MENUNGGU PENGUMUMAN KPU

Saat ini meskipun belum diumumkan oleh komisi pemilihan umum, tetapi masyarakat sudah cukup mengerti bahwa pemenang pilpres ialah pasangan nomor urut dua.  Hal tersebut didasarkan atas  hitung riil yang sudah dilakukan oleh masing masing propinsi, sehingga KPU pusat  tinggal merekap saja dan hasilnya tidak berbeda dengan hitungan KPU propinsi.  Namun secara etik  pasangan yang diestimasikan akan memenangkan pilpres belum boleh menyatakan kemenangan, dan tetap harus menunggu pengumuman secara resmi KPU.  Nah, sambal menunggu pengumuman KPU secara resmi besuk,  ternyata  banyak hal yang dapat dilakukan untuk tetap menjaga kesejukan di masyarakat,

Presiden SBY kemarin sore telah mengundang masing masing pasangan calon untuk berbuka bersama di istana Negara.  Tentu pertemuan antara dua pang calon presiden dan wakilnya tersebut  akan menjadi salah satu  unsur yang dapat meredam  hawa panas yang sementara ini  ada.  Apalagi masing masing sudah  berkomitmen untuk tetap menjaga kondisi agar tetap kondusif dan damai.  Kondisi ini semakin  membuat harapan untuk tetap terjaga ketenteraman di masyarakat semakin jelas.

Sebelumnya kita di suguhi sebuah  kondisi yang sangat menghawatirkan semua pihak, karena  ada beberapa tanda yang  memungkinkan terjadinya gesekan antar pendukung, yakni rencana pengerahan masa ke KPu, meskipun  dengan alasan untuk menjaga keamanan KPU.  Alasan tersebut tentu tetap mengkhawatirkan, karena untuk penjagaan tersebut sesungguhnya aparat kepolisian dan dibantu TNI sudah siap, justru dengan kehadiran massa yang  banyak akan menjadi sangat rawan.

Untunglah kemudian ada kesepakan bahwa masing masing pasangan calon tidak akan mengerahkan massa ke KPU dan bahkan saat pengumuman pemenang pilprteas nanti semua pihak juga sudah sepakat untuk tidak menggelar pesta kemenangan dengan berlebihan atau turun jalan.  Tentu kita harus dapat megang janji dan komitmen mereka  yang akan   mengendalikan massa.  Pesta kemenangan dengan  turun ke jalan justru akan memancing  keributan karena tentu ada pihak yang merasa dilecehkan.

Bahkan  apapun pernyataan  pada saat kampanye yang lalu, terutama pernyataan yang tidak enak didengar ataupun bersifat menghina dan sekjeniasnya, sebaiknya dilupakan saja sehingga tidak akan muncul  ketegangan baru pasca terpilihnya presiden dan wakil presiden.  Kita harus menyatukan langkah untuk mulai membangun masa depan bangsa.  Artinya semua pihak, baik yang memang meupun yang kalah harus dapat  kembali bersatu bergandeng tangan untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat yang sydah menunggu.

Kita juga harus tetap menunggu janji capres yang terpilih sebagaimana dituangkan dalam visi dan misi mereka, walaupun tetap harus bersabar.  Hal tersebut didasarkan kepada kenyataan bahwa meskipun pemenang pilp[res 2014 telah diumumkan besuk, namun pelantikannya masih harus menunggu tanggal 20 Oktober mendatang, sesuai dengan masa jabatan presiden sebelumnya.  Nah, setelah dilantik nanti, presiden dan wakilnya juga harus menyusun cabinet dan lainnya, sehingga kita memang harus bersabar dan terus mengawal dengan cermat, sehingga mereka tidak akan keluar dari rel yang seharusnya.

Kita harus percaya bahwa presiden mendatang akan  komitmen dengan janjinya dan tidak akan menyengsarakan rakyat.  Untuk itu kita sekaligus juga berharap bahwa  parlemen juga harus mendukung pemerintahan, dan bukannya menjegal dengan berbagai cara dan alasan.  Kita tentu harus  prihatin dengan munculnya para anggota parlemen yang  belum dewasa dalam berpikir dan bersikap, sehingga bukannya membantu pemerintah untuk mensejahterakan  rakyat, malahan  justru menyanderanya.

