AL-NAZI’AT

Surat ini  merupakan surat yang ke 79 dan termasuk surat Makkiyyah atau surat yang diturunkan sebelum nabi Muhammad saw berhijrah ke Madinah.  Ayatnya terdiri dari 46 ayat ayat pendek sebagaimana yang menjadi ciri ayat ayat Makkiyyah.  Surat ini dinamakan dengan al-Nazi’at yang bersumpah dengan para malaikat yang mempunyai  tugas yang berbeda beda.  Ini sekaligus memberitahukan kepada umat manusia bahwa para malaikat yang menjadi hambat Tuhan tersebut mempunyai tugas masing masing.

Sebagian diantaranya ada yang kebagian mencabut nyawa, itupun ada yang dengan sangat keras dan kasar dan ada yang dengan cara lemah lebut, semuanya tergantung siapa yang menjadi target sasarannya.  Ada sebagiannya yang diberikan tugas mengatur urusan dunia, dan ada yang mengawasi perbuatan manusia, dan lainnya.  Semua itu diinformasikan untuk menjadi peringatan kepada seluruh manusia bahwa Tuhan  itu Maha Kuasa dan manusia  tidak mempunyai ruang untuk mengelak dari perbuatan yaang telah dilakukannya untuk dimintakan pertanggung jawabannya di akhirat nanti.

Surat ini sebagaimana surat surat Makkiyyah lainnya lebih banyak  membicarakan persoalan keimanan, utamnya yang dikaitkan dengan peristiwa kiamat yang sangat mengerikan, serta kampung akhirat yang terbagi menjadi dua, yakni kampung yang damai dnegan penuh nimat dan kampung yang sangat mengerikan dengan segala siksaan di dalamnya.  Nah, surat ini mwncwritakan mengenai  akan dibangkitkannya manusia seluruhnya, yakni pada saat  tiupan pertama, yang kemudian tiupan tersebut diikuti oleh tiupan kedua.  Seluruh manusia akan  hidup kembali di alam yang lain.

Bahkan ketika para kaum kafir mendengar berita tersebut, mereka sama bertanya akankah kita dibangkitkan kembali ketika  kita sudah menjadi tulang belulang atau saat kita sudah hancur menyati dengan debu?.  Begitulah mereka yang saat di dunai mendustakan semua ajaran Nabi Muhammad saw pada akhirnya harus melihat kenyataan sesuatu yang sanagt menakutkan dan mengerikan.  Semua orang pada saat itu sangat takut melihat kenyataan yang sama sekali baru, tentu mengecualikan mereka yang mempunyai bekal amalan baik saat di dunia, meskipun mereka pada awalnya takut, tetapi kemudian menjadi sangat bahagia.

Nah, untuk memberikan penekanan tentang masalah tersebut, Tuhan kemudian memberitahukan kepada Nabi Muhammad saw tentang kisah nabi Musa dalam hubungannya dengan Firaun.  Saat nabi Musa dipanggil oleh Tuhan di lembah Thuwa, lalu Tuhan memerintahkan kepada nabi Musa untuk mendatangi Firaun  untuk menyampaikan ajaran dan kebenaran.  Saat nabi Musa datang dan mengajak Firaun untuk mengikuti ajarannya dan  nabi Musa berjanji untuk memimpinnya menuju kebahagiaan abadi, Firaun malahan sombong dan memanggil seluruh penggedenya serta mengatakan bahwa Akulah tuhanmu yang paling besar dana mendustakan seluruh ajaran bai Musa.

Kisahnya sendiri  cukup panjang dan sudah disampaikan secara terinci dalam surat surat sebelumnya, yang intinya bahwa meskipun Firaun telah menyaksikan kebenaran di hadapannya, tetapi kesombongannya menghalanginya untuk menerima kebenaran tersebut dan bahkan  berusaha untuk memerangi   nabi Musa beserta para pengikut yang mempercayainya.  Nah, atas kelakuannya yang melampaui batas tersebut, maka Tuhan kemudian memberikan hukuman kepada nya, baik saat masih berada di dunia maupun lebih lebih nanti pada saat di akhirat.

Singggungan mengenai kisah nabi Musa tersebut  dimaksudkan untuk mengingatkan kembali kepada  semua umat, utamanya yang dihadapi oleh nabi Muhammad saw bahwa  siapapun yang mendustakan kebenaran yang dibawa oleh para utusan Tuhan, pasti akan mengalami kesengsaraan, bahkan saat masih di dunia.  Untuk itulah  hal tersebut juga sekaligus  peringatan bagi kita yang  hidup pada saat ini untuk lebih mempertimbangkan segala sesuatunya dengan akal sehat, sehingga akan menemukan sesuatu yang benar dan mengikuti serta mengamalkan sesuatu yang menguntungkan.

