SAATNYA MERENUNG UNTUK MEMANTAPKAN PILIHAN

Gegap gempita kampanye dalam pilpres saat ini harus diakhiri, karena sudah masuk masa tenang, dan debat capres cawapres tadi malam menandai berakhirnya seluruh rangkaian kampanye pilpres tahun ini.  Harapannya seluruh masyarakat dapat menenangkan diri dan merenungkan serta menetapkan pilihan pada tanggal 9 nanti.  Tentu sudah banyak yang mempunyai pilihan sejak lama, tetapi dalam masa tenang ini diharapkan akan  lebih didalami kembali mengenai pilihan tersebut, apakah akan diharapkan mampu membawa Indonesia lebih baik ataukah tidak.  Karena itu semua pihak diharapkan tidak ada yang berkampanye  pada saat masa tenang ini.

Masing masing calon sudah kita ketahui kualitas dan rekam jejaknya, dan tentu tidak semua sisi sisinya kita ketahui, namun secara umum kita sudah  mendapatkan informasi yang cukup tentang mereka, sehingga kita sudah dapat memberikan penilaian, dan kemudian menentukan pilihan.  Mungkin  secara umum kedua calon sama sama mempunyai keinginan untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia, karena   pencalonan mereka sudah melalui proses panjang dan dipersiapkan sedemikian rupa.  Untuk itu  secara substansi sesungguhnya siapapun yang akan dipilih oleh rakyat, dapat diharapkan akan mampu memperbaiki  Indonesia ke depan.

Demikian juga mengenai visi dan misi mereka secara umum dapat dinilai relatif bagus dan memberikan harapan bagi bangsa ini.  Hanya saja tentu diantara mereka ada yang diharapkan akan mampu secara konsisten melaksanakan program program pro rakyat dan menjaga keutuhan NKRI serta menjaga martabat  negara ini di mata internasional.  Atas dasar itulah  seharusnya kita tidak perlu saling memfitnah atau  mengampanyekan sesuatu yang menjadi kelemahan calon presiden dan wakilnya, karena bagaimana pun semua orang sudah pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan sekaligus.

Beberapa kampanye hitam yang sudah berjalan selama ini biarlah menjadi catatan sejarah saja yang tidak perlu diingat, meskipun kalau ada  pelanggaran hukum sudah semestinya  harus ditindak dan tidak dibiarkan  begitu saja.  Dan para pelaku kampanye hitam tersebut diharapkan menyadari perbuatannya tersebut dan bertobat untuk tidak melakukannya lagi, termasuk manakala nantinya calonnya  tidak dipilihh oleh rakyat.  Kita harus ingat sesuatu yang lebih besar dan penting, yakni keutuhan bangsa Indonesia dan persaudaraan yang hakiki.

Hal terpenting setelah pilpres nanti ialah sikap  menerima  apapun yang menjadi pilihan rakyat, baik calon yang bersangkutan maupun tim suksesnya dan juga simpatisan, karena justru yang dikhawatirkan ialah pasca pemilihan itu sendiri.  Indikasinya ialah banyaknya  suara yang mengkhawatirkan terjadinya  kecurangan, baik yang terkait dengan penggelembungan suaran maupun pengurangan sebagaimana yang terjadi pada saat pemilu legislatif kemarin.  Jangan jangan kalau salah satu yang kalah nantinya melakukan aksi yang merugikan rakyat dengan dalih ada kecurangan, sehingga hasil pemilu tidak diakui.

Semua calon sesungguhnya sudah menyatakan diri akan menerima keputusan rakyat apapun pilihan mereka.  Artinya masing masing calon harus konsisten dengan pernyataan tersebut dan sekaligus dapat megendalikan para pendukungnya, sehingga mereka tidak akan melakukan berbagai tindakan yang justru akan memperkeruh suasana.  Untuk itu koordinasi dengan para tim sukses harus terus dilakukan dan pemahaman serta komitment untuk menerima hasil pemilu harus terus digelorakan.  Dengan begitu diharapkan pemilu kali ini memang benar benar akan berjalan dengan aman, damai dan menghasilkan pemimpin yang memang dikehendaki oleh rakyat.