Pembentukan koalisi permanen yang telah dideklarasikan diharapkan bukannya untuk menjegal pemerintah, melainkan justru akan menjadi kekuatan penyeimbang, sehingga pemerintah akan tetap berada dalam rel yang benar.  Artinya parlemen harus dapat menilai hal hal yang baik dan benar harus tetap didukung, dan yang tidak pro rakyat harus dikritisi, sehingga bangsa ini akan semaikin baik dan  pembangunan dalam segala bidang akan dapat berjalan dengan baik pula.

Itu pemikiran jauhnya, dan  yang terpenting pada saat ini, yakni  saat menunggu pegumuman resmi KPU tentang pemenang pilpres, jangan ada pihak pihak tertentu yang memancing  kekeruhan.  Pernyataan  dan sikap yang berlebihan, juga akan dapat menyulut api kekerasan dan permusuhan.  Untuk itu dihimbau kepada semua pihak, utamanya umat muslim agar tetap menjaga mulut dan sikap di bulan suci ini, agar pahala puasa kita tidak melayang.  Demikian juga umat lainnya  untuk juga menghormati bulan suci umat muslim ini  sekaligus juga  upaya menciptakan ketenangan menjelang  pengumuman KPU.

Dalam setiap perhelatan pemilihan umum  tentu  aka nada yang menang da nada yang kalah, dan tidak mungkin kedua duanya menjadi pemenang.  Dan yang terpenting ialah semua itu  ialah keputusan rakyat Indonesia.  Untuk itu kesadaran mengenai hal ini mutlak diperlukan, agar tidak larut dalam kesedihan dan segera kembali kepada aktifitas sebagaimana sebelumnya.  Menyadari kemenangan dan juga kekalahan adalah bentuk dari  sifat kenegarawanan dan kesatria.  Sebaliknya tidak menerima kekalahan dan kemudian berusaha untuk melakukan hal hal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa adalah bentuk sifat kekerdilan.

Kita sangat percaya bahwa emosi sesaat setelah menyadari kalah, tentu wajar, tetapi emosi tersebut masih dalam batas  kewajaran dan disimpan dalam hati.  Kita juga sangat percaya bahwa masing masing calon tentu sangat berjiwa besar, sehingga tidak akan melakukan hal hal yang justru akan mencederai demokrasi dan sekaligus diri mereka sendiri.  Demikian juga tim ses yang  terdiri atas orang orang intelek yang tentu akan lebih berpikir luas dan mementingkan kepentingan bangsa dan Negara ketimbang   kelompok.

Dengan begitu kita  tidak perlu khawatir dengan isu akan terjadinya kegemparan pasca pengumuman KPU, semuanya akan baik baik saja dan tidak akan terjadi  situasi cheos.  Kita juga harus percaya  dengan  polri dan TNi yang sudah menjamin akan menjaga keadaan, bahkan mereka juga ada yang akan  melakukan pencegahan dengan melakukan  sedikit ancaman kepada siapapun yang berusaha anarkhis. Untuk itu sekali lagi kita harus tetap optimis bahwa besuk tanggal 22 Juli akan tetap aman dan tidak akan terjadi huru hara.

Kalaupun nantinya ada pihak pihak yang mencoba akan melakukan keributan, tentu pihak aparat akan mampu mengatasinya tanpa harus menimbulkan keguncangan.  Sebaiknya masing masing kita  memang berkonsentrasi dengan pekerjaan  yang ada di hadapannya  sambal terus berdoa untuk keselamatan bangsa serta  keberhasilan siapapun yang akan memanangkan pilpres.  Kita dukung apa yang dinyatakan oleh capres  yang diperkirakan akan memanangkan pilprs, yakni tidak akan mengerahkan masa ke KPU dan hanya mengharapkan agar pendukungnya merayakan kemenangan di rumah masing masing atau didaerahnya masing masing tanpa harus mengganggu ketertiban umum.

Bahkan untuk sementara waktu atribut kampanye juga  dihimbau tidak digunakan dulu sampai suasana menjadi tenang dan tidak mengkhawatirkan lagi.  Akan lebih bagus kalau waktu menunggu  satu hari ini digunakan untuk bersilaturrahmi dengan berbagai kalangan.  Hal tersebut dimaksudkan agar kondisi masyarakat tetap terjaga dan sejuk.  Semoga  keinginan kita untuk mendapatkan pemimpin yang amanah dan terus memikirkan kesejahteraan rakyat serta terciptanya kondisi umum yang kondusif akan benar benar terwujud. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.