Dalam surat ini Tuhan juga  memberitahukan kepada kita mengenai pentingnya penciptaan langit dan bumi beserta seluruh isinya, termasuk penciptaan manusia.  Semuanya itu dimaksudkan agar  manusia dapat menimbang dan melihat kenyataan serta  diikuti ketundukan yang tulus kepada semua ajaran yang disampaikan oleh utusan Tuhan.  Betapa Tuhan telah menjadikan langit dan ditinggikan, dan betapa pula Tuhan telah menjadikan gunung gunung sebagai pasak bumi yang sangat kokoh, menjadikan malam sebagai gelap gulita dan menjadikan siang terang benderang, serta pula memancarkan air sehingga menyuburkan bumi, sehingga mereka dapat memperoleh manfaat darinya.

Semua itu hanya diperuntukkan bagi manusia dan juga hewan ternak mereka.  Hanya saja tentu Tuhan kemudian memerintahkan kepada umat manusia agar mau tunduk dan mengabdi secara tulus kepada-Nya, serta berbuat baik kepada sesama  dan lingkungan.  Penciptaan  segala sesuatu yang diperuntukkan bagi umat manusia tersebut, tentunya harus dimanfaatkan secara maksimal dengan terus memelihara kebaikan dan bukan merusak serta mengotorinya dengan berbagai  perbuatan yang dapat merusak dan menyengsarakan diri mereka.

Jadi sesungguhnya Tuhan  mengingatkan kepada seluruh umat manusia bahwa  semua yang diciptakan Tuhan di alam raya ini  diperuntukkan bagi manusia tetapi dengan beberapa ketentuan, serta tidak larut dalam kesenangan sementara duniawi, melainkan smeua itu hanyalah sebagai sarana untuk pengabdian yang maksimal kepada Tuhan.  Mengikuti ajaran yang disampaikan oleh Nabi adalah hal utama yang harus diperhatikan, karena  dengan ajaran tersebut   akan menjadikan manusia tetap sejahtera di dunia  dan sekaligus akan meraih kesejahtearaan pula di akhirat.

Tuhan kemudian juga mnegingatkan kepada manusia bahwa pada saat yang mengerikan datang, yakni hari kiamat, yakni saat  seluruh manusia  mengingat apa yang telah dikerjakannya serta diperlihatkan  dengan sangat jelas seluruh amalnya, maka mereka kemudian akan  berkumpul sesuai dengan golonganmmasing masing.  Artinya  mereka yang melampaui batas akan berkumpul bersama dengan  golongan mereka dan mereka yang salih akan berkumpul pula dengan golongan mereka.

Tentu bagi mereka yang melampaui batas dengan  mendustakan ajaran kebenaran yang dibawa oleh para rasul dan bahkan memusihi mereka tantu akan mengalami penderitaan yang sangat dahsyat, dan pada akhirnya akan dimasukkan ke dalam neraka yang dipnuhi dengan siksaan yang luar biasa.  Mereka akan sangat lama dan kekal di dalamnya  dengan senantiasa mendapatkan siksa, bahkan tidak sedetikpun mereka dapat menghirup udara bebas dari siksaan tersebut.  Gambaran mengerikan tersebut seharusnya dapat menyentuh hati setiap manusia yang mendengarkan dan mendapatkan informasinya, tetapi lagi lagi bagi mereka yang tertutup hati dan pikirannya dari kebaikan, tetap saja mendustakannya.

Namun bagi mereka yang salih dan senantiasa melaksanakan amalan baik sebagaimana diperintahkan oleh ajaran syariat yang dibawa oleh para rasul, tentu akan mendapatkan perlakuan yang sangat baik dan  menempati surga yang dipenuhi oleh kenikmatan yang tiada tara.  Penggambarann mengenai surga tersbut juga dimaksudkan agar semua orang yang menggunakan akal pikirannya dapat mempersiapkan diri untuk mendapatkannya.  Tetapi sekali lagi  mereka yang kafir tetaplah tidak  mau mengikuti jalan benar tersebut  bahkan  malahan menetang dan menantangnya.

Pada saat itu nabi Muhammad saw ditantang untuk menyampaikan kapankah hari kiamat sebagaimana yang dijelaskan tersebut akan datang?  Atas dasar tantangan tersebut, Tuhan kemudian menyampaikan kepada nabi Muhammad saw untuk tidak melayaninya dan mengembalikan seluruh urusan tersebut kepada Tuhan.  Untuk apa dijawab mengenai kapan datangnya kiamat tersebut, sebab itu merupakan urusan Tuhan dan Tuhan hanya menekankan agar nabi Muhammad saw  mengatakan kepada mereka bahwa dia hanyalah utusan Tuhan yang menyampaikan ajaran-Nya.  Dia hanyalah sebagai pemberi kabar gembira dan sekaligus kabar peringatan kepada umat manusia.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.