PEDULI PENDIDIKAN

Mungkin tidak ada orang yang kalau ditanya mengenai pentingnya pendidikan, kemudian menjawab tidak penting atau setidaknya kurang penting.  Artinya semua orang akan mengatakan bahwa pendidikan itu sangat penting, namun tingkat kepentingannya tersebut tidak terpahami dengan baik dan  dibarengi dengan upaya untuk menjaga kualitas dan mengembangkannya, melainkan hanya berhenti sampai dengan kata penting semata.  Akibatnya banyak anak bangsa ini yang meskipun mempunyai bukti telah lulus dalam sebuah lembaga pendidkan, tetapi tidak mempunyai pengetahuan yang cukup, apalagi ketrampilan tertentu.

Nah, berkiblat terhadap masalah tersebut sudah saatnya bangsa ini menyadari betapa pentingnya pendidikan bagi keberlangsungan generasi dan sekaligus  dalam upaya meningkatkan kesejahteraaan mereka.  Tanpa pendidikan yang baik, seseorang atau sebuah bangsa tidak akan mampu mengikuti perkembangan zaman dan akan tergilas oleh roda globalisasi yang saat ini sedang dan akan terus berjalan.  Tanpa pendidikan yang cukup seseorang atau bangsa juga tidak akan mampu mengimbangi kemajuan teknologi yang semakin canggih.

Kalau sebuah bangsa terus tertinggal oleh kemajuan teknologi, tentu akan tertinggal dalam pergaulan internasional yang pada saatnya akan menjadi bulan bulanan negara maju.  Bahkan  sangat mungkin akan terjajah oleh bangsa maju tersebut, meskipun bukan dalam bentuk penjajahan sebagaimana zaman dahulu, melainkan penjajahan  terhadap segala macam aspek kehidupan bangsa tersebut, seperti penjajahan terhadap produk yang sangat dibutuhkan oleh  bangsa tersebut,  atau bangsa tersebut dibuat tergantung kepada bangsa maju yang menjajah, atau dalam bentuk lainnya, yang muaranya ialah kerugian besar bagi bangsa tersebut dan sekaligus  menjadi keuntungan bagi bangsa lain.

Kita bangsa Indonesia memang secara umum sudah menyadari tentang betapa pentingnya p[endidikan tersebut, hanya saja masih dalam taraf yang penting ada pendidikan, dan bel;um menyadari betapa  pendidikan tersebut harus menghasilkan atau mencetak manusia cerdas dan sekaligus berbudi luhur.  Seacra teori memang sudah disadari bahwa tujuan pendidikan kita ialah dalam upaya melahirkan manusia yang beriman dan bertakwa, cerdas, disiplin, dan berakhlak mulia, tetapi dalam prakteknya, usaha ke arah tersebut masih sangat jauh.

Justru yang muncul dalam pendidikan kita ialah persoalan persoalan yang memalukan dunia pendidikan, seperti kasus tawuran antar pelajar, kasus kekerasan dan pelecehan seksual, kasus narkoba, kasus kecurangan dalam ujian nasional, dan kasus kasus lainnya yang hingga saat ini masih terus bermunculan.  Kita ambil contoh saja  tentang usaha untuk membuat  siswa menjadi cerdas dan berbudi luhur.  Kalau tujuannya seperti itu, tetapi kemudian ada  oknum guru yang lebih mementingkan nama ketimbang kualitas dan akhlak, tentu akan sangat fatal.

Artinya ketika ada  sebuah sekolah yang kemudian untuk menjaga nama agar dipercaya oleh masyarakat atau oleh pemerintah, maka dalam ujian nasional para gurulah yang mengerjakan soal, lalu disampaikan kepada para siswanya dengan harapan dari sekolah tersebut banyak siswa yang lulus, bahkan kalau bisa semuanya lulus dengan nilai baik.  Tetapi perilaku seperti itu sesungguhnya sangat tidak pantas dilakukan oleh guru atau siapapun yang terlibat dalam dunia pendidikan, tetapi lagi lagi hal tersebut ternyata ada dan bahkan tidak hanya satu melainkan cukup banyak, sehingga  membuat dunia pendidikan kita semakin suram.

