MEMBANGUN BANGSA DENGAN ILMU DAN AKHLAK

السلا م عليكم ور حمة الله وبر كا ته

الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر 

ألله أكبركبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا  لا اله الا الله والله أكبر   ألله أكبر ولله الحمد

الحمد لله     الحمد لله الذي  جعل هذا اليوم  من اعظم  الا يام والذى احلنا فيه الطعام وحرم علينا فيه الصيام ااشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له ذوا الجلال والا كرا Ù… واشهد ان محمدا عبده ورسو له المبعو Ø« رحمة  للا نام Ùˆ العالم اللهم صل Ùˆ سلم وبارك على سيد نا محمد وعلى اله وأصحابه الكرام  اما بعد:  فيا اخواني رحمكم الله  او صيكم وايا ÙŠ بتقوى الله   اتقوا الله   لعلكم  تر حمو Ù† قال الله تعالى : ولتكملوا العدة ولتكبروا الله على ما هداكم Ùˆ لعلكم تشكرون

 

Kaum muslimin dan muslimat jamaah shalat Id yang berbahagia dan dimulyakan oleh Allah SWT.

            Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Segala puji hanya pantas untuk Allah swt.  Allahu Akbar. Pada hari ini, hari yang mulia dan dimuliakan oleh seluruh umat muslim, yakni Hari Raya Idul Fithri,  Allah swt. menghalalkan makan dan minum serta mengharamkan berpuasa bagi kita, untuk itu sangat pantas manakala kita senantiasa tetap bersyukur kepada Allah SWT. Karena Allah lah yang telah melimpahkan karunia kenikmatan, taufiq, kasih sayang, pertolongan dan Hidayah-Nya kepada kita, sehingga sampai detik ini kita tetap istiqamah dan mantap untuk memeluk dan mengamalkan ajaran syariat Islam dengan konsisten.  Rasa syukur  tersebut perlu terus kita tumbuh-kembangkan, terutama dalam suasana kedamaian yang kita rasakan setelah seluruh rakyat melaksanakan pesta demokrasi untuk memilih pemimpin negeri ini, serta ketetapan Tuhan dalam memberikan kemudahan, kesehatan dan kekuatan iman, serta kasih sayang untuk menyempurnakan ibadah Ramadlan tahun 1435 H. ini. 

            Karena itu sekali lagi kita wajib  bersyukur atas kemurahan Allah SWT kepada kita, dan senantiasa berusaha untuk meningkatkan kualitas taqwa yang kita miliki dengan berusaha secara sungguh-sungguh melaksanakan perintah Allah dan sekaligus menjauhkan diri dari larangan-Nya, serta terus memupuk persaudaraan  serta kebersamaan dengan sesame warga bangsa, sehingga di hari yang fitri ini kita benar-benar menjadi muttaqin sejati yang tulus ikhlas dan berbudi luhur sesuai dengan identitas ketakwaan itu sendiri..

Jamaah shalat `Id yang dimuliakan oleh Allah

            Satu bulan lamanya kita telah menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya, dengan penuh ketulusan, dan satu bulan itu pulalah kita telah berhasil mengendalikan nafsu kita untuk tidak makan, minum, berkumpul dengan pasangan di siang hari, tidak mengeluarkan kata kata kotor, tidak menghujat, tidak memfitnah dan sejenisnya.  Untuk itulah patut kiranya kita berharap bahwa  Allah swt akan memenuhi janji-Nya yakni  akan mengampuni seluruh dosa kita sebagaimana disampaikan oleh nabi Muhammad saw, yakni:

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Barang siapa yang menjalankan puasa dengan didasari oleh iman dan hanya berpengharapan serta ikhlas karena Allah, maka seluruh dosanya akan diampuni oleh Allah.

Disamping itu kita juga  berharap bahwa ibadah puasa yang telah kita laksanakan akan mampu mengantarkan kita menjadi manusia yang taqwa dan unggul dalam ilmu pengetahuan dan akhlak.  Harapan tersebut bukanlah sebuah utopia, melainkan justru sesuai dengan  keinginan Tuhan sendiri, yakni menjadikan manusia yang berpuasa  sebagai muttaqin, seperti yang  tertulis dengan jelas dalam surat al-Baqarah ayat 183.

يا أيها الذين أ منوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan kepada kalian untuk berpuasa sebagimana telah juga diwajibkan kepada umat sebelum kalian agar kalian menjadi taqwa.

