NIKMATNYA IBADAH TENGAH MALAM

Konon qiyamullail yang dilakukan oleh Rasul Muhammad saw, baik di Ramadlan maupun di luar Ramadlan dilaksanakan pada tengah malam dan dilaksanakan dengan kekhususyu’an yang luar biasa.  Artinya  surat surat al-Quran yang dibaca juga dengan tartil dan panjang, rukuk juga panjang  dan bagus, sujudnya juga panjang dan bagus, sehingga  pelaksanaan shalat qiyamullail tersebut sangat terasa dan  meresap hingga ke dalam sanubari.  Barangkali itulah yang membedakan dengan shalat tarawih yang dilaksanakan oleh kebanyakan umat muslim di Indonesia, yang disamping dilaksanakan sehabis shalat Isya’, juga dengan pelaksanaan yang diangap kurang khusyu’.

Memang ukuran kekhusyu’an dalam shalat tidak dapat hanya dipandang dari sisi dhahir semata, melainkan  kekhusyu’an tersebut ada pada hati.  Mungkin ada orang yang shalat dengan selalu menghadapkan wajahnya ke tempat sujud, sehingga tampak khusyu’, tetapi belum pasti, karena bisa saja  hatinya  justru kemana mana atau  dipengaruhi oleh kepentingan yang bersifat duniawi, semisal biar dianggap khusyu’ oleh orang di sekitarnya dan lainnya.  Tetapi bisa saja ada orang yang menjalankan shalat dengan  biasa saja, tetapi hatinya ternyata  hanya mengingat Tuhan.

Tetapi memang secara umum  penampakan dhahir itu merupakan cerminan hati, karena itu kita memang tidak diperbolehkan  curiga kepada siapapun, melainkan justru selalu berprasangka baik kepada  siapapun yang menjalankan shalat atau amal baik lainnya.  Soal ternyata ada niat  buruk didalamnya, itu menjadi urusan yang bersangkutan dengan Tuhan.  Akan lain halnya kalau seseorang menjalankan ibadah shalat misalnya pada  malam hari dimana  kebanyakan manusia  sedang tidur nyenyak, dan dia sendiri bertafakur dan bersimpuh menghadap sang Khaliq, tentu yang ada hanya ketulusan hati untuk pasrah dan meminta kepada Tuhan.

Bagi yang belum terbiasa dan  hanya beberapa kali saja menjalankan shalat malam seperti itu, tentu belum dapat merasakan betapa nikmatnya ibadah tersebut, bahkan sangat mungkin masih diselimuti oleh rasa kantuk dan sejenisnya.  Tetapi akan berbeda dengan mereka yang sudah terbiasa dan bahkan  seolah menjadi agenda wajibnya setiap malam, tentu akan dapat merasakan betapa nikmatnya  melaksanakan ibadah tersebut.  Bahkan banyak diantara mereka  justru tidaka kuasa untuk menahan air matanya  saat mengingat hal hal buruk yang pernah dilakukannya dan kemudian memohon dengan ketulusan hati untuk sebuah ampunan dari Tuhan.

Semakin seseorang asyik dan  tenggelam dalam ibadahj  seperti itu, semakin merasa bahwa dirinya sangat sangat lemah dan  banyak maksiat, padahal dibandingkan dengan orang orang umum, mereka itu sungguh sudah dianggap orang suci.  Sebaliknya bagi mereka yang toidak dapat melaksanakan ibadah sepeerti itu, justru terkadang merasa paling hebat, paling suci, dan  sama sekali tidak mempunyai kesalahan.  Kalaupun diminta untuk meminta maaf kepada sesama saja  dengan sombongnya  menolak bahwa dia tidak pantas meminta maaf karena dia menganggap tidak bersalah.

Ibadah malam tersebut bukan sekedar shalat, melankan juga  amalan lainnya, seperti membaca al-Quran,  membaca tasbih, shalawat, takbir, tahlil dan lainnya.  Semua amalan yang dilakukan tengah malam tersebut akan dapat dirasakan secara langsung  dampaknya, meskipun mungkin tidak akan bertahan lama, namun paling tidak pada saat menjalankannya, ada kesadaran yang tingi mengenai dirinya  dan bahkan pengakuan bahwa dirinya memang sangat lemah dan kurang, sehingga sangat memerlukan pertolongan Tuhan.

