SELAMAT UNTUK JOKWI-JK

Semalam komisi pemilihan umum telah menetapkan pasangan calon presiden nomor urut 2, yakni Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla sebagai pemenang pilpres dan wakilnya tahun 2014 dan sekaligus ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih untuk masa jabatan tahun 2014 hingga 2018. Tentu dengan terpilihnya  Jokowi Jk tersebut nantinya diharapkan akan dapat memimpin Indonesia dengan amanah dan dapat mensejahterakan rakyat sesuai dengan ekspektasi selama ini.  Kita juga yakin bahwa kebanyakan rakyat Indonesia memang menginginkan sosok Jokowi untuk memimpin negeri ini, dan bukan yang lain.

Sebagaimana kita tahu bahwa pesta demokrasi di negri ini telah selesai dan telah menghasilkan presiden dan wakil presiden terpilih yang akan memulai memegang amanah pada tanggal 20 Oktober yang akan datang.  Tentu  dinamika dalam proses jalannya demokrasi tersebut banyak hal yang dapat menjadikan kita  semakin dewasa, karena  berbagai persoalan yang muncul dan cara mengatasinya serta hiruk pikuk saat kampanye dariu kedua belah pihak, sungguh membuat kita  harus merenungkan dengan seksama, dan kemudian berusahan mengevaluasinya.  Tentu hal hal yang  positif, masih dapat kita pertahankan dan hal hal yang negatif harus kita tinggalkan.

Kita telah sepakat bahwa  bangsa ini harus terus maju dan tidak boleh berhenti atau bahkan mundur, demi kejayaan dan kesejahteraan seluruh rakyat.  Untuk itu aspirasi rakyat yang demikian besar  dan juga harapan mereka untuk merengkuh kehidupan yang lebih baik dan  sejahtera, akan dapat diantarkan oleh pemimpin yang memang memikirkan dan dekat dengan rakyat.

Sementara itu bagi pasangan yang kalah, yang kemarin menarik diri dari proses yang sedang berjalan di KPU agar tetap bisa menjaga kondisi rakyat, supaya mereka tetap tenang dan tidak melakukan hal hal yang dapat merugikan kita semua.  Sesungguhnya sudah ada saluran yang dibuka, yakni mahkamah konstitusi.  Silakan  memasukkan keberatan dan temuan kecurangan ataupun masalah lainnya, dan meminta kepada MK  agar dapar dapat memutuskan dengan adil.  Sayaratnya ialah  dengan disertai bukti yang meyakinkan, sehingga MK akan dapat memprosesnya.

Kalau kita lihat secara kasat mata, sesungguhnya perjalanan pemilu termasuk penghitungan suara mulai dari TPS sudah dilakukan dengan cukup transparan dengan meyertakan  saksi saksi dari semua pasangan calon, sehingga mereka mempunyai C1 yang dapat dikumpulkan secara nasional.  Semua saksi dari masing masing calon dan pihak lainnya sebagaimana diatur daam peraturan perudangan KPU juga mempunyai salinannya.  Nah berdasarkan itu semua, kiranya akan sangat mudah untuk mengecek apakah ada kecurangan ataukah tidak.  Jadi sangat simpel, dan kalau memang semuanya sudah dapat dicek, itulah yang harus diterima sebagai sebuah kenyataan pilihan rakyat.

Persoalan  yang disebut sebagai rekomendasi bawaslu kepada  KPU jakarta, sudah dijawab sendiri oleh yang bersangkutan bahwa  rekomendasi tersebut bukan untuk menyelenggarakan pemilu ulang, melainkan hanya  untuk melakukan chek ke beberapa TPS yang dilaporkan oleh pihak pasangan nomor urut 1.  Tidak mungkin bawaslu langsung merekomendasikan untuk melakukan pemilu ulang, hanya didasarkan laporan salah satu pihak saja.  Tindakan bawaslu untuk mengecek laporan tersebut  sudah benar, dan kalau sekiranya dari laporan KPU ternyata memang ada yang  perlu ditindak lanjuti, baru direkomendasikan untuk dilakukan pemunutan suara ulang.

