KEHIDUPAN NORMAL MASYARAKAT

Barangkali saat ini kewaspadaan terhadap penghitungan suara pilpres yang dilaksanakan pada 9 Juli yang lalu masih terus ketat dan bahkan tegang, karena kekhawatiran masing masing pihak atas kemungkinan adanya kecurangan yang dilakukan oleh pihak pihak tertentu, namun kalau kita menengok kegiatan dan aktifitas masyarakat secara umum  sudah tidak ada masalah.  Mereka sudah  tidak lagi membicarakan persoalan pilpres, karena seolah mereka sudah  melupakannya, dan mungkin nanti pada tanggal 22 Juli baru akan ramai lagi, mengingat saat itulah siapa pemenang pilpres tahun 2014 tersebut dinyatakan oleh KPU.

Apalagi saat ini hampir seluruh masyarakat  memperbincangkan  tentang piala dunia  di Bazil yang dimenangi oleh tim Jerman setelah mengalahkan tim Tango Argentina melalui perpanjangan waktu dengan sekor 1 – 0.  Hiruk pikuk piala dunia kali ini memang tidak sehebat tahun tahun sebelumnya, tetapi meskipun demikian tetaplah semarak, terutama  saat menjelang  babak semi final dan final.  Masyarakat di Indonesia  perhatiannya tersedot untuk piala dunia tersebut.  Untungnya di Indonesia waktu penyiarannya pada malam hari atau dini hari, sehingga tidak mengganggu aktifitas siang hari.  Tentu ada sebagiannya yang kemudian membolos hari ini, karena begadang semalaman menyaksikan final.

Tetapi kita sangat yakin bahwa  besuk, aktifitas masyarakat sudah akan normal kembali dan melupakan piala dunia.  Hanya saja  masyarakat Jerman sangat mungkin masih akan merayakannya hinga seminggu kemudian, dan sebaliknya masyarakat Argenina akan menyesalinya hingga beberapa hari ke depan.  Nah, masyarakat kita yang  sangat fanatik kepada keduan tim dari negara Eropa dan Amerika Latin tersebut tentu masih akan  mengingatnya hingga beberapa hari ke depan.  Hanya saja kebanyakan masyarakat yang hanya  senang menonton saja tentu sudah akan melupakannya  setelah hari ini.

Kita memang sangat menganjurkan kepada masyarakat untuk selalu melupakan persoalan, dan kembali menjalani kehidupan normal, agar semua program yang telah direncanakan te4tap akan mampu dijangkaunya dengan baik.  Sehari setelah ilpres kemarin kita memang dihadapkan dengan beberapa kekhawatiran akan adanya benturan antara para pendukung fanatik masing masing  pasang calon, karena pada sore hari setelah pencoblosan, masing masing pihak  mendeklarasikan kemenangannya, atas dasar hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga survey.  Kondisi tersebut memang baru pertama kali dialami oleh bangsa kita, karena adanya hasil hitung cepat yang tidak seragam.

Selama ini semua  lembaga survey ketika merilis hasil surveynya  sangat mungkin ada perbedaan, karena perbedaan penentuan sample atau sebarannya,  namun hal tersebut masih dapat dimaklumi oleh masyarakat, karena hanya survey, asalkan tidak terlalu mencolok.  Tetapi kalau hasil hitung cepat, seharusnya  tidak boleh berbeda, karena yang dilakukan adalah data yang sudah kongkrit, sehingga kalau ada lembaga survey yang merilis hasilnya berbeda jauh dengan lainnya, tentu ada kesalahan dalam metodologinya.

Kalau ketidak seragaman hasil survey santat mungkin  masyarakat yang disurvey masih bisa memberikan jawaqban yang berbeda untuk beberapa lembaga yang menyurveynya, karena belum terealisir dalam memilih, dan hanya  kemungkinan akan memilih siapa.  Dan bahkan sering kali masih ada sebagian masyarakat yang tidak mau menjawab  akan memilih siapa, sehingga ada hasil survey yang menyatakan bahwa masih ada yang belum menentukan pilihan.  Sedangkan kalau hitung cepat itu seharusnya sudah riil, karena yang dihitung itu pilihan rakyat yang sudah diberikan, karena itu kalau metodologinya secara leseluruhan sama, seharusnya tidak ada perbedaan hasil.