Kalau ibadah dan semua amalan baik yang dilaksanakan pada tengah malam tersebut dilestarikan dan dibiasakan oleh seseorang, tentu akan  dapat membawa diri seseorang semakin baik dan semakin menyadari kekurangannya.  Dengan begitu pada saatnya dengan sendirinya ia akan terus melakukan pembenahan dirinya menuju kebaikan yang dicita citakan.  Kita sangat yakin bahwa amalan yang dilakukan secara tulus yang dilambangkan  dilaksanakan pada malam saat orang lainnya sedang tidur, tentu akan mampu membawa perubahan pada diri seseorang menuju kesempurnaan.

Barangkali masih ada  yang masih meragukan hal tersebut, karena memang belum  mengalaminya sendiri, tetapi ada baiknya kalau mereka yang masih meragukan hal tersebut, mau mencoba dan mengamalkannya secara rutin dan tidak bosan. Jangan mencoba sekali dua kali, karena kalau niatnya hanya sekedar mencoba, maka Tuhan juga akan mencobanya dan selama itu dalam percobaan, maka dampaknya tidak akan pernah dirasakan, dan kemungkinan  orang tersebut akan  dengan cepat menjadi bosan.  Itulah rahasianya, sehingga kalau mereka yang percaya, langsung saja dijalankan dan  bukan dengan niat mencoba.

Kenikmatan ibadah di malam hari, khususnya ketika menjalankan shalat, seolah keseluruhan jiwa terpasrahkan kepada Tuhan secara total, dan  bahkan seluruh urusan dunia menjadi terlupakan.  Kenikmatan itulah sesungguhnya yang harus dicari.  Barangkali itu baru sebagian  nikmat yang nanti akan diterima saat di akhirat.  Sungguh benar penggambaran bahwa kenikmatan yang tiada tara ialah pada saat dapat melihat secara langsung kepada Tuhan, karena keagungan Tuhan sungguh akan mengalahkan semua yang ada.

Ada sisi lain yang bisa didapatkan ketika  menjalankan ibadah di malam hari, yakni ketenangan jiwa dan pikiran.  Pada saat seperti sekarang ini, banyak diantara umat manusia yang  terkan penyakit kegundahan dan tidak tenang, dan anehnya mereka sama sekali tidak tahu  bagaimana cara mengatasinya.  Dan setiap berusaha untuk mengjlangkan kegundahan tersebut akan semakin bertambah, bahkan terkadang ada yang  mengobatinya dengan obat penenang, tetapi hal tersebut justru menambah keparahannya saja.  Nah, sesunguhnya  penyakt tersebut termasuk salah satu penyakit kejiwaan yang obatnya sangat mudah, ialah  mendekatkan diri kepada Tuhan dengan kesunguhan dan ketulusan hati.

Menjalankan shalat dan ibadah  lainnya pada malam hari merupakan solusi terbaik dan tercepat dalam mengatasi gangguan kejiwaan seperti itu.  Dengan medekatkan diri melalui shalat, dzikir dan  selalu mengingat keagungan Tuhan, akan dapat  menjadi obat cukup mujarab bagi kegundahan yang selalu melanda jiwa.  Secara umum Tuhan juga telah memberitahukan kepada kita bahwa dengan berdzikir kepada Allah, seseorang akan  ditenangkan hatinya, dan  dengan melaksanakan shalat malam secara rutin, Tuhan juga akan menempatkannya  pada tempat yang sangat terhormat, baik pada saat di dunia maupun nanti setelah di akhirat.

Apalagi kalau kita mau juga mengkaji kitab suci dengan memahami dan mencermati makna yang diandungnya, tentu akan menemukan berbagai pengetahuan yang dapat menggugah hati dan pikiran kita untuk  melakukan hal hal positif dan bermanfaat bagi kita dan orang lain.  Demikian juga ketika kita  mencermatiayat ayat yang berkaitan dengan persoalan akhirat dan siksa Tuhan yang demikian dahsyat dan diancamkan kepada mereka yang durhaka dan mendustakan  ayat Tuhan serta para utusan-Nya, tentu akan semakin mantap iman dan keyakinan kita.

Mengkaji ayat ayat  Quran, meskipun hanya melalui  bacaan terhadap terjemahan, akan mampu membangkitkan inspirasi bagi kita untuk setidaknya berkomitmen menjalankan kebaikan dan menjauh dari keburukan.  Lebih jaunya lagi inspirasi tersebut akan mampu membangkika minat kita untuk mengubah sesuatu yang jelek menjadi baik dan yang sudah baik menjadi lebih baik lagi.  Semoga kita mampu melakukan dan mempraktekkan ibadah di malam hari, khususnya di bulan suci ini sehingga kita akan mampu  merasakan betapa nikmat yang  dan indahnya beribadah tersebut.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.