Jamaah shalat `Id yang dimuliakan oleh Allah

            Pemaknaan taqwa  itu sendiri harus kita  tempatkan pada porsi yang sebenarnya, yakni sebuah kondisi dimana seseorang yang menghiasi hidupnya dengan taqwa akan mampu melakukan kebaikan dan  menjauh dari keburukan.  Secara lebih rinci dapat dijelaskan bahwa  sifat taqwa tersebut akan mampu membawa seseorang menjadi sangat ideal, seperti selalu disiplin, sabar, tolerans terhadap perbedaan, mencintai kedamaian dan kebersamaan, tabah dalam menghadapi cobaan, peka terhadap penderitaan pihak lain, meningkat dalam etos kerja, berakhlak mulia, rajin menjalankan ibadah dan lainnya.  Sehingga dengan taqwa tersebut seseorang akan menjauh dari sifat rendah seperti sombong  suka pamer, suka memfitnah,  merendahkan pihak lain serta sifat jelek lainnya.

Allahu akbar Allahu akbar Allahu Akbar wa lillahil hamd

Jamaah shalat `Id yang dimuliakan oleh Allah

Saat ini kita tentu harus bersyukur kepada Allah swt karena bangsa Indonesia  disamping telah menyelesaikan ibadah puasa, juga telah  menyelesaikan  tugasnya sebagai warga Negara, yakni melaksanakan pesta demokrasi memilih pemimpin untuk lima tahun mendatang, dengan damai, aman, tertib,  dan transparan.  Walaupun tentu masih ada beberapa catatan sebagai evaluasi untuk perbaikan  ke depan. Untuk itu kita harus memberikan dorongan kepada yang terpilih agar tetap teguh dalam memegang amanah rakyat dan sekaligus terus berusaha bersama dengan rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan  dan peningkatan di segala bidang.

Namun demikian pekerjaan rumah kita dan pemerintah mendatang masih cukup banyak, karena memang kondisi masyarakat kita  masih belum sesuai dengan idealitas kita.  Masih ada  bermacam persoalan yang harus mendapatkan penanganan secara serius, yakni  persoalan moralitas bangsa, disamping persoalan kemiskinan, pengangguran dan kebodohan.  Problem tersebut harus menjadi prioritas kita dalam upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang  berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan  berkepribadian dalam kebudayaan.

Jamaah shalat `Id yang dimuliakan oleh Allah

Akar persoalan sebagaimana tersebut sesungguhnya bermuara dari dua hal penting, yakni ilmu pengetahuan dan moral atau akhlak.   Ilmu pengetahuan meniscayakan  adanya usaha nyata dalam memperjuangkan kecerdasan seluruh rakyat yang memang diamanatkan oleh undang undang dasar kita.  Semangat untuk memajukan dan mencerdaskan bangsa  memang sudah ada dan bahkan  ditindak lanjuti dengan penyediaan anggaran yang cukup rasional dan juga kebijakan yang cukup bagus, namun yang amat disayangkan ialah belum meratanya  pendidikan tersebut dan pelaksaaannya di lapangan yang kemudian menjadi lain yang diakibatkan oleh pengawasan yang lemah atau moral para pelaksana yang rendah, sehingga kebijakan yang bagus tidak  bisa terealisasi dengan bagus pula.

Sementara itu persoalan moral atau akhlak,  saat ini memang menjadi barang yang amat mahal dan sulit didapatkan.  Moral dalam artinya yang luas sesungguhnya meniscayakan sebuah kondisi ideal bagi terbentuknya sebuah  masyarakat yang ideal pula.  Artinya moral itu merupakan penentu bagi perjalanan sebuah bangsa, karena  sebuah bangsa  yang teguh dalam memegang akhlak dan memertahankannya, maka bangsa tersebut akan tetap jaya dan mulia dimata bangsa lain di dunia.  Tetapi sebaliknya  kalau sebuah bangsa sudah melupakan akhlak dan menerjangnya sedemikian rupa, maka bangsa tersebut tentu akan  menjadi lemah dan tidak ada harganya dimata bangsa lain, dan bahkan dimata bangsa itu sendiri.

Allahu akbar Allahu akbar Allahu Akbarwa lillahil hamd

Jamaah shalat `Id yang dimuliakan oleh Allah

Kita sangat yakin bahwa Islam sebagai agama, tidak saja memerintahkan umatnya untuk   berbakti dan meyembah Tuhan dalam arti sempit, yakni hanya melakukan ritual semacam shalat, puasa dan lainnya, melainkan sekaligus menganjurkan dan bahkan mewajibkan umatnya untuk terus mencari ilmu pengetahuan, demi kesuksesannya  di dunia dan akhirat sekaligus.  Secara jelas Allah swt telah berfirman dalam  surat Al-taubah ayat yang ke 122, yaitu:

وما كان المؤ منون لينفروا كا فة فلولا نفر من كل فرقة منهم طائفة ليتفقهوا فى الدين ولينذروا قو مهم اذا رجعوا اليهم لعلهم يحذرون

Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepada mereka, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

Nabi Muhammad saw juga memberikan motivasi untuk mencari ilmu melalui hadis:

من   سلك طريقا  يلتمس فيه علما سهل الله له به طريقا إلى الجنة

Barang siapa yang menempuh jalan  atau melangkahkan kaki menuju majlis ilmu, maka Allah akan memudahkannya  jalan menuju ke surga

Dengan melihat dan merenungkan teks teks  tersebut kiranya amat sangat jelas bahwa mencari ilmu itu adalah sebuah kewajiban, karena hanya dengan ilmu pengetahuanlah, seorang manusia akan dapat hidup dengan sejahtera, lahir dan batin, bahkan dunia hingga akhirat.  Dan sebaliknya bilamana seseorang hidup dalam kebodohan dan kegelapan, maka bukan saja akan mendapatkan kerugian dan kesengsaraan hidup melainkan juga akan  tidak bisa menikmati karunia Tuhan yang disediakan untuk seluruh umat manusia, dan akan jauh dari surga.