Jadi  sebaiknya semua pihak memang melakukan tindakan sesuai dengan aturan main yang ada.  Saat ini KPU sudah megumumkan hasil pilpres tahun 2014 dan hasilnya  bahwa pasangan calon nomor urut 2  memenangkan pilpres tersebut dengan perlehan suara 53,15% dari suara sah, dan kemudian juga sudah ditetapkan sebagai pemenang pemilu presiden serta menjadi  calon presiden dan wakil presiden terpilih  untuk masa bakti tahun 2014 – 2019.  Artinya kalau ada pihak yang merasa keberatan dengan penetapan KPU tersebut dipersilahkan untuk  memprosesnya di Mahkamah Konstitusi sesuai dengan aturan yang ada.

Dengan begitu kita berharap kondisi masyarakat akan tetap sejuk dan hanya mereka yang berperkara di MK saja yang akan memproses persoalan tersebut, sementara masyarakat akan dapat melaksanakan tuas sehari hari dengan baik.  Tentu kalau hal tersbeut dilakukan,  dunia usaha juga akan mendapatkan ketenangan dan  para investor akan berbodong bondong melakukan investasinya di Indonesia. Kita  tentu ikut prihatin dengan melemahkan beberapa saham dan juga nilai tukar rupiah sejak pemberitaan  penarikan diri pasangan calon nomor urut 1.

Terlepas dari persoalan seputar pelaksanaan plipres yang masih menyisakan masalah bagi salah satu pasangan tersebut, sebaiknya kita memang berkonsenrasi menatap masa depan kita  agar dapat meraih kesejahteraan yang kita inginkan.  Bagi rakyat Indonesia, pemilu presiden dan wakil presiden sudah selesai dan pemenangnya  juga sudah diumumkan oleh KPU, karena itu tidak perlu lagi kita terlibat lebih jauh dalam proses selanjutnya.  Kita tinggal  menungu  pergantian kepemimpinan  nasional tersebut pada tanggal 20 Oktober anti dengan harapan besar ada perubahan  menju lebih baik dalam semua aspek.

Dalam masa uforia ini  kita memang perlu memberikan semangat kepada  pemenang pilpres, sekaligus juga harapan agar semua janji yang telah disampaikan saat berkampanye dan yang tertera dalam visi dan misi  nantinya dapat direalisasikan, meskipun harus bertahap dan tidak sekaligus.  Kita tentu akan menyadari dan  selalu memberikan  dorongan  agar presiden  dan wakilnya dalam menjalankan pemerintahan nantinya dapat berjalan dengan baik, terjauhkan dari kepentingan pribadi dan golongan, serta selalu mendahulukan kepentingan rakyat.

Selamat kepada  pak Joko Widodo dan  pak Jusuf Kalla atas  kemenangannya saat ini, tetapi  harus diingat bahwa kemenangan tersebut bukan kemenangan sepihak, melainkan kemenangan seluruh rakyat Indonesia, dan karena itu bukannya pesta meriah  yang harus diciptakan, melainkan  kesederhanaan saja, karena kemenangan ini sesunguhnya adalah sebuah amanah yang harus dijalankan dengan benar.

Dahulu ketika Umar bin Khattab  dipilih menjadi kepala negara ata khalfah, justru belau menangis karena tahu betapa beratnya tanggung jawab yang harus diemban.  Namun saat ini meang tidak mesti identik dengan masa khalfah kedua Rasul tersebut, hanya saja setidaknya nuansa bahwa kepemangan tersebut hanya sebuah  tanda bahwa tanggung jawab yang melekat  dalam pundak pemanang adalah sangat besar dan harus dipersiapkan dengan baik agar dapat menjalankannya dengan baik pula.

Kita sangat percaya kepada pasangan penanga pemilu presiden dan wakil presiden kali ini, mengingat rekam jejak yang sudah ditorehkan  selama ini cuku membuat orang percaya dan  optimis.  Untuk itu kepercayaan masyarakat tersebut harus dijaga  jangan sampai membuat mereka kecewa dengan penampilan pemerintahan yang justru tidak bagus.  Masyarakat Indonesia tentu akan medukung  sesuai dengan kapsitas masing masing, karena  itulah harapan masyarakat, yakni ingin mendapatkan  pemerintah yang benar benar memerhatikan rakyat dan tidak mempersulit apapun yang menjadi kepentingan mereka.

Kita  mendoakan kepada pasangan terpilih dalam pilpres kali ini semoga Tuhan senantiasa melindungi dan menuntun mereka agar tetap dapat emnjalankan amanah dan berada dalam rel yang lurus, sehingga rakyat akan menjadi sejahtera, dan menggapai mimpi mereka. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.