Saat ini mereka yang berkepentingan dengan hasil pemilu, yakni para relawan dan pendukung masing masing calon presiden, memang harus waspada tinggi dan terus mengawal penghitungan di semua tingkatan, tetapi tetap harus dengan sikap yang bersahabat dengan sesama saudaranya yang kebetulan berada di pihak calon yang lain.  Artinya kekompakan harus terus tetap tercipta, meskipun masing masing bekerja untuk kepentingan masing masing calon secara jujur dan tidak ada niat untuk memanipulasi.  Semua itu dilakukan, disebabkan siapapun yang nantinya dinyatakan sebagai pemenang, maka  diala yang akan memimpin kita semua seluruh bangsa Indonesia untuk lima tahun mendatang.

Demikian juga  pada elit pendukung masing masing calon, jangan sampai justru memberikan pernyataan yang dapat menjadikan suasana tegang dan bermusuhan.  Sebaliknya mereka itulah yang seharusnya  menciptakan rsaa nyaman, sejuk dan damai di masyarakat.  Sangat mudah bagi mereka untuk melakukan hal tersebut, karena masyarakat dapendukung secara umum hanya akan mengikuti apa yang dinyatakan oleh para petinggi partai yang menjadi pendukung utama calon.  Himbauan mereka  kepada para pendung masing masing tentu akan  menentukan dan  akan dirujukoleh mereka sebagai pegangan.

Untuk itu kalau sekiranya terjadi hal hal yang mengarah kepada perpecahan di masyarakat, para elit tersebut dapat segera melerai dan mendamaikan mereka, dengan himbauan  yang mengarah keada perdamaian dan kesejukan. Artinya waspada  kepada semua pihak itu boleh untuk menjaga tetap terciptanya kejujuran dalam proses penghitungan suaran, tetapi jangan dilakukan dengan penuh dan saing curiga, melainkan dengan bekerja sama dan berkomitmen akan menerima apa adanya suara yang dimandatkan oleh masyarakat.  Pilihan rakyat harus dihormati dan diamankan, karena itulah demokras yang kita inginkan, yakni deokrasi yang tanpa dibumbui dengan kecurangan apapun bentuknya.

Nanti pada tanggal 22 Julilah pemenag pemilu presiden dan wakil presiden akan diketahui dan  diharapkan bahwa setelah pengumuman tersebut seluruh rakyat tidak ada lagi yang  emnggugat hasilnya, karena sudah melalui tahapan penghitungan yang diawasi oleh semua pihak.  Mungkin pada saat proses pemilu kemarin ada beberapa persoalan yang dianggap tidak wajar, semisal ada sebagianmasyarakat yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya karena tidak diperbolehkan oleh petugas TPS dengan beberapa alasan atau karena ada dugaan tidak fair dalam pelaksanaan pemilihan melaqlui pos dan lainnya.

Namun semua itu dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan, utamanya oleh penyelenggara pemilu, agar  menjadi lebih baik dan  memuaskan semua pihak.  Demikian juga dugaan dugaan adanya  kecurangan dan  pengerahan serta ketidak netralan petugas serta penyelenggara pemilu, semua itu harus dijadikan sebagai evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan pemilu yang akan datang.

Hal terpenting yang harus kita lakukan saat ini ialah bagaimana kita  dapat tetap menjalani kehidupan ini secara  normal dan kembali menjalani aktifitas kita masing masing sehingga dapat mencapai target secara maksimal.  Apalagi bagi kita yang bekerja pada pelayana publik, termasuk di bidang pendidikan, tentu harus menjalankan amanah tersebut dengan sangat baik agar  disamping dapat memenuhi kewajiban, juga sekaligus mendapatkan pahala  dari Tuhan.

Secara umum saya sudah melihat kehidupan masyarakat kita  berjalan normal kembali, meskipun tentu kita juga yakin masih ada  sekelompok masyarakat yang masih konsenrasi untuk terus melakukan proses penghitungan hasil pemilu presiden, karena  memang hal tersebut menjadi tugasnya.  Kita berharap bahwa masyarakat akan tetap berkonsentrasi kepada ekerjaan masing masing dan sama sekali tidak terpengaruh oleh kondisi politik yang saat ini sedang berproses menuju sebuah perubahan dengan hadirnya presiden baru.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.