PERAN DAN TANGGUNG JAWAB DALAM HIDUP

Manusia hidup di dunia ini mempunyai peran dan tanggung jawab masing masing, meskipun terkadang peran dan tanggng jawab tersebut diabaikan dan tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya.  Namun secara alami seharusnya masing masing manusia  mengerti peran dan tanggung jawabnya tersebut, apalagi kalau kemudian dilihat dari perspektif ajaran agama, tentu peran dan tanggung jawab tersebut semakin jelas.  Memang peran dan tanggung jawab tersebut tidak berlaku sama  bagi seluruh manusia, melainkan  disesuaikan dengan kondisi masing masing orang.

Sebagai contoh ialah peran manusia yang berkedudukan sebagai orang tua atas  sejumlah anak, tentu akan berbeda dengan peran manusia sebagai seorang anak, walaupun status sebagai orang tua terkadang juga sekaligus  sebagai seorang anak dari orang tuanya juga yang masih hidup.  Jadi posisi seseorang akan  menentukan peran mereka.  Demikian juga dengan tanggung jawab, tidak semua manusia  mempunyai tanggung jawab yang sama, melainkan juga disesuaikan dengan posisi manusia itu sendiri.

Sebagai seorang yang berstatus orang tua, tentu akan mempunyai peran yang berbeda dengan manusia lainnya dan sekaligus tanggung jawabnya akan lebih besar dalam upaya mengantarkan anak anaknya meraih kebahagiaan, dunia dan akhirat.  Orang tua tersebut juga masih dibedakan antara  laki laki dan perempuan yang masing masing mempunyai perannya dan tanggung jawab yang berbeda, meskipun ada yang sama.  Misalnya dalam hal mendidik anak, orang tua  secara bersama mempunyai kewajiban yang sama, meskipun demikian  peran mereka bisa berbeda sesuai dengan pembagian tugas masing masing.

Biasanya  antara laki laki dan perempuan dalam posisi mereka sebagai orang tua dari anak anak, akan membagi tugas yang dianggap adil dan tidak saling memprotes  diantara mereka.  Laki laki biasanya  berperan sebagai penanggung jawab keseluruhan rumah tangga, sehingga tanggung jawabnya  menjadi besar, baik dalam urusan ekonomi, penciptaan suasana damai dan aman, dan lainnya.  Sementara  pihak perempuan lebih fokus dalam mengurusi persoalan kerumah tanggan, terkait dengan teknis. Namun demikian  hal tersebut tidak mesti kaku seperti itu, melainkan masih dapat dibicarakan diantara mereka.

Artinya perempuan juga dapat ambil bagian dalam mengurusi persoalan ekonomi keluarga jikalau hal tersebut tidak akan menimbulkan persoalan lain di keluarga tersebut. Namun yang jelas persoalan menejemen rumah tangga sepenuhnya berada di tangan mereka, asalkan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan  dalam upaya membentuk keluarga yang bahagia, sejahtera dan damai.

Memang kalau menurut aturan syariat, sebuah rumah tanggga harus ada pemimpinnya, dan laki lakilah yang  seharusnya menjadi pemimpin tersebut.  Meskipun demikian  dalam kondisi  tertentu, semisal laki laki mengalami hal yang tidak memungkinkan  menjadi pemimpin dalam sekup yang luas, maka  perempuan diperbolehkan membantu peran dan tanggung jawab tersebut.  kalau seorang laki laki dalam rumah tangga mengalami cacat tubuh sehingga tidak memungkinkan melaksanakan tugasnya sebagai pencari nafkah misalnya, maka perempuan dapat mengambil alih  peran dan tanggung jawab tersebut, demi kelangsungan rumah tanga tersebut.

Tetapi dalam kondisi normal, laki laki memang harus  bertanggung jawab atas keseluruhan  rumah tangganya, termasuk mencukupi kebutuhan dasar yang diperlukan oleh seluruh anggota keluarga.  Dalam sebuah  hadis, Nabi Muhammad saw pernah mengatakan bahwa  setiap manusia itu bertanggung jawab menjaga dan memelihara  apa yang menjadi kewajibannya,  dan hal tersebut nantinya juga akan diminta pertanggung jawabannya oleh Tuhan di akhirat.

Artinya  kalau seorang kepala rumah tangga mempunyai kewajiban untuk menghidupi dan mencukupi kebutuhan keluarganya, tetapi kemudian tidak dilaksanakan dengan baik, bukan karena  kondisi yang tidak memungkinkan, melainkan karena  kesengajaan atau karena malas atau ingkar tangggung jawab, maka orang tersebut tentu akan mendapatkan nilai jelek di mata Tuhan, dan pasti akan mendapatkan balasan atas ketidak beresan dalam peran dan tanggung jawab tersebut.