Ada modus lainnya yang juga memalukan dunia pendidikan, yakni adanya sekolah dan tentu juga gurunya yang dengan sengaja menyulap nilai raport menjadi  sangat bagus.  Tujuannya ialah agar para siswanya dapat terjaring dalam seleksi penerimaan calon mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri.  Sebagaimana  kita tahu bahwa ada seleksi nasional yang seleksinya didasarkan  atas prestasi siswa, yang dibuktikan dengan nilai raport semenjak kelas satu hingga kelas tiga, disamping nilai prestasi lainnya dan juga ujian nasional.

Nah, untuk mendongkrak komulasi nilai tersebut, maka  diupayakan agar  nilai raport yang menjadi salah satu komponen penilaian, dinaikkan sehingga  pada akhirnya nilai komulatif seorang siswa akan menjadi terdongkrak juga.  Dan masih banyak lagi kecurangan dan peri laku tidak pantas yang justru dilakukan oleh mereka yang seharusnya  bertanggung jawab atas kebaikan dan terwujudkan tujuan pendidikan yang mulia sebagaimana disebutkan di atas.  Karena  itu sangat wajar kalau pendidikan kita  belum menyentuh intinya, yakni bagaiamana  mencetak dan melahirkan anak anak yang cerdas dan berbudi pekerti baik.

Itu baru salah satu sisi pada pendidikan kita yang seharusnya dilakukan.  Sisi lainnya yang tidak kalah pentingnya ialah bagaimana  sistem yang dibangun dalam mendidik anak itu dipikirkan sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah kebijakan yang memungkinkan anak anak dapat menyerap materi pendidikan  sesuai dengan tingkat usia mereka.  Artinya pendidikan yang kkita saksikan pada saat ini, terutama pendidikan di tingkat dasar dan pra sekolah yang belum disesuaikan dengan kondisi dan umur anak.

Bayangkan saja  anak anak yang masuk di sekolah dasar harus dijejali dengan materi pelajaran yang sangat banyak dengan harapan mereka akan mampu menyerap seluruhnya dan menjadi  anak yang hebat dengan menguasai seluruh materi pelajaran yang disampaikan.  Tujuan yang seperti itu tentu hanya didasarkan kepada kehendak pembuat dan penentu kebijakan tersebut dan sama sekali tidak didasarkan atas kemampuan dan usia anak.  Akibatnya anak anak akan kehilangan masa kanak kanak mereka kaena setiap harinya harus dijejali dengan materi yang  belum waktunya.

Bahkan yang sangat ironis lagi ialah para guru selalu memberikan pekerjaan rumah kepada anak anak sekolah dasar sedemikian rupa  sehingga mereka sama sekali tidak mempunyai waktu untuk bermain.  Sunggun hal tersebut merupakan pemaksaan dan bahkan dapat dikatakan sebagai pemerkosaan terhadap hak hak anak.  Dalam tersebut, sesungguhnya yang dibutuhkan oleh anak  seusia mereka ialah hanya bagaimana mereka dapat membaca, menulis dan berhitung, dan bukan materi berat lain yang seharusnya diberikan pada saatnya nanti.

Dengan materi yang  sedikit tersebut tentu seorang guru akan mampu melakukannya dengan dibingkai bersama dengan bermain dan sejnisnya.  Dengan begitu anak anak akan  sangat suka dan antusias mengikuti pelajaran serta hasilnya akan dapat diandalkan.  Salah satu keberhasilan proses belajar mengajar ialah  kalau seorang siswa  tertaris dan sangat menyukai pelajaran tersebut.  sebaliknya anak anak akan merasa tertekan dan teroaksa bilamana harus  menghadapi banyak persoalan dalam kelasnya, disebabkan banyaknya materi yang harus mereka ikuti.

Dengan keterpaksaan seperti itu, perkembangan anak termasuk pemikirannya  akan tidak berimbang dan pada saatnya justru akan membuat anak tersebut tidak akan mampu  mengikuti pelajaran dengan baik dan gagal.  Karena itu saat ini harus dipikirkan dengan cermat bagaimana caranya untuk mewujudkan tujuan pendidikan kita yang sudah ideal sebagaimana dituangkan di dalam undang undang tentang sistem pendidikan kita tersebut.

Tentu diperlukan kebijakan yang berani dan  revolusioner untuk mengubah sistem pendidkan kita  ke arah yang lebih manusiawi dengan terus mencari metode yang tepat bagi  anak anak bangsa ini.  Dengat baik dan tulus sefrta terus menerus mengupayakannya, saya yakin pada saatnya akan dapat diwujudkan pendidikan yang berkualitas di negeri ini. amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.