Demikian juga kita berharap bahwa  calon yang nantinya  dipilih oleh rakyat tidak menyombongkan diri, melainkan justru harus mengajak kepada semua  anak  bangsa untuk menenangkan diri dan  terus berdoa  semoga  kepemim[inan yang akan dibangunnya  memang benar benar akan memberikan keuntungan dan berpihak kepada rakyat.  Apa yang disampaikan dalam kampanye dan visi serta misi mereka harus benar benar diwujudkan dan jangan sampai membuat kecewa masyarakat.

Selain itu kita juga teruis berharap bahwa pemerintahan yang akan datang benar benar memperhatikan aspirasi rakyat yang selama ini selalu menadi keluhan, yakni agar  para menteri yang diangkat benar benar mumpuni dan profesional dalam bidangnya.  Jangan  karena  huang udi kepada parpol tertentu, kemudian  pemimpin parpol tersebut  diangkat sebagai menteri, meskipun tidak kapabel dalam bidang tersebut.  Lebih khusus lagi kita meminta bahwa untuk kementerian yang mengurus pendidikan, tidak dipasang menteri yang berasal dari partai politik, yakni menteri pendidikan dan kebudayan dan menteri agama.

Pemerintah mendatang juga diharapkan benar benar memperhatikan aspirasi masyarakat yang sudah lama disampaikan, yakni agar tidak ada rangkap jabatan pada penyelenggara negara.  Artinya presiden, wakil presiden, dan para menteri jangan sampai merangkap sebagai pengurus partai politik.  Kalau pun misalnya sebelumnya menjabat sebagai pengurus partai, maka syarat untuk diangkat menjadi menteri atau pejabat negera lainnya, harus  bersedia meninggalkan jabatannya di partai politik, di samping tentu  maalah profesionalitas menjadi pertibangan nomor wahid.

Itu semua dimaksudkan untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa pemerintahan akan diurus dengan baik dan profesional dan tidak lagi menjadi samben dan sekaligus kementeriannya tidak dijadikan sebagai ATM bagi pendanaan partai.  Kita  memang mengakui ada  pihak yang dapat membagi waktu dan sekaligus peraan, namun  secara umum tetaplah akan terganggu dengan adanya rangkap jabatan tersebut.  Sebab seharusnya pejabat negeran tidak membatasi kerjanya hanya pada jam kerja dan hari kerja saja, melainkan mencurahkan seluruh perhatiannya untuk bangsa dan negara.

Kembali kepada masa tenang  setelah kampanye ini, kita memang diharapkan  akan benar tenag dan tidak melakukan hal hal yang dapat meggangu  ketenangan yang sengaja diciptakan untuk meghadapi pemilu tangal 9 Juli mendatang.  Kita sangat yakin bahwa kalau para tokoh, khususnya  mereka yang mempunyai kepentingan secara langsung dengan pilpres memberikan pencerahan dan menjadikan diri mereka sebagai contoh dalam mentaati aturan, tentu para pendukung dan masyarakat secara umum akan  mengikutinya dan sekaligus pesta demokrasi lima tahunan ini akan berjalan sebagaimana mestinya.

Naun demikian ita juga tetap harus waspada dengan kemungkinan kemungkinan yang bakal muncul, seperti kampanye tersembunyi, termasuk politik uang yang sangat dikhawatirkan akan tetap marak.  Semua masyarakat seharusnya dapat berpartisipasi dalam  pelaksanaan pemilu presiden kali ini, yakni dengan melaporkan semua pelanggaran pemilu kepada  bawaslu, termasuk  misalnya  adanya  iming iming uang dengan  sayarat mau mencoblos calon tertentu.  Dengan partisipasi masyarakat seperti itu kita yakin bahwa kecurangan akan dapat diminimalisasi dan bahkan dapat dihilangkan sama sekali.

Tentu kita semua menginginkan bahwa pilpres kali ini akan benar benar berjalan secara demokratis dan tingkat partisipasi masyarakat juga tinggi.  Kita harus dapat menunjukkan bahwa kita sebagai bangsa yang dapat melaksanakan pesta demokrasi dengan sangat baik dan sekaligus menepis angapan bahwa  pasca reformasi ustru kondisi semakin tidak  pasti.  Kita memang mengakui bahwa masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki, seperti sistem dalam pembayaran pajak, korupsi dan sejenisnya.  Tetapi dengan terus menerus berusaha dan mengawasi, terutama pemerintahan baru nanti, kita optimis, semua kekurangan tersebut akan dapat ditambal dan kondisinya akan semakin membaik.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.