Demikian juga seorang perempuan dalam sebuah rumah tangga yang mempunyai peran serta tanggung jawab sebagai pengelola dalam kehidupan rumah tangga secara teknis dan menjaga kehormatan keluarga, nantinya akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Tuhan.  Anak anak juga demikian, akan mendapatkan pertanyaan tentang peran mereka sebagai anak yang harus menghormati orang tua dan ikut menciptakan suasana kedamaian dan keamanan dalam rumah tangga.  Pendeknya semua orang akan diminatai pertanggung jawaban atas peran mereka masing masing.

Menurut syariat Islam semua manusia itu diposisikan sebagai pemimpin, meskipun berbeda dalam perannya.  Ada sebagiannya yang  memimpin secara luas dan tanggung jawabnya pun juga bedar, tetapi ada  diantara manusia yang  menjadi pemimpin atas hal yang sedang dan kecil.  Hanya saja  persoalan besar dan kecil tersebut bukanlah sebagai sebuah ukuran, tetapi pelaksanaan tanggung jawab itulah yang akan diukur sebagai sebuah keberhasilan dalam menjalankan kepemimpinannya.

Bayangkan kalau seorang pembantu juga dianggap sebagai pemimpin dalam hal menjaga  amanah yang diberikan oleh majikannya dan memeliharanya, dan juga  memimpin atas dirinya sendiri agar tidak melakukan hal hal tercela dan akan mengantarkannya  kepada kesengsaraan, maka  sekup kepemimpinan seorang pembantu tersebut sesungguhnya juga sangat besar baginya. Demikian jga  seorang pengembala yang sudah barang pasti sebagai pemimpin dirinya sendiri dan juga dalam hal menjaga amanah atas apapun yang diberikan kepadanya sebagai tanggung jawab yang harus dilaksanakan.  Semua itu sesungguhnya memberikan pengertian kepada kita bahwa  manusia itu mempunyai peran dan tanggung jawab mereka masing masing.

Dengan demikian kita tidak boleh saling meremehkan peran dan tanggung jawab pihak lain.  Mungkin dalam penglihatan kita peran dan tanggung jawab tersebut sangat ringan dan remeh, tetapi kalau hal tersebut dipikulkan kepada kita, belum pasti  kita dapat melaksanaknnya dengan baik.  Pastinya hal tersebut memunculkan sebuah kesadaran bahwa sebagai mansuia, kita tidak boleh menganggap remeh pihak lain dan sekaligus harus menghormati peran dan tanggung jawab setiap manusia, meskipun  secara dhahir tampak kecil.

Ada peran dan tanggung jawab lainnya  di luar kehidupan rumah tangga yang tentunya memerlukan  kesadaran semua orang, seperti peran kita dalam kehidupan masyarakat serta tanggung jawab kita  untuk tetap menjaga keamanan dan kedamaian.  Dalam kenyataannya kita  dapat melihat ada sebagian manusia yang  diberikan amanah sebagai ketua  rukun tetangga, ketua rukum warga, kepala desa dan seterusnya.  Demikian juga dalam kehidupan lainnya, ada yang kebetulan menjadi seorang pimpinan atau menejer dalam sebuah perusahaan dan ada juga yang menjadi pegawai serta tenaga pembersih.  Semua itu mempunyai peran dan tanggung jawab masing masing.

Dalam kehidupan kantor dan dunia pendidikan, juga dikenal peran dan tanggung jawab semua pihak sesuai dengan status mereka masing masing.  Sebagai pimpinan atau kepala sekolah tentu mempunyai tanggung jawab yang lebih besar ketimbang seorang pembersih, meskipun tugas sebagai pembersih juga sangat berat.  Guru juga demikian, staf bagian administrasi dan lainnya, semuanya  mempunyai tanggung jawab masing masing.  Nah, kalau peran dan tanggung jawab tersebut dilaksanakan dengan baik sesuai dengan job diskripsi masing masing, tentu akan baik, tetapi sebaliknya jikalau ada  sebagian yang tidak menjalankan peran dan tanggung jawabnya, maka akan ada persoalan yang boleh jadi akan merembet kepada pihak lainnya.

Sudah barang tentu kesadaran semua pihak serta komitmentnya  sangat diharapkan, demi sebuah cita cita  bersama.  Semoga kita dapat menjalankan peran dan tanggung jawab kita dengan baik dan sesuai dengan  aturan yang berlaku.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.