MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN

Kiranya tidak ada pihak manapun yang tidak sepakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita, meskipun banyak juga yang tidak tahu bagaimana caranya.  Namun bagi kita yang memang berada  di dalam lingkup dunia pendidikan, tentunya  tahu bahwa  sudah banyak upaya yang dilakukan, baik oleh pemeritah, masyarakat, maupun pihak lain, termasukpihak luar yang mempunyai kepedulian terhadap pendidikan.  Salah satunya ialah  USAID atau United State Agency for International Development, yang sudah cukup lama membantu peningkatan pendidikan di masyarakat kita. 

Salah satu caranya ialah dengan memperkenalkan berbagai metode dan  menerapkan salah satu metode yang dianggap paling tepat bagi masyarakat Indonesia.  Terbukti bahwa dengan cara yang baru tersebut banyak anak didik yang kemudian menjadi sangat tertarik dan bersemangat untuk mengikuti pelajaran, termasuk pelajaran yang biasanya dijauhi sekalipun.  Mereka juga menjadi aktif dalam belajar dan semua itu membawaperubahan yang signifikan bagi peningkatan mutu pendidikan kita.  Tentu tidak cukup hanya di situ, karena  di samping beberapa metode pembelajaran yang  baik tersebut, juga sanat diperlukan support lainnya, seperti alat peraga yang tepat dan lainnya.

Untuk itu inovasi dalam pembelajaran memang harus terus dilakukan untuk tujuan peningkatan kualitas tersebut.  Tentu para pendidik mempunyai peran yang sangat penting dalam upaya  tersebut, karena bagaimana pun mereka adalah ujung tombak dalam dunia pendidikan, khususnya  pada tingkatan sekolah dasar dan menengah.  Bahkan USAID beberapa waktu yang lalu mengundang beberapa rektor LPTK yang menjadi mitranya untuk hadir dan menyaksikan secara lagsung proses belajar mengajar di Amerika Serikat.  Rujuannya ialah agar mendapatkan pengalaman dan masukan, yang nantinya  hal hal positif yang sekiranya cocok dan dapat diterapkan di negara kita, akan  dapat diadopsi, meskipun  masih harus disesuaikan dengan kondisi di negeri kita.

Menurut saya  yang menjadi salah satu rektor yang diundang tersebut, kunjunganke Amerika tersebut memang banyak manfaat yang dapat dipetik, khususnya  terkait dengan upaya peningkatan pendidikan kita.  Hal hal penting tersebut memang tidak seluruhnya dapat diterapkan serta merta di sekolah di negera kita, disebabkan adanya beberapa perbedaan mendasar yang terjadi antara Amerika dan Indonesia.  Hanya saja  beberapa aspek positifnya masih tetap dapat diterapkan dan  diharapkan akan mampu meningkatkan  pendidikan kita.

Aspek metode tentu  sangat bagus untuk diadopsi, meskipun masih harus disesuaikan dengan kondisi kita.  Hal tersebut mengingat sekolah yang ada di negera kita sangat berbeda, baik dari aspek sarana, fasilitas, SDM pendidik dan juga pembiayaannya.  Sebagai contoh bahwa akan sangat bagus pembelajaran di kelas dengan perbandingan antara siswa dan guru adalah 6 berbanding satu atau setidaknya 8 berbanding satu.  Namun untuk diterapkan di sekolah kita, tentu harus dipikirkan ulag tentang pembiayaannya.

Semenara itu untuk hal hal yang terkait dengan  pencapaian target dalam pelaksanaan proses pendidikan, tentu  akan sangat bagus bilamana  diterapkan secara konsisten dalam proses pendidikan kita.  Sebagai misal, bahwa harus ada target tertentu yang harus diraih oleh seorang pendidik dalam waktu tertentu.  Contonya ialah bagaimana target untuk siswa  kelas satu dalam tiga bulan pertama harus dapat membaca dengan baik dan benar, dan hal tersebut dilaksanakan dengan konsisten, yakni kalau ada yang tidak mencapai target, harus ada tindakan khusus bagi pendidik tersebut.

Tentu masih banyak lagi hal positif yang dapat dipetik dari pengalaman menyaksikan pembelajaran di negeri paman Syam tersebut.  Nah, persoalannya ialah bagaimana  pengalaman tersebut dapat diadopsi dengan beberapa modifiasi yang memungkinkan diterapkan di sekolah kita.  Yang terpenting ialah  substansinya tercapai, yakni peningkaan kualitas pendidikan kita, meskipun cara yang ditempuh sedikit berbeda.

