AL-NABA’

Surat ini merupakan surat yang ke 78 dan diturunkan dan termasuk surat Makkiyyah atau  surat yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad saw berhijrah ke Madinah.  Jumlah ayatnya 40 terdiri dari ayat ayat pendek. Nam  surat ini diambil dari ayat kedua yang memang me nyebutkan al-Naba’ yang berarti berita yang besar, dan yang dimaksudkan di sini ialah berita tentang  kebangkitan di hari kiamat.  Dikatakan  berita besar karena pada  dasarnya para kaum kafir saat itu mendustakan semua yang disampakan oleh Nabi Muhammad saw, termasuk akan terjadinya hari kiamat dan segala macam yang menyertainya.  Nah, karena itu Tuhan kemudian menyatakan bahwa  hal tersebut pasti akan terjadi dan dirasakan oleh mereka.

Pernyataan Tuhan tentang kebenaran dan pasti mereka akan segera mengalaminya tersebut sekaligus juga membuktikan bahwa Tuhan itulah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.  Manusia seharusnya memperhatikan bagaimana Tuhan telah menciptakan langit dan bumi, dan semua dijadikan oleh Tuhan berpasang pasang, bumi terhampar dan gunung menancap seolah bagaikan pasak, Tuhan juga menjadikan matahari sebagai pelita yang sangat kuat, serta menjadikan malam sebagai tutup, karena  gelap sehingga  seolah bagaikan pakaian yang menutup, dan masih banyak lagi.

Keteapan Tuhan mengenai hari kiamat telah diambil dan pada saatnya  nanti sudah ditiup sangkalala, itulah pertanda  hari akhir telah datang.  Saat itulah sesuatu yang sangat dahsyat akan terjadi, betapa bumi akan hancur, gunung gunung akan diterbangkan bagaikan sesuatu yang terterpa angin dan langit dibuka.  Saat itulah tidak ada sesuatupun yang dapat bertahan hidup, seluruhnya akan musnah, dan hanya Tuhanlah yang tetap dan berkuasa.  Sungguh sebuah kejadian yang sangat mengerikan, namun  orang orang kafir tetap saja mendustakannya, sehingga mereka nantinya akan merasakan sendiri betapa neraka sebagai tempat mereka akan menunggu kedatangan mereka.

Orang orang kafir itu nantinya akan menjadi penghuni neraka  untuk waktu yang sangat lama atau bahkan selama lamanya, dengan kondisi yang sangat menyedihkan.  Mereka tidak mendapai air sebagai minuman, terkecuali air mendidih dan nanh yang akan temui dan terpaksa harus mereka minum sehingga akan merusak seluruh tubuhnya, dan hal tersebut terus terjadi, sehingga mereka meratap, menghiba dan  ada saatnya mereka menghayal bahwa kenaqpa mereka dahulu tidak dijadikan sebagai tanah saja sehingga tidak akan mengalami pendritaan yang begitu hebat.

Sementara itu sebaliknya bagi orang orang yang bertaqwa, mereka akan menghuni surga dengan segala kenikmatan.  Segala minuman dengan gelas gelas yang sangat cantik, kemudian juga buah buahan yang sangat nikmat rasanya, serta  ada  bidadari yang sangat elok yang menemani mereka.  Sungguh  kenikmatan yang tidak terbayangkan sebelumnya, karena memang kenikmatan  surga tersebut tidak pernah terlihat oleh mata manusia di dunia tidak pernah terucapkan oleh lisan mereka dan tidak pula pernah terbersit dalam benak mereka.  Tuhan Maha Agung dan Kuasa, dan mereka itulah yang saat di dunia senangtiasa memuji dan menyembah-Nya.

Itulah gambaran yang diberikan oleh Tuhan melalui surat ini, yakni bahwa keengganan orang orang kafir meyakini apa yang dibawa oleh Nabi Muhammd saw, kemudian dijawab langsung oleh Tuhan dengan  tegas bahwa  kalaupun mereka tidak mengimani Nabi dan sleuruh  syariat yang dibawanya, maka tunggulah pada saatnya, pasti Tuhan akan memperlihatkan dan sekaligus menjdikan mereka mengalaminya sendiri, yakni pada saat kiamat sudah datang dan mereka tidak akan mampu untuk melakukan apapun, karena semua tunduk atas kekuasaan Tuhan.

Surat ini sekali lagi  menandaskan bahwa seharusnya  umat manusia mau menggunakan pikirannya dalam menerima atau menolak sesuatu yang datang kepada mereka.  Memang ada kalanya   sesuatu tersebut tidak masuk akal dan  tentu harus ditolak dan ada pula yang sangat masuk akal dan seharusnya diterima dan diyakini sepenuh hati.  Keengganan orang orang kafir menerima ajaran syaraiat Nabi Muhammad sesungguhnya bukan karena ajaran Nabi itu sendiri melainkan disebabkan oleh keangkuhan mereka.  Mereka merasa lebih hebat dan berkuasa serta terhormat dibandingkan  Muhammad  yang anak yatim.

