwujudkan dalam  sila sila dalam Pancasila.  Saat ini kita juga menyaksikan banyaknya  aliran yang menawarkan solusi cepat untuk mengatasi masalah yang selalu menggelayuti masyarakat, yakni sebuah tawaran untuk  bergabung dengan aloiran yang mereka tawarkan, seperti ISIS da lainnya.

Sangat mungkin ada sebagian masyarakat yang tergiur dengan tawaran tawaran tersebut, padahal mereka belum tahu persis kenyataan yang ada.  Bahkan  keyakinan yang mereka percayai ternyata hanya merupakan sebuah pemahaman yang menurut sebagian besar ulama ternyata salah.  Bagaimana mungkin  usaha membunuh orang lain yang beda  pemahaman dan keyakinan dengan mereka kemudian dianggap sebuah kebajikan?.  Bagaimana mencuiptakan perang di kalangan masyarakat, dapat dianggap sebagai jihad dan lainnya.

Intinya dengan  sikap nasionalisme yang dimiliki oleh masyarakat, sebagaimana yang ditunjukkan lewat tjuh belasan tersebut tentu sangat menguntungkan  kita semua, karena dengan begitu kita akan dapat memenejnya  sedemikian rupa sehinga menjadi sebuah ondisi yang memungkinkan kita terus melakukan perbaikan demi mencapai kesejahteraan umat.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.