DI BALIK LIBUR PANJANG AKHIR PEKAN

Mungkin sudah sering kita mengalami libur panjang seperti hari hari ini, namun tidak semua orang mengalami sesuatu yang sama.  Artinya ada sebagian diantara kita yang dapat menikmati libur panjang bersama dengan keluarga, dengan mendatangi tempat tempat menyenangkan, tetapi ada pula yang ustru tidak dapat menikmati  liburan tersebut, disebabkan berada  di luar kota atas nama tugas dinas.  Celakanya lagi kalau kemudian ternyata tidak mendapatkan tiket untuk pulang, padahal acara dinas telah selesai.  Tentu akan sangat menyesakkan dan bahkan menyakitkan.

Sementara itu bagi mereka yang  berlibur di luar kota dengan membawa  kendaraan sendiri, juga  relatif akan mengalami nasib yang sama, yakni sebagiannya akan merasakan kenyamanan, karena dapat berlibur bersama dengan keluarga,  tetapi ada sebagiannya  harus menderita di jalan, disebabkan macet yang luar biasa, berjam jam tidak bergerak.  Bahkan jarak tempuh yang seharusnya dapat dicapai dengan dua jam, harus dilakoni selama lebih dari delapan jam.  Sungguh merupakan penderitaan tersendiri.

Itulah gambaran sebagian  kondisi yang dialami oleh saudara kita pada saat libur panjang  tersebut.  Saqya sendiri juga mengalaminya dan  sungguh sangat luar biasa sedih karena harus menunggu sesuatu yang tidak pasti.  Artinya untuk mendapatkan tiket pulang tidak  dapat dipastikan, karena memang seluruh penerbangan full dan tidak menyisakan satu kursipun.  Nah, dalam kondisi seperti itu kita memang harus dapat bertindak cepa dan berpikir cerdas.  Artinya kalau misalnya tidak ada tiket untuk plang langsung ke kota tujuan, kita dapat mencari tiket ke kota yang terdekat dengan harapan akan disambung dengan kendaraan darat.

Tentu hal tersebut dapat dilakukan sepanjang jalur  tiket ke kota terdekat tersebut memang masih memungkinkan.  Kalau ternyata semuanya juga sudah tidak tersisa kursi, maka  langkah yang terbaik ialah pasrah dan menunggu sampai ada tiket pulang, meskipun harus menginap lagi dua malam atau bahkan lebih.  Memang itulah yang dapat dilakukan, karena kalau terus berpikir untuk mendapatkan tiket tersebut, justru malah akan menambah stress dan  bahkan  kalau tidak beruntung  dapat sakit.  Nah, kalau masih berada di dalam satu pulau, tentu masih ada alternatif lain, seperti  kereta api ataupun bus dan kendaraan lainnya.

Nah, kalaupun kemudian  mendapatkan tiket, biasanya juga kurang nyaman, karena  penumpang pesawat biasanya berjejal dan banyak yang membawa balita, yang tentu sangat merepotkan dan mengganggu.  Apa yang saya alami sendiri ketika mendapatkan pesawat lion air, dimana saya harus bersabar karena  harus duduk dengan orang yang memangku bayinya yang selalu rewel dan menangis hampir sepanjang penerbangan.  Tentu kita tidak dapat menyalahkan mereka, karena  anak bayi memang belum mengerti apakah tangisannya tersebut mengganggu orang lain atau tidak.

Bahkan lebih jauh saya ketika kemudian pulangnya hanya mendapatkan  pesawat sriwijaya air, disamping  bayaknya penumpang yang membawa balita dan menggegerkan pesawat dengan tangisan mereka, juga  banyak penumpang yang tidak tahu aturan dan mbandel ketika diingatkan, yakni masih memankan hand phone pada saat  berada dalama pesawat.  Tentu hal tersebut sangat memperihatinkan, dan bahkan sangat membahayakana penumpang lainnya.  Namun mereka rupanya tidak mau mengerti dan tetap saja  berkomunikasi dengan kawannya, bahkan saat pesawat sudah terbangpun dia selalu sms.