Ajaran Nabi Muhammad saqw sebaik apapun dan  masuk diakal mereka, tetapi mereka  berusaha untuk menghindar dan mencari alasan untuk tidak menerimanya.  Itulah kesalahan fatal mereka yang telah diberikan akal oleh Tuhan tetapi sama sekali tidak digunakan, bahkan malah lebih mendahulukan ego dan kesombongan.  Ajaran  Nabi yang jelas jelas mengajak berpikir mengenai kejadian alam, fungsi fungsi  alam semesta dijadikan Tuhan, dan juga bagaimana Tuhan menurunkan hujan yang kemudian dapat menyuburkan tanah sehingga tetumbuhan bisa hidup dan berbuah untuk kemanfaatna bagi manusia itu sendiri, tidak mendapatkan respon yang adil.

Tentu ada sebagian diantara mereka yang menggunakan akal sehatnya dan membenarkan ajaran yang di bawa oleh Nabi, hanya saja  disebabkan pengaruh kesombongan dan ego yang begitu besar, pada akhirnya mereka juga tidak mau secara gentel mengakui kebenaran  ajaran yang disampaikan oleh Nabi. Nah, pada saat puncak penolakan mereka kepada semua ajaran Nabi tersebut, kemudian Tuhan menurunkan surat ini yang memberitahukan akan datangnya sebuah berita yang sangat dahsyat, yakni pemberitaan tentang hari pembangkitan tersebut.

Jadi secara umum kandungan surat ini memang   lebih banyak menyampaikan berita besar yang nanti akan menimpa mereka dan sekaligus  informasi mengenai nikmat yang akan diterima oleh mereka yang membenarkan dan mengikuti ajaran Nabi.  Namun demikian surat ini juga masih memberikan  penawaran kepada orang orang kafir agar mau memikirkan  semua yang disampaikan oleh Nabi, utamanya yang terkait dengan hal hal yang  kasat mata, seperti  memikirkan bagaimana Tguhan telah menciptakan langit yang begitu kokoh, bumi yang terhampar sedemikian luas, dan juga benda benda langit lainnya, seperti matahari, bulan dan bintang dan lainnya.

Penawaran berpikir tersebut dimaksudkan agar kalau mereka mau berpikir jernih dan adil serta mengesampingkan segala macam ego dan kesombongan, tentu mereka akan dapat menerima  ajaran dan informasi yang disampaikan oleh Nabi.  Namun sayangnya  hati mereka memang sudah sangat keras tertutup oleh kesombongan mereka sendiri, sehingga sesuatu yang sangat jelas ada di depan mata mereka, tetapi mereka tidak dapat mengambilnya, dan bahkan malah menyia nyiakannya.

Sudah barang tentu dengan sikap mereka yang demikian, Tuhan pada saatnya nanti akan  memberikan siksaan yang sangat pedih bagi mereka dan mereka sudah tidak mempunyai alasan apapun untuk memprotes keputusan Tuhan tersebut.  Bukankah mereka telah diberikan kesempatan yang sangat luas untuk menggunakan akal pikirannya untuk mendapatkan keuntungan dan keselamatan bagi diri mereka?.  Tetapi mereka tetap saja tidak maumemnggubris  ajakan tersebut dan bahkan malahan menetang serta mendustakannya.

Pantaslah mereka menerima hukuman dan siksaan  disebabkan penentangan mereka yang terang terangan.  Namun pada saatnya nanti telah merasakan sendiri siksa yang diancamkan mereka semenjak mereka masih ada di dunia, barulah mereka tidak dapat berkelit dan tentu hanya penyesalanlah yang tersisa.  Dan penyesalan tidak ada gunanya sama sekali, karena  tidak mungkin mereka akan dikembalikan ke dunia lagi.  Yang terucap  dalam diri mereka ialah hayalan yang mengharapkan mereka cukup menjadi tanah saja sehingga tidak akan  merasakan betap pedihnya siksaan yang saat itu dirasakan.

Tentu surat ini juga  dapat dijadikan pelajaran bagi semua umat yang saat ini masih dapat berpikir dan masih diberikan kesempatan menghirup udara  dunia.  Artinya sebagai manusia yang telah disampaikan berita mengenai  akhirta tentang  surga dan neraka dengan segala yang menyertai keduanya, tentu  sudah seharusnya  manusia menggunakan akal pikirananya  untuk memilih yang terbaik baginya, yakni mengimani seluruh informasi dan ajaran yang disampaikan kepada mereka dan sekaligus berushaa menjadi hamba yang baik, dengan melaksankaan seluruh perintah Tuhan dan sekaligus meninggalkan seluruh larangan-Nya.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.