Dalam kaitannya dengan ini, imam Syafii pernah mengatakan bahwa siapapun yang menghendaki menguasai dunia, maka wajib baginya untuk menguasai ilmunya, demikian juga siapapun yang menginginkan  meraih kebahagiaan di akhirat, ia juga harus menguasai ilmunya, serta  siapapun yang menginginkan  menggenggam kebahagiaan dunia dan akhirat, ia juga wajib menguasai ilmu keduanya.

Jamaah shalat `Id yang dimuliakan oleh Allah

Perintah Allah swt untuk mencari dan mendapatkan karunia Tuhan, baik yang ada di dunia dan juga di akhirat sesungguhnya merupakan  perintah ideal dan realistis.  Artinya  saat kita berada di alam dunia, kita riil sangat membutuhkan  segala  yang memang menjadi kebutuhuan  hidup setiap manusia, seperti pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan lainnya, sehingga  sangat ideal dan bijak manakalaAllah swt  memerintahkan kita untuk mencari ilmu dan segala macam kebutuhan di dunia.

Namun  sebagai seorang mukmin, kita juga  harus percaya bahwa  hidup yang sesungguhnya dan abadi hanyalah hidup di akhirat nanti.  Untuk itulah  sangat bijak ketika Allah swt memerintahkan kepada kita untuk mencari  dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan abadi di akhirat, melalui berbagai macam  aktifitas yang dapat  memperoleh pahala.

Pendek kata, masa depan kita  sesungguhnya terletak pada kepemilikan ilmu pengetahuan yang nantinya akan memungkinkan kita menguasai dan  menggenggam dunia ini dan sekaligus selamat di akhirat.

Allahu akbar Allahu akbar Allahu Akbarwa lillahil hamd

Jamaah shalat `Id yang dimuliakan oleh Allah

Sementara itu kita sangat sadar bahwa persoalan  moral merupakan hal yang sangat penting dan selalu akan menjadi persoalan bagi setiap orang dan bahkan bangsa dimanapun berada. Karena moral merupakan fondasi yang akan menentukan perjalanan seseorang atau sebuah bangsa ke depan.  Untuk itulah Islam sangat intens menyikapi persoalan ini dan sangat menekankan kepada seluruh umatnya  agar dapat berperilaku baik, santun , taat kepada peraturan yang ada, dan menghargai pihak lain, serta berperilaku sebagai manusia yang  mempunyai karakter kuat dan bermoral tinggi.

Persoalan moral di negeri ini memang  masih sangat memprihatinkan.  Banyak diantara warga bangsa  yang saat ini telah kehilangan karakter sebagai warga bangsa yang  santun, suka damai, suka menolong, suka bermusyawarah dan lebih mengutamakan kepentingan bersama,  sehingga dengan hilangnya karakter tersebut, mereka sangat mudah marah, mudah merusak, memfitnah, menghujat, berburuk sangka, berlaku anarkhis, dan tidak mau dinasehati, melakukan perbuatan yang merugikan  pihak lain, bahkan merugikan bangsa dan negara, seperti melakukan korupsi dan sejenisnya.

 Merebaknya kasus-kasus korupsi, baik untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, atau golongan di lingkungan birokrasi dan partai politik, suap dan sejenisnya dinegeri kita yang sempat terungkap akhir akhir ini telah membuktikan statmen ini. Sidak yang dilakukan oleh gubernur Jawa Tengah di jembatan timbang beberapa waktu lalu juga semakin memebelalakkan mata kita bahwa ternyata sebagian anak bangsa  di negeri tercinta  ini  masih sakit secara moral.  Demikian juga persoalan obat obatan terlarang  yang terus menghantui kelestarian generasi muda kita, serta tindakan kekerasan dengan mengatas namakan apapun, termasuk agama, yang masih terus kita saksikan di belahan daerah di negeri kita ini, menjadi bukti kongkrit yang tidak terbantahkan bahwa  moralitas sebagian anak bangsa ini sedang berada di titik nadir dan sangat menghawatirkan kita semua.

Persoalan moral memang menjadi persoalan yang sangat penting dan menentukan, karena sesungguhnya kebesaran dan kekokohan sua

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.