Pemerintah kita juga  sudah  berusaha  meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai cara yang sudah ditempuh, meskipun masih harus ada evalusi  untuk lebih menekankan dan fokus kepada persoalan yang dianggap prioritas.  Dalam hal pembiayaan pendidikan, kita sudah mengetahui semua bahwa  APBN kita  didesain untuk mensukseskan peningkatan pendidikan tersebut, yakni dengan mengalokasikan minimal 20% dari total yang dianggarkan oleh negara.  Implementasi  biaya tersebut juga sudah diupayakan untuk diterapkan, yang salah satunya  ialah memberikan tunjangan profesi kepada pendidik.

Sebagaimana kita sebutkan di atas bahwa  pendidik merupakan ujung tombak bagi dunia pendidikan.  Artinya kalau ingin meningkatkan kualitas pendidikan, tidak boleh tidak harus dimulai dengan meningkatkan kualitas pendidiknya terlebih dahulu.  Langkah tersebut sesunguhnya sudah tepat, hanya saja  kenyataan di lapangan ada sedikit perbedaan, yakni  masih banyak ditemukan pendidik yang  sudah dianggap profesional dan mendapatkan tunjangan profesi, namun peri lakunya masih belum mencerminkan keprofesionalan, sehingga dalam kasus seperti itu, negara  dan masyarakat akan dirugikan.

Demikian juga  telah diupayakan untuk memberikan beasiswa kepada para pendidik untuk meningkatkan kualitas mereka  melalui studi lanjut, baik di dalam maupun di luar negeri.  Untuk hal ini emang lebih banyak ditujukan pada para pendidik di perguruan tinggi, sementara  untuk para guru masih sangat terbatas.  Memang  peningkatan pengetahuan  bagi para guru akan lebih tepat bilamana dilaksanakan dalam bentuk  training atau kursus tentang  sesuatu yang terkait dengan upaya peningkatan pendidikan itu sendiri.

Salah satu upaya peningkatan pendidikan tersebut juga dilakukan  melalui perbaikan sarana prasarana dan juga fasilitas belajar.  Sebagaimana kita tahu bahwa bahwa  masih banyak  gedung sekolah yang tidak layak huni dan terpaksa masih  ditempati.  Bahkan hingga sampai saat ini juga masih ditemukan di beberapa daerah, untuk itu percepatan pembangunan gedung sekolah memang diprioritaskan.  Belum lagi urusan kelengkapan fasilitas, seperti perpustakaan dan laboratorium.  Sehingga memang  diperlukan banyak biaya untuk menuju kondisi yang mendekati ideal.

Sementara itu masyarakat sendiri juga sudah berusaha secara maksimal untuk terus meningkatkan kualitas  pendidikan.  Salah satunya ialah dengan terus mengupayakan  fasilitas belajar dan peningkatan kualitas SDM.  Memang ada sebagian pengelola pendidikan yang masih  mendua  dalam mengelola pendidikan, yakni  tujuan mencerdaskan bangsa dan sekaligus tujuan bisnis,  namun sejauh persoalan kualitas pendidikan tetap dijaga, dan masyarakat juga mempercayai pengelola tersebut, sesungguhnya tidak ada persoalan yang perlu dikhawatirkan.

Cuma barangkali perlu ada pengawasan yang cukup agar tidak mengarh kepada komersialisasi pendidikan.  Artinya  bagi para pengelolan pendidikan jenis tersebut harus tetap menyediakan kursi bagi masyarakat kurang mampu meskipun tidak banyak, sebagai wujud dari kepdulian mereka terhadap  kondisi masyarakat kita yang memang masih heterogen, khususnya dalam hal ekonomi.

Saat ini disamping persoalan kualitas, pendidikan kita juga memerlukan  perhatian dalam hal kuantitas, karena masih banyak anak anak bangsa ini yang belum dapat mengakses pendidikan hingga setidaknya  SLTA.  Kalau kita berbicara masalah pendidikan tinggi memang mmasih sangat jauh, karena daya tampung pendidikan tinggi ita  hanya baru  sekitar 17% saja dari anak bangsa yang seharusnya  kuliah di perguruan tinggi.  Untuk itu barangkali konsentrasi kita, sebaiknya diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada anak bangsa  dalam memperoleh pendidikan tingkat  menengah atas, sambil terus mengupayakan perluasan akses di pendidikan tinggi.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.