Tentu  kita mengharap dan menghimbau kepada para awaak kabin untuk tegas dalam mengingatkan dan menindak mereka yang melanggar, toh sudah ada aturannya yang sangat jelas.  Biasanya kalau belum terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan,  ada sebagian masyarakat yang menganggap biasa saja dan bahkan dianggap tidak ada hubungannya dengan bahaya atau tidaknya pesawat.  Ini yang harus terus disampaikan awak kabin, dan tidah hanya cukup disampaikan melalui pengumuman yang  bersifat umum saja.  Kita tahu bahwa para penumpang pesawat  ada yang sama sekali  tidak mengerti persoalan tersebut.

Meskipun demikian kita tetap harus bersyukur, karena masih selamat dan  dapat berkumpul kembali dengan keluarga.  Hal ini mengingat sebagian diantara saudara kita justru malah mendapatkan musibah pada saat berlibur panjang akhir pekan kali ini.  Sebagian diantara mereka ada yang mengalami kecelakaan dan sebagiannya lagi harus kehilangan  orang yang sangat dicintai.  Jadi liburan panjang  tidak mesti identik dengan liburan yang sesungguhnya, karena justru kita ada yang lebih sibuk ketimbang hari efektif.

Kita menyadari bahwa  semua orang itu berbeda, baik dalam hal einginannya maupun kepentingannya, karena itu harus ada sikap pengendalian diri dari semua orang, agar tidak terjadi benturan yang tidak diinginkan.  Dalam melakukan perjalanan di jalan raya misalnya, tidak boleh ada yang ingin menang sendiri, seolah hanya dia yang mempunyai kepentingan mendesak, padahal semua orang juga mempunyai keinginan dan kepentingan yang sama pentingnya, sehingga kalau hal ini tidak disadari, akan dapat menimbulkan persoalan, bahkan persoalannya akan lebih parah, semacam macet yang tidak terelakkan dan susah untuk diurai.

Demikian juga harus disadari bahwa ada kapasitas dan kekuatan tertentu yang dimiliki oleh  kendaraan pengangkut, seperti kapal laut, sehingga kalau memang sudah  full sesuai aturan main yang ada, juangan sampai ada pihak yang memaksakan diri untuk tetap ikut, karena hal tersebut sangat membahayakan seluruh penumpang yang ada.  Over load yang biasa dilanggar oleh sebagian pihak, biasanya  akan menyebabkan kesengsaraan banyak orang.  Inilah kenapa harus ada ketaatan terhadap aturan.  Mungkin  ada yang melanggar aturan tersebut dan masih dilindungi oleh Tuhan sehingga tidak terjadi kecelakaan, tetapi hal tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk terus melanggar.

Saat ini kita juga sedang  menyaksikan pangung politik yang gonjang ganjing, dengan berbagai manuver yang dipertontonkan kepada masyarakat.  Kegagalan dalam pemilu legislatif  kemarin seharusnya dijadikan momentum untuk evaluasi menyeluruh dan bukan saling menyalahkan diantara  elit partai.  Namun apa yang kita saksikan saat ini ialah bagaimana  politik itu memang seolah menghalalkan segala sesuatu.  Hanya kekuatan politiklah yang akan menentukan nasib seseroang.  Tentu hal tersebut meruipakan pendidikan yang sangat buruk bagi masyarakat.

Kita berharap bahwa  politik di negara kita akan mampu memberikan pendidikan yang bagus kepada masyarakat dengan harapan mereka tidak apatis dan justru bersemangat untuk terlibat dalam setiap pemilu. Kalaupun ada persoalan di internal partai, tentu harus diselesaikan di dalam dapur partai tersebut dan tidak dipertontonkan kepada masyarakat.  Yakinlah bahwa masyarakat kita  pasti akan  semakin apatis dan sama sekali tidak akan mempercayai lagi partai politik yang hanya  mempertontonkan kekuasaan dan kepentingan masing masing, serta bukan lagi memikirkan bagaimana umat harus sejahtera.

Kenyataan di balik libur panjang  akhir pekan kali ini memang mencatat banyak hal, baik yang sifatnya pribadi maupun yang sifatnya umum dan menyangkut banyak orang.  Namun  dengan kenyataan kenyataan tersebut,  selayaknya  justru kita akan dapat mengabl hikmah terbaik untuk kehidupan kita di masa mendatang.  Intinya hidup itu memang harus ikhlas dan dapat mengendalikan diri, serta menghargai kerja